[Freelance] Miracle Of The Stars

424464_113965515447675_768752103_n

• Title : miracle of the stars
• Author : kyuteuk
• Main cast : cho kyuhyun & lee yong jin
• Genre : romance
• Length : one shoot
• Rated : PG-17

Til now, the time without you in my life was full of darkness
But ever since I’ve met you, my life’s been like a dream
I felt the miracle, it was you

Life couldn’t get better
I’ll hold you in my arms and fly
We’ll fly towards the blue moon

Gadis berambut hitam bergelombang yang di biarkan terjuntai angkuh itu tengah menatap hitamnya langit yang di hiasi bintang di sekitarnya. Sinarnya yang indah tampak mentupi warna awan yang tampak gelap.

Gadis itu memeluk erat kedua lututnya. Kepalanya tetap mendongak tanpa sedikit pun bergerak. Matanya dengan liar mengikuti setiap gerak bintang. Tiupan angin musim dingin yang menusuk kulit indahnya sama sekali tidak dapat mengalihkan aktifitasnya.
Bintang. Benda dan kata yang sangat Lee Yong jin sukai. Bintang, satu objek yang membuatnya berubah. Membuat hari-harinya jauh lebih cerah. Sinar dari ‘Sang Bintang’ yang selalu membuatnya memancarkan setiap lengkukan indah di bibir yang terukir indah melambangkan kecintaannya akan ‘sang bintang’. Bila malam tiba dan para bintang bermunculan. Yong jin akan duduk di sebuah kursi yang telah di siapkan di Balkon kamarnya. Dari tempat itu dia dapat melihat ribu, puluhan, bahkan jutaan bintang berserakan di langit.
Namun, senyuman itu akan menghilang begitu saja saat sang bintang tidak menampakkan wujudnya. Wajah ceria itu sontak akan berubah. Gadis itu akan tetap duduk dengan kepala yang di tundukkan tanpa mau memandang langit. Dan secara perlahan tetesan bening akan membasahin kedua pipi itu. Gadis itu akan menangis.
Itulah yang kini yang selalu menyelimuti gadis berumur dua puluh tahun ini. Tanpa senyuman, tawa, ataupun ekspresinya yang lain. Semua itu hilang seakan di bawa pergi. Semua hilang saat ‘ Sang Bintang ‘ benar-benar pergi darinya.

****

Yong jin berlari riang menghapiri pria bertubuh jakung yang berada di balkon kamarnya sambil memegang teropong hadia ulang tahun ke-23. Pria betubuh jakung berbadan tegap yang memiliki warna tubuh sebening bayi itu membungkkukan badannya untuk menyamakan tinggi badannya dengan teropong miliknya itu lalu menepelkan sebelah matanya pada lensa teropongnya. Dari situ ia dapat melihat dengan jelas keindahan bintang yang diaguminya.
” Oppa ! ” Sapaan itu sontak membuatnya menegakkan tubuhnya lalu membalikkan badan. Senyuman indah pun terukir di bibirnya.
” Apa yang sedang kau lakukan? Itukah hadiah ulang tahunmu? ” Pria itu hanya menganggu sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Senyuman indah itu masih tergambar jelas.
Gadis itu mendekat, menghampiri teropong milik pria tersebut.
” Waaahh, aku yakin ini barang mahal yang Appamu belikan untukmu, ” decak gadis itu kagum. ” Selain video games mu itu. ” Ucap Yong jin melanjutkan yang kini mendapatkan reaksi berbeda dari pria itu.
” Tentu saja video games itu yang termahal. Tidak ada yang lain di dunia selain itu. ” Ucapnya sedikit sombong. Tetapi, Yong jin hanya membalasnya dengan tatapan tidak percaya sambil mengelengakan kepalanya. Lalu meletakkan sebelah matanya pada lensa teropong. Seperti pria tersebut.
” Waaahh, indah sekali, ” ucapnya takjub. ” Kau bisa melihatnya lebih dekat melalui benda ini. Aku menyukainya. ”
Pria itu tertawa kecil melihat tingkah gadis yang selalu berada di sampingnya selama dua tahun ini. Ketidak kesengajaanlah yang mempertemukan mereka yang membawa Kyuhyun menyatakan, bahwa diri jatun cinta pada pandangan pertama saat dirinya menatap mata indah milik Yong jin. Pria itu menghampiri gadis itu. Berdiri di sampingnya.
” Indah bukan? ” Tanyanya pada gadis itu. Yong jin hanya mengangguk tanpa menoleh. Ia tetap terfokus pada objeknya.
” Itu sagitta. Objek yang sangat aku sukai. Dia itu adalah salah satu rasi dari delapan puluh delapan diantaranya. Sagitta adalah panah. Dia adalah rasi ketiga. Rasi yang tampak gagah dan indah di mataku. Panah yang angkuh dan gagah itu membuatku tergila-gila padanya. Keindahan yang tak pernah membuat ku muak. ” Jelasnya membuat Yong jin membalikkan badan dan menatapnya.
” Rasi? ” Tanya Yong jin dengan kerutan di keningnya.
” Iya, rasi. Yang biasa kita sebut bintang. ” Jelas pria itu singkat. Yong jin mengangguk paham lalu, kembali menempelkan sebelah matanya pada lensa teropong tersebut.
” Apa yang membuatmu menyukai bintang? Apakah bintang jauh lebih menarik daripada video gamesmu itu? ” Gumam Yong jin yang masih fokus pada objeknya. Bintang itu sangat indah. Benar-benar indah.
Yong jin meringis pelan sambil mengusap kepalanya yang mendapatkan pukulan kecil dari pria yang berada di belakanngnya. Yong jin membalikkan tubuhnya. Menatap pria itu dengan kedua tangan di pinggang.
” Yak !! Apa yang kau lakukan? ” Jeritnya kesal. Pria itu melangkah menuju teropongnya. Menggantikan posisi Yong jin.
” Aku akan selalu setia pada mainan itu. Walaupun aku sangat menyukai bintang, ” ucapnya mantap. Kecintaannya pada video gamesnya tidak akan pernah hilang sampai kapan pun.
” Kau yakin? ” Tanya Yong jin meremehkan. Ada nada mengoda di dalamnya.
” Tentu saja. Aku yakin. Sangat. Sangat yakin. Aku juga mempunyai alasan mengapa aku menyukainya. ”
” Apa? ” Tanya Yong jin sambil mengikuti pria itu menuju sofa empuk yang berada di pinggir tempat tidur pria tersebut. Lalu menjatuhkan diri diatasnya.
” Kau bisa merasakan semua. Dengan bintang kau bisa berbagi dengannya. Di setiap malam jika kau kesepian dan jika kau menatapnya duduk di antar mereka kau pasti merasa tenang. Dengannya juga kau bisa melampiaskan segala macam perasaanmu. Tapi di saat langit tidak mendukung mereka untuk menapkan diri. Tidak mendungkung mereka untuk memberikan sinar kebahagiaan itu. Mereka tidak akan muncul. Tidak akan menampakkan diri mereka. Dan itu akan membuat ku sedih. ”
Yong jin mengangguk mngerti mendengarkan penjelasan panjang dari pria tersubut.
” Oppa, Kyuhyun oppa, ” ucapnya mengalihkan pandangan Kyuhyun.
” Aku akan menjadi bintang mu yang akan selalu bersinar. Aku akan selalu ada di dekatmu dalam keadaan apapun. Dan selalu menyayangimu ”
Kyuhyun melemparkan senyumannya pada Yong jin. Perlahan tangan itu menjalar menggenggam tangan mungil Yong jin.
” Aku juga akan menjadi bintangmu yang akan selalu berada di sampingmu. Menjagamu. Dan selalu mencintaimu, ”
Kyuhyun menggenggam tangan itu menuntunnya samapai balkon kamarnya. Tangan kanannya menunjuk ke arah langit yang menujunk sagitta bintang yang paling bersinar. Bintang yang sangat di sukainya.
” Dan jika aku tidak berada di sampingmu. Jika suata saat nanti aku tidak bisa menjaga dan berdiri tegak di dekatmu. Aku harap kau bisa menatap bintang itu. Menggantikanku. Kau juga bisa mengucapkan permohonanmu. Membuatnya menjadi nyata. ”
Yong jin menatap Kyuhyun dalam. Tatapan penuh arti yang mengisyarat untuk Kyuhyun menghentikan ucapannya. Di letakkan jari telunjuknya pada bibir Kyuhyun. Menghentikan setiap ucapan yang keluar dari mulutnya.
” Aku tidak memerlukan bintang itu. Aku hanya membutuhkanmu. Selagi kau ada di sampingmu. Aku akan selalu menatapmu. Memohon pada tuhan agar kau dan aku akan bersama untuk sekarang, besok, dan selamanya. ”
Kyuhyun menarik Yong jin dalam dekapannya. Merengkuh gadis itu dalam dadanya yang hangat.
” Selamanya, akan tetap seperti ini. ” Gumam Kyuhyun yang di balas anggukan kecil dari Yong jin yang berada dalam pelukannya.
Selamanya dan tidak ada kata akhir diantara kita, batin Yong jin.

*****

Yong jin duduk di balkon kamarnya sambil memeluk kedua lututnya. Kepalanya di dengakkan menghadap langit. Gadis itu semakin menyukai bintang semenjak kepergian Kyuhyun ke Amerika. Tempat ini pula menjadi, tempat favoritnya selama ini.
Gadis itu selalu memandang langit, menatap bintang yang bersinar dengan indahnya. Mencoba menghilangkan rasa rindunya.
Kyuhyun, pria yang kini di anggapnya bodoh karena tidak memberi tahunya kepergiannya ke Amerika. Tidak mngizinkannya menghantarkannya sebelum pergi ke tempat yang paling di inginkannya untuk melanjutkan pendidikan. Dan bodohnya pria itu hanya mengirimkan surat singkat yang membuat Yong jin kesal.

Yong jin hanya bisa menggerutu kesal membaca sepucuk surat singkat tersebut. Di saat hari pertama itu Yong jin hanya bisa diam di kamarnya tanpa melakukan apapun. Tidak ada yang bisa di lakukannya tanpa ada sosok Kyuhyun di dalam setiap waktunya. Kyuhyun bagaikan obat terlarang yang mematikan untuknya. Obat terlarang yang menghipnotisnya untuk selalu berada di dekan Kyuhyun setiap saat dan setiap waktu. Dan di saat pria itu tidak ada. Dia bagaikan orang bodoh yang terlahir di dunia.
Namun, gadis itu selalu ingat kalimat tiap kalimat yang di ucapkan Kyuhyun dua hari sebelum kepergiannya. Kalimat yang memintanya untuk menatap sagitta sang bintang yang dia sayangi.
” Oppa, aku akan selalu ada disini. Menunggumu ”

*****

Yong jin, melilitkan syal biru kesayangannya. Syal lambut pemberian Kyuhyun dua tahun lalu saat musim dingin. Dan kini di kenakannya pada musim yang sama. Musim terus berganti dalam dua tahun ini. Dan gadis itu tetap setia menunggu pria itu.
Yong jin melangkahkan kakinya menuju balkon kamarnya. Melakukan kegiatan yang di lakukannya hampir selama dua tahun ini.
” Oppa, apa kabarmu disana? Apa kau sehat? Kau makan banyak bukan di sana? Jaga pandanganmu disana. Aku tahu kau menyukai gadis asing. Tapi kau harus ingat kau mempunyai ku disini. Kau harus kembali dan menepati janji mu. ”
Gadis itu seperti orang gila. Selalu berbicara sendiri sambil menatap langit bertabur bintang. Gadis itu seolah meminta pada para bintang untuk menyampaikan ucapannya pada sosok Kyuhyun yang berada jau darinya.
Ada satu bintang yang menarik perhatian Yong jin. Bintang yang selalu bersinar dan kini menjadi bintang yang sangat dia sukai di antar bintang lainnya. Bintang yang kini menjadi, bintang yang dia dan Kyuhyun sukai.

****

Yong jin berjalan gontai menuju bangku di balkon kamarnya. Air matanya metes dengan derasnya. Ia tidak dapat menahannya. Berita buruk yang di dapatnya satu jam yang lalu membuatnya tidak bisa menghentikkan bulir-bulir air mata itu.
Yong jin duduk memeluk kedua lututnya sama seperti yang dilakukannya setiap malam. Perlahan gadis itu mendongakkan kepalanya menatap langit. Berharap malam ini langit di penuhi sang bintang. Namun, harapan itu hilang. Saat langit kosong tanpa ada apapun yang berada di sekitarnya.
Tanpa ada para rasi atau bintang yang biasa menemaninya. Para bintang seolah tahu apa yang terjadi. Para binta seolah merasakan kesedihan yang di rasakan Yong jin. Para bintang seolah tahu rasa perih yang di rasakannya.
Para bintang menghilang di saat ‘ Sang. Bintang ‘ sudah tak akan menerangi Yong jin. Para bintang menghilang saat ‘ Sang bintang ‘ tidak dapat menjaga dan berdiri dengan lantangnya di samping Yong jin.
Gadis itu menggelamkan kepala. Membungkuk. Ia tidak mempunyai keberanian untuk menatap langit. Ia tidak sanggup menatap langit yang kini tidak di temani para bintang. Yong jin terlalu lemah dan penakut.
Air mata itu terus mengalir di pipinya. Tidak akan ada yang dapat menghentikkannya. ‘ Sang Bintang ‘ telah pergi. ‘ Sang Bintang ‘ pergi di saat di ingin kembali bersamanya. ‘ Sang Bintang ‘ pergi di saat ia ingin menepati janjinya.
Sinar yang terpancar dari sebuah bintang yang bersinar terang membuat Yong jin mendengadakkan kepalanya. Entah apa yang membuatnya mendengadakkan kepalanya.
Sagitta bintang yang Kyuhyun dan Yong jin sukai itu menampakkan wujud. Bersinar terang tanpa di iringi oleh bintang lainnya. Dan tanpa ‘ Sang Bintang ‘ yang kini telah tiada.
Yong jin mengenggam kedua tangannya di depan dada mengahap Sagitta. Lalu, mejamkan mata. Ia teringat dengan kalimat yang pernah telontar dari mulut pria yang di cintainya.
” Aku tidak pernah meminta padamu. Aku juga selalu menyayangimu sebagai mana dia menyayangmu. Aku tidak akan meminta apapun darimu. Tapi kali ini aku mohon. Kembalikan ‘ Bintang ‘ ku, ‘ Bintang yang selalu menjaga dan berada di dekatku. Aku mohon. Hanya itu yang aku ingin kan. ”
Sagitta seakan mengerti. Dia berkelip sekali lalu, menghilang. Menghilang dalam pandangan Yong jin. Meninggalkan awan kosong tanpa ada apapun yang menghiasi.

*****
Yong jin tertidur lelap di atas bangku yang ada di balkon kamarnya. Tubuhnya yang kecil itu meringkuk di atasnya tanpa sehelai kain pun yang menyelimutinya di musim dingin.
Sosok pria membuka pintu kamar milik gadis itu yang menghasilkan decitan yang berasakl dari pintu kamar tersebut. Perlahan pria itu menghapiri Yong jin yang sedang terlelap dalam tidurnya. Wajahnya tampak kacau, kedua matanya pun tampak bengak.
” Yong jin-ah ! Yong jin-an! ” Suara berat itu terlontar menyebut namanya sambil menguncang tubuh mungilnya.
Sontak Yong jin membuka kedua matanya perlahan. Dan mendapatkan pandangan yang tidak terlihat jelas. Tetapi saat kedua mata itu terbuka seutuhnya, Yong jin membelakkan matanya lebar saat mendapatkan sosok yang sangat di cintainya duduk di hadapannya. Sosok ‘ Bintang ‘ yang sangat di cintainya.
Yong jin memeluk pria itu. Mendekapnya dengan penuh cinta. Dia tidak menyangka ‘ Sang Bintang ‘ itu kembali. Kembalu dalam pelukannya.
” Oppa, itukah kau? Kau telah kembali? ” Ucapnya parau tak percaya. Bulir-bulir air mata itu membasahi pipi. Bukankah dia telah pergi dan tidak akan pernah kembali? Yong jin terus bertanya-tanya dalam pikirannya. Namun, kegembiraan itu juga tidak dapt tertutupi akan hal tersebut.
” Ya, ini aku Yong jin-ah. Aku kembali menepati janjiku untuk menemanimu melihat para bintang bersama. Aku juga akan selalu ada di sini. Selamanya. ”
Yong jin semakin memperdalam pelukannya. Membenamkan kepalanya dalam dekapan hangat dari pria itu. Menghirup aroma tubuh yang tidak akan pernah hilang dari hidupnya. Sosok ‘ Bintang ‘ yang tak akan pernah hilang. Cho Kyuhyun.

****

Keduanya duduk bersama di bangku milik Yong jin yang berada di balkon kamarnya. Keduanya menatap langit dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Malam ini, para bintang kembali. Kembali bersinar menyinari gelapnya malam. Menghiasi langit yang gelap. Yong jin bersanda pada dada bidang Kyuhyun.
Sejenak ia memperhatikan langit dengan jelinya. Mencari sosok yang selama ini menemaninya. Sosok ‘ Bintang ‘ yang ia dan Kyuhyun sukai.
” Oppa, ” ucapnya sambil memabalikkan tubuhnya mengahadap Kyuhyun. ” Kau lihat sagitta? ” Tanyanya.
Kyuhyun menatap langit, mencari dengan liar sosok yang Yong jin cari. Dirinya baru menyadari bahwa sosok ‘ Bintang ‘ tidak menampakkan wujudnya belakangan ini.
Kyuhyun menggelang, ” aku tidak melihatnya Yong jin-ah. ”
” Kemana dia pergi? Aku sangat merindukkannya. Aku juga ingin mengucapkan sesuatu padanya. ”
Dahi Kyuhyun berkerut saat ia mendengar kalimat akhir yang terlontar dari mulut Yong jin. ” Sesuatu? ” Tanyanya.
Yong jin hanya mengangguk pelan tanpa mengucapkan sepatah kalimat pun. Ia bangkit dari posisinya. Melangkah menuju pinggiran balkon kamarnya yang di berpagar indah. Ia merentangkan tangannya, lalu menghirup udara yang berhembus di sekitarnya. Kini, semuanya kembali. Sang Bintang yang menjaganya telah kembali. Kembali menyinarinya, menjaga, dan selalu ada untuknya.
Namun, Bintang. Sang Sagitta tidak bisa memancarkan sinarnya menemani Yong jin di kala ia merasakan kesepian. Dan kini ia baru menyadarinya. Dia pergi hanya untuk Sang Bintang
Setetes air mata mendarat begitu saja di pipinya. Tetesan air mata yang tidak ingin di keluarkannya disaat kebahagiaan menyelimutinya. Yong jin tahu dirinya egois. Dia tahu dirinya serakah tidak puas dengan apa yang di dapatnya sekarang.
Gadis itu merasa kehilangan dan rindu yang mendalam akan Sagitta. Bintang yang akan selalu berada di dalam hatinya.

Kau yang terbaik dan terindah dalam hidupku. Kau membawaku Sang Bintang yang akan menjagaku dalam situasiku. Kau merelakan keberadaanmu demi mengembalikkan Sang Bintangku. Jika saja aku tidak mengenal sosok dirimu, mungkin aku akan mati jika Sang Bintang itu pergi. Aku menyayangimu, aku mencintaimu. Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih telah mengantikannya disaat di tidak beerada di sisiku. Terima kasih telah mengembalikannya dan menggantikannya dengan dirimu. Terima kasih.
Aku akan selalu menjaganya untukmu.

Pria itu melangkah mendekati Yong jin, lalu mendekapnya dari belakang. Merasakan aroma tubuh Yong jin. Lalu, membisikan satu kalimat yang membuat bibir indah itu membentuk sebuah lengkungan.
” Saranghae ”

END

Annyeong, ini fanfiction pertama ku yang aku kirimi di blog ini ^^
Gimana? Anehkah? Gaje? Gak nyambung? Feelnya gak dapet? Kependekan? Silahkan berikan komentar dan saran kalian. Satiap saran dan komentar dari kalian sangat berarti bagi saya. Karena tanpa penulis tidak ada pembaca. Tanpa pembaca tidak ada penulis. Cukup sekian, kamsahamnida *bow*

5 comments

  1. Wei - Ni · February 7, 2013

    WAHHHHHHHHHHHH … akhir nya … Sang BINTANG yang di tunggu2 yong jin selama lebih dari 2 th telah kembali ….. hiks hiks terharu……………. apa lagi pas kyuhyun blg ” SARANGHAE ” ….. wah melayang deh ke langit2 …. ga sia sia penantian nya …..

  2. @mickeytichoes · February 7, 2013

    ampiun prtama nya smpat mikir klo kyu nya mninggal..dan akhrnya yeeee happy ending^^

  3. jesslynaguilera187 · February 9, 2013

    Daebak min!!
    Sukses bikin aku nangis terharu T_T

  4. hyo_ra · March 24, 2013

    ffiuuhhh .. kirain bakal sad ending ..
    meskipun singkat tapi ngena thor .. kerendah😀

  5. KyuuuAmiii · February 28, 2014

    Kyaaaaa~~
    Jujur, feel nya kerasa banget di ati. Daebak thor.

    Keep writing okay😉

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s