Immortal and The Rice of The Prince

immortal2

Title
Immortal and The Rice of The Prince

Author
Ichen Aoi

Cast
Jung Soo Yeon (Jessica)
???
Wu Yi Fan (Kris)
Lu Han
Park Chanyeol

Other Cast
Kim Hyo Hyeon
Lee Sun Kyu (Sunny)
Kim Jong Dae (Chen)

Length
Series

Genre
Mystery, Fantasy, Romance

Rating
General

Backsound
Lucifer’s Angel by The Rasmus (ost. Death Note)
link download

Disclaimer
This story is MINE

Note
DONT COPY and PASTE! Take out with FULL credit. Dont bashing!!

Attention
Jangan baca tanpa backsound. Karena kalian akan mengerti kondisi dan perasaan tokoh ketika kalian membacanya sambil mendengarkan backsoundnya.

.

Apakah kau percaya pada reinkarnasi dan perubahan?
Itulah yang terjadi padanya saat ini…
Meski semua orang tidak akan pernah percaya…
Aku akan percaya padanya…

Jessica masih memandangi penemuan didepannya dengan sedikit ragu. Memang ada jaminan keselamatan dari ketua kelompoknya yang menyebalkan itu siapa lagi kalau bukan Kris Wu. Banyak yang percaya kepada lelaki itu sampai 100% jika ia sudah membuat sebuah keputusan namun tidak dengan Jessica dan seorang lelaki lain yang berdiri dipojok terdalam ruangan itu sambil memandang teman – temannya yang sibuk membersihkan penemuan mereka dari kotoran dengan kuas – kuas halus.

“Kris, apa tidak sebaiknya kita biarkan saja?” tanya Jessica pada akhirnya sambil berharap kalau Kris akan membatalkan keputusannya itu.
“Jessica benar, Kris. Sekali ini saja tidak apa kan? Tidak akan membuat kita mati atau semacamnya?”, Luhan ikut membantu Jessica untuk membujuk Kris.

Kris menatap keduanya lalu menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum sekilas lalu menghela nafas kasar dan menunjuk beberapa penemuan mereka dengan tegas.

“Benda – benda ini adalah harta kita! Kita akan pulang dengan semua ini atau tidak sama sekali!” tegas Kris pada akhirnya.

Kris pergi meninggalkan Jessica dan Luhan yang masih saling bertukar pandang dengan pasrah sedangkan teman – teman mereka yang lain membantu untuk memindangkan benda – benda tersebut kedalam mobil box yang tersedia.

Keduanya memilih untuk tidak bersuara lagi. Kris, ketua kelompok penelitian mereka sangat sulit untuk ditakhlukkan. Keputusannya dan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya bersifat mutlak. Itulah yang sebenarnya membuat Jessica kadang tidak begitu suka berada dikelompok yang sama dengan Kris. Namun mau bagaimana lagi, dosen mereka hanya akan menerjunkan mahasiswa terpilih untuk langsung mencari dan menangani penemuan – penemuan baru nantinya.

“Aku tidak yakin kita akan membawa mummy ini keluar dari makamnya” desis Jessica kesal namun Luhan masih bisa mendengarnya dengan jelas. Luhan hanya mengangkat kedua bahunya dengan bingung. Tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menyelesaikan tugas mereka di negeri pasir ini dan kembali ke Seoul untuk membawa beberapa keperluan mereka sebelum pergi ke Shenzhen, China. Di Shenzhen akan akan diadakan sebuah galeri pertunjukan penemuan mahasiswa – mahasiswa dari berbagai belahan dunia, kelompok Kris termasuk didalamnya.

“Nei! Luhan! Sedang apa kau dengan kekasih ku, hump?” tanya Chanyeol sambil melirik kearah Jessica dan Luhan bergantian.

Jessica memutar bola matanya dengan kesal lalu mendengus nafas kasar dan mendorong Chanyeol agar sedikit menjauh darinya.
“Berhenti mengatakan kalau aku ini kekasih mu, mengerti?”

Chanyeol tertawa kecil mendengar kalimat Jessica yang sedang kesal. Luhan menggelengkan kepalanya. Chanyeol sangat senang mengganggu Jessica bahkan disaat penting seperti ini. Siapa juga yang tidak tahu bagaimana perjuangan Chanyeol dikampus untuk menarik perhatian Jessica? Luhan saja sampai bosan melihatnya.

“Xiao Lu! Sebaiknya kita pergi jauh dari manusia gila ini dan manusia keras kepala disana!”

Luhan terlalu memahami Jessica. Bahkan ia tahu siapa kedua orang yang dimaksud oleh Jessica yang tak lain adalah Chanyeol dan Kris. Jessica dan Luhan memang sudah bersahabat sejak mereka masih kecil. Jadi semuanya sangat wajar melihat mereka selalu bersama kemana pun ya kalau mereka sendiri – sendiri malah terlihat aneh nantinya.

Luhan mengikuti langkah kaki Jessica yang cepat kesalah satu ruangan disana. Ruangan yang seluruhnya terbuat dari pahatan batu atau mungkin pasir? Well, Jessica tidak peduli yang ia tahu ia ada di Transylvania dan membawa sebuah peti mati mummy bersama kelompoknya untuk pameran nanti. Benar – benar gila!

“Kris ingin membunuh kita semua!” desis Jessica kesal.

Luhan mengambil botol minumnya lalu menyerahkannya kepada Jessica. Gadis itu butuh ketenangan untuk benar – benar bisa berfikir dengan jernih.

“Ia hanya bertindak sebagai seorang ketua kelompok”
“Kau membelanya? Dia pikir dia siapa bisa membawa orang seenaknya dari tempat peristirahatan terakhirnya?”, nada suara Jessica meninggi.

“Kau takut, Jessica?”

Suara asing bukan dari keduanya membuat mereka menoleh dan mendapati Kris sudah berada didekat mereka dengan senyuman santainya. Dia seorang pemimpin dan pengambil keputusan yang tepat, itu yang ingin ditunjukkan oleh Kris.

“Kris, kau…”
“Sica, kau terlalu banyak membaca dan menonton tentang dunia fantasi”

Rahang Jessica mengeras, ia marah. Luhan langsung menghadang Jessica, ia memegangi pergelangan tangan gadis itu dengan kuat. Kris tertawa kecil lalu melangkahkan kakinya untuk semakin dekat dengan gadis itu. Ia meraih leher belakang Jessica lalu mendekatkan wajahnya dan gadis itu. Luhan masih manahan tangan Jessica semakin kuat. Bisa saja gadis itu merobohkan Kris dalam satu kali pukulan. Dan ia tahu Kris tidak bermaksud macam – macam. Kris dan Jessica adalah rival sejati sejak pertamakali mereka bertemu.

“Kau takut kalah dari ku kan?” bisik Kris.
“Jangan bermimpi!”

Jessica masih berusaha melepaskan tangannya. Namun tampaknya Luhan tidak akan melepaskannya. Ia benar – benar tidak ingin terjadi masalah disana. Beberapa detik kemudian Luhan bisa merasakan Kris menyentuh tangan Luhan dan melepaskan pegangannya pada pergelangan tangan Jessica. Kini tangan Luhan berganti menjadi tangan kanan milik Kris yang mencengkeram pergelangan gadis itu lebih kuat daripada tenaga Luhan sebelumnya. Jessica meringis kesakitan.

“Lu…” ucap Jessica lemah.

Namun kalimatnya tidak selesai ketika Kris secara mendadak mencium bibirnya sekilas dengan cepat kemudian melepaskannya. Baik Jessica maupun Luhan membulatkan matanya karena terkejut. Luhan langsung meraih tubuh Jessica ketika gadis itu mendadak melemah. Kris tersenyum kecil lalu memandang keduanya dengan penuh kemenangan.

“Dia gila” desis Jessica pada akhirnya.

Luhan merapikan rambut Jessica yang menutupi sebagian wajah gadis itu. Ia bisa merasakan keringat dingin keluar dari tubuh Jessica. Luhan memandanginya dengan penuh kekhawatiran.

“Kau baik – baik saja?”
“Ku rasa begitu”

Jessica langsung mengusap bibirnya dengan ujung lengan hoodienya. Ia membenci hal itu, ia membenci Kris dan segalanya yang berhubungan dengan lelaki itu. Sampai kapan pun mereka tidak akan pernah berdamai. Dan Luhan tahu pasti akan hal itu.

**

Seperti yang sudah diperkirakan, kini peti itu benar – benar berada di Shenzhen, China. Jessica sudah berkali – kali mengecek keadaan peti itu dan semuanya masih baik – baik saja. Semoga saja semua yang ia tahu tentang Transylvania benar – benar hanya dongeng belaka. Gadis itu melirik jam tangannya, sebentar lagi sore akan tiba dan ia harus disini bersama semua penemuan – penemuan kelompoknya untuk menjaganya.

“Jessica, aku akan membeli makan diluar untuk kita. Kau mau titip apa?” tanya Hyoyeon dengan lembut. Jessica hanya menunjukkan ekspresi ‘terserah padamu’ tanpa harus berbicara. Hyoyeon mengangguk sebagai tanda mengerti.

“Hyo, bagaimana dengan anggota berikutnya?”
“Jongdae dan Tao akan datang untuk menggantikan kita malam nanti dan kita bisa memakai makar disamping kanan yang disediakan panitia untuk tempat kita mengingap selama disini”
“Bagaimana dengan para lelaki itu dan Kris?”
“Kris? Ku rasa ia bersama lelaki lainnya ada dikamar yang terletak dilorong seberang”
“Ok, baiklah”
“Kau berniat meminta bantuan pada Kris?”
“Aku berharap aku tidak akan pernah bertemu dengan orang itu lagi!”

Mendengar nada kesal pada kalimat Jessica membuat Hyoyeon cukup tahu seberapa besar temannya itu membenci ketua kelompok mereka. Hyoyeon langsung berpamitan untuk pergi keluar sedangkan Jessica memutuskan untuk mendekat kearah perti tersebut begitu pintu dibelakangnya tertutup. Jessica menelusuri ukiran – ukiran yang ada dipermukaan peti itu dengan jemarinya.

#krak!

Jessica terkejut ketika ia mendengar ada suara benda yang bergeser. Ia memandangi sekelilingnya dengan ragu namun sedetik kemudian ia menyadari kalau sesuatu didalam peti itu.. bergerak. Gadis itu mundur dengan perlahan. Ia sudah menduga kalau akan ada kutukan nantinya dan demi apapun dia tidak akan pernah memaafkan Kris atas masalah ini.

#sreekk

Pintu peti mati itu bergeser. Jessica langsung berlari kearah pintu namun tiba – tiba pintu itu terkunci begitu saja. Keringat dingin sudah membanjiri tubuh Jessica. Ketika penutup peti itu terbuka setengah, Jessica bisa melihat ada seseorang didalam sana dengan wajah pucat seolah tidak ada setets darah pun mengalir dalam tubuhnya.

Demi Tuhan!
Jessica akan menghantui Kris jika sampai terjadi sesuatu dengannya!

Tiba – tiba saja mata lelaki didalam peti itu terbuka. Membuat Jessica yang seharusnya menjerit kencang malah tidak bisa mengeluarkan suara apapun. Teriakannya tertelan begitu saja di ujung tenggorokannya. Tatapan mata itu membuat jantung Jessica terasa panas. Ia sama sekali tidak bisa bersuara. Dan Jessica pun kehilangan kesadarannya.

**

“Sica? Sica?”

Hyoyeon berusaha membuat Jessica sadar. Ia menemukan gadis itu tergeletak pingsan disisi pintu keluar tempat penyimpanan barang – barang penemuan mereka. Hyoyeon tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mereka menduga – duga kalau mungkin saja Jessica pingsan karena kelaparan meski rasanya masih tidak mungkin.

Jessica membuka matanya dengan perlahan, tubuhnya masih terasa sangat lemas. Ia menatap sekelilingnya dan mendapati teman – teman sekelompoknya, Hyoyeon, Luhan, Chanyeol, Sunny, Chen bahkan ketua kelompok mereka, Kris sedang berada disekelilingnya. Menyadari Kris ada disana, Jessica langsung berdiri entah dapat kekuatan dari mana. Dengan segera tinjunya melayang kewajah tampan milik Kris. Lelaki itu tidak menyangka hal tersebut akan terjadi sehingga ia langsung tersungkur kelantai dan menabrak pintu dibelakangnya sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Teman – temannya yang lain langsung menatap dengan terkejut.

“SICA!!”

Hyoyeon meraih tangan Jessica dibantu oleh Luhan tentunya. Chanyeol dan Chen mambantu Kris agar berdiri sedangkan Sunny berusaha berada diantara Kris dan Jessica. Mereka tidak ingin ada peperangan lain yang terjadi disini apalagi mereka sedang dalam sebuah asrama pameran. Penilaian juri tidak hanya berdasarkan penemuan mereka tetapi kerjasama tim.

Kris berdiri lalu ada kilatan kemarahan dimatanya. Ia menatap Jessica dengan penuh kemarahan dan semua yang ada disana bisa merasakan atmosfer tersebut termasuk Jessica, hanya saja emosinya menutupi rasa takut atas kemurkaan Kris nantinya.

“Kau pikir karena kita lawan dan kau seimbang dengan ku, kau bisa memukul ku huh?! Kau pikir karena kau wanita aku akan merasa kasihan?!” desis Kris penuh penekanan.
“Kau gila, Kris!! Mayat didalam peti itu… Peti mati itu…”

Jessica menunjuk kearah peti mati yang kini tertutup dengan rapat. Semua menoleh dengan kebingungan. Kris menatap gadis itu, merendahkannya.

“Kau bodoh! Terlalu banyak berkhayal nona Jung!”
“Kris! Kau tidak akan mengerti kalau semua itu nyata!”

Kris mendecakkan lidahnya sambil melipat kedua tangan didepan dadanya. Masalah ini tidak akan pernah selesai, yang lain tahu akan hal itu. Baik Kris dan Jessica, tidak akan ada yang pernah mengaku kalah.

“Kris, sebaiknya kita pergi. Jessica hanya sedikit belum terbiasa mungkin, yahh.. homesick?” usul Chanyeol yang langsung menarik – narik ujung lengan baju Kris.
“Dia terlalu banyak berkhayal sehingga tidak bisa membedakan mana nyata dan mana khayalan. Otaknya sudah rusak” desis Kris.

Jessica langsung mengepalkan tangannya lagi namun Luhan langsung menghadang dengan sigap didepannya. Hyoyeon memberi kode pada Chanyeol, Chen dan Sunny untuk segera menarik Kris keluar ruangan itu. Ketiganya langsung menarik Kris keluar dari ruangan tersebut. Hyoyeon merapikan rambut Jessica, gadis itu tampak kacau.

“Sica, ada apa sebenarnya?”
“Xiao Lu… Peti mati itu terbuka dan ada seseorang didalamnya, kulitnya pucat dan matanya…”

Jessica tidak menyelesaikan kata – katanya. Luhan langsung meraih gadis itu kedalam pelukannya, berusaha untuk menenangkan Jessica yang tampak semakin kacau.

“Tenanglah, semuanya akan berlalu dan akan baik -baik saja”

Jessica mengangguk.
Ia lemah jika dirinya sudah berada dalam genggaman Luhan. Hyoyeon menghela nafas tenang lalu melirik kearah peti mati tersebut namun tidak ada sesuatu apapun yang terjadi. Dan ia berharap apa yang Jessica katakan hanyalah ilusi semata. Kalau memang nyata, mungkin mereka semua berada dalam bahaya.

**

Malam ini bulan purnama muncul dilangit.

Seseorang menatap kearah langit sambil menyunggingkan seringainya. Bayangan hitam gorden jendela menutupi wajahnya. Ia tampak menggenggam sebuah kalung dengan lambang yang bersinar ketika cahaya bulan menerpanya.

“Sang pangeran telah kembali. Aku tidak akan kalah dengan takdir” bisik orang itu dengan penuh tekad.

Sesuatu berwarna biru terang terpancar dari kalung yang berada dalam genggamannya berkali – kali seperti kerlipan bintang dilangit.

Sementara itu dilain tempat seorang lelaki memandangi telapak tangannya yang berpencar merah darah. Sebuah lambang keluarga yang terukir disana tampak menyala karena ada rembesan darah. Lelaki itu menahan sakit namun ia tetap tenang.

“Pangeran telah kembali. Aku tidak lagi bisa leluasa bertindak. Aku tidak ingin dikendalikan oleh kekuatan itu” bisiknya pelan lalu mengepalkan tangannya sendiri.

..

for the next backsound
L’s Theme by Yoshihisa Hirano and Hideki Taniuchi (ost. Death Note)
download link

3 comments

  1. gila thor! gila! ff ini terlalu keren!
    trus itu castnya ada yang tanda tanya. siapa thor???
    aaaaa!!! pokoknya nih ff harus cepet – cepet diterusin!
    fighting thor!😄

  2. jung · February 4, 2013

    Thorrr ditunggu part selanjutnya;;))

  3. ChoiSulli · April 5, 2014

    ini kelanjutannya namanya apa thor??

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s