Part 15 : Midnight Sun

554165_501920753153862_223769899_n

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
General

Genre
Romance, Sad, Friendship

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
  Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
 Do Kyungsoo 

Other Cast
Zhang Yi Xing
Kim Jong In

Backsound
The Chaser by Infinite

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Sudah tiga hari Luhan dan Kris saling menghindar satu sama lain. Chanyeol mengerti kondisi tersebut dan ia sudah menjelaskannya pada Chanyeol. Saat ini mereka semua sedang dilanda banyak masalah. Bahkan Tiffany pun sama sekali tidak memberikan kabar apapun pada Chanyeol membuat lelaki itu tidak bisa tidur dengan nyenyak selama tiga malam terakhir ini. Belum lagi kabar mengejutkan dari secarik surat yang ditinggalkan magnae mereka yang pergi kesebuah desa yang sama sekali tidak ia sebutkan didalam surat.

Hilangnya Jessica, Tiffany, Seohyun dan Taeyeon sama sekali tidak meruak ke media. Media hanya mengabarkan ke –empatnya sedang dalam bimbingan keluarga masing – masing untuk meneruskan perusahaan – perusahaan besar tersebut. Keluarga mereka menyembunyikan keadaan sebenarnya dengan snagat rapi. Mereka mencari secara diam – diam.

“Permisi”

Suara asing nan tegas mengejutkan ke –empat pekerja Midnight Sun tersebut. Seorang lelaki dengan pakaian rapi mengenakan jas hitam sedang beridir didepan mereka dengan pandangan mata yang tajam.

“Perkenalkan, saya Cho Kyuhyun. Keturunan keluarga butler Cho”

Lelaki itu membungkukan badannya lalu kembali berdiri tegak. Pandangannya seolah menelusuri setiap inci tempat itu. Kris yang merasa jengah, memutuskan untuk mengusir lelaki asing itu dari tempat mereka.

“Maaf, tapi sikap anda sedikit menganggu kami”

Kyuhyun menatap Kris, orang yang saat ini pertama kali bicara dengannya. Ia kembali menelusuri setiap inchi ruangan itu namun pada akhirnya kembali menatap Chanyeol, Kris, Luhan dan Kyungsoo bergantian.

“Saya harap kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik – baik. Serahkan Nona Muda Jung kepada kami”

Ke –empatnya sekilas terasa seperti tersengat aliran listrik. Nona Muda Jung yang berarti seorang Jessica Jung. Kyungsoo, berasal dari salah satu keluarga yang cukup dekat dengan kepemerintahan cukup tahu siapa itu keluarga Cho. Bahkan mereka kerap menjadi mata – mata handal yang mengamankan negara dengan bertindak secara tenang dan rapi. Keluarga kecil Kyungsoo menjadi miskin karena ayahnya dituduh melakukan tindakan korupsi yang bahkan mereka tidak tahu sama sekali.

“Keluarga Cho? Bekerja untuk keluarga Jung, hump?” tanya Kyungsoo sedikit sengit.

Kyuhyun sama sekali tidak menjawab.
Pandangannya sudah beralih kearah Luhan dan Kris yang kini tampak sedikit tegang. Tanpa diberitahu pun Kyuhyun sudah mengetahui artinya. Ia memberikan kode kepada anak buahnya untuk memeriksa seluruh isi ruangan namun dengan cepat Kris bergerak.

“Kalian sangat tidak sopan! Sebaiknya kalian pergi sekarang juga!”
“Anda pikir menyembunyikan Nona Muda Jung adalah sikap yang sopan?”

Kyuhyun menjawab dengan sangat tenang. Rahang Kris mengeras. Luhan langsung memegang pergelangan tangan Kris, mencegah temannya itu meledak lebih dulu. Kris cukup ahli dalam kegiatan mukul – memukul. Dan ia tidak ingin ada kekerasan disini. Ini masih di tempat kerja dan mereka bisa dipecat kapan saja kalau membuat masalah.

“Orang yang anda cari tidak ada disini” akhirnya Luhan memutuskan untuk bicara.

Kyuhyun tersenyum meremehkan lalu kembali menatap sekelilingnya dan pandanganya berhenti pada sebuah tangga yang terletak dibelakang meja bartender. Kyuhyun menunjuk tangga itu dan dengan sigap semua anak buahnya naik. Kris tidak bisa tinggal diam atau Jessica akan tertangkap hari ini juga. Ia langsung memberikan pukulan kepada orang yang berada paling dekat dengan tangga. Chanyeol, Luhan dan Kyungsoo pun tidak bisa diam lagi. Mereka harus membantu Kris.

Kyuhyun menarik nafas dalam lalu menatap orang – orang yang kini sedang berkelahi. Ia tidak ada waktu untuk itu. Ia langsung melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga namun Kris menghalanginya dengan cepat. Tanpa terganggu sedikitpun, Kyuhyun langsung menendang Kris hingga terjatuh kelantai yang keras. Dan dengan segera anak buah Kyuhyun yang lain menggerubungi Kris.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan hati – hati lalu menatap sebuah pintu kamar. Ia membukanya dan ternyata ruangan itu kosong. Kyuhyun tidak percaya begitu saja, ia memeriksa kamar mandi dan ternyata sama kosongnya. Sebenarnya Jessica sudah lebih dulu mendengar Kyuhyun datang saat ia hendak turun, Kyuhyun menyebutkan namanya. Jessica langsung bersembunyi di kolong tempat tidur, berharap ia tidak ketahuan.

“Aneh sekali” bisik Kyuhyun.

Jessica berusaha mati – matian untuk tidak mengeluarkan suara sama sekali. Kyuhyun menarik nafas sejenak lalu menutup matanya. Instingnya mengatakan Jessica berada didalam ruangan ini sekarang. Ia mempunyai sebuah ide didalam otaknya yang memang jenius.

“Nona Jessica, saya bisa merasakan anda ada disini. Jika anda tidak segera keluar, saya tidak segan – segan untuk meminta anak buah saya untuk membunuh lelaki bernama Kris dan Luhan itu. Dan anda tahu saya tidak sedang main – main”

Detik itu juga, Jessica merasa oksigennya habis entah kemana. Ia merasa sesak. Ketakutan menghantuinya. Menyerahkan dirinya dan mendapatkan hukuman atau tetap bersembunyi dan membiarkan Kris juga Luhan terbunuh karenanya. Ia benar – benar tidak bisa berfikir sekarang. Air matanya jatuh. Ia tidak mengerti kenapa Kyuhyun bisa sejahat ini kepadanya.

“Nona, saat ini saya sedang bekerja. Saya harus bersikap profesional meski… meski kita adalah teman semasa kecil. Namun saya tetaplah orang suruhan yang dibayar untuk melakukan sesuatu. Dan saya akan memberikan yang terbaik”

Jessica masih diam ditempat persembunyiannya. Sekujur tubuhnya terasa sakit dan membeku. Ia benar – benar tidak tahu harus apa untuk saat ini. Ia bisa melihat sepatu hitam Kyuhyun didepannya. Nafasnya saja sudah terasa seperti berhenti.

“Baiklah kalau itu pilihan anda. Saya dengan senang hati meminta anak buah saya untuk menghabisi nyawa kedua lelaki itu sekarang juga. Saya akan menghitung sampai tiga. Satu… Dua…”
“ANDWAE!!”

Akhirnya Jessica berteriak juga. Kyuhyun tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia langsung menarik Jessica keluar dari kolong tempat tidur. Kemudian memiringkan kepalanya. Menatap Jessica yang kini tampak sangat kacau.

“Kau sangat melindungi kedua orang asing itu”
“Oppa, ku mohon hentikan semua ini”
“Aku tidak bisa pulang dengan tangan kosong, Jessica Jung”
“Oppa…”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Jessica menarik nafasnya dengan frustasi lalu kini menatap Kyuhyun dengan penuh pandangan memohon. Namun Kyuhyun menunjukkan sebuah pisau lipat yang sedari tadi disimpannya didalam kantong.

“Kau ingin melihat aku sendiri yang membunuh mereka dengan ini?”
“Oppa!! Anieyo!! Jebal…”

Kyuhyun tersenyum lalu menutup mulut dan hidung Jessica dengan sapu tangannya yang sudah dibaluri obat bius. Jessica memegangi tangan Kyuhyun, berusaha melepaskan diri namun sia – sia dan ia pun pingsan. Kyuhyun menggendongnya dengan sangat hati – hati, menuruni setiap anak tangga. Keadaan dibawah sudah sangat kacau balau. Ke –empat remaja itu kalah jumlah. Kris, Luhan, Chanyeol dan Kyungsoo terkejut melihat Kyuhyun yang sedang menggendong Jessica yang pingsan.

“Kalian berbohong. Itu tidak baik dan tidak sopan” ucap Kyuhyun datar.

Kyuhyun menarik nafas sejenak lalu tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia memberi kode dengan matanya. Dan orang – orang tersebut langsung menahan tubuh ke –empatnya dengan cengkraman yang kuat. Kyuhyun menatap Kris dan Luhan bergantian, ia mengenali keduanya dari serangkaian foto yang ia dapatkan dari bawahannya. Kyuhyun langsung menendang perut keduanya dengan cepat dan cukup kencang sehingga darah segar keluar dari mulut Kris maupun Luhan.

“UGH!”
“UGH!”

Kyuhyun memberikan kode dengan matanya agar semua anak buahnya pergi meninggalkan tempat itu. Salah satu dari mereka, yang tampaknya tidak ikut bertarung tadi, datang membawa sebuah koper berwarna hitam.

“Pakailah uang ini untuk mengobati diri kalian dan memperbaiki tempat ini. Jangan bicara macam – macam dengan orang lain, terutama media”

Orang – orang itu pergi membawa Jessica bersama mereka. Sedangkan Chanyeol dan Kyungsoo langsung membantu Kris dan Luhan untuk berdiri. Keduanya tampak lebih parah. Memang instruksi Kyuhyun sebelum datang ketempat itu sangat jelas, jangan terlalu kasar dan balas seperlunya namun buatlah orang bernama Kris dan Luhan sedikit sekarat.

**

Malam ini Tiffany sibuk memasak dengan resep yang ia pelajari dari sebuah buku. Kai baru saja pulang dari minimarket usai membeli beberapa keperluan dapur. Ia meletakan beberapa didalam lemari pendingin.

“Ah~~ minimarketnya terasa sangat jauh” keluh Kai sambil duduk diatas sofa.

Tiffany menoleh lalu tersenyum kecil. Ia menyiapkan makanan yang selesai ia masak kedalam piring lalu membawanya keruang tengah. Kai langsung menyambutnya dengan senyum sumringah. Ia benar – benar sangat lapar dan biasanya ia hanya makan rmayun atau membeli makanan siap saji lainnya diluar. Namun kali ini berbeda, Tiffany selalu memasakan sesuatu untuknya sejak wanita itu tinggal di apartemennya.

“Jangan banyak mengeluh, nanti kau cepat tua”
“Seenaknya saja mengatai ku tua”

Kai menunjukkan ekspresi cemberutnya dan membuat Tiffany tertawa. Kai meraih makanan yang disajikan Tiffany lalu memakannya dengan lahap. Tiffany memandangi Kai dengan penuh rasa bersyukur, hatinya juga terasa hangat. Akhirnya ia dan Kai bisa bersama.

“Kenapa noona memandangi ku terus? Terpesona dengan ketampanan ku?”

Tiffany langsung mendecakan lidahnya dengan kesal. Kadang Kai bisa menjadi sangat – sangat menyebalkan. Kai tersenyum kecil lalu merapikan rambut Tiffany yang menutupi sedikit wajahnya yang cantik. Ia menggeser duduknya lalu mengeluarkan dua buah tiket dari sakunya.

“Bagaimana kalau kita ke Everland?”

Tiffany langsung menatap kedua tiket itu dengan mata yang berbinar. Ia sangat ingin ke Everlan Park hanya saja orangtuanya tidak pernah sempat untuk menemaninya kesana atau bahkan Kyuhyun, butler terpecaya itu tidak pernah menginginkan Tiffany pergi ketempat ramai seperti itu tanpanya. Dan kali ini ia bisa pergi bersama Kai, itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan patut disyukuri.

**

Kyuhyun masih ditempatnya, didalam mobil. Mengawasi sebuah apartemen yang bisa dibilang cukup mewah. Ia sudah mengetahui dimana keberadaan Tiffany. Gadis itu sedang bersama Kai sekarang. Ia tidak pernah menyangka seorang anak kecil seperti Kim Jong In yang dulu sempat dikenalnya bisa bertindak sejauh ini.

Sesekali ia menarik nafasnya lalu menghembuskannya, berusaha mengatur kondisi otaknya yang akan segera ia gunakan untuk berfikir. Mengambil tindakan selanjutnya. Ia belum bisa menemukan Seohyun dan Taeyeon, namun setidaknya ia sudah membawa Jessica bersamanya. Sekarang Tiffany.

“Maafkan aku” bisiknya kecil.

Ia bersandar pada jok mobilnya lalu kembali mengingat kejadian dan alasan ia harus bertindak cepat.

Kyuhyun menyampirkan jasnya dibahu kanannya, ia akan bersiap – siap untuk kekantor sekarang. Jabatannya adalah junior manager di kantor keluarga Jung. Sesekali ia mungkin berkunjung keperusahaan Kim, Hwang dan Joo untuk memberikan masukan – masukan bagi kemajuan perusahaan. Pekerjaan sampingannya adalah membereskan masalah negara. Ia bertindak dengan sangat rapi, tidak seorang pihak keamanan pun dapat melacaknya. Selain itu dirinya juga dalam perlindungan pemerintah mengingat ia bekerja untuk para pejabat itu dan ia juga bekerja untuk keluarga Seo Joo Hyun yang memiliki hubungan penting dengan pusat kepemerintahan Korea Selatan.

“Kyuhyun, Nyonya besar Jung datang untuk bertemu dengan mu”

Kyuhyun hanya memberikan anggukan dengan tenang ketika Donghae, kakak sepupunya, datang kekamarnya untuk menyampaikan berita barusan. Berbeda dengan Kyuhyun, Donghae hanyalah seorang pengusaha muda yang biasa saja. Kyuhyun segera turun untuk menemui Nyonya Jung diruang tengah.

Ia membungkukan tubuhnya ketika menjumpai Nyonya Jung yang tengah menikmati minuman yang disajikan salah satu maid dari kediaman Kyuhyun. Nyonya Jung meliriknya sekilas lalu menyuruhnya untuk duduk dihadapan wanita tersebut.

“Kyuhyun, aku tahu kau sama sekali belum bertindak kan?”

Kyuhyun hanya diam.
Ia tidak bisa bertindak dengan benar, hatinya terasa gamang. Jessica, Tiffany, Taeyeon dan Seohyun sudah seperti adik perempuannya sendiri yang harus ia lindungi setiap saat sejak mereka masih kecil. Ia tahu kebebesan ke –empatnya berada diluar keluarga mereka. Ia tahu bagaimana menderitanya ke –empat gadis itu ketika berada didalam kediaman mereka masing – masing.

“Kenapa kau tidak mencari mereka? Mereka adalah harta yang sangat berharga”
“Maaf, Nyonya Besar Jung”
“Bukan kata maaf yang ingin ku dengar”

Kyuhyun memutuskan untuk diam. Lagipula ia tidak tahu harus bicara apa dan mencari alasan apa. Otaknya terasa buntu saat itu.

“Dapatkan mereka, bawa mereka kembali. Kalau perlu habisi laki – laki yang membuat mereka membangkang seperti ini. Jika kau tidak mencari mereka, maka aku akan meminta orang lain untuk melakukannya. Dan jika mereka gagal, keluarga mu yang akan menjadi taruhannya. Keluarga besar Cho. Keluarga butler yang terhormat akan berakhir disini dan kau tidak ingin orang – orang itu bertindak kasar pada gadis – gadis yang sudah kau anggap adik kan?”

Kyuhyun mengepalkan tangannya. Buku – buku tangannya memutih dan rahangnya mengeras. Ia marah. Namun ia tidak bisa berbuat apa – apa. Ia mengutuk dirinya secara diam – diam. Ia tidak bisa memilih dan tidak ingin memilih. Namun jika ia tidak memilih maka hal yang buruk akan terjadi pada orang – orang disekelilingnya. Perubahan takdir ada ditangannya dan ia membenci hal itu.

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Ia langsung menatap lurus kedepan. Lelaki bernama Kai itu baru saja keluar dari apartemen tersebut. Ia bisa melihat ada seorang gadis dibelakangnya, ia yakin gadis itu adalah Tiffany. Kai langsung menelepon orang – orangnya untuk mencegat mereka.

Kai tersentak ketika ada sekitar lima orang dengan jas hitam menghalangi jalannya. Pegangan tangannya pada Tiffany menguat. Perasaannya menjadi tidak baik. salah satu dari lelaki berjas hitam itu melangkahkan kakinya dengan perlahan kehadapan Kai.

“Serahkan Nona Muda Hwang pada kami!”
“Hwang? Maaf, mungkin anda salah orang”

Kai bisa merasakan telapak tangan Tiffany dalam genggamannya berkeringat dingin. Tiffany memakai topi dan sebuah wig pendek. Berharap tidak ada yang mengenali gadis itu. Namun ia salah ketika ia melihat Kyuhyun keluar dari mobil hitamnya.

“Kim Jong In, sudah lama sekali kita tidak bertemu”
“Hyung?”

Kali ini Tiffany benar – benar takut. Kyuhyun bukanlah orang yang mudah dikelabui dan ia benar – benar dalam keadaan gawat sekarang. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya lalu mengulurkan tangan kanannya. Kai menyambutnya dengan ragu lalu dengan cepat melepaskan jabatan tangan itu.

“Aku tahu Tiffany bersama mu”
“Tiffany noona tidak ada bersama ku. Dan aku ada urusan dengan kekasih ku. Mian!”

Kyuhyun langsung menghalangi langkah Kai dengan tangannya. Ia tersenyum kecil lalu tiba – tiba saja ia menarik rambut palsu yang dikenakan Tiffany. Wanita itu memekik pelan karena terkejut, Kai langsung menarik tangan Tiffany dan membuat gadis itu berlindung dibelakang tubuhnya.

“Kai, serahkan Tiffany kepada ku”
“Hyung akan membawanya pulang kan?”
“Tentu saja! Keluarganya mengkhawatirkanya, Kai”

Tiffany langsung memegangi bahu Kai dan air mata menggenangi matanya. Ia tidak ingin kembali kesana. Ia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang meski tidak semewah bersama keluarganya setidaknya adanya Kai sudah cukup baginya.

“Kai, aku tidak punya banyak waktu”

Kyuhyun semakin menekankan setiak kata – kata yang ia ucapkan. Kai langsung berlari menarik Tiffany bersamanya namun sekumpulan orang – orang berjas tadi dengan sigap menghalanginya. Salah satu dari mereka mengeluarkan pisau lipat. KKai bisa menghindar dengan cepat dan mengambil pisua tersebut kedalam genggamannya.

“Jangan mendekat, atau kalian akan terluka” ucap Kai dengan lantang.

Kyuhyun menghela nafas berat. Ia tidak tahu akan sampai sejauh ini. Namun misinya hanya satu sata ini, membawa Tiffany pulang bersamanya.

“Kai?”
“Hyung… Tidak akan pernah… Aku tidak akan pernah melepaskannya lagi”
“Kai, tapi kau harus mengerti keadaannya”
“Aku sudah mengerti hyung, aku tidak akan kalah dan ketakutan seperti dulu lagi”
“Kai, kau tidak mengerti!”

Tiffany sudah menangis. Ia bisa merasakan Kai mempererat pegangannya pada lengannya. Ia benar – benar takut sekarang. Ia tidak ingin lagi berpisah dengan Kai apalagi dalam keadaan seperti ini.

Kai terus berusaha melangkah jauh meninggalkan orang – orang itu dan Kyuhyun namun Kyuhyun semakin melangkah dan mendekat. Kai yang panik langsung mencoba menusuk pisau itu kearah Kyuhyun.

“Mian hyung!” ucapnya pelan lalu dengan cepat ia mencoba menghunuskan pisau itu.

Tiffany menutup matanya. Namun entah kenapa ia merasa kalau pegangan Kai semakin melemah. Tiffany membuka matanya. Posisi Kai dan Kyuhyun masih sama, seperti sedang berpelukan dengan pisau diantara perut mereka.

“Kai, maafkan aku. Aku tidak menyangka bisa sampai sejauh ini” ucap Kyuhyun.

Ternyata gerakan Kyuhyun jauh lebih cepat daripada Kai. Kai ambruk diaspal. Tiffany menangis dengan kencang melihatnya. Ia meraih tubuh Kai kedalam pelukannya. Kyuhyun langsung menarik tangan gadis itu dengan kasar.

“Urus lelaki ini!” perintah Kyuhyun.

Orang – orang langsung bergerak mengerubungi Kai. Kai menatap Tiffany sambil menggeleng dengan lemah. Tiffany berusaha memberontak namun tenaga Kyuhyun jauh lebih kuat. Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan yang sudah ia lumuri obat bius lalu membungkan mulut dan hidung Tiffany dengan itu. Mmebuat gadis itu pingsan.

“Hyung jebal…” rintih Kai menahan rasa sakit.
“Kai, setidaknya kau sempat merasakan beberapa hari bersamanya kan?”
“Hyung… bukan… itu…”

Nafas Kai semakin tersenggal – senggal. Ia berusaha meraih Tiffany yang kini sudah pingsan dan berada didalam gendongan Kyuhyun. Kai berusaha bicara meski rasanya kesadarannya semakin hilang karena darah segar yang terus keluar dari tusak pisau tersebut. Kyuhyun masih menunggu Kai untuk menyelesaikan kata – katanya.

“Hyung… Tiffany noona… calon… anak… kami…”

Kai langsung kehilangan kesadarannya. Kyuhyun membeku. Orang – orang berjas itu langsung membawa Kai pergi sednagkan Kyuhyun membawa Tiffany masuk kedalam mobilnya. Ia masih berusaha berfikir mengenai kata – kata Kai tadi. Anak kami? Apakah Tiffany dan Kai sudah melakukan sesuatu? Lalu apakah Kyuhyun basru saja membuat seorang anak akan lahir tanpa ayah?

**

Lay sedang duduk diruangannya, menunggu orang bayarannya untuk mengabarkan soal keberadaan Taeyeon saat ini. Ia sesekali memainkan pulpen yang ada didalam genggamannya.

#toktoktok

Pintu ruangannya terbuka dan seorang pria paruh baya memberikan sebuah amplop cokelat padanya. Ia tersenyum sekilas lalu memberikan kode pada orang terrsebt untuk kembali meinggalkan ruangannya. Ia membuka ampol itu dan membaca isinya.

“Do Kyung Soo”

… TBC

9 comments

  1. lestrina · February 4, 2013

    Kejam bgt keluarga jung, Mrka memerintahkan utk membawa jessica, tiffany, seohyun n taeyeon. Tiffany hamil anak kai ya…
    Kyuhyun ga tega jg ngelakuin smua…makin seru n jd deg2 baca part ini.lanjut ya

  2. sabrina anugrahi · February 4, 2013

    Chinguuu !!!,! ANDWEEEE !!,!!
    Kai gak boleh matiii….
    ANDWEEEEEEE

  3. jung · February 4, 2013

    Thor kainya jgn matii!!
    Ditunggu ya part selanjutnya;)

  4. Ichen eonni!!! Kai kaga boleh mati! Tapi Fany harus tetep sama Chanyeol!! ^^
    Kris harus tetep ma Sica!!!!!!😄
    Next part eonni~~ Aku tunggu ^^

  5. misskkab · February 7, 2013

    Makin complex aja si ,kasian bnget para nona muda ,kyu kejam bnget😦
    Cpet apdet thor

  6. @mickeytichoes · February 15, 2013

    Andwe kai😦 dia tdk akan mninggal kn? Tifanny hamil ya? Omo
    kyu knp kau kjam skli

  7. jongsek · February 16, 2013

    kai mati -_- dohh

  8. catherineyang · June 7, 2013

    kyya! knpa kluaraga jung jahat ama kyuhyun pake ngancam..u.u mana kyuhyun oppa yg baik? hua! *mukul kyuhyun#plak
    makin seruuuuu!! haha~

  9. Aan's L-hope · November 2, 2014

    3 couple udah mulai ketahuan tinggal couple seohun ajah nih… emank fanny hamil gtu(?)
    wahhh… wahhh… Kyu Jngan Main Kasarrr !!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s