That’s Love

734582_490261301024125_1484586026_n.jpg._副本

Author : Rae
Cast : Peavey Kwon,
Lee Donghae,
Mikaila Kang,
Egy Kwon,
Lee hyukjae,
Cho Kyuhyun,
Melisa Jung (Comeo)
Choi Minho (Comeo)
Legth : Oneshot
Genre : Romance
Rate : PG
Soundtrack : SNSD (Jessica & f(x) Krystal) – Butterfly, MBLAQ – It’s War (전쟁이야), Demi Lovato – Who will I be, Justin Bieber – Boyfriend, Justin Bieber – Pick Me, JB ft Jiyeon – Together

Kesalahan berlapis yang kusyukuri. Karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti. Karena bisa mencintaimu adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari. Hari itu – ketika kita bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti. Absurd dan absolut. Begitu mengagumkan kemiripan antara cinta dan kegilaan. Dua-duanya serba tak terduga. Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya. Seperti lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan. Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa apo berpijar sebagai titik pengakhiran. –Lee Donghae-

Author Side
Yeoja (perempuan) itu berjalan perlahan menyusuri tepi jalan yang lengang bersama seorang temannya. Ia bersenandung kecil sambil sesekali menggoyangkan badannya mengikuti irama music yang mengalun dari earphone yang menyumbat telinganya.
Tak sedikitpun ia perhatikan lingkungan sekitarnya. Ia memang sedang kabur dari asrama tempat ia bersekolah. Sekolah dengan nama Nadam High School itu memang hanya berisikan orang-orang dengan segelimpangan harta. Maka tak heran sekolah itu dijuluki sekolah glamour. Para siswa-siswi nya pun diajarkan bagaimana cara bertata karma yang baik ala bangsawan. Dan itu adalah salah satu pelajaran yang sangat sangat dibenci oleh peavey. Yeoja (Perempuan) keturunan Indonesia-korea itu sangat-sangat tidak tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan kebangsawanan itu, baik itu gaun, make up, tata karma dan apapun itu yang membuatnya ingin memuntahkan sandwich tuna yang baru dimankannya beberapa jam yang lalu.
Dan balapan bahkan lebih menarik menurutnya. Ia salah satu pembalap liar bersama temannya yang juga membenci status bangsawan yang disandangnya. Mikaila Kang, yeoja keturunan irlandia-korea ini adalah sahabat karib peavey. Mereka sudah bersahabat sejak masih duduk di Junior High School. Maka tak heran peavey dan kaila begitu sapaanya begitu dekat. Tak jarang orang mengira mereka adalah saudara kandung.
“Yaa, apa eunhyuk oppa sudah mengurus semua nya ? Aku benar-benar tidak sabar ingin mengendarai el-blues ku.” Sentak peavey pada kaila yang sedang melamun.
“Kau mengagetkanku babo. Sudah tenang saja, semua sudah beres.” Papar kaila sembari ia mengelus dadanya menenangkan jantungnya yang hampir saja copot karena sentakan dari peavey tadi.
“Haha, habisnya kau melamun dari tadi.” Goda peavey yang melihat kaila sedari tadi melamun.
“Aku melamun karena tak ada yang bisa kuajak bercerita. Kau sendiri asik dengan duniamu, mengabaikan temanmu ini, ahhh sial sekali nasibku.” Kaila menggerutu sembari melihat peavey yang tertawa terbahak-bahak akibat gerutuannya.
“Justru nasibmu beruntung karena kau berteman dengan ku.” Gurau peavey. Suara tawanya makin terdengar karena selama perjalanan ke gudang tempatnya biasa berkumpul, kaila masih saja menggerutu.

***
“Kaila, sumpah ini lebih dari keren.” Seru Peavey kegirangan begitu melihat modifikasi baru terhadap el-Blues. Memang el-Blues adalah mobil kesayangannya, mengingat ia mendapatkan el-Blues dengan susah payah.
“Ya, hasil kerjaku memang selalu memuaskan.” Suara eunhyuk yang tiba-tiba datang sambil membawa dua cup ice cappuccino ditangannya sambil membanggakan hasil karyanya.
“Yaa, aku akui hasil modifikasi mu memang selalu mengesankan oppa.” Seru peavey riang sembari masuk kedalam el-Blues.
“Ini, sudah bisa dipakai kan oppa ?” Tanya peavey memastikan. Namun sepertinya ia bertanya disaat yang tidak tepat, karena ia mendapati kedua pasangan kekasih itu tengan berciuman mesra didepan matanya.
“yakkk, jangan rusak mataku dengan pemandangan menjijikkan itu. Kalau mau bermesraan lakukan ditmpat lain. Babo-hyuk” Teriak peavey .
“Salahmu sendiri kenapa kau tidak punya pacar. Ahh, atau kau mau kujodohkan dengan adik temanku ? Nama nya Do Kyungsoo, tapi kau panggil D.O juga tidak apa-apa.” Ujar eunhyuk tanpa sedikitpun menunjukkan wajah bersalah pada peavey, ucapan yang sepertinya membangunkan singa lapar. Terbukti dari raut wajah peavey yang memerah dan seperti siap memakan eunhyuk hidup-hidup.
“Yakkk, dasar kalian pasangan babo. Sana menjauh, aku tidak mau tertular virus yadong seperti kalian.” Teriakan peavey yang kencang seperti bisa memecahkan kaca gedung perkantoran di seoul.
“Aish, jangan teriak-teriak seperti itu. Aku masih ingin mendengar suara merdu pacarku yang cantik ini. Iyakan chagi (sayang) ? “ ujar eunhyuk sambil kembali mencium kaila, membuat peavey jengah dengan pemandangan yang tersuguh didepannya.
“Aish, dasar freak. Aku keluar saja lah. Kaila-ya, hati-hati jangan sampai sewaktu aku kembali kau sudah berperut buncit.” Ujar peavey dengan suara pelan, namun terdengar sangat menusuk.
“Yaakk. Makanya cari pacar biar kau tidak cemburu.” Teriak kaila, namun yang di teriyaki hanya mengangkat bahunya acuh sembari melenggang santai keluar sambil mengendarai salah satu skateboard yang tersandar di dinding gudang tersebut.

***

Peavey Side
Aish, jika aku masih berada di dalam sana semenit saja. Aku yakin aku akan menjadi benar-benar gila. Mereka itu tidak tau malu atau bagaimana sih ? Jelas-jelas disana ada aku, tapi masih berani berciuman ? Aigoo (Astaga) aku benar-benar kagum dengan ketidak tahu maluan mereka itu. Menjijikkan.
Huft, apa sebaiknya aku jalan-jalan saja ya ? Atau aku makan di café kyuhyun oppa ? Opsi kedua sepertinya lebih menarik, jika aku makan di café kyuhyun oppa maka aku bisa makan sepuasnya tanpa bayar. Hahaha, kyuhyun oppa kau memang yang terbaik.
Ramai juga café nya, padahal sudah jam 9 malam. Ahh itu dia kyuhyun oppa.

“Kyuhyun oppa.!!!” Teriakku sambil melambaikan tangan memanggil namja tinggi itu.
“Poey ? Kau kemari ? Dengan siapa ? “ Tanya kyuhyun oppa sambil celingukan seperti sedang mencari seseorang.
“Egy eonny tidak ikut. Aku dari asrama tadi.” Seakan tau siapa yang dicarinya, aku menjelaskan. Egy, dia eonni (kakak) ku. Setahun lebih tua dariku, tentu saja dia sudah tamat dari sekolah memuakkan itu. Aku iri dengannya, kenapa dia bisa mendapatkan kyuhyun oppa yang begitu tampan ? Ya walaupun kadang-kadang menyebalkan. Sedangkan aku ? Jangankan berpacaran, berkenalan dengan namja (Lelaki) saja jarang. Bagaimana mau berkencan dengan namja, saat diajak berkenalan saja aku sudah memasang tampang jutek.
“Aa, memangnya aku mencari nya.” Sungut kyuhyun oppa.
“Aku tau apa yang kau fikirkan oppa. Cepatlah lamar dia, lalu menikah haha.” Tawaku meledak begitu saja mendengar ucapan gilaku barusan.
Pletakk
“Ya, kenapa oppa memukul kepalaku ?” Ringisku sambil mengusap kepala ku yang terkena toyoran tangannya.
“Anak kecil, bicara yang benar. Kau mau makan ?” Tanya kyuhyun oppa. Ahh iya aku lupa, kyuhyun ini namjachingu (pacar) egy eonni. Sebenarnya dia bukan pelayan, hanya saja dia bilang ingin mencari pengalaman dulu dengan bekerja di café ini sebelum ia berkutat dengan berkas-berkas di perusahaan appa (ayah) nya nanti.
“Tentu saja aku mau makan, tidak mungkin kan aku datang kesini untuk membeli bunga. Oppa babo (kakak bodoh).” Sungutku.
“Aish, jinjja bagaimana bisa kalian menjadi saudara ?” kesal kyuhyun oppa karena kusunguti. Haha rasakan kau kyubo
“Dudukla, aku buatkan dulu. Seperti biasakan ?” Tanya kyuhyun oppa sembari menyuruhku duduk.
“hmm.” Anggukku lalu berjalan ke meja paling pojok. Tempat favoriteku kalau sedang makan disini.

Skip Time

Arghhhh, sialan. Kenapa aku bisa kalah melawan namja bertopeng itu ? Napeun namja (Lelaki jahat) awas saja kau, pasti akan ku balas.
Ahh, akhirnya sampai juga dirumah. Eomma (Ibu) masak apa ya hari ini ? Sudah hampir 2 minggu aku tidak pulang.
“Ooh, peavey. Kau sudah pulang nak ?” eomma yang melihatku memasuki pintu rumah langsung berjalan kearahku dan memelukku.
“Hmm, eomma Bogoshippo (ibu aku merindukanmu).” Kataku manja.
“Eomma do (Ibu juga).” Balas eomma sambil tersenyum.
“Kajja, mokgo (ayo makan) eomma sudah masak banyak hari ini.” Eomma menarik tanganku menuju meja makan. Ternyata egy eonni dan appa sudah berkumpul disana. Kulihat tatapan mata appa yang seperti mengintimidasi kearahku.
“Kalah hari ini peavey-ya ?” Tanya appa pelan namun menusuk.
“Mak..maksud appa apa ?” Tanyaku tergagap. Sejujurnya aku sudah tau maksud appa bicara seperti ini.
“Balapannya, kau kalah kan hari ini. Dan mobilmu sebagai taruhannya ?” Tanya appa sakartis.
“Appa, aku bisa jelaskan..”
“Apa lagi yang mau kau jelaskan ? Kau ini, kenapa tingkahmu begitu membuatku pusing ? Kau ini perempuan peavey-ya,bersikaplah selayaknya perempuan. Dan satu lagi, lusa akan ada pertemuan keluarga antara keluarga kita dengan keluarga lee. Dan kau, aku harap kau bisa bersikap bagaimana perempuan berkelas. Arraseo (mengerti) ? Jangan merusak image mu di depan keluarga lee, apalagi di depan lee donghae. Namja itu, nantinya akan kunikahkan denganmu.” Seru appa dengan berapi-api.
“Mwooo (apaaaa) ???? Menikah ? Dengan ku ? Namja itu ? Siapa tadi namanya ? Dongdong ?” teriakku, yang menar saja. Mana mungkin aku menikah. Umurku masih 18 tahun.
“Donghae, namanya lee donghae. Dan jangan coba-coba memanggilnya dong-dong saat pertemuan nanti.” Tegas appa.
“Tapi, kenapa aku yang menikah dengannya ? Egy eonni kana da ? Dia lebih tua seharusnya dia yang menikah.” Sungutku, yang benar saja. Egy eonni kan lebih tua dariku, masa aku yang harus menikah duluan.
“Aku kan sudah punya namjachingu (pacar) . Makanya, bertingkahlah seperti layaknya perempuan, appa dan eomma itu sudah pusing memikirkan kelakuanmu. Makin dewasa bukannya makin feminim malah makin tomboy. Kau ini perempuan atau lelaki sih ?” Sindir egy eonni sambil tetap menatap makanannya.
“Diam saja kau eonni, kau membuatku makin terpojok. Kau ini kakak ku atau bukan sih ? kenapa kau malah ikut memojokkanku.” Teriakku gusar.
“Karena kelakuanmu memang seperti itu.” Jawabnya tenang. Sialan kau eonni, kubuat sengsara kau dengan kyuhyun oppa. Mereka, benar-benar pasangan yang serasi. Serasi menyebalkannya.
“Sebaiknya ikuti kata appa mu peavey-ya, jangan membantah. Kami melakukan ini juga demi kebaikanmu kan.” Eomma menambahkan, tetap dengan gaya tenang nya.
“Tapi eomma, egy eonni saja belum menikah.” Rengekku, masih mencoba aksi aegyeo agar mereka berubah pikiran.
“Eonni mu akan menyusulmu 2 bulan setelah pernikahanmu.” Jelas eomma.
“Mwoo, aku masih kuliah.” Protes egy eonni.
“Tapi kyuhyun sudah melamarmu pada appa.” Kali ini appa yang buka suara.
“Jinjja (Benarkah) ?? Appa, kapan dia melakukannya ?” Egy eonni tampak terkejut dengan kenyataan yang baru didengarnya. Rasakan kau, harus nya tadi kau diam saja. Sekarang kau juga akan kena eonni ku tersayang.
“Ne, sekitar seminggu yang lalu.” Jawab appa cuek sambil tetap melanjutkan makannya.
Aigoo, selera makanku mendadak hilang karena pembicaraan tidak penting ini. Mungkin penting, ini juga menyangkut masa depanmu. Ya tuhan, aku bahkan belum memikirkan pernikahan. Apa-apaan ini ?
“Ahh iya, lusa pakailah dress yang sudah eomma siapkan di atas ranjangmu ne.” Apaaaa ?? Dress ? Gaun ? Baju yang aneh itu ? Aku harus memakainya ? Ohh hidupku benar-benar kelam
“Ne.” Jawabku lemah.
“Dan juga high heels nya.” Tambah eonni
“High heels ? Kau mau aku jatuh tersungkur karena memakai sepatu aneh itu eonni ? Shireo (Tidak) aku tidak akan memakainya.” Amukku.
“Pakai atau sesuatu yang berharga bagimu akan melayang.” Ancam appa.
“arra” akhirnya aku hanya bisa mengangguk lemah. Kenapa aku selalu tertindas ? Apa karena biasanya aku yang menindas orang ?
Aku jadi teringat 2 cecunguk yang sering kutindas karena menjahiliku, melisa dan juga minho. Mereka memang serasi. Serasi dalam hal menjahili orang. Aisshh, kenapa aku malah memikirkan mereka ? Tidak penting.

****
Nyaman sekali rasanya kasurku ini, kamarku yang didominasi warna biru ini memang selalu nyaman. Tempat paling nyaman dalam hidupku. Tunggu, sudah berapa kata nyaman yang kuucapkan ? aku tidak perduli.
Menikah ya ? Kenapa harus menikah ? Apa menikah itu wajib ? Apa orang yang tidak menikah itu dosa ? Benar-benar aneh, kenal saja tidak bagaimana mau menikah dengan orang itu ?

At Other Place

Donghae Side
Senangnya, hari ini aku mendapatkan sesuatu yang sangat menyenangkan. Peavey, ternyata dia cukup manis. Sayangnya, dia terlalu terlihat seperti laki-laki, walaupun dengan dandanan seperti itu tidak bisa menyembunyikan kecantikannya sih. Aku rasa aku menyukainya.
Ah iya, namaku lee donghae. Dan umurku 23 tahun. Tahun kemarin aku baru saja menyelesaikan kuliahku di Manhattan. Dan setahun terakhir aku bekerja mengurusi perusahaan appa di manhattan, dengan kata lain sejak kuliah hingga bekerja aku menetap di Manhattan. Sekitar 2 bulan yang lalu appa menghubungi untuk segera pulang ke korea. Dan disinilah aku sekarang, di korea. Seminggu yang lalu appa memberitahuku tentang masalah perjodohan ini. Awalnya aku menolak, siapa juga yang mau dijodoh-jodohkan. Namun sepertinya percuma saja, lebih baik aku ikuti saja permainannya. Dan sekarang, sepertinya aku malah menyukai wanita itu. Wanita yang jauh dari kesan glamour, bahkan terkesan bar-bar. Tapi itu lah daya tariknya. Dia terkesan sangat acuh dengan penampilannya. Namun, terlihat sangat natural dimataku.
“Donghae-ya, ayo turun. Kita makan malam dulu, eomma sudah memasakkan makanan kesukaanmu.” Teriak eomma dari bawah. Ahh iya, dari tadi siang aku kan belum makan.
“Ne eomma, changkaman (tunggu sebentar).” Aku segera berlari menuruni tangga menuju meja makan, terlihat appa sudah menunggu kami.
“Ahh iya donghae-ya, lusa kau ada waktu kosong tidak ?” Tanya appa disela makan.
“Lusa ? Sepertinya aku tidak terlalu sibuk, wae appa ?”
“Lusa kita akan makan malam dirumah peavey, kau bisa kan ?” Makan malam dirumah peavey ? Itu artinya aku akan bertemu dengan gadis itu kan ? Aigoo, sudah pasti aku bisa.
“Bisa appa.” Jawabku mantap. Appa tersenyum menatapku. Seolah tau isi fikiranku. Bertemu gadis itu di arena balapan, dan di dunia nyata itu berbeda. Mungkin nanti aku akan menemukan sosok lain dari dirinya.

Skip Time
Author Side

Malam ini, peavey sedikit kewalahan melihat ulah eomma dan eonni nya yang tidak habis-habisnya mendandani dirinya.
“Ya, apa kalian fikir aku ini boneka percobaan ? Seenaknya memoles wajahku dengan krim aneh itu. Ahh, aku lelah.” Teriaknya murka. Terlihat sekali kekesalan diwajahnya.
“Tenang sedikit, ini sudah hampir selesai.” Balas eommanya. Membuat peavey kembali diam sembari memperlihatkan wajah datar tanpa ekspresi andalannya.
“Nahh, selesai. Aigoo, anak eomma menjadi semakin cantik.” Puji eomma setelah melihat hasil karyanya diwajah peavey.
“Aku tau aku emang cantik, bahkan tanpa perlu kalian dandani seperti ini.” Sungut peavey.
“Ya, berterimakasih lah sedikit pada kami. Jangan terlalu membanggakan dirimu seperti itu.” Ujar eomma.
“Ahh iya, egy-ya coba lihat kebawah apa tuan lee dan keluarganya sudah tiba ?” perintah eomma pada anak sulungnya.
“Ne eomma.” Petuh egy yang langsung melesat keluar dari kamar peavey meninggalkan eomma dan adiknya yang sedang bersungut-sungut.
“Eomma, mereka sudah datang.” Tak lama setelah itu eogy kembali memberitahukan bahwa keluarga lee sudh datang.
“Arra, ayo turun peavey-ya.” Eomma langsung menarik lengan peavey yang berjalan sambil malas-malasan. Sebenarnya alasannya adalah high heelsnya yang menyiksa itu.
“Ahh, annyeong tuan lee, nyonya lee, donghae.” Sapa eomma begitu turun dari tangga. Sementara egy menggandeng lengan peavey yang hapir terjatuh karena heels yang dipakainya.
“Eonni, ini benar-benar menyebalkan.” Gerutu peavey sembari menghentakkan kakinya membuat egy yang berjalan menggandengnya tertawa pelan.
“Annyeong, ahh itu peavey ? Aigoo cantik sekali ?” Puji nyonya lee begitu melihat peavey.
“Ne ahjumma (bibi) “ Ujar peavey . Manis sekali, ia berusaha meti-matian untuk tidak berteriak saat ini.
“Aigoo, yeobo peavey sama persis seperti di foto ne. Ahh egy-ya, kau tidak berubah dari terakhir kali kita bertemu. Tetap manis.” Puji Eomma donghae
“Ahh, gomapseumnida ahjumma (terimakasih banyak bibi) “ Ujar egy sembari sedikit membungkukkan badannya.
“Ah ini donghae, aigoo kau terlihat sangat tampan donghae-ya.” Kali ini giliran eomma peavey yang memuji donghae sementara yang dipuji hanya tersenyum dan membungkukkan badannya sedikit.
Peavey memandang donghae dengan tatapan tajam. Seolah ia siap memakan pria itu kapanpun. Egy yang menyadari tatapan mematikan yang diberikan adiknya untuk pria itu menyikut lengan peavey.
“Ya, jangan memandangnya seperti itu. Kau terlihat menakutkan.” Bisik egy pelan
“Lalu aku perdulu dengannya ? Cihh dia bahkan terlihat pendek eonni, benar-benar bukan type ku.” Ejek peavey juga berbisik. Tentu saja ia masih punya hati menyelamatkan orang tuanya dari rasa malu.
“Ayo kita langsung ke meja makan saja.” Aja eomma peavey sembari menggiring kedua anaknya ke ruang makan.
Diruang makan peavey dudk berhadapan dengan donghae, disebelahnya ada eomma dan kakaknya yang sedari tadi sibuk berbincang dengan eomma donghae. Dan appa nya juga terlihat asyik berbincang dengan appa donghae. Ia merasa terasingkan kali ini.
“Eomma, aku permisi ke toilet sebentar ne.” Ujar peavey sembari terburu-buru berjalan ke toilet.
“Aigooo, dia tampan sih tapi… wajahnya terlihat menyebalkan.” Dengus peavey sembari melihat ke dalam cermin.
“Apa benar ia akan menjadi suamiku ? Ahh, kuralat dia tidak tampan, dia terlihat menyebalkan, kuno, kolot, dan ….. aneh. Hyaaaa !!! Aku bisa gila kalau benar harus menikah dengannya.” Teriak peavey gusar. Namun tentu saja teriakannya tidak akan terdengan oleh orang yang diumpatnya. Terlalu mustahil, bahkan jarak ruang makan dan toilet itu sangat jauh.
“Peavey-ya, cepat keluar. Kau mau keluarga calon suamimu itu menunggu mu terlalu lama ?” Terdengar suara egy yang memang diperintahkan oleh eomma mereka untuk memanggil peavey yang sudah lama berada dikamar mandi.
“Shireo eonni (tidak mau kak) “ Teriak peavey.
Klekk, pintu kamar mandi itu terbuka. Memperlihatkan peavey yang sedang menggembungkan kedua pipinya sambil menatap kedalam cermin.
“Wae ? Dia tampan kan ?” Tanya egy melihat ekspresi adiknya.
“Iya, tapi terlihat sangat tua. Apa eomma dan appa tidak bisa mencarikan calon yang lebih muda darinya ?” Sungut peavey
“Aish, kau tidak tau ? Umurnya baru 23 tahun adikku sayang.”
“Tapi tetap saja, kyuhyun oppa lebih muda dari namja itu. Dia juga pendek.” Dengus nya masih dengan raut wajah cuek andalannya.
“Jadi, kau ingin menikah dengan kyuhyun oppa ?” Kali ini malah giliran egy yang sewot.
“Tidak juga, kyuhyu oppa itu bahkan terlihat jauh lebih menyebalkan dari namja ini.” Balas peavey.
“Kau ini plin plan sekali. Sekarang ayo cepat balik ke ruang makan sebelum eomma datang dan mencincang kita.” Egy menarik paksa tangan peavey tanpa memperdulikan yeoja itu sudah berjalan terseok-seok akibat ulah sepatunya yangterlalu tinggi.

***

“Baiklah, berarti kita sepakat ya. Pernikahannya itu 2 bulan lagi. Tepat sehari setelah kelulusan peavey ?” Tanya
“MWOOOO ???” Pekik peavey begitu ia mendengar ungkapan itu. Terdengar seperti kutukan kematian baginya.
“Peavey-ya, jaga ucapanmu. Jangan berteriak-teriak begitu.” Tegur eomma.
“eomma, kenapa cepat sekali ?” Protes peavey.
“Bukannya lebih cepat lebih baik ?” jawab eomma peavey dengan santainya.
“Tapi…. Yak donghae-ssi bantu aku. Kau mau disebut pria pedifilia karena menikahi gadis dibawah umur ?” Teriak peavey lagi.
“Kita hanya berbeda 5 tahun, itu tidak masalah kan ?” Balas donghae cuek.
“Aishh jinjja. Kau ini menyebalkan. Bagaimana bisa aku bersedia menjadi istrimu ?” Kicauan peavey itu malah membuat semua orang yang berada diruangan tersebut.

At Wedding Day

Sepanjang acara berlangsung, peavey tak henti-hentinya menggerutu kepada donghae. Namja itu sedari tadi terus menebar senyumannya. Membuat peavey tidak bisa menyembunyikan detak jantungnya. Namja itu tampan, dan dia mengakui itu. Yaa, walaupun ia terus berkata bahwa donghae menyebalkan.
“Ya, kapan acara ini selesai ? Kakiku pegal dari tadi terus memakai high heels bodoh ini” Gerutu peavey entah untuk keberapa kalinya. Sekarang ia sudah resmi menjadi istri donghae. Dan itu kenyataan yang membuatnya kesal setengah mati.
“Sebentar lagi, bersabarlah.” Balas donghae. Sejujurnya ia pun tak tahan terus-terusan berdiri sepanjang acara berlangsung.
“Dari tadi kau terus menyuruhku bersabar. Menyebalkan.” sungutnya tak sabaran.
“Ya, berhentilah menggerutu. Kau membuat acara ini menjadi tidak asik. Ini kan hari pernikahan kita, seharusnya kau bersikap manis.” Kali ini sepertinya donghae sedikit emosi karena terus saja mendengar omelan istrinya yang tak jelas sepanjang hari ini.
“Bermimpi saja kau aku akan bersikap manis.” Setelah itu peavey benar-benar diam. Dia tak lagi menggerutu. Kesal terhadap donghae yang sedari tadi terus menyuruhnya diam.
“Ya, ini sudah selesai. Ayo kita pulang.” Ajak donghae, dan itu sukses membuat peavey mendelik bersemangat pada donghae.
“Pulang ? Kajja, aku dengan eomma ya ?” Sambut peavey dengan wajah gembira. Ia langsung berlari kearah orang tua nya, namun belum sempat ia melangkah tangannya ditarik oleh donghae.
“Wae ?” Tanya peavey bingung.
“Kau mau kemana ? Tentu saja kau pulang bersamaku, kerumah KITA.” Jelas donghae dengan penekanan pada kata KITA.
“Rumah kita ? Maksudmu kita tidak pulang kerumah eomma ?” Tanya peavey shock.
“Tentu saja, kita kan sudah menikah. Masa kau ingin tinggal dengan eomma mu juga. Aku sudah membeli rumah untuk kita dan anak-anak kita nanti.” Jelas donghae disertai senyum nya yang merekah.
“Mwooo ??? Anak ? Yak, mesum.” Teriak peavey makin shock dengan ucapan donghae yang menurutnya itu terlalu berlebihan.
“Wae ? Bukankah orang yang sudah menikah itu akan mempunyai anak ?” Tanya donghae sok kalem.
“”Hahh, bermimpi saja kau ! Aku tidak akan sudi punya anak darimu. Kalaupun aku ingin punya anak, aku akan membuatnya dengan Harry Edward Styles. Bukan dengan mu.” Teriak peavey frustasi karena sikap donghae setelah beberapa jam menjadi suaminya malah berubah aneh, menurutnya.
“Siapa itu ? Mantan pacarmu ?” Tanya donghae lagi.
“Bukan mantan ku tetapi MASIH menjadi pacarku.” Balas peavey masih dengan wajah galak andalannya.
“Yayaya, kau wanita bar bar Beraninya kau berkata masih punya pacar saat kau sedang bersama suamimu ?” Teriak donghae dengan wajah murka. Seandainya saja dia tau kalau yang dimaksud peavey itu adalah personel boyband inggris one direction.
“Mwo ? Wanita bar bar ? Kau lelaki mesum.” Teriakan peavey kembali menggema ke seluruh ruangan. Untungnya yang tersisa hanyalah keluarga meraka. Jika masih ada tamu mungkin mereka akan menjadi pusat perhatian sebagai penganti aneh.
“Yakk, kenapa kalian bertengkar. Sudah sana kalian pulang dan buatkan kami cucu yang banyak.” Kali ini eomma peavey yang berteriak.
“Eomma, aku pulang bersama eomma saja ya. Baju ku kan mash dirumah.” Rajuk peavey meminta ikut dengan eommanya dengan alas an bajunya.
“Baju ? Ahh itu, bajumu sudah dibawa kerumah barumu dan donghae tadi siang. Jadi kau pulang kerumah barumu, arraseo.” Ujar eomma peavey wajah garang membuat yang ditatap menciut nyalinya.
“Arra eomma.” Balas peavey lirih.

At First Night

Donghae Side
Sekali kau masuk dalam jeratanku, selamanya kau tidak akan bisa terlepas

Akhirnya, aku bisa juga menikahi gadis pembangkang ini. Lihat saja peavey-ya, sekarang kau boleh saja menolakku. Tapi sebentar lagi, kau sendiri yang akan bertekuk lutut pada ku, lee donghae yang tampan bahkan lebih tampan dari 12 alien dari planet exo.
“Ya, ayo kita mulai.” Ajakku. Mulai ? Tentu saja, dengan dia hamil anakku pastinya dia tidak akan bisa pergi dariku. Hahaha, lee donghae kau memang jenius. Bahkan lebih jenius dari albert einstain.
“Mulai apa ?” Aigoo, yeoja ini memang bodoh atau pura-pura bodoh. Masa ia tidak tau apa yang dilakukan oleh suami-istri pada malam pertama.
“Tentu saja membuat aegy (Bayi) yang lucu.” Balasku dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari yeoja ini. Aku tidak akan takut dengan tatapanmu itu istriku.
“Aegy ? Yak, aku maish muda. Belum mau punya aegy.” Sentaknya kasar dan langsung berlalu keluar dari kamar ini. Aishh, sepertinya perlu sedikit usaha untuk mendapatkannya.
“Yak, jangan membantah. Istri itu harus menuruti apa kata suaminya.” Ujarku sembari mencengkram lengannya dengan kuat. Kuseret ia ke kamar dan dengan tendangan kututup pintunya. Ia kudesak ke dinding. Dengan seringaian kecil aku mulai mendekatkan wajahku kewajahnya yang terlihat menegang. Dengan perlahan aku mulai melumat bibirnya. Ia tidak berontak ? Hah, bagus. Ini akan semakin mudah chagiya (sayang)

Skip Time

Pagi ini aku terbangun karena terusik oleh sesuatu. Kulihat yeoja dipelukanku masih tertidur lelap. Sepertinya ia kelelahan. Jelas saja, kami baru tidur jam 4 pagi tadi. Akhirnya, kau jadi milikku juga peavey-ya. Dan tunggu lah, kau akan sangat – sangat mencintaiku dalam waktu dekat ini.
“Eungh.” Erangnya, sepertinya ia terusik karena sedari tadi aku terus membelai wajahnya.
“KYAAAAA!!!!” Teriaknya bagitu sadar ia sedang dalam keadaan tidak berbusana.
“Apa yang kau lakukan padaku ?” teriaknya, wajahnya terlihat terkejut.
“Wae ? Kau tidak ingat ? Tadi malam kan kau sudah resmi menjadi nyonya lee.” Jelasku.
“Mwo ? Eomma anakmu sudah tidak perawan lagi.” Tangisnya. Yatuhan benar-benar kekanakan. Memangnya apa salahnya ? Kan ia melakukannya juga dengan suaminya.
“Kau ini kekanakan sekali. Sudah sana mandi, lalu buatkan aku sarapan.” Perintahku.
“Masak ? Kau mau keracunan ya ? Ahh tapi sepertinya itu lebih baik, kau kan bisa meninggal dan aku bisa menikah dengan Harry styles. Hahaha, sebentar ne aku mandi dulu.” Ujarnya semangat. Mwoo ? Menikah dengan Harry Styles. Sebenarnya siapa sih Harry Styles itu ? Membuatku cemburu saja.
“Ya, sekali lagi kau menyebut nama namja itu kau akan ku gantung” Ancamku, yang benar saja yeoja ini. Bahkan dia sudah melakukan ‘itu’ dengan ku tadi malam, tapi masih sempat saja dia memikirkan namja lain.
“Ya, lagipula walaupun kau meninggak aku tidak akan bisa menikah dengan Harry ku. Dia terlalu susah kugapai. Lagipula dia kan artis, pasti fansnya banyak sekali. Sepertinya nasibku memang harus menjadi istrimu donghae-ssi.” Jadi styles itu artis ? hahahah, aku bodoh sekali. Masa aku cemburu dengan artis. Tidak masuk akal.
“Yakk, kenapa kau senyum senyum sendiri babo ?” Sentaknya membuatku terkejut.
“Anniya (Tidak ada apa-apa) “ Jawabku
“Ahh ya satu lagi, Kau mulai sekarang harus memanggil oppa padaku.” Lanjutku dengan sedikit nada ancaman.
“Hmm arra, oppa.” Balasnya pelan. Nyaris tidak terdengar namun tetap saja membuatku tersenyum senang.
“Ahh, baiklah. Karena kau tidak bisa memasak maka aku akan memperkerjakan pembantu. Kau cukup duduk diam dirumah, atau kau ingin kuliah ?” Tanya ku, kali ini lebih lembut.
“Aku kuliah saja, lagipula aku tidak mau putus sekolah.” Balasnya sambil tersenyum, Aigoo cantik sekali. Membuat jantungku menjadi tidak beraturan.
“Ahh, hari ini apa yang harus kulakukan ? Membosankan, aku kan tidak pandai memasak ? Ahh, bermain game lebih asik. Atau aku pergi balapan saja ya ?” Ujarnya sembari berjalan menuju kamar mandi dengan selimut yang melilit tubuhnya.
“Balapan ? Kau masih berniat balapan setelah kau kehilangan el-Blues mu ?” Tanyaku.
“Kau ? Darimana kau tau el-Blues ku sudah tidak bersamaku lagi ? “ Matanya menyipit memandang kearahku dengan tatapan curiga. Aigoo, aku keceplosan. Eottokeh (Bagaimana ini ) ?”
“Ehh, itu aboeji (Ayah Mertua ) yang mengatakannya kemarin.” Jawabku sedikit tergagap.
“Jinjja ? Atau kau lelaki bertopeng itu ? Kita ini suami istri donghae oppa, tidak boleh menyembunyikan sesuatu.” Aigoo, dia mendekat. Apa aku mengaku saja ya ?
“Hmm, mian sebenarnya memang pria bertopeng itu aku.” Kutundukkan kepalaku, sedikit khawatir dengan reaksi yang akan dikeluarkannya.
“Ohh, Jadi itu kau ? Baguslah, jadi el-Blues ku aman kan bersamamu.” Mwo ? Dia tidak mengamuk ? Bahkan sekarang dengan santai ia berjalan ke kamar mandi meninggalkanku yang masih sedikit tegang karena sikapnya. Benar-benar yeoja yang menarik.

Peavey Side
Hati manusia siapa yang tahu, bisa berubah cepat atau lambat

Jadi, dia pria bertopeng itu. Ahh, setidaknya el-Bluesku akan aman jika bersama namja ini. Jadi aku tidak perlu membuang tenagaku untuk mengocehi nya. Hahaha, kau memang pintar.
“Yakk, kau didalam itu sedang mandi atau bertelur ? Kenapa lama sekali ?” Teriakan menyebalkan itu kembali terdengar. Namja itu hobi sekali berteriak (apa gak kebalik ?).
“Sebentar, ini juga sudah siap. Kau saja yang tidak sabaran.” Balasku tak kalah keras dengan teriakannya tadi. Rasakan, siapa suruh kau berteriak padaku.

***

Ahh, tidak terasa ternyata aku sudah 5 bulan menjadi istri namja menyebalkan itu. Dan benar kata eomma waktu itu, cinta bisa tumbuh karena adanya kebersamaan. Terbukti sekarang aku mencintai namja itu, yahh walaupun sikapnya menyebalkan tapi dia cukup manis.
Ohh iya, sekarang aku sedang hamil 7 minggu lohh. Bahagianya sebentar lagi aku akan mempunyai anak. Aish, aku lupa kan kalau siang ini aku ada janji dengan kaila. Anak itu, bahkan sekarang merengek minta dinikahi oleh eunhyuk oppa.
“Kaila, mian aku terla……” Perkataanku terputus begitu melihat pemandangan menjijikkan didepan mataku. Suamiku BERCIUMAN dengan yeoja asing yang aku tak kenal. Ya tuhan, namja ini. Bahkan umur pernikahan kami baru 3 bulan dan dia sudah berani berselingkuh.
Langsung kudatangi meja tempat si brengsek itu berciuman.
‘Brakkk’
Kugebrak meja itu sehingga mengagetkan sepasang makhluk yang sedang berciuman itu. Rasanya ingin kubotaki saja kepala mereka berdua.
“Bagus lee donghae, saat istrimu sedang hamil begini kau malah asik-asikan selingkuh dengan perempuan lain. Kau, aku benar-benar kecewa padamu. Mulai saat ini aku bukan istrimu lagi, besok aku akan mengirim surat cerai kita ke rumah. Aku pergi.” Ujarku cepat. Emosi, tanpa bisa kukendalikan. Aku langsung berlari keluar dari café itu sembari menarik tangan kaila yang terlihat tercengang melihat aku mendamprat namja brengsek itu. Dan langsung pergi dengan taksi yang kebetulan sedang lewat didepanku dan kaila.
“Ya, peavey tunggu. Jangan pergi.” Masih kudengar teriakan namja itu. Cihh, bahkan aku sudah tak sudi menyebut namanya. Selama perjalanan air mataku tak berhenti turun. Ini benar-benar bukan kepribadianku, aku tidak cengen. Tapi kali ini hanya karena namja itu aku sampai mengeluarkan air mata. Menyebalkan.
“Peavey-ya, apa tidak sebaiknya kau mendengarkan penjelasan donghae oppa dulu ? Bisa saja yang kau lihat itu tidak sesuai dengan kenyataannya.” Ujar kaila. Salah paham ? Salah paham apanya ? Sudah jelas yang kulihat mereka itu sedang berciuman. Kissing, bibir bertemu bibir. Dimana letak kesalah pahamannya ?
“Jangan menyuruhku melakukan hal yang tidak mungkin kulakukan. Aku tetap akan menceraikan namja brengsek itu.” Balasku dengan suara serak, efek menangis tentu saja.
“Tapi….”
“Sudahlah kaila, jangan membelanya lagi. Dia sudah tertangkap basah begitu kok.” Ujarku setengah berteriak. Tak tahan juga dengan pembelaan kaila terhadap namja itu.
“Arra, aku akan diam. Lalu kemana kau akan pergi sekarang ?” Tanya kaila lagi.
“Busan. Dan jangan beritahu siapapun kemana aku pergi.” Ancamku langsung sebelum yeoja ember ini membocorkan tempat tujuanku untuk sementara. Ya untuk sementara, sampai aku bercerai dari namja itu.
“Arra.” Setelah itu tidak ada percakapan yang terjadi antara aku maupun kaila, kami terlarut dalam fikiran masing-masing.
Setelah Kaila turun di apartemennya, aku bergegas menuju rumahku. Mengambil beberapa helai baju dan passport ku.
“Huft, mian aegy-ya. Kau harus berpisah dari appamu yang brengsek itu.” Ujarku sembari mengelus pelan perutku.
Aku bergegas menuju bandara, mengambil penerbangan ke Busan. Setelah ini, mungkin aku akan menjadi guru dance saja, eomma dan appa kan tidak boleh mengetahui ini.

***

Setiba di Busan, aku langsung mencari apartemen murah. Dan aku menyewa apartemen itu untuk beberapa bulan kedepan. Setelah mendapatkannya, aku langsung membersihkan ruangan apartemen baruku yang tidak begitu luas, namun terlihat cukup nyaman. Hanya ada 1 kamar disini. Dan itu sudah cukup mengingat aku hanya tinggal sendiri.

Donghae Side
Aku tidak butuh yang lain, hanya dengan kau tetap berada dalam jarak pandangku itu sudah lebih dari cukup.

Aigoo, eottokeh ? Kenapa peavey bisa melihat kejadian tadi ? Aishh dia pasti akan mengamuk.
Setiba dirumah aku langsung mencarinya keseluruh ruangan, terakhir dikamar. Kulihat pintu lemari bajunya terbuka. Benar saja beberapa helai bajunya tidak ada disana, juga pasportnya. Aigoo, kemana dia ?

2 Mounth Later

Huh, ini sudah 2 bulan, dan aku belum menemukn keberadaanya. Dimana dia ? Apa dia tidak tak kalau aku begitu mengkhawatirkannya ? 2 Bulan ini hidupku benar-benar terasa hampa. Aegy-ya appa merindukanmu, juga eomma mu. Kalian dimana ?
Waktuku 2 bulan ini hanya kugunakan untuk mencarinya. Sementara urusan kantor kuserahkan pada Jinki, sepupuku. Seluruh tempat sudah kudatangi, namun hasil yang kudapat selalu mengecewakan. Kenapa dia tega sekali meninggalkanku tanpa mendengar penjelasanku terlebih dahulu. Itu semua salah paham.
1 bulan yang lalu bahkan ia mengirimi ku surat perceraian. Tcihh, percuma saja dia mengirimi ku surat cerai, bahkan surat itu langsung aku bakar. Dia tidak akan bisa lepas dariku. Lihat saja,begitu kau kutemukan. Tak akan pernah sekalipun aku melepaskanmu.
Hyaaa, kemana lagi aku harus mencarinya. Bahkan aku sudah memohon-mohon pada kaila untuk memberitahuku tempat tinggal peavey sekarang. Namun gadis itu tetap bungkam, bahkan tak jarang aku menungguinya pulang kampus.
Kali ini aku harus berhasil mendapatkan alamat peavey dari kaila. Aku tidak tahan jika harusberlama-lama bertengkar seperti ini. Jika bertengkar saja mungkin aku masih bisa mempertimbangkan, tetapi jika ia sudah kabur begini. Mana bisa aku tahan hidup sendiri.

“Kaila-ssi, kumohon ayolah beritahu aku. Aku akan menjelaskan semuanya secara detail padanya. Semua yang kalian lihat itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Aku minta maaf jika memang itu yang kalian lihat, namun kenyataannya berbeda. Hyejin, dia mantan kekasihku. Dan dia sakit. Kau tau, selama di manhattan dia selalu saja mengejar-ngejarku. Aku kasihan padanya, karena itu aku mau jadi kekasihnya. Dan kemarin itu, dia hanyaminta menciumku untuk terakhir kalinya. Dan aku menyanggupiya karena kufukir dengan begitu ia akan berhenti mengejar-ngejarku. Kumohon, percayalah padaku kaila-ssi.” Oke, kali ini aku benar-benar memohon pada yeoja ini. Tidak beda dengan peavey, dia juga keras kepala.
“Benarkah yang kau ucapkan itu donghae-ssi ? Kenapa tidak dari kemarin saja kau mengatakannya. Jadi kau tidak perlu repot-repot memohon seperti itu padaku. Ini alamat peavey. Dia sekarang di Busan. Jelaskan dengan hati-hati ne.” Ahh,akhirnya dia mau juga memberikan alamat istriku. Jadi selama ini dia berada di Busan ? Tck, pantas saja aku tidak bisa menemukannya.

***

Author Side

Donghae yang telah tiba di Busan langsung bergegas menuju alamat yang diberikan oleh Kaila. Tidak begitu sulit menemukannya, karena memang tempatnya yang terletak ditengah kota.
Donghae memencet bel apartemen peavey, tampak sekali lelaki itu gugup. Terbukti dari keringat yang mengalir di pelipisnya.
“Nugu-ya (Siapa) ?” Teriak peavey dari dalam.
‘Benar, ini apartemennya.’ Batin donghae puas.
‘Cklek.’ Pintu apartemen itu terbuka, dan peavey kejut melihat siapa yang datang ke apartemennya. Donghae, suaminya itu kini menememukan tempat persembunyiannya sema 2 bulan terakhir.
“mau apa kau kemari ?” Sontak peavey membentak donghae yang tersenyum senang begitu ia melihat lagi istrinya yang dirindukannya selama 2 bulan terakhir.
“Peavey-ya, aku akan menjelaskan sesuatu padamu. Kumohon dengarkan aku dulu.” Pinta donghae memelas, karena peavey terlihat akan membanting pintu apartemen itu didepannya.
“Apa lagi yang mau kau jelaskan ? Semua sudah terlihat sangat jelas dimataku. Jadi kurasa sia-sia saja kau datang kesini.” Bentak peavey dengan suara bergetar karena mehana air matanya yang sudah mendesak keluar
“Kumohon, berikan aku kesempatan untuk mejelaskannya jagi-ya” Pinta donghae, kini harapannya terasa menipis.
“Baiklah, silahkan masuk.” Peavey akhirnya mengalah. Ia merasa terenyuh saat mendengar suara donghae yang begitu tulus.
Donghae pun menjelaskan semua kronologi kejadian itu, dari dia bertemu dengan hyejin hingga sampai saat hyejin menciumnya sebagai salam perpisahan.
“Tapi kenapa harus berciuman ? Kau kan tau kau sudah menikah dan istrimu sedang hamil.” Protes peavey begitu donghae mengakhiri ceritanya.
“Aku hanya asihan padanya, percayalah. Aku hanya mencintaimu.” Kini donghae menggenggam tangan peavey, berharap yeoja itu mempercayai semua ucapannya.
“Arra, aku maafkan. Tapi jika kau melakukannya lagi. Jangan harap aku akan memaafkanmu lagi.” Bisik peavey pelan namun tajam.
Donghae yang mendengarnya tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang kini telah merekah.
“Gomawo.” Bisik donghae sembari mendekap erat istrinya tersebut.
“Ne, oppa.” Balas peavey sambil membalas pelukan donghae.

-END-

Huaaahhh, akhirnya ff ini selesai juga. FF tercepat yang pernah aku buat. Cuma dalam kurun waktu 3 hari haha. Apakah alurnya terlalu cepat ? Terlalu panjang ? Terlalu berbelit-belit ? Maafkan saya untuk itu ^^
Poey ? Gimana puas ? Atau masih belum ? Jangan minta sequel, karna aku gak berniat buat sequel untuk ini ff –“
Comment, saran, dan kritiknya jangan lupa ditinggalkan.

Rae Present

3 comments

  1. lestrina · January 31, 2013

    Seharusnya ceritanya jgn dibuat oneshoot, dibuat berchapter aja. Ceritanya bgs loch. Ga ada moment romantis mrka berdua ya hehehe.
    Banyak typonya loch, alurnya terlalu cpt krn one shoot. Pemakaian bahasanya juga pas koq. Saeng dibuat sequelnya donk…hehehe.
    I really like ur story loch.

    • RaeWorld · January 31, 2013

      sequel eon ?
      Hmmm, aku fikir-fikir dulu ya eon hehehe ^^

  2. Wei - Ni · February 6, 2013

    Bagussss .. Peavey .. Yg td nya ga suka di jodohin sama dong hae malah cinta mati … Trus cemburu lg … Cuma kalo menurut aq peavey terlalu gampang memaafkan donghae hehe … Tp aq suka bgt cerità nya ……

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s