Immortal and Meetings Because Of Fate

immortal3

Title
Immortal and Meetings Because of Fate

Author
Ichen Aoi

Cast
Jung Soo Yeon (Jessica)
???
Wu Yi Fan (Kris)
Lu Han
Park Chanyeol

Other Cast
Kim Hyo Hyeon
Lee Sun Kyu (Sunny)
Kim Jong Dae

Length
Series

Genre
Mystery, Fantasy, Romance

Rating
General

Backsound
L’s Theme by Yoshihisa Hirano and Hideki Taniuchi (ost. Death Note)
link download

Disclaimer
This story is MINE

Note
DONT COPY and PASTE! Take out with FULL credit. Dont bashing!!

Attention
Jangan baca tanpa backsound. Karena kalian akan mengerti kondisi dan perasaan tokoh ketika kalian membacanya sambil mendengarkan backsoundnya.

Other Series
The Rice of The Prince

..

.

Takdir tidak bisa dilawan termasuk oleh makhluk itu

..

.

Malam ini Jessica memilih untuk berada jauh dari ruang penyimpanan. Ia tidak ingin bertemu dengan makhluk menyeramkan itu lagi. Masih terpeta jelas olehnya kulit pucat tanpa darah dan bola mata yang menyeramkan muncul dari dalam peti mati tersebut. Namun satu hal yang mengganggu pikirannya, sebuah lambang yang terukir dipermukaan peti matti tersebut.

“Aku harus bagaimana?” bisiknya setengah frustasi.

Jessica benar – benar tidak tahu harus berbuat apa. Ia tidak ingin berurusan dengan peti mati itu namun seolah ada yang menariknya untuk mengetahui lebih dalam. Ukiran itu.

“Sica?”

Jessica tersentak kaget. Ia mengutuk Chanyeol yang kini berdiri dibelakangnya sambil menyunggingkan senyum innocent yang dibuat – buat. Bertemu dengan Chanyeol sama saja dengan munculnya gangguan lainnya.

“Kenapa kau berada disini?”
“Semakin hari kau semakin galak saja, noona”

Chanyeol terkekeh kecil sedangkan Jessica memandanginya dengan tidak mood. Ia tidak begitu suka dengan sifat Chanyeol yang kadang bisa jadi sangat merepotkan.

“Kau mau apa?” tanya Jessica sekali lagi.
“Aku hanya ingin bilang kalau ku rasa apa yang kau katakan tentang peti mati itu tidak sepenuhnya salah”

Jessica langsung berbalik dan menatap Chanyeol dengan heran. Selama ini tidak ada yang percaya dengan segala macam cerita fantasi, yang menurutnya nyata, bahkan Luhan sekalipun. Namun kali ini Chanyeol mengatakan hal yang sama sekali tidak ia duga sebelumnya.

“Kenapa? Kau heran aku bicara seperti ini?”

Jessica masih menatap Chanyeol dengan tidak percaya. Ia sama sekali tidak percaya hal serius semacam itu keluar dari mulut Chanyeol. Lelaki itu melangkahkan kakinya semakin dekat, entah kenapa Jessica merasa kakinya terpaku ditempat.

“Apa kau tertarik dengan ukiran yang mirip seperti ini?”

Chanyeol menunjukkan telapak tangannya didepan Jessica dan ada sebuah lambang aneh disana seolah terpatri jelas pada kulit Chanyeol. Jessica memandanginya dengan tidak percaya, lambang yang ada ditelapak tangan Chanyeol sangat mirip dengan ukiran dipeti mati itu.

34

“Kau…”

Jessica menatap Chanyeol dengan tidak percaya terlebih ketika sekilas ia bisa melihat bola mata lelaki itu menjadi merah, semerah darah. Tubuhnya dalam sekejab menggigil. Ia butuh pertolongan, ia butuh Luhan sekarang juga.

“Lu…” bisiknya lemah.

Chanyeol meraih tengkuk Jessica.

#bruk!

Pintu ruangan tersebut terbuka. Chanyeol dan Jessica menoleh kearah pintu lalu mendapati Luhan berdiri disana dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ia langsung menarik tangan Jessica, menyembunyikan gadis itu dibelakang tubuhnya.

“Kau mau apa?” desis Luhan sambil menatap Chanyeol dengan kemarahan yang begitu terlihat.
“Well, aku hanya sedikit bercanda tadi dan… telinga mu bekerja lebih dari yang diinginkan”

Chanyeol melambaikan tangannya dengan santai kearah Luhan yang kini berdiri tepat didepan Jessica. Gadis itu menggenggam erat ujung baju yang dipakai Luhan. Perasaannnya mulai membaik dan semakn tenang jika Luhan berada didekatnya. Mungkin jika semua hal didunia ini hilang, ia hanya butuh Luhan disampingnya.

**

Kris mengambil beberapa berkas – berkas penelitiann yang sudah dikerjakan Sunny dan Chen semalaman. Ia mengoreksinya dengan telaten lalu terlihat sedang memberi tanda dibeberapa bagian kalimat dalam kertas – kertas itu.

Menit kemudian ia menghela nafas lelah, pandangannya terarah lurus keluar jendela. Selama ini kebijakan yang ia ambil selalu tepat dan sudah menjadi hal yang biasa jika Jessica maupun Luhan menolak keinginannya namun kali ini terlalu berlebihan.

“Apa keputusan ku kali ini salah?”

Ia bicara pada dirinya sendiri sambil memainkan pena yang berada dalam genggamannya. Namun sesuatu mengganggu pikiranya, bohong jika ia tidak merasa khawatir dan buta jika ia tidak melihat ukiran pada peti mati itu yang sejak awal menarik perhatiannya.

#krak!

Pulpen dalam genggamannya patah ketika sebuah kilasan kejadian kembali menguak didalam pikirannya. Kali ini ia tidak akan kalah maupun mengalah oleh takdir. Ia merasa kalau dirinya bisa merubah takdir kapan pun ia mau semudah ia mengendalikan semua orang atas dasar keinginannya.

**

Jessica bangun dari tidurnya. Ia melirik ponselnya dan ini sudah lewat tengah malam. Ia tidak bisa tidur nyenyak karena sikap Chanyeol dan lambang ditelapak tangan lelaki itu mengganggu pikirannya. Ia tidak bisa tidur karena peti mati itu dan semua yang berhubungan dengannya. Jessica menatap kearah Luhan yang tertidur disampingnya sambil menggenggam tangannya dalam posisi duduk.

“Tidak seharusnya aku membuat mu khawatir seperti ini, Luhan” bisik Jessica pelan.

Jessica dengan perlahan melepaskan genggaman Luhan. Ia melakukannya dengan hati – hati agar lelaki itu tidak bangun dari tidurnya. Ia berhasil. Jessica megambil selimut dan menutupi tubuh Luhan yang hanya berbalut dengan pakaian santainya tersebut.

“Maaf, tapi rasa ingin tahu ku mengendalikan ku” bisik Jessica pelan.

Jessica pun keluar dari kamar tersebut dengan perlahan tanpa menimbulkan bunyi sama sekali. Diluar dugaan, Luhan membuka matanya dan menatap pintu yang baru saja ditutup kembali oleh Jessica. Entah kenapa bola mata lelaki itu bercahaya biru terang namun hanya untuk beberapa detik saja sebelum kembali kewarna normal.

“Kau terlalu banyak ingin tahu, Jessica Jung. Dan aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkan mu”

**

Jessica kembali keruangan itu namun kali ini ia tidak sepenuhnya menutup pintu ruangan tersebut. Ia mengganjalnya dengan sandal kamar yang ia pakai. Ia kembali berdiri dihadapan peti mati itu. Tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.

“Mungkin kemarin hanya ilusi ku saja”

Jessica tersenyum dengan lega dan berbalik namun ia terkejut ketika pintu dihadapannya tertutup dengan sendirinya, ia sedikit terkejut lalu berusaha menenangkan pikirannya sendiri.

“Hanya angin” bisiknya pelan.

Namun detik berikutnya ia bisa merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh pergelangannya. Jessica melirik dengan takut – takut lalu ia bisa melihat ada tangan pucat yang menggenggam pergelangan tangannya. Ia ingin berteriak namun lagi – lagi suaranya hilang entah kemana.

“Bukan, itu kekuatan ku” bisik suara dingin dibelakang Jessica.

Gadis itu melemas lalu ambruk terduduk kelantai. Lelaki asing pucat itu kini berdiri dihadapan Jessica dengan pakaian ala pangeran yang sedikit berdebu. Jessica sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menatap wajah orang tersebut, lagipula sekujur tubuhnya terlalu kaku untuk bergerak. Ia butuh Luhan untuk menyelamatkannya. Hanya itu yang bisa ia ingat sekarang. Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja.

“Kau tidak perlu mengharapkan lelaki itu karena ia tidak akan datang. ia tidak akan mengetahui keberadaan mu selama kau bersama ku”

Lelki itu mengulurkan tangan dingin nan pucatnya untuk membantu Jessica berdiri namun gadis itu sama sekali tidak merespon sehingga lelaki tersebut terpaksa sedikit berlutut dihadapan Jessica dan meraih tangan gadis itu yang kini basah karena keringat dingin.

“Aku bersama mu”

Jessica menatap wajah pucat didepannya. Akhirnya ia bisa bergerak, ia menggelengkan kepalanya. Ia ingin segera pergi dari sana. Seharusnya ia tidak keluar secara diam – diam. Seharusnya ia tidak bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Luhan. Seharusnya ia tidak melakukan apapun.

“Apa kau adalah gadis yang ada dalam surat takdir kuno itu?”

Jessica sama sekali tidak bicara sepatah kata pun. Ia tidak tahu dan ia tidak mau tahu. Yang ia inginkan adalah pergi dari tempat itu sekarang juga. Namun tampaknya lelaki pucat itu sama sekali tidak terpengaruh dengan sikap Jessica. Ia mencium punggung tangan Jessica dengan lembut, untuknya, namun bagi Jessica ia merasakan kulitnya seperti terbakar karena dingin yang menyengat.

“Aku tahu kau tidak akan biara sepatah kata pun kan?”

Lelaki itu terrtawa nyaring lalu ia mengayunkan tangannya didepan wajah Jessica, membuat gadis itu tertidur dalam ketakutan.

**

“Sica?! Jessica?!”

Luhan langsung mengambil tubuh Jessica yang tergeletak begitu saja didepan kamarnya. Ia menyesal karena semalam tidak mengikuti gadis itu secara diam – diam. Kris datang dari ujung lorong dan melihat apa yang terjadi. Ini sudah beberapa kali kejadian aneh menimpa gadis itu.

“Ada apa ini?”
“Jessica pingsan didepan pintu kamar”

Sunny, Chen dan Hyoyeon langsung berlarian untuk mengecek kondisi Jessica. Sedangkan Chanyeol hanya melangkahkan kakinya dengan santai sambil tersenyum singkat. Ia sudah memperingatkan gadis itu, hanya saja dugaannya benar. Jessica tidak akan menang dari rasa ingin tahunya.

Kris menatap sekelilingnya lalu menatap tajam kearah Chanyeol. Entah kenapa sejak awal ai merasa ada yang aneh dengan teman sekelompoknya itu. Bahkan ia sangat antusias ketika Kris memutuskan untuk membawa peti mmati itu bersama mereka.

“Apa ada yang kau ketahui?” tanya Kris setengah berbisik kepada Chanyeol.

Chayeol menaikkan kedua alis matanya lalu mengangkat kedua bahunya. Kris bisa merasakan ada tatapan tajam lainnya yang terhunus dari Luhan. Sorot matanya yang biasa tenang kini berubah seperti memancarkan kemarahan yang luar biasa. Dan ini pertanda kalau ada masalah serius disini.

“Luhan dan Chanyeol, temui saya malam ini diruang penyimpanan” putus Kris pada akhirnya.

**

Jessica masih dia membisu. Ia sudah sadar namun tidak sepenuhnya sadar, begitulah. Pandangannya kosong dan ia hanya diam diatas tempat tidurnya. Luhan merapikan rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu.

“Jessica, kau bersama ku sekarang” bisik Luhan dengan lembut.

Jessica merespon.
Pandangannya beralih menatap Luhan yang duduk disamping tempat tidurnya. Hyoyeon, Chen dan Sunny berdoa dalam hati semoga teman mereka baik – baik saja. Sedangkan Chanyeol memilih untuk mencari udara segar diluar. Kris sendiri sibuk dengan pekerjaannya.

“Lu… Ada sesuatu dengan peti mati itu. Pemiliknya seorang lelaki pucat”

Jessica merubah posisi tidurnya menjadi duduk lalu memeluk Luhan dengan tubuhnya yang menggigil. Tatapan Luhan tiba – tiba saja menjadi dingin. Ia menepuk – nepuk punggung gadis itu dengan lembut.

“Aku mengerti” jawab Luhan pada akhirnya.

Hyoyeon, Sunny dan Chen menatap keduanya dengan kebingungan.

“Apa sebenarnya yang kalian ketahui dan tidak kami ketahui?” tanya Hyoyeon pada akhirnya.

Luhan memberi kode dengan tangannya agar mereka tidak bertanya lebih banyak karena ia akan menjelaskannya diluar. Ketiganya mengerti lalu beranjak pergi keluar kamar tersebut. Lalu tanpa sengaja tatapan Luhan terarah pada punggung tangan Jessia yang membiru.

“Dia telah melakukan sesuatu pada mu?”
“Dia hanya mencium punggung tangan ku”

Luhan meraih tangan Jessica tersebut lalu mengusapnya dengan pelan dan kini warna kulitnya kembali seperti semula. Luhan menyadari kalau pertemuan karena takdir yang sudah tertulis akan terjadi sebentar lagi namun ia tidak pernah menyangka kalau Jessica akan terlibat didalamnya.

..

Siapakah sebenarnya immortal atau manusia abadi dalam kisah ini?
Silahkan berspekulasi dengan keinginan dan harapan kalian ^^

next backsound : Near’s Theme by Taniuchi Hideki (ost. Death Note) download link

7 comments

  1. siwi · February 6, 2013

    semua terasa misterius….
    tidak bisa di tebak….
    aku jadi penasaran,tengah malam,setiap tanggal ganjil menanti ff ini muncul…
    tetap semangat… FIGTHING!!!
    gambar lambangnya keren,,,apa author membuatnya sendiri??

  2. jung · February 6, 2013

    Keren ffnya thor
    Ditunggu part selanjutnya
    Fighting thor;;))

  3. putri luhannie · February 6, 2013

    Daebakk😀 cerita nya seru + bikin penasatan (´⌣`ʃƪ)
    .
    ǍƘυ̲̣̥ pengennya sih luhan yg jadi immortal nya (´⌣`ʃƪ) tpi wlaupun bukan luhan ǍƘυ̲̣̥ tetep ska sama ni cerita (´⌣`ʃƪ)

  4. Aeji Lim · February 7, 2013

    KAPAN LANJUTANNYA OHMYGOD?

  5. eonni!! FF mu terlalu keren!
    next part!!!!!😄

  6. nira · July 27, 2013

    eonni ff in seru bangget,penuh k misteriusan n bkin pnasaran..
    Next aaah..

  7. raesun · December 25, 2013

    author, kau berhasil membuatku penasaran dengan fanfictionmu ini :v
    apa seseorang yang mencium punggung tangan jesica itu vampir?
    lalu sebenarnya luhan, chanyeol dan kris itu apa? siapa mereka? ._.
    fighting author. ff mu benar benar membuatku bingung. aku mendukungmu. lanjutkan atuhor😉

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s