Part 13 : Midnight Sun

554165_501920753153862_223769899_n

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
General

Genre
Romance, Friendship

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Johyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Other Cast
Zhang Yi Xing

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

..

.

Tiffany duduk disofa itu sambil menundukan kepalanya, ia tidak memiliki keberanian untuk menatap kesekelilingnya saat ini. Pintu sebuah kamar tebuka dan Kai keluar dengan pakaian lengkapnya yang santai. Kai duduk disamping Tiffany dengan canggung dan agak memberi sedikit jarak.

“Jadi, kenapa noona kesini?”
“Aku…”

Tiffany menggigit bibir bawahnya dengan ragu. Ia tidak tahu harus memulai darimana dan harus mengatakan apa. Ia kesini untuk memastikan sesuatu, memastikan perasaannya sendiri yang kini sedang dalam keadaan tidak jelas.

“Sebaiknya noona kembali ke apartemen yang disewa Chanyeol hyung”

Kai berdiri lalu menunjuk kearah pintu keluar. Tiffany memberanikan diri untuk menatap lelaki itu kemudian menarik nafasnya dalam – dalam. Kai baru saja mengusirnya dengan cara halus, setidaknya begitulah yang ditafsirkan oleh Tiffany.

“Kai, aku…”
“Well, apartemen itu terlalu kecil sehingga kau kesini untuk tinggal ditempat yang lebih baik? Noona, saat ini kau sedang kabur dan aku tidak ingin mendapatkan masalah karena itu”

Tiffany mencoba bicara namun lagi – lagi Kai memotong kalimatnya. Kai sudah sangat membencinya, tampaknya begitu. Tiffany menggelengkan kepalanya, air matanya jatuh dengan sendirinya.Kai langsung membuang pandangannya kearah jendela, ia tidak akan sanggup melihat air mata itu.

“Kai, dengarkan aku dulu! Aku tidak bermaksud seperti itu”
“Noona, Chanyeol hyung… ku rasa dia mencintai mu”

Kai mengatakannya dengan susah payah. Kenyataan kalau hyung terdekatnya menyukai gadis yang sama dengannya terasa begitu menyakitkan. Namun ia tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya Tiffany menemukan keberaniannya, ia mulai mendekat kearah Kai dan menarik ujung lengan kaos yang dipakai Kai. Mau tidak mau lelaki itu menoleh, menatap Tiffany dengan dalam dan penuh arti.

“Kai… Maaf… Maafkan aku…”

Kai masih menunggu gadis dihadpaannya itu bicara. Kai tidak akan membuka mulutnya lagi. Ia sedang berusaha menata hatinya yang mungkin akan kembali hancur menjadi kepingan. Kai berharap kabar terburuk yang diterimanya tidak akan menjatuhkannya lagi.

“Maafkan aku… Tapi aku… Aku masih mencintai mu, Kai”

Tiffany menunduk sambil menangis. Tangan kanannya masih memegangi ujung lengan kaos Kai. Sedangkan lelaki itu membeku ditempatnya. Ia tidak menyangka Tiffany akan mengatakan hal itu, ia pikir gadis itu akan pergi bersama Chanyeol dan membuangnya jauh – jauh. Tanpa berfikir panjang lagi, Kai langsung meraih tubuh Tiffany dan memeluknya. Setidaknya mulai sekarang ia akan berjuang lebih.

Sementara itu ditempat lain dan diwaktu yang sama, Chanyeol memandangi layar ponselnya dengan tatapan yang sendu. Ia tidak pernah menyangka kalau sikap main – mainnya selama ini akan berubah menjadi seserius ini ketika bertemu gadis tersebut. Selama ini, semua gadis yang menyukainya hanyalah mainan untuknya. Mainan untuk menghilangkan rasa bosan dari kehidupannya yang datar. Namun semua ini berubah ketika ia bertemu dengan Stephany Hwang, putri dari sebuah keluarga yang tidak pernah ia duga.

**

Lay memandangi jam pasir dimeja kerjanya. Taeyeon menghilang. Ia akan dijodohkan dengan Taeyeon. Dua kabar yang membuat moodnya kacau hari ini. Taeyeon menghilang semalam ditengah jam pesta tepat lima menit sebelum keluarganya mengumumkan masalah pertunangan atas dasar perjodohan itu. Entah harus bahagia atau tidak.

Lay memandang Taeyeon sebagai seorang gadis yang harus ia lindungi dengan sepenuh hati dan kekuatannya. Taeyeon mengingatkannya pada seseorang. Sikap manisnya, rasa peduli terhadap orang lain dan segalanya. Baginya, Taeyeon adalah satu – satunya gadis yang berhasil membuat hatinya mencair hingga sejauh ini.

“Noona, aku akan menemukan mu”, bisiknya dengan penuh tekad.

**

Hari ini Midnight Sun beroperasi seperti biasanya. Kris dan Luhan tampak sibuk mengatur botol – botol minuman yang berada dibelakang meja bartender. Sehun sendiri sedang merapikan beberapa letak kursi yang berantakan sedangkan Chanyeol masih mematung bersandar pada tiang pintu sambil memandang kosong kedepan.

“Hyung? Kau baik – baik saja?” tegur Sehun dengan nada khawatir.

Tidak biasanya Chanyeol bersikap se-pasif itu. Chanyeol sudah seperti virus ceria yang hyper-active. Hari ini tampak sangat berbeda. Chanyeol hanya menunjukkan senyuman samarnya dan menghela nafas berat.

“Kalau kau tidak enak badan, sebaiknya istirahat saja” usul Kris.
Menit berikutnya Chanyeol mendelik dengan kesal, “Kalau aku istirahat diatas bersama noona kalian, kalian bisa membunuh ku”

Chanyeol tahu dilantai atas ada Jessica yang masih bersembunyi. Luhan tertawa kecil mendengar ucapan Chanyeol meski mungkin kalimat Chanyeol bisa menjadi kenyataan kalau Kris yang menemukan kejanggalan nantinya. Kris langsung mendengus kesal. Luhan mengedarkan pandangannya dan memberi kode kepada Sehun, Kris dan Chanyeol untuk menoleh kearah Kyungsoo yang sama anehnya hari ini.

Sudah selama satu jam Kyungsoo masih saja mengelap piring basah yang sama. Kris, Luhan, Sehun dan Chanyeol mulai memandanginya dengan khawatir. Kyungsoo tidak pernah seperti ini. Dia orang yang cekatan, namun kali ini aneh.

“Kyungsoo? Kau baik – baik saja?” tanya Kris hati – hati.
“Hm!”

Hanya anggukan dan gumaman tidak jelas yang diberikan Kyungsoo. Dan tampaknya ini benar – benar masalah. Mereka akan mencari tahunya nanti. Ke –empatnya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan mereka namun tiba – tiba saja….

“YA!! AKU AKAN MENEMUI TAEYEON NOONA SEKARANG!!”

#bruk!

Ke –empatnya terkejut karena reaksi dadakan Kyungsoo. Luhan yang sedang mengambil sesuatu dikulkas terkejut dan kepalanya menabrak pintu kulkas. Sedangkan Chanyeol yang baru memutuskan untuk duduk langsung terjatuh dilantai, Sehun menyemburan air mineral yang sedang ia minum sedangkan Kris sekarang sibuk mengusap dahinya yang menabrak pintu dapur. Ke-empatnya menggelengkan kepala dan sepakat kalau Kyungsoo sedang mengalami masalah yang sangat serius.

**

Taeyeon merapikan ruangan yang kini menjadi tempat tinggalnya. Sebuah rumah sewaan yang kecil dan murah. Berada dilantai atas sebuah rumah sederhana milik bibi Kyungsoo yang kini sedang berada di Busan. Ia masih bisa bersyukur karena bisa tinggal disana. Tempat yang cukup nyaman baginya terlepas dari kondisinya yang bisa dibilang sangat pas – pas –an.

“Kyungsoo? Bukankah kau…”

Taeyeon terkejut mendapati Kyungsoo sudah berdiri dibelakangnya dan kalimatnya terputus karena lelaki itu memeluknya secara tiba – tiba. Taeyeon tersenyum kecil.

“Kenapa tidak bekerja?”
“Entah kenapa aku ingin bertemu dengan noona”

Taeyeon tertawa kecil didalam pelukkan Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum dengan lembut. Setidaknya sekarang ia bisa memeluk gadis itu dengan leluasa. Taeyeon pun berusaha melepaskan pelukkan Kyungsoo dengan perlahan.

“Kau tidak ingin dipecat karena tiba – tiba menghilang kan?”
“Well, tentu saja! Kalau aku dipecat, aku tidak bisa bertanggung jawab lagi atas noona”

Taeyeon membulatkan matanya. Ia sedikit bingung dengan kata – kata Kyungsoo barusan. Melihat ekspresi polos Taeyeon membuat Kyungsoo merasa gemas dan mencium pipi kanan Taeyeon sekilas. Pipi gadis itu memerah karena malu.

“Karena sekarang noona hidup bersama ku, berarti aku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri mu. Iya kan?”
“Kau tidak perlu seperti itu kan?”
“Sayangnya harus! Aku yang membawa mu pergi maka aku yang akan bertanggung jawab”

Taeyeon memandangi Kyungsoo dengan tatapan lembutnya. Ia tidak tahu harus berkata apalagi untuk saat ini. Kyungsoo melirik jamnya lalu tersenyum dan memberi kode kalau ia harus kembali ke Midnight Sun. Taeyeon mengangguk lalu melambaikan tangannya dengan penuh semangat. Kyungsoo pun menghilang dari pandangannya dan menyisakan rasa hangat dihati Taeyeon. Gadis itu yakin kalau ia tidak akan menyesali keputusannya.

**

Kris memutuskan untuk menjaga café didepan karena pengunjung club belum begitu banyak. Ia memandangi setiap pengunjung yang datang dan pandangannya berhenti pada sseorang lelaki yang tampaknya pernah ia lihat. Lelaki yang pernah ia lihat tertawa bersama Jessica.

“Kenapa harus ada anak aneh itu? Membuat mood ku buruk saja!” keluhnya.

Ia hendak pergi meninggalkan tempat itu namun seseorang kembali menarik perhatiannya. Wanita paruh baya dengan pakaian mewah yang pernah ia temui diapartemen mewah tempat Jessica dan teman – temannya tinggal sebelumnya.

“Baekhyun –a, sebaiknya kau langsung berangkat kesekolah. Eomma akan menemui beberapa orang tertentu disini”
“Ne, aku berangkat dan eomma aku bolehkan memesan chocolate bubble milk?”
“Tentu saja!”

Kris memandangi anak menyebalkan itu dan wanita paruh baya tersebut. Ketika anak berseragam itu hilang, Kris berusaha menguatkan hatinya dan menanyakan pesanan kepada wanita tersebut.

“Nyonya, anda mau pesan apa?”
“Saya rasa secangkir kopi dengan sedikit gula sudah cukup”

Kris memandangi gelang yang melingkar dipergelangan tangan wanita itu dan melirik kearah pergelangan tangan kirinya sendiri. Gelang yang sama. Wanita itu merasa heran karena Kris tidak kunjung pergi. Ia menatap Kris dengan kesal.

“Hanya itu pesanan saya!”
“Maaf, nyonya”

Kris sadar, lalu pergi kebelakang untuk mengambil pesanan wanita tersebut dan mengantarkannya kembali. Ia meletakkan pesanan wanita itu dengan cekatan dan rapi. Namun gelang yang dipakainya berhasil membuat wanita itu menatap dengan penuh rasa ingin tahu.

“Silahkan nikmati pesanan anda” ucap Kris lemah.

Kris hendak pergi namun ia kembali berbalik dan menatap wanita yang kini sedang menatapnya dengan samar. Kris mengukur senyuman pahit diwajahnya.

“Kevin Li, saya harap anda mengingat nama itu” ucap Kris dengan jelas dan membuat wanita paruh baya itu tersentak.

Kevin Li dan Kris Wu adalah orang yang sama dengan nama yang berbeda karena takdir keluarga yang membuatnya begitu. Kris segera meninggalkan tempat itu sedangkan wanita paruh baya tersebut membeku ditempatnya.

**

Jessica memandang Kris dengan heran ketika lelaki itu tiba – tiba saja muncul dari bawah dengan ekspresi yang kacau. Kris tidak bicara apa – apa. Ia langsung duduk dilantai, bersandar pada kaki satu – satunya tempat tidur yang ada disana. Kemudian menenggelamkan wajahnya diantara kedua tangannya.

“Kris?”

Tidak ada jawaban.
Jessica bisa melihat kalau tiba – tiba saja bahu lelaki itu terguncang. Ia menangis. Jessica memberanikan diri mendekai Kris lalu memegang bahunya.

“Kris, ada apa?”

Kris hanya menggeleng tanpa mengangkat wajahnya sedikit pun. Jessica memutuskan untuk duduk dihadapan Kris dan mengusap kepala lelaki itu dengan lembut.

“Aku… Aku bukanlah anak yang diinginkan… Aku bahkan dibuang” bisik Kris parau.

Jessica membeku mendengarnya. Ini pertamakalinya ia melihat Kris sekacau ini dan bicara dengan kalimat seperti itu bahkan menangis. Kris yang dikenalnya adalah Kris yang menyebalkan dan tidak pernah mau kalah. Jessica menarik nafasnya sejenak lalu memeluk tubuh lemas Kris yang kini hanya bisa pasrah. Sementara itu didepan pintu sana, Luhan memandangi keduanya sambil memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak.

“Kenapa rasanya seperti ini?” bisik Luhan pelan.

… TBC

10 comments

  1. lestrina · January 24, 2013

    Waaah luhan cemburu lihat kris n jessica berpelukan. Sbnrnya jessica menyukai sapa ya, kris or luhan?
    Baekhyun n kris bisa dibilang saudara ya…dtunggu ya lanjutannya

  2. tiffany1995 · January 24, 2013

    uwaa. keren thorr.😀
    nice ff..

    ngmng2,o.O
    chanyeol brarti sad ending dong. T.T

  3. FanyJongIn · January 24, 2013

    Lanjut thor!!!!

    Nanti Tiffany sama siapa? Chanyeol/Kai??? Cieee Luhan bisa cemburu *?* disini ngak ada partnya Seo ya thor? Kyung Soo udah ada rasa nih sama Taeyeon *ciat-ciat*

  4. sabrina anugrahi · January 24, 2013

    Wahhh kisah jessica rumit yah..

    Aku sukka kisah tiffany.. kpendekan critaa ttg mreka..
    Tiffany ama kai aja yah..
    Hahahahh

  5. Kenzha TaeNy · January 24, 2013

    Kai?? Chanyeol?? Ahhhhh,,,, pany galau,,,*plakk!!

    Lanjut chingu,,

  6. apple A · January 25, 2013

    nc nya pany nggak ada ya thor? ‘–‘ *muka ngarep*

  7. misskkab · January 25, 2013

    Kasian ama cowo” yg ga dipilih ama noona nya ,cepet apdet ya thor

    • jung · January 26, 2013

      Waahh bagus ceritannya thor^^
      Cepet2 di update lg ya thor

  8. @mickeytichoes · January 26, 2013

    aigoo Tiffany plih dua2 nya aja ya?
    Ksian no canyeol😦

  9. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Luhan cemburu… senar nya sicca itu suka nya sma siapa sih(?)
    Jadi Kasihan sma Kris😦

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s