[Freelance] Midnight Love

MIDNIGHT LOVE
Author : Arteuk
Casts : Lee Donghae as Dongfish
Ryu Jiyoung (OC) as Chocoyoung
Genre : Romance
Rated : General
Length : Oneshot
hay aku bawa ff kedua, karna ff yang pertama yang coment dikit jadi coba ff dengan plot yang lebih simple
Happy reading^^

JIYOUNG POV
Suasana begitu sepi di taman kota Seoul. Mungkin karna sedang turun salju, jadi banyak orang yang malas pergi ke taman.
“Hwa.. dingin sekali disini! Seharusnya tadi setelah dari toko buku kita tidak kesini!” seru Donghae. Aku hanya terkekeh mendengar ocehannya. “Eh kenapa tertawa?”
“Anniyo, hanya lucu saja melihat tingkahmu”
“Yasudah, kajja pergi dari taman ini, aku kedinginan” ‘Hahaha itukan salahmu sendiri’ Batinku “Sudah tahu sedang turun salju, tapi kau malah nekat kemari, dasar!” ia merasa mendengar ucapanku kesal tadi, lalu mengeratkan genggaman tangannya “Eh tunggu, kita mau kemana?” ia memandangku seduktif mencoba meyakinkan mungkin. Aku menjadi salah tingkah melihat tatapannya. Eh tunggu, apa-apaan sih aku ini, Donghae kan hanya sahabatku tidak lebih, lagi pula dia juga sudah punya pacar. “Hei lihat pipimu memerah, hahaha”
“Ishhh” aku berdecak kesal. “Memangnya apa yang kau harapkan? Disinikan dingin!”
“Kajja masuk” suruhya padaku. Akupun segera masuk ke mobil Lamborghini putih miliknya, karna terus terang saja disini memang sangat dingin.
“CHOCOYOUNG…”
“Ne, waeyo?” aku lalu mengalihkan padanganku dari jalanan kota Seoul yang sedari tadi kuperhatikan. “Apa kau sudah tahu, kalau aku dan Seokyung sudah putus?” aku membulatkan mataku kaget “Apa katamu tadi? Putus? Tapi kapan? Setahuku kan kalian baik-baik saja” ia menarik nafas berat. “Ne, aku dan Seokyung sudah putus sekitar satu bulan yang lalu” ia tersenyum, tapi bukan senyum yang biasa kulihat, melainkan lebih seperti dipaksakan. “Its not true right? This is a joke right? Asal kau tahu, ini tidak lucu!” Donghae menggelengkan kepalanya. “So, this is true?” tanyaku lagi. “Ne” jawabnya singkat. “But how..”
“Kajja kita sudah sampai” potongnya cepat. Kamipun turun di Café miliknya. “Tumben sekali kau mengajakku kemari, ini kan tempat sakralmu” ledekku padanya. “Ppalli di luar dingin” Donghae merangkul pundakku erat, seakan tak mau melepaskannya. “Biar kuhangatkan sampai kedalam” katanya seperti bisa membaca isi pikiranku. “Kau ini seperti termos saja”
“Biarlah, karna aku ingin seperti ini terus”
“Annyeong haseyo, adakah yang bisa saya bantu?” sapa seorang pelayan ramah.
“Apa masih ada meja kosong untuk kami?” Tanya Donghae yang sedang clingak-clinguk mencari meja kosong. “Ada, mari saya antarkan” Aku dan Donghaepun berjalan mengikuti pelayan itu dari belakang. “Silahkan duduk” Donghae membantuku duduk. “Anda mau pesan apa?” sambung pelayan tadi sambil menyerahkan daftar menu. “Kau pesan apa, CHOCOYOUNG?” akupun berkutat dengan daftar menu tadi, bingung mau memilih apa. “Hmm, aku pesan Espresso de Late dan Cloudy Brownish” akhirnya aku menentukan pada kedua menu tersebut.
“Chocolate?” Tanya Donghae heran. “well, kau tahukan aku adalah fans dari benda hitam nan manis itu lagi pula pasti akan cocok dengan ceritamu yang menurutku akan membuatku sakit telinga dicuaca yang dingin ini,hehehe” aku sadar ucapanku tadi sarat akan ejekan. “Baiklah yang terakhir tadi bohong, kau pesan apa?”
“Aku pesan Avolate saja” pelayan tadipun segera mencatat pesanan kami. “Mohon tunggu sebentar” aku memandang kepergian pelayan tadi hingga menghilang dibalik pintu. “CHOCOYOUNG…” panggil Donghae lirih. Aku memiringkan kepalaku memandang wajahnya yang putih bersih dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya. “Apa kau benar-benar ingin tahu kronologi putusnya aku dan Seokyung?” Donghae menyandarkan kepalanya dikaca etallase Café ini. “Apa kau sungguh-sungguh ingin menceritakannya padaku?”
“Memangnya siapa lagi kalau bukan padamu?” tanyanya balik. “kau kan bisa menceritakan pada temanmu yang lain, seperti Eunhyuk mungkin” ia tersenyum getir mendengar penjelasanku. “Mereka tak seperti dirimu yang selalu bisa memahamiku” bukan hal aneh jika Donghae memujiku seperti itu, tapi kenapa kali ini lain?. “Maaf telah membuat anda lama menunggu” ucap seorang pelayan sambil meletakan pesanan kami.
“Gomawo” Donghaepun mengeluarkan beberapa lembar ribu won guna membayar pesanan kami. Segera saja ku seruput Espressoku, hangat sekali rasanya. Kulihat Donghae sudah menghabiskan separuh dari isi mug magentanya. “Aku melihanya bersama namja lain” apa yang dia bicarakan tadi? “Apa maksudmu? Seokyung mana mungkin menghianatimu” aku meletakkan mug berwarna blue sapphire yang sedari tadi kupegang. “Tapi begitulah kenyataannya” aku mendengarkan ceritanya sambil melahap Cloudy Brownishku. “ bagaimana bisa?”
“2 bulan yang lalu, aku melihatnya jalan bersama seorang namja. Awalnya kupikir mereka hanya berteman biasa, tapi aku main sering melihat mereka jalan dengan mesra..” kulihat beberapa orang tamu sudah pulang dan Café mulai sepi, apakah sudah sangat larut?. Kulirik jam tanganku. Sudah jam 11.45 pm, pantas saja Café sudah sepi. “Maaf tuan, Café kami akan segera tutup” ucap seorang pelayan mengagetkanku.
“Maafkan pelayan baru ini tuan, dia belum tahu kalau anda adalah pemilik Café ini. Baekhyun cepat minta maaf!” perintah Heechul yang merupakan manager di Café ini pada pelayan yang ia panggil Baekhyun tadi. “Tuan, maafkan saya, saya benar-benar minta maaf” ucap Baekhyun sambil membungkuk. “Sudahlah, tak perlu risaukan hal itu. Sekarang lebih baik kalian pulang karna ini sudah malam dan kalian pasti sudah sangat lelah” merekapun pergi meninggalkanku dan Donghae.
Kini hanya tersisa kami berdua diruangan yang cukup luas. Aku memandang setiap sudut dari ruangan yang bergaya classic ini. “Kau belum menceritakan semuanya, ceritakan lebih banyak lagi” pintaku padanya. “Baiklah, tapi tunggu sebentar, aku ingin mengisi ulang mugku. Apa kau mau kuambilkan sesuatu?” tawar Donghae. “ Gimme the fresh ones and some snacks” ia melengos pergi menuju dapur.
Aku membenamkan kepalaku di lengan yang sudah melingkar diatas meja kayu. Merasakan bulu-bulu hangat sweaterku menusuk-nusuk lembut di pipi. Tidak, aku tidak tidur hanya mencoba memejamkan mataku.Terdengar ada alat yang jatuh di dapur. Aku hanya tersenyum geli nendengarnya. “CHOCOYOUNG…” kurasakan kepala Donghae bersandar dipundakku, dapat kurasakan pula deru nafasnya yang mengenai kulit leherku.
”Sebulan yang lalu saat pergi keapartemen Seokyung, aku melihatnya sedang bermesraan dengan namja itu bahkan kalau aku tidak datang mereka pasti sudah bercumbu, saat kutanyakan ada apa, dia malah mengusirku dan akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Saat itu hanya sakit yang dapat kurasakan, tapi entah mengapa setiap aku bersamamu, melihat senyum terpatri dibibirmu, saat kita bercanda bersama.. aku merasa damai” tangannya kin sudah memeluk pinggangku. Bukannya melawan, aku kini hanyut dalam pelukkannya dan mengusap punggung tangannya. “DONGFISH..” bukannya menjawab dia malah meniup-niup telingaku.
“DONGFISH, hentikan, geli!” Donghae terkekeh dan berangsur-angsur melepaskan pelukkannya. “CHOCOYOUNG, apa kau tahu kenapa aku memutuskan untuk mengakhiri semua ini?” suaranya kini agak jauh disana. “Karna dia menduakanmu??” tebakku. “Bukan karna itu” Donghae kini sudah berada disampingku dan melakukan kegiatan yang sama seperti tadi, yaitu meniup telingaku.
Aku mendesah keras. “Kalau bukan itu apa lagi?” kulirik Donghae sekilas, ternyata pemilik manik cokelat itu sedang menatapku tajam. Sial! Untuk kedua kalinya dia membuatku salah tingkah karena tatapannya yang err.. sangat tajam. Aku menoyor kepalanya pelan. “Berhentilah menatapku seperti itu!. Aku tahu aku memang cantik tapi kau tak perlu menatapku sampai seperti itu” aku terkekeh pelan takut dia membalas menoyorku.
“Cih..!! pede sekali kau nona Ryu” kini ruangan ini menjadi agak gelap hanya sebuah lampu gantung bergaya gothic diatas kami yang masih menyala. Sebuah lagu sayup-sayup terdengar menambah atmosfer romantis ditempat ini. Wait, sepertinya aku kenal lagu ini. “Hae, bukankah lagu ini yang sering kita nyanyikan?” tanyaku seraya bangkit dari posisi yang sedari tadi kunikmati.
“Ternyata ingatanmu masih bagus ya nona Ryu, emtt CHOCOYOUNG.. maukah kau berdansa denganku?” aku segera menjawab karna masih berkutat dengan pikiranku dan tatapan matanya yang menintimidasiku. “Come on, just tonight, only to remember the past, I promise” setelah berpikir cukup lama akhirnya aku mau.
Donghae menyambut uluran tanganku ramah. Kami berdansa dengan romantis diiringi lagu forever love milik TVXQ. “Romantis sekali, kalau Seokyung masih menjadi yeojachingmu dan melihat pemandangan ini, dia pasti cemburu kekeke”
“Gomawo, kau telah mau menampung semua ceritaku, ya walaupun semuanya tentang Seokyung, bahkan sampai saat ini masih tentang dia” aku tersenyum mendengarnya “Aku senang kau bisa meluapkan semua ceritamu padaku, menunjukkan semua ekspresimu padaku, aku senang jika kau butuhkan, aku senang jika aku mempunyai fungsi yang lebih daripada teman-temanmu yang lain, karna dengan kau sadari atau tidak, kau peduli atau tidak.. aku mencintaimu DONGFISH, jeongmal saranghae” Donghae berhenti berdansa mungkin kaget dengan ucapanku.
“Apa yang kau katakan tadi?” Tanyanya sambil menatap mataku tajam, menyelidiki arti dari ucapanku. “Bukan apa-apa, lupakanlah” aku mencoba tersenyum. “sudahlah ini sudah malam, terimakasih untuk Esspressonya, DONGFISH” aku segera mengambil mantelku dan meninggalkan Donghae yang masih berdiri mematung. “Jeongmal baboneun yeoja! Apa yang kau pikirkan tadi Ryu Jiyoung?! Seharusnya kau tidak mengungkapkan perasaanmu!” runtukku setelah agak jauh dari Café milik Donghae.
“CHOCOYOUNG TUNGGU!!” teriak seseorang kearahku, aku ingin menengok kebelakang, namun badanku tak mau merespon perintah dari otakku. “CHOCOYOUNG, apa kau tidak ingin mendengar jawabanku?!” teriak orang itu lagi. Wait, bukankah itu suaranya Donghae?. “Jangan pergi, dengarkan dulu jawabanku” ujar Donghae sambil memelukku. “Sudahlah, DONGFISH” aku mencoba melepaskan pelukannya, tapi Donghae malah semakin mempererat setiap aku mencoba melepasnya.
“Jangan dilepas, asal kau tahu, aku memutuskan Seokyung bukan karna dia menduakanku, tapi ada wanita yang lebih baik daripada dia, seorang wanita yang selalu disampingku, selalu menghiburku tapi aku tak pernah menyadarinya, hingga malam ini dia mengalahkan egonya sebagai wanita, dia mengungkapkan perasaannya padaku, setelah sekian lama memendam perasaanya padaku, Ryu Jiyoung, yah Ryu Jiyoung adalah wanita itu, wanita yang ternyata lebih kucintai…”
Aku tersanjung mendengar penuturannya. Aku menunduk, mencoba menghapus air mata yang sedari tadi kutahan agar tidak mengalir, namun tetap saja mengalir. “Jiyoungi, tatap aku” aku berbalik dan menatap matanya ragu. “CHOCOYOUNG..” panggilnya lembut. “CHOCOYOUNG, hanya kau yang kucintai, maafkan aku yang tak pernah menyadarinya, maafkan aku yang tak pernah berani mengungkapkan perasaanku padamu, maafkan aku karna lebih memilih Seokyung daripada dirimu yang jelas-jelas lebih memahamiku dan mencintaiku, saranghae” sambungnya.
“DONGFISH, kau bodoh! Kenapa baru sekarang?!” ucapku menahan tangis. Terlihat raut penyesalan diwajah Donghae. “Mianhae jeongmal mianhae CHOCOYOUNG, tapi maukah kau menemaniku dalam suka dan duka?” Tanya Donghae. “Apa maksudmu? Kau melamarku, hah?” Donghae tidak menjawab, hanya melempar evil smirknya. “Kajja naik, kita harus segera pulang dan besok, aku akan meminta restu dari orangtuamu” suruh Donghae. “Yak! Ppalli naik! Jangan bengong! Biar kugendong kau sampai kemobil, nae yeobo,kekeke” goda Donghae. Akupun segera naik kepunggungnya. “Kau nakal, DONGFISH”
“Nakal? Nakal bagaimana?” Tanya Donghae heran. “karna kau belum jadi anaeku saja kau sudah memanggilku ‘YEOBO’, nappeun namja”
“Siapa bilang aku bukan anaemu? Aku itu sudah jadi tunanganmu sejak kau mengungkapkan perasaanmu tadi, kekeke” aku mencium pipi Donghae tiba-tiba. “Yak! Siapa yang mengajarimu seperti itu, nona Ryu?” aku mencubit pipi Donghae gemas. “Molla, mungkin Seokyung yang mengajariku, kekeke”
“Awas kalau kau menduakanku, tak akan kuberi ampun kau, nona Lee”
“Saranghae DONGFISH” ucapku lirih nyaris berbisik
“Nado saranghae, CHOCOYOUNG, CHOCOYOUNG kau tau tidak sebenarnya aku tak pernah ingin berpacaran dengan Seokyung karna aku lebih mencintaimu..”
“….”
“Heh, kok diam saja,”
“…”
“Ternyata sudah tidur, good night myCHOCOYOUNG, mimpikan aku ya, nae yeobo, saranghae jeongmal saranghae”

11 comments

  1. Wei - Ni · February 8, 2013

    So sweet …… Aigo …dr sahabat menjadi pasangan hidu……hehehe … Kenapa mereka br sadar saling suka belakangan ? Tp ga apa apa deh drpd terlambat .. KYA donghae nakal .. Tiup2 kuping chocoyoung .. Hehe … Kasihan deh masa bos disuruh pulang sama karyawannya kik kik kik

  2. lestrina · February 8, 2013

    Donghae ga ada romantis nieh, masa tunangan tanpa lamaran sich hehehe. Ini end or tbc nieh. Dibuat sequelnya ya.
    I like this story, keep writing ya

    • arteuk1004 · February 9, 2013

      gomawo udah mau baca🙂

      sequel? ntar deh kapan-kapan aku buat kalau ada waktu

  3. jesslynaguilera187 · February 9, 2013

    So sweet… Daebak!

    • arteuk1004 · February 11, 2013

      gomawo udah mau baca🙂

  4. shaeunhae (@shaeunhae) · February 18, 2013

    ahhhh so sweet🙂
    donghae emang romantis

  5. tata · February 27, 2013

    Aigoo…rmntis bgt….lanjuut donk….*wkwkwk..pasang muka pbasaran..

    • ^Areum Park^ · March 2, 2013

      gomawo udah mau baca^^
      sequel? ntar dulu ya baru mikir, hehehe

  6. Rin · April 15, 2013

    Aa so sweet~
    itu ada baekhyun nyempil disitu lucu banget haha
    sequel dongg

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s