Part 14 : Midnight Sun

554165_501920753153862_223769899_n

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
General

Genre
Romance, Sad, Friendship

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Johyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Other Cast
Zhang Yi Xing
Kim Jong In

Backsound
Destiny by Super Junior M
link download

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

..

.

Luhan memainkan gelasnya dengan jemarinya. Sesekali ia memandang kedepan dengan pandangan yang memilukan. Ia tahu lambat laun semuanya akan berubah. Dan komitmen antara dirinya dan Kris hanya tinggal sekedar kalimat kosong.

“Luhan hyung?” tegur Chanyeol dengan hati – hati.

Luhan hanya melirik sekilas lalu tersenyum dengan sangat terpaksa. Ia menarik nafas lalu mengamati sekelilingnya. Tidak ada Kyungsoo, Kris dan Sehun. Ia tahu dengan pasti dimana Kris saat ini dan begitu juga dengan Kyungsoo namun ia tidak tahu keberadaan Sehun.

“Dimana Sehun?”
“Menemui noona –nya ku rasa”

Luhan tersenyum singkat mendengar jawaban Chanyeol. Menemui noona –nya, seandainya saat ini ia punya keberanian seperti itu. Namun rasanya dengan adanya Kris, semua itu sudah tidak mungkin lagi.

“Kenapa kau tidak menemui Tiffany noona?”
“Dia pergi, kemarin. Aku tidak bisa berbuat apa – apa. Kau sendiri? Jessica noona?”
“Aku tidak ingin mengganggunya”
“Mengganggu?”

Pertanyaan keheranan Chanyeol langsung terjawab begitu ia dan Luhan melihat kearah tangga. Kris yang tampak sangat kacau balau baru saja turun dituntun dengan hati – hati oleh Jessica. Chanyeol melirik Luhan sekilas lalu menepuk bahunya dengan lembut. Luhan hanya balas tersenyum dengan miris.

“Noona? Ada apa dengan Kris hyung?”

Chanyeol langsung beranjak dari duduknya untuk membantu Jessica membawa tubuh jangkung Kris. Kris benar – benar tampak lemah sekarang. Chanyeol sudah bisa menebak – nebaknya namun ia tidak begitu tahu apakah Luhan tahu masalah ini atau tidak.

“Eomma… Wanita itu… ibu ku…” bisik Kris pelan namun masih bisa didengar oleh Luhan dan Chanyeol.

Luhan langsung beranjak dari duduknya dan mengambil kursi untuk duduk dihadapan Kris. Ia tidak pernah tahu berasal dari keluarga seperti apa seorang Kris dan ini pertamakalinya ia menyebut soal keluarganya.

“Hyung, kau menemukan eomma mu?” tanya Chanyeol dengan tidak percaya.

Kris mengangguk lemah lalu ia berusaha mengingat soal kejadian tadi pagi yang menimpanya. Wanita itu sudah memiliki seorang anak lain selain dirinya. Ia bisa melihat pancaran kasih sayang dan kebahagiaan wanita itu ketika bersama anaknya namun ia tidak pernah merasakan hal itu terjadi kepadanya. Ini sangat memilukan dan menyedihkan untuknya.

“Kris, apa kau ingat bagaimana ciri – ciri wanita itu? Mungkin kami bisa membantu mu” kali ini Luhan mengesampingkan perasaannya dan memilih untuk membantu Kris yang ia rasa lebih membutuhkan bantuan dari siapapun.

“Baekhyun… Itu nama anaknya, kalau aku tidak salah dengar”

Jessica menatap Kris dengan sedikit terkejut. Baekhyun? Bukankah itu berarti ibu Kris adalah salah satu kenalan eomma –nya yang kini menjadi donatur untuk sekolah Kris?

“Kris, dia… ajeomma adalah salah satu donatur sekolah mu”
“Aku tahu, aku sudah melihatnya saat rapat”

Jessica memilih diam.
Menurutnya saat ini Kris lebih butuh sendirian daripada diganggu dengan saran – saran. Jessica langsung meraih tangan Kris dan menggenggamnya. Kris menatap Jessica dengan sedikit terkejut, membuat pandangan mereka bertemu.

“Aku akan membantu mu, tidak perlu khawatir. Sekarang, istirahatlah”

Luhan membuang pandangannya. Entah kenapa rasanya semakin menyesakkan. Chanyeol tidak bisa berbuat apa – apa, ia hanya bisa memandangi ketiga orang itu dengan bimbang. Menit kemudian Luhan berdiri dari duduknya lalu mengukir senyuman terpaksa yang ia buat tampak seikhlas mungkin.

“Aku harus kembali ke asrama. Kris, ku harap masalah mu segera selesai”
“Thanks, Lu”

Luhan langsung mengambil tas ranselnya dan pergi. Chanyeol memilih untuk ikut dengan Luhan, ia tidak ingin Luhan melakukan hal aneh – aneh. Sedangkan sudah ada Jessia bersama Kris. Ia akan jadi sedikit tenang.

“Noona, aku juga harus ke asrama. Sampai nanti!”

**

“Sehun, sebaiknya kita kembali”

Seohyun belum pulih sepenuhnya. Ia bersandar pada sandaran tempat tidurnya. Sehun merawat gadis itu dengan sangat telaten. Sehun mengukir senyuman singkatnya lalu meraih tangan Seohyun dan menggenggamnya dengan lembut.

“Aku akan merawat mu, noona. Apa kau tidak percaya pada ku?”
“Tapi, keluarga ku akan mencari ku dan kau…”
“Kita akan pergi ketempat yang jauh. Tidak ada seorang pun yang bisa menemukan kita. Aku menjanjikan kebahagiaan untuk mu”

Seohyun menatap Sehun dengan tidak percaya. Ini pertamakali baginya melihat Sehun yang biasanya terlalu kekanak – kanakan berubah menjadi sosok yang lebih dewasa. Seohyun merasa nyaman meski Sehun hanya mengucapkan kata – kata sederhana sekalipun. Baginya, Sehun adalah lelaki pertama dan terakhir dalam hidupnya.

“Sehun –a, kita…”
“Aku sudah mengurus tiket kereta untuk perjalanan kita besok”
“Tapi…”
“Jangan khawatir, lama kelamaan mereka bisa menerima kondisi kita”

Seohyun menatap Sehun dalam – dalam. Ia masih ragu dan ia berusaha untuk menemukan keyakinan. Seohyun bukanlah anak yang suka pergi begitu saja tanpa izin orangtuanya. Baginya orangtua adalah orang pertama dalam hidupnya yang harus ia hormati dan patuhi, tanpa restu keduanya ia tidak akan pergi kemana pun meski atas kehendaknya sendiri.

“Tapi Sehun –a, orangtua ku bisa khawatir. Mereka mencari kita dengan orang – orang bayaran lalu… Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan padamu nantinya”

Sehun tersenyum lembut lalu meraih tangan Seohyun dengan tangan kanannya dan mengambil sesuatu dari saku celana dengan tangan kirinya. Sebuah cincin yang mungkin tidak semahal berlian dan permata lainnya.

“Maaf, aku tidak sempat membeli kotaknya”

Seohyun menatap Sehun dengan tidak percaya. Ia menatap cincin itu dan Sehun bergantian. Sehun pun menyematkan cincin itu ke jari tengah Seohyun. Kemudian lelaki itu mengecup jari tersebut dengan singkat namun lembut.

“Menikahlah dengan ku. Kita akah hidup berdua dan memiliki anak – anak yang lucu. Sebuah keluarga kecil sederhana yang bahagia, tanpa tekanan kekuasaan”

Air mata Seohyun jatuh begitu saja. Ia tidak tahu tindakannya sudah benar atau belum, namun ia benar – benar ingin terlepas dari semua ini dan hidup bersama lelaki yang dicintainya. Hanya itu impiannya sejak dulu.

“Sekolah mu?”
“Aku akan melanjutkannya di desa. Lagipula aku ini cukup cerdas, keluarga ku punya klinik kedokteran kecil disana. Kita bisa hidup dari penghasilan disana. Meski ya memang tidak sebesar harta yang noona miliki. Jadi, bagaimana?”

Seohyun mengangguk lalu memeluk Sehun dengan erat dan menangis disana. Sehun tersenyum kecil sambil menggenggam sebuah surat ditangannya. Surat yang akan ia berikan pada hyungdeulnya nanti.

**

Kai menghela nafasnya entah untuk yang keberapa kali ketika ia melihat Tiffany tertidur disampingnya dengan sangat lelap. Sekarang yang ia bingungkan bagaimana cara ia menjelaskan kepada Chanyeol. Melepaskan Tiffany pun tidak mungkin baginya karena ia memang benar – benar mencintai gadis itu.

“Membuat ku semakin pusing saja” keluh Kai.

Tiffany bergerak dalam tidurnya lalu membuat selimutnya turun dari bahunya. Kai langsung membetulkan selimut itu lagi untuk menutupi tubuh polos Tiffany. Ya entah apa yang terjadi semalam. Semuanya berjalan begitu saja tanpa ia sadari. Ia begitu bahagia ketika tahu bahwa Tiffany masih mencintainya dan ia tidak tahu hal selanjutnya.

“Kau sudah bangun?”

Kai menoleh ketika ia mendengar suara lembut Tiffany disampingnya. Kai tersenyum kecil lalu merapikan poni yang menutupi mata wanita itu. Tiffany mengerjapkan matanya lalu menyandarkan kepalanya dibahu kanan Kai. Sedangkan Kai memilih untuk menggenggam tangan hangat Tiffany.

“Kenapa kau lari dari keluarga mu lagi?”
“Aku rasa aku harus mencari kebahagiaan ku sendiri”

Kai tertawa kecil mendengar jawaba Tiffany. Wanita itu sama sekali tidak berubah masih sama keras kepalanya seperti dulu. Selalu berusaha menggapai keinginannya meski itu adalah hal yang sanagt tidak memungkinkan sekalipun.

“Kenapa lari pada ku? Kau ingin melihat ku mati dibunuh orang – orang bayaran keluarga Hwang karena menyembunyikan tuan putri mereka?”
“Kenapa? Kau takut? Atau kau tidak mencintai ku lagi?”

Lagi – lagi Kai tertawa kecil mendengar kalimat yang keluar dari mulut Tiffany. Setidaknya wanita itu tahu bagaimana seorang Kai. Ia berusaha, bahkan sangat berusaha mendapatkan gadis itu sejak dulu. Namun perjuangannya terhenti ketika ia mendengar kalau Tiffany bersamanya hanya akan membuat Tiffany malu karena perbedaan usia dan status mereka saat itu. Ia tidak ingin seorang Tiffany dipermalukan.

“Bagaimana kalau yang terkahir? Aku tidak mencintai mu lagi”

Tiffany langsung menggeser tubuhnya dan ia merasakan sakit disekujur tubuhnya, ia meringis pelan. Kai berusaha membantunya namun Tiffany menolaknya dengan kesal.

“Kalau begitu, kau ingin melihat ku mati karena menderita penyakit patah hati ya?”

Kai menjitak kepala Tiffany dengan gemas lalu meraih tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat. Ia tidak akan membiarkan gadis dalam pelukkannya itu menderita lagi. Tidak akan pernah. Menurutnya, ia sudah cukup dewasa untuk memperjuangkan orang yang ia cintai.

“Kai~~ lepaskan~~!!”
“Tidak mau!”
“Kaiii~~~ Jong In-ah!!”
“Aku tahu kau masih lelah kan? Jangan banyak bergerak kalau begitu”

Wajah Tiffany langsung memerah. Ia langsung membenamkan wajahnya didada bidang Kai. Ia tidak ingin Kai melihat wajahnya yang kini memerak seperti kepiting rebus. Namun tanpa ditunjukkan pun seorang Kai sudah benar – benar mengetahui bagaimana Tiffany. Ia hanya tertawa sambil mengusap kepala Tiffany dengan lembut.

**

Luhan menatap sekeliling kamar asramanya dengan perasaan yang kosong. Masih terpeta dengan jelas ketika Jessica memeluk Kris dan menggenggam tangan Kris. Ia tahu saat ini Kris sedang rapuh namun ia benar – benar merasa sesak. Ia tidak ingin menjadi orang yang egois namun perasaan itu terus menghantuinya. Dan kata – kata seandainya secara beruntun terngiang – ngiang didalam pikirannya.

Seandainya ia tidak pernah mengenal Jessica.
Seandainya sejak awal ia tidak tertarik pada gadis dengan warna merah mencolok itu.
Seandainya sejak awal Kris tidak pernah terlibat didalamnya.
Seandainya saja Kris tidak pernah mengenal Jessica.

Mungkin semuanya akan berbeda. Mungkin sekarang ia berada disamping Jessica, memperjuangkan cinta mereka dihadapan keluarga Jung yang otoriter. Namun seandainya bukanlah sebuah kenyataan. Karena kenyataannya ia kalah jauh dibandingkan Kris yang sempurna. Kris yang penuh karisma. Kris yang memiliki jiwa seorang pemimpin. Kris yang berwibawa. Kris yang tampan. Kris yang begitu populer dikalangan wanita.

Ia tahu bahwa ia kalah jauh dari Kris, sahabatnya sejak lama. Sejak ia kabur dari Beijing, China. Sejak ia memutuskan untuk hidup sederhana bersama keluarganya, terlepas dari embel – embel keluarga kerajaan China yang memiliki kasta tertinggi disana. Kris adalah orang pertama yang menyapanya dengan penuh kelembutan. Kris orang pertama yang mengajaknya untuk tetap bertahan di Seoul.

“Seharusnya sejak awal memang bukan disini tempat ku” bisik Luhan lemah.

#toktoktok

Luhan beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar asramanya tersebut. Kris sudah berdiri dengan manisnya didepan pintu kemudian melangkahkan kakinya masuk tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh Kris. Well, ini kamar Luhan dan Sehun bukan kamar Kris dan Chanyeol.

“Kenapa kesini?”
“Aku sedang malas dikamar ku. Chanyeol biasanya sangat berisik dan akan menghujani ku dengan berbagai macam pertanyaan”
“Bukan itu maksud ku, seharusnya kau dan Jessica noona…”

Luhan tidak melanjutkan kata – katanya. Sesuatu mencekat tenggorokannya sehingga tidak bisa bersuara lagi. Kris melirik dengan penuh tanda tanya, ia langsung berbarik ditempat tidur milik Sehun yang tampak lebih rapi dan tidak ada penghuninya, saat ini.

“Ada apa dengan ku dan Jessica noona?”
“Tidak ada”
“Kau cemburu?”
“Tidak”
“Wajar sih kalau kau cemburu. Aku tidak akan marah dan aku akan mengingatkan mu soal komitmen yang kita buat berdua”

Luhan semakin tidak mengerti dengan keinginan Kris yang sebenarnya. Ia meneguk segelas air mineral dengan cepat lalu menatap Kris yang kini sibuk menghitung bintang – bintang yang sengaja ditempel Sehun dilangit – langit kamar. Sehun kadang tidak bisa tidur makanya ia akan mulai menghitung bintang – bintang diatas sana.

“Itu komitmen antara aku dan kau, Kris. Jessica noona tidak mengetahuinya. Bagaimana dengan perasaannya?”
“Kita akan menghalanginya untuk memilih”
“Tidak akan bertahan untuk selamanya, Kris”

Luhan mendecak kesal lalu memilih untuk meninggalkan kamar itu. Ia butuh udara untuk menenangkan pikirannya. Ia butuh tempat terbuka bukan kamar tertutup dengan AC seperti saat ini. Kris memandangi kepergian Luhan dalam diamnya. Ia menghela nafas berat sekaligus mennyesal.

“Maafkan aku, Lu. Aku telah menyakiti perasaan sahabat ku sendiri. Tapi aku takut kalau noona memilih mu dibanding aku”

**

Kyungsoo mengajak Taeyeon untuk pergi memancing. Ia bahkan meminta Taeyeon memakai wig yang pendek, menurutnya Taeyeon terlihat lebih manly namun imut dan itu membuat Taeyeon kesal serta menggerutu seharian ini.

“Aku ini seorang gadis! Bukan lelaki!”
“Ok, noona jangan menggerutu terus nanti keriput – keriput kecil akan mulai bermunculan”
“Kyungsoo, kau mengancam ku?”
“Anieyo!”

Ok! Bersama Kyungsoo memang bisa membuatnya bahagia sekaligus ingin mencincang lelaki itu menjadi bagian – bagian paling kecil. Ia ingat bagaimana awal mereka bertemu, karena kebiasaan buruk Taeyeon. Namun ia tidak pernah menyangka hubungan mereka akan sampai sejauh ini.

“Sebaiknya kita duduk disini saja! Lihat! Tampaknya ikan – ikan itu bergerombol disini”

Kyungsoo langsung menyiapkan peralatan memancingnya sedangkan Taeyeon menatap lelaki itu dengan penuh rasa ragu. Seseorang seperti Kyungsoo sama sekali tidak terlihat memiliki bakat memancing.

“Memangnya kau bisa?”
“Tidak. Ini pertamakalinya aku memancing”
“HAH?!”

Taeyeon benar – benar kesal sekarang. Ia tidak tahu bagaimana harus menghadapi seorang Do Kyung Soo saat ini. Ia langsung menghentakkan kakinya. Kyungsoo meraih tangan Taeyeon dan memintanya duduk.

“Jangan berisik, suara mu menakuti ikan – ikan itu”
“YA!! Kyungsoo –a!!”
“Berisik sekali sih~~”

Taeyeon duduk dengan kesal. Ia masih melanjutkan gerutuannya yang malah terdengar seperti gumaman – gumaman yang tidak jelas. Kyungsoo hanya mendengarkannya sambil sesekali tersenyum kecil.

“Kau tidak mau diam juga, noona?”
“Tidak! Sampai…”

Taeyeon membatu.
Kalimatnya terpotong ketika tiba – tiba saja Kyungsoo mencium bibirnya singkat dan lembut. Kyungsoo tertawa kecil dengan penuh kemenangan. Taeyeon diam. Benar – benar sangat diam membatu. Setidaknya Kyungsoo bisa memancing dengan tenang sekarang.

… TBC

Note : Immortal hanya akan muncul ditanggal ganjil dan menjelang tengah malam ^^ tunggu aja rilis pertamanya di tanggal 1 Februari jam 23.58 WIB

9 comments

  1. Kenzha TaeNy · January 27, 2013

    aigoooorrr,, ap yg terjadi pada kai dan fany????*tutupmata*

    wuaaaa,,,,,

  2. @mickeytichoes · January 28, 2013

    kyaaaaa…Tiffany sm kai???omo mrka bner2 mlkukan ><' aiggo canyeol😦

  3. Wei - Ni · January 28, 2013

    yessssssssssss … fanny baik an sama KAI ..;.. – mian chanyeol – ………………. nah kan Kris anak orang kaya …tp knp dia jd terlunta – lunta gitu ? knp di buang ibu nya????????????? lanjutttttttttttt

  4. sabrina anugrahi · January 28, 2013

    Ahhh akhirnya fany sama kaiii…
    Baguss thorr.
    Lanjutkannnnnnnn

  5. Fany sama si Happy Virus aja napa thor >.<
    Pan kasian dianya~😄
    Kris harus ma Sica yah thor! Harus~~ ^^
    Next part palli~~~~😄

  6. tiffany1995 · January 28, 2013

    aiisshh.
    d.o sma taeyeon so sweet bgddd. >//<
    nice ff.

  7. lestrina · January 28, 2013

    Hmm…kira2 sapa yg dipilih jessica, kris or luhan. Saeng ksh tau donk hehehe. Luhan baik bgt sich. Luhan n kris sama2 ga rela klo jessica tdk memilih mrka. Makin seru nieh, lanjut y

  8. jung · January 29, 2013

    Lbh pendek ya thor:(,tapi ttp bagusss…
    Lanjut thor~

  9. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Moment Seohun So sweet bgt…😉
    Fanny sma Kai melakukan *itu* gmna dngn chanyeol(?)
    Sica milih siapa sih sbnar nya Kris or Luhan(?)
    Taeyeon n’ D.O so sweet^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s