Behind the Waterfall – Part 1

Title:
Behind the Waterfall

Author:
flosica52

Genre:
Romance, Fantasy.

Length:
Chapter

Rating:
PG

Main Cast: 

  • Xi Lu Han
  • Seo Joohyun

Other Cast:

  • Shin Ra Ra (OC)
  • Park Young Ki (OC)

Disclaimer: 
THIS FANFICTIONM IS PURE MINE!
No Copycats and Plagiators is Allowed!

A/N: 
Lagi tergila-gila sama EXO nih -__-
Makanya kebanyakan FF dibuat Pake pairing yang ada EXO semua :D
Aku naruh Special Guest untuk baca FF ini, Dia juga tergila-gila sama Luhan + Seohyun. Jadi aku buatin FFnya.. Namanya Sendy Kaseger. Dont be Mad~

wkwk~ Enjoy yhis Fanfict~

NB: Tulisan yang di Italic atau Dimiringkan, HANYA KARANGAN AUTHOR SAJA!

===

Berepetualang, untuk mencari cinta.

===

Luhan, Seorang namja yang tampan, cukup tinggi, juga adalah seorang petualang yang hebat.
Pasti kalian ingin juga mengalami petualangan, bukan? Pasti jawabannya Ya!

Semua orang pasti ingin berpetualang. Luhan juga begitu.
Sejak kecil, ia diajarkan Appanya tentang ilmu berpetualang.

Luhan ingin sekali ikut dengan Appanya. Tapi, saat itu umur Luhan belum mencukupi untuk mengikuti rombongan Appanya. Dia menunggu dan menunggu, dan menunggu…
Tapi, Waktu umur Luhan sudah mencukupi, Appanya telah menghilang. Terakhir, Appanya bilang akan ke Niagara, Air terjun terbesar yang merupakan pembatas negara Amerika dan Kanada.
Saat ini, Luhan ingin berpetualang. Ke Niagara!

Dia ingin mencari Appanya di Niagara. Siapa tau? Mungkin Appanya masih hidup..
Luhan sekarang telah menjadi seorang pemuda yang gagah dan tangguh.
Sekarang saja, dia baru pulang dari Kutub Selatan, yaitu negara yang ke 98 yang ia kunjungi bulan ini.

Waah! Maldo Andwae! 98 Negara? Dalam sebulan? Artis-artis Korea saja perlu waktu 2 Minggu agar bisa mengelilingi Seoul! Tapi, Luhan? Setengah jam pun saja sudah cukup.
Betapa senangnya menjadi seorang petualang.

Tunggu! Menjadi petualang itu tidak mudah! Sangat tidak mudah..
Kalian harus siap menghadapi bencana-bencana, teror-teror, juga Konsekuensi dalam melakukan pilihan. Hidup para petualangan sangat tertekan.

Tapi, Luhan tetap bersikeras ingin menjadi seorang petualang.
Sekarang, dia sedang berada dalam Helikopter pribadinya untuk melanjutkan Ekspedisi ke Niagara.

“Berapa jam lagi kita sampai?” Tanya Luhan kepada pilot yang menerbangkan helikopter tersebut.
“Sekitar setengah jam lagi, tuan..” Jawab Pilot tersebut.

Luhan menunggu lagi dengan sabar. Dalam hati dia terus berkata, “Ayolah! Tak bisakah lebih cepat?!”

Setengah jam berlalu..
Tapi mereka belum sampai-sampai juga ke niagara.
“Apa yang terjadi? Mengapa kita belum mendarat juga?” Tanya Luhan tak sabar. “Bukankah ini sudah lebih dari setengah jam?”

“Mianhae, tuan.. Bensin Helikopter makin habis. Kita harus singgah lagi.. Mungkin di Amerika banyak..” Jelas Pilot itu.
“Ya,ya.. Baiklah! Pokoknya jangan buang-buang waktu.

Akhirnya mereka sampai ke Amerika, dan benarlah..
Disitu banyak tempat pengisian untuk Helikopter.
Untunglah saat itu, sedang digratiskan. Makanya, mereka bisa lebih cepat lagi untuk sampai ke arah tujuannya, yakni Niagara.. Air Terjun terbesar.

~~~

“Kita sampai..” Ucap Pilot kepada Luhan yang sudah siap dengan tas punggungnya yang terlihat berat itu.

“Baiklah! Aku turun sekarang!” Jawab Luhan lalu meloncat turun dari Helikopter.
“Jangan mencariku! Bila aku tidak pulang, berarti aku menemukan Appa dan harus tinggal!” Jelas Luhan.

Pilot itu hanya mengangguk dan menerbangkan Helikopter itu.

~~~

Luhan duduk dahulu di tepi Sungai dekat Air terjun Niagara untuk Memakan bekalnya.
Dia makan dengan lahap. Karena sebentar lagi dia akan masuk ke dalam air untuk mencari Appanya yang masih hilang.

~~~

Saat Luhan dengan siap, dia masuk ke dalam air. Dia menghirup nafas sebisanya, lalu masuk berenang ke dasarnya. Tapi, tangannya menyentuh sesuatu yang sangat keras. Dan kelihatannya berwarna hijau pekat. Mulanya dia tak tau, Apa yang ia sentuh itu. Tapi lama-kelamaan, benda itu memberitaukan Luhan sendiri. Itu Buaya! Luhan pun berteriak dalam air. Dengan segerapun, ia mendapatkan pikiran untuk masuk ke Air terjun nan deras itu. Luhan tau, Buaya tidak mungkin masuk ke Air terjun.

CBURR!!

Luhan masuk ke dalam AIr terjun itu. Rasanya air terjun itu ingin menjatuhkan Luhan. Luhan mundur terus, sampai ia rasa, Air terjun sudah tak terasa lagi di tubuhnya. Luhan memberanikan  diri untuk membuka matanya. Kerongkongannya serasa tercegat.

“Apa-apaan ini?!” Teriaknya.
Sekarang dia tengah berbalik dan makin tercengang-cengang.

Sekarang, didepan matanya, terdapat sebuah kota… Bukan hanya kota biasa, KOTA AJAIB!
Disitu tak ada kendaraan apapun, permainan apapun.. Hotel, Apartemen, tak ada!

Disitu hanya ada rumah-rumah yang cukup ditinggal 2 orang, Peri-peri, Kuda terbang, dan…. Sebuah kastil. Tepat ditengah-tengah kota itu. tapi dibangun di tempat yang agak sedikit kebelakang lagi.

Tanpa memedulikan apa-apa lagi, Luhan berjalan-jalan disekitar situ. Tak peduli dengan semua orang yang tengah melihat dirinya sambil berbisik-bisik.
Tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil.

Tapi karena dia merasa tidak ada yang mengenalnya disitu, Luhan berpikir bahwa dia hanya salah dengar. Yang aneh bagi Luhan, Suara itu terus-menerus memanggilnya.
Dengan tatapan pasrah, Luhan menengok kebelakang.
Seorang Namja.. Hm.. Agak lebih tinggi sedikit dari dirinya.

Kasmingae!” Ucapnya
“Em, Apa katamu?” Tanya Luhan.
“Oh, Kau berasal dari sebelah…” Kata Namja itu.

“Mianhae?” Tanya Luhan lagi.
“Kau berasal dari dunia seberang..” Jawab Namja itu.
“Ya.. Begitulah..” Kata Luhan pelan. “Siapa namamu?”
“Taemin. Lee Taemin.. Aku juga berasal dari sebelah..” Ucapnya sambil membungkukkan badan.

“Xi Luhan..” Jawab Luhan.

“Emm, kau.. Mengapa bisa berada disini?” Tanya Taemin.
“Aku dikejar buaya lalu aku masuk kesini.. Karena tau buaya tidak bisa melewati Air terjun.” Jawab Luhan asal jadi.
Taemin mengangguk-angguk.
“Bagaimana dengan kau? Katanya kau dari sebelah juga.. ” Kata Luhan.
“Ya, Sama denganmu.. ” Jawab Taemin. “Kalau begitu, ayo kita jalan-jalan dulu.. Banyak yang bisa kaulihat disini!”

Luhan menjawabnya dengan sebah senyuman di wajah tampannya itu.
Taemin mengajak Luhan berjalan-jalan di kota. Taemin juga mengajari cara berbicara dengan bahasa penduduk setempat.

Luhan juga sempat berbicara kepada peri-peri mungil itu. Luhan geli sendiri ketika menyadari dirinya berbicara menggunakkan bahasa penduduk setempat itu.
Saat Luhan ingin bertanya kepada Taemin, Taemin langsung berbicara.
“Ingin pergi ke kastil? Sebagian Kastil dibuka selalu untuk umum!” Ajak Taemin.
Seperti membaca pikiarnku, Taemin mengajakku ke kastil.
“Boleh juga, Aku baru saja ingin menanyakan apakah kita bisa melihat-lihat..” Jawab Luhan.

Mereka berdua masuk ke Kastil yang sudah tua itu lalu mulai menjelajah. Taeminlah yang menjadi pemandu Luhan.
“Ini, Ruang santai untuk para Duke dan Duchess juga Putri atau Pangeran.” Ucap Taemin setelah sampai di sebuah ruangan yang sangat besar. Luhan mengangguk mengerti.

Mereka melanjutkan tur mereka disekeliling kastil.
Saat sampai di bagian tengah Kastil, Kastil telah di beri Pembatas..
“seperti Police Line jika di duniamu..” Ujar Taemin.
“Kalau begitu, Kajja, Kita masuk ke Lorong itu.. Aku ingin melihat apa didalamnya..” Kata Luhan  sambil menuding sebuah Lorong yang agak besar.

“Oh, Aniyo, Luhan-ssi.. Lorong itu dilarang bagi umum..” Jelas Taemin.
“Mengapa tidak diberikan pembatas?” Tanya Luhan antusias.
“Karena itu ruangan sang Putri. Putri itu sedang mencari Pasangan.. Kalau kau mau tau, Putri itu berasal dari dunia sebelah dan mencari pasangan dari dunia sebelah..” Kata Taemin.
“Kalau aku?” Tanya Luhan sambil menunjuk diirny sendiri.
“Kamu apanya?” Tanya Taemin balik.
“Emm.. Apakah aku bisa menjadi Pasangan Putri itu?”

~~~

Sementara itu, Sang Putri tengah melihat gerak-gerik Luhan dari awal ia masuk ke Kota Ajaib sampai sekarang. Memang, Di Air terjun, Jika seseorang lewat dari dunia sebelah, Signal segera diberikan kepada sang putri. Sang Putri mempunyai bola ajaib

Sang Putri senang sekali setelah melihatnya. Apalagi disaat Namja bernama Luhan itu mengatakan sesuatu yang mengejutkan…

“Emm.. Apakah aku bisa menjadi Pasangan Putri itu?” 

Sang Putri sangat gembira karenanya..
Tapi dia menyembunyikannya saat seseorang masuk ke dalam kamarnya.

“Joohyunnie.. Istirahatlah. Kau kelihatannya lesu sekali.” Kata Seseorang yang masuk, Dia adalah Asisten Pribadi Putri.
“Rara-ssi, aku sedang tidak ingin istirahat.. Lagipula, aku lapar..” Jawab Joohyun.
“Aish, Lalu mengapa kau tak mengatakannya dari tadi?” Gerutu Rara lalu menekan bel. Bel itu adalah Signal untuk Pelayan Pribadi Joohyun agar mengantarkan makanan.

Beberapa Saat kemudian, Pintu terbuka lagi lalu masuk sosok Yeoja yang agak lebih tinggi dari Joohyun.
“Jooyoung-ah.. ” Panggil Pelayan yang masuk itu. Pelayan dan Asisiten pribadi Joohyun selalu memanggil Seohyun dengan Sebutan Joohyun jika sedang sendiri, Kalau diluar, Mereka pasti memanggilnya Gongju Joohyun.

“Aish, Youngki eonnie! Jangan menyatukan kedua nama kita! Terdengar… Aneh..” Kata Joohyun.
“Salahmu sendiri mengatakan bebas memanggilmu apa..” Kata Youngki lalu meletakkan Dipan makanan ke sebelah meja Joohyun.
“Lagipula, mengapa kau lebih banyak merespon dari sebelumnya?” Tanya Youngki. Rara mengangguk menyatakan bahwa dia akan mengajukan pertanyaan itu juga.

Joohyun mengangkat bahunya sambil tersenyum dan tertawa kecil.
“Aigoo.. Mungkin dia telah menemukan Signal baru.. Ah! Namja dari dunia sebelah kah?” Tanya Rara.
“Jangan sok tau Ra-ya!” Elak Joohyun.
“Akuilah itu, Jooyoung-ah!” Ujar Youngki sambil menaikkan salah satu alisnya.
“Uh.. Baiklah. Aku memang mendapatkan Signal baru, dan aku merekamnya.. ingin mendengar bagian Akhirnya?” Tanpa menunggu jawaban, Joohyun segera Mereplay apa yang direkamnya.

Kedua orang yang melihat dan mendengar itu tercengang-cengang saat mendengar salah satu namja bertanya apakah ia bisa menjadi Namja Joohyun.
“Joohyun-ssi!! Dia menyukaimu!” Teriak Youngki tiba-tiba. Dan Sukses mendapatkan Dua Jitakan sekaligus.

“Pelan-pelan sedikit Youngki!”
“Kecilkan Volume suaramu!”

Youngki mengerang kesakitan sambil mengusap kepalanya sendiri.
“Lagipula, tak mungkin ia menyukaiku, Melihatku saja belum..” Ucap Joohyun. “Pasti setelah melihatku, ia langsung pergi lagi!” Joohyun menutup wajahnya yang sungguh amat cantik itu dengan kedua telapak tangannya.

“Joohyun, tak mungkin begitu.. Dia pasti serius.. Walaupun belum pernah dia bertemu dengamu!” Kata Rara sambil mengelus pelan kepala Joohyun.
“Ya, Jooyoungah! Ayolah! Rapikan gaunmu! Segera temui dia!!” teriak Youngki yang langsung lari karena melihat kedua orang itu Melirik tajam kearahnya.
“Jangan bercanda, Young-ah..” Kata Joohyun.

~~~

Luhan senang sekali ketika diajak Taemin untuk makan bersamanya dengan teman-teman dari gengnya, Geng SHINee tepatnya.
Kasmingae, Luhan! Kau dari negara mana?” Tanya seorang namja dari Geng Taemin, Onew.
“em, Cina.. Tapi aku besar di Korea..” Jawab Luhan agak kaku karena melihat peri-peri yang merupakan Asisten kecil kelima namja itu berputar-putar terus.
“Jangan kaku begitu! Kami semua sangat senang untuk menerima kehadiranmu!” Kata Kibum yang baru datang sambil membawa makanan.

“Apa lagi makanan yang kau bawa, Key?!” Teriak Jonghyun yang berbaring di kursi panjang kesayangannya.
“Aish, jangan marah dulu, Joohyun!” Ledek Kibum yang biasa dipanggil Key.
“Jangan memanggilku seperti itu! Aku bukan Yeoja!” Teriak Jonghyun. “Rue! Lempari dia!!”
Rue adalah nama Peri Jonghyun. Rue pun melempari Key dengan batu kecil.
“Baiklah! Ampun!”
“Mengapa kau memanggil Jonghyun dengan Joohyun?” Tanya Luhan penasaran.
“Nama Putri kan, Joohyun. Dan Jonghyun, Hampir menyamai nama Putri itu..” Sindir Minho yang tiba-tiba mengikuti pembicaraan.
“Yak! Kutendang kau baru tau rasa!” Teriak Jonghyun.

Keenam namja itu saling tertawa gembira di 3 Rumah yang dibuat menyatu itu. Yang Disebut Trise. 

Mereka semua makan bersama diselilingi dengan canda tawa dan cerita-cerita..
Semua Anggota dari geng SHINee ternyata berasal dari Dunia seberang, dan dari negara Korea juga.. Luhan pun bisa denan cepat berinteraksi dengan mereka.

~~~

Lama juga bagi mereka untuk bubar setelah makan..
Tapi akhirnya bubar juga dan kembali ke rumah masing-masing.

“Luhan, Kau sebaliknya kembali ke duniamu!” Kata Taemin.
Luhan kaget.
“Ah, Waeyo Taemin-ah?” Tanya Luhan
“Karena, jika kau tinggal terus disini, Maksimal 24 jam, Kau harus tinggal disini selamanya! Hukum peri!” Jelas Taemin.

“Tapi, aku sedang bertualang, dan aku ingin melihat wajah sang putri..” Jawab Luhan mengelak dari Taemin yang mulutnya telah menganga mendengar jawaban Luhan.
“Luhan, semaksimal apapun usahamu, Kau tetap tak bisa menemui sang Putri..” Kata Taemin.
“Aku akan berusaha! Appaku akan mengatakan bahwa aku ini Pengecut jika mundur dari petualangan!” Kata Luhan.
“Tapi ini bukan petualangan, Luhan! Sadarlah! dan kembali ke duniamu yang sesungguhnya!” Ucap Taemin.

“Ini petualangan yang besar, Taemin! Aku orang beruntung yang menemukan kota ajaib ini!” Kata Luhan.
“Hm.. Kalau begitu maumu, Kau bisa menginap di rumahku selamanya.. Karena sebentar lagi kau akan tinggal selamanya disini..” Kata Taemin.

Luhan menganggugk senang.
“Aaah! Gomawo Taemin hyung! Gomawoo!!” Teriak Luhan histeris sambil memeluk Taemin dan meloncat-loncat seperti orang yang sedang kerasukan.
“Yak! Jangan begitu! Nanti dikira orang gila!” Teriak Taemin.

“Ah, Mianhae…” Ucap Luhan lalu berhenti melonjak-lonjak.
“Bangun pagi-pagi! Karena kita akan memilih Peri untukmu besok!” Peringat Taemin.
“Peri?! Asisten kecil?! Untukku?!!” Tanya Luhan dengan wajah yang gembira. Sangat gembira tepatnya.
“Ne,ne.. tapi jika kau berakting begini terus, Kubatalkan janjiku!” Ancam Taemin.

Keduanya pun masuk rumah Taemin lalu tidur.

~~~

“Namja itu harus pergi dari kota ini!” Teriak Joohyun di ‘Ruang bertemu’ dengan Rara dan Youngki.
“Joohyun, katamu, kau menyukainya..” Ucap Rara.
“Ne, Joooyung!” Kata Youngki setuju.
“Aku tetap pada pendirianku!” Elak Joohyun kesal.

“Baiklah Jooyoung, Apa alasanmu?” Tanya Youngki.
“DIA HARUS PERGI! TITIK!!” Teriak Joohyun.

Rara menyenggol Youngki menandakan mereka harus meninggalkan Joohyun sendirian.
Sebelum mereka pergi, Joohyun berpesan agar mengantarkan minuman kepadanya.

~~~

Pagi pun tiba.
Joohyun kaget lalu berteriak sekencang-kencangnya membangunkan seisi kastil.
Youngki dan Rara segera masuk ke dalam kamar Joohyun.

“Jooyoung ku~!! Ada yang melukaimu?!” Teriak Youngki.
“Joohyun, mengapa kau berteriak?” Tanya Rara

“Namja itu belum pergi!! Dan ini sudah 24 jam! Artinya dia harus memilih peri asisten kecilnya disini!! Lalu aku… aku.. aku harus menjelaskan sistim kota ini.. lalu… dia… akan… melihatku.. dan… Huuaaa!!!” Tangis Joohyun.
Kedua orang itu berusaha menyabarkan Joohyun ditengah sedang Stress. Biasanya membujuk seorang putri memerlukkan waktu yang sangat lama. Tapi Joohyun, sekali bujuk langsung baik kembali.

“Mengapa kau tak memakai topeng saja Jooyoung-ah? Haha~” Canda Youngki.
Keduanya menatap Youngki dengan berbinar-binar.
“Ide bagus! Bagus, Youngki! Sangat cemerlang!” Puji Joohyun.

“Ah… Itu tak apa.. Hanya tiba-tiba” Kata Youngki pamer. Bagaimana tidak? Candaannya dianggap serius oleh Joohyun dan Rara!

~~~

“Tae…Taemin… Tae.. Taemin..” Nyanyi Luhan didepan telinga Taemin yang masih tidur. Akhirnya, Taemin terbangun dengan paksa karena nyanyian dari suara Luhan~
“Yak! Luhan! Berhenti bernyanyi memanggil namaku dengan suara cemprengmu!” Teriak Taemin.
“Kau sudah janji apa padaku?” Tayna Luhan sedikit mencondongkan wajahnya.

“Ya,ya! Aku tau! Gantilah bajumu!” Teriak Taemin sambil meregangkan badannya.
“Aku tak punya baju!” Jawab Luhan.
“Ah, Benar juga.. Pakailah bajuku dilemari itu!” Kata Taemin sambil menunjuk lemari besar di sudut ruangan.

Luhan segera berganti baju.. Juga Taemin.
Mereka sama-sama ke sebuah Rumah. Kali ini, 8 Rumah yang dibuat menjadi satu, Disebut Chariset 

Mereka melihat Nota tertempel dipintu .

Kasmingae kepada pelanggan..
Aku sedang diundang sang putri ke Kastil. 

Aku juga membawa Peri-peri ke kastil. 
Katanya, ada yang akan memilih peri?
Namja Dunia seberang.. 
Dia harus datang di Kastil. 
Kamsingeh~

“Ternyata putri mengetahuinya..” Kata Taemin. “Ayo!”
“Tunggu! berarti… Kita bisa melihat wajah Putri?!” Tanya Luhan. “Kau kan juga mempunyai peri? Siapa yang memberikannya?”
“Sama seperti kau.. Putri yang akan memberikannya!” Kata Taemin.
“Berarti.. Aku bisa melihat wajahnya!!” Kata Luhan girang
“Ya.ya! Berhentilah menjadi orang gila lagi..” Kata Taemin lalu menarik Luhan mengikutinya.

~~~

“Dia telah sampai di ruang Penobatan, Joo-ah!” Kata Youngki.
“Secepat itukah?” tanya Joohyun.
Youngki mengangguk. “Kajja! Dia bersama temannya!”

Joohyun berjalan dengan Anggun memakai topeng karena tak ingin namja itu melihat wajahnya.
Luhan sangat kecewa karenanya.

Kasmingae! Orang dari Dunia sebelah!” Sapa Joohyun kuat agar terdengar seperti Putri yang keras
Luhan membungkuk.
“Dari manakah, Negaramu?” tanya Joohyun.
“K..Korea, Gongju Seo Joohyun..” Kata Luhan.
“Baiklah! Aku akan memberikan peraturan utama yang berlaku di Kota ini! Tapi sebelum itu, Hukum peri!” Kata Joohyun sambil mengeluarkan Notes dari balik gaunnya.

Seseorang mengambil Notes itu lalu menyodorkan Notes itu ke arah Luhan. Luhan menerimanya lalu membaca Notes itu.

  • Orang Dunia sebelah, yang telah masuk dan tinggal selama 24 Jam, Dianggap sebagai Penduduk tetap Kota ini.
  • Orang Dunia sebelah, Maupun penduduk yang belum mempunyai asisten kecil, WAJIB untuk memilih di sebuh Toko atau dari Kastil
  • Orang Dunia sebelah, Jika ingin bertransportasi, dari Kota ini, Ke kota tetangga, Harus memakai Kuda terbang
  • Kuda terbang, merupakan alat transportasi satu-satunya di kota ini

 

Begitulah Hukum perinya.

Luhan megnembalikkan notes itu.
Dan dia menerima sebuah buku saku kecil yang diberikan putri.
“Ini adalah, Peraturan Kota ini! Bacalah, sebelum menjelajahi kota ini!” Kata Joohyun lalu berjalan meninggalkan ruangan.

“Silahkan, Memilih Perimu..” Kata seseorang yang membuka penutup peti.
Luhan menengok kedalam peti, terlihat peri-peri itu sedang bermain bersama.

“Aku memilih yang itu!” Tunjuk Luhan.
“Dia adalah Peri Perempuan. Kau yakin?” tanya Orang itu.
“Ya! Aku sangat yakin..”
“Selamat! Kau telah mendapatkan Peri Asisten Kecilmu.. Jangan membuatnya meninggalkanmu!”

Taemin dan Luhan keluar dari Kastil.
“Kau menamakannya apa?” tanya Taemin.
“Hanseo.. Sudah kupikirkan..” Kata Luhan.
“Em.. Hanseo?” tanya Taemin lagi.
“Ne, Kepanjangannya Luhan Seohyun..” Jawab Luhan lagi. “Tos!”

Luhan dan peri itu akhirnya Akrab.

~~~

Sementar itu, Seohyun dikamarnya berteriak.
“HANSEO?!”

 

To Be Continued

Gimana hasilnya?
Tidak Memuaskan?
Kurang panjang?
Aku butuh pendapatnya ya!

Jangan lupa RCL~

11 comments

  1. ataly46 · February 3, 2013

    hello q reader bru..😀
    cerita.a bgus kok cuman 1 yg q bingung sohyun itu siapa ?

    salam kenal😉

    • flosica52 · February 3, 2013

      Sohyun? Well, Maybe Author salah ketik. Typo kali.. Maksudnya mungkin Seohyun.
      Disini Castnya cuma ada nama Seohyun atau yg biasa aku panggil Joohyun. 😀

      Reader baru ya?
      bangapta^^

      Gomawo udah mau Comment,.

  2. OurMaknae_Luhan · February 11, 2013

    SEOHAN ..!!! Aku mau dong dateng ke kota ajaib itu … #puppyeyes

  3. sifishcloukyuexotics · February 18, 2013

    yakkk eonni.. jangan lama” dong ngepostnya… please..???
    aku nungguin lama banget.. masih gak ada inspirasi yah?

  4. nahoes · February 21, 2013

    aaaaa yaampun imut bangeeeeeeeet >.< kkkk~

  5. tuti · February 28, 2013

    Eonni
    Palliwa di post
    Menanti banget nih >.<

  6. tuti · February 28, 2013

    Eonni
    Minta nama twitternya !

    • flosica52 · February 28, 2013

      @FloSica_Gorjess

      Makasih udah commnt^^

  7. catherineyang · June 6, 2013

    SeoHan!
    *envyy!!#plakk
    keren thor!
    lanjoot! hehe~

  8. SeoNamHanHae · August 17, 2013

    kyaaaaaa ternyata ada juga yang nge-pair SeoHan selain aku dan temen-temenku di SeoEXO sama Ace Baby.. ternyata..
    keren ini FF nya!! lanjuuuuuuuuuuutttt!!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s