Immortal and The Vampires

immortal2

Title
Immortal and The Vampires

Author
Ichen Aoi

Cast
Jung Soo Yeon (Jessica)
Zhang Yi Xing (Lay)
Wu Yi Fan (Kris)
Lu Han
Park Chan Yeol

Other Cast
Kim Hyo Hyeon
Lee Sun Kyu (Sunny)
Kim Jong Dae

Length
Series

Genre
Mystery, Fantasy, Romance

Rating
General

Backsound
Near’s Theme by Taniuchi Hideki (ost. Death Note)
link download

Disclaimer
This story is MINE

Note
DONT COPY and PASTE! Take out with FULL credit. Dont bashing!!

Attention
Jangan baca tanpa backsound. Karena kalian akan mengerti kondisi dan perasaan tokoh ketika kalian membacanya sambil mendengarkan backsoundnya.

Other Series
The Rice of The Prince
Meetings Because of Fate

..

Pagi ini Kris memutuskan untuk berkeliling tempat pameran yang akan berlangsung besok. Entah apa yang ingin dia cari, yang ia tahu ia harus mengamati sekitarnya dengan sebelum menemukan perubahan – perubahan nantinya. Tiba – tiba saja langkahnya terhenti ketika menjumpai Jessica tengah berada diujung taman area tersebut.

“Jessica?”

Gadis itu menoleh dengan pandangannya yang kosong.
Kris menatap sekelilingnya, tidak ada orang lain selain dirinya dan Jessica sama sekali tidak seperti biasanya. Ia mendekati gadis itu lalu menyentuh pergelangan tangannya dengan hati – hati.

“Sica?”

Tidak ada jawaban.
Jessica hanya berdiri mematung didepannya dengan pandangan yang kosong dan tubuh yang dingin. Kris menyadari ada yang tidak beres disini. Ia memutuskan untuk menghubungi Luhan, lelaki itu tahu banyak tentang Jessica daripada dirinya. Namun Luhan lebih dulu berada dibelakangnya sambil menatap Jessica dengan cemas.

“Jessica?”

#bruk!

Entah kenapa tiba – tiba saja gadis itu pingsan dan ambruk. Kris langsung menahannya. Luhan dengan cepat meraih tubuh Jessica dan menggendongnya. Ia menatap Kris yang masih menatap Luhan dan Jessica yang pingsan dengan kebingungan.

“Aku tahu kau membencinya karena dia saingan mu, tapi jangan coba melukainya sedikit pun” ucap Luhan dingin sambil membawa Jessica pergi bersamanya.

Kris menghela nafas lalu menengadah keatas langit. Ia sama sekali tidak ada maksud untuk menyakiti apalagi melukai gadis itu hanya saja sesuatu didalam diri Jessica membuat Kris sangat membencinya. Ia sendiri tidak tahu karena apa. Namun srkarang bukan itu masalahnya, tanda – tanda kebangkitan sang pangeran telah kembali dan itu berarti ia harus berjuang untuk kaumnya.

**

Hyoyeon membawa sebuah baskom berisi air dingin. Ia memberikannya kepada Luhan. Sesekali Hyoyeon mengamati Jessica dan Luhan bergantian lalu beberapa kali juga ia mengangguk tanpa suara. Luhan menyadarinya lalu menatap Hyoyeon dengan penuh tanda tanya.

“Ada apa?”
“Kau menyukainya?”
“Bukan urusan mu kan?”

Hyoyeon mengetukkan jemarinya diatas meja yang ada didekat tempat tidur lalu menopang dagunya dengan telapak tangan kananya. Ia menggelengkan kepala lalu memiringkannya sambil mengamati wajah pucat Jessica yang masih terpejam.

“Well, semua juga tahu kalau Luhan yang cute itu hanya akan bersikap manis jika Jessica bersamanya. Kenyataannya, kau selalu ketus dan dingin jika sendirian. Tidak cocok dengan wajah mu”

Luhan tidak membalasnya sama sekali. Ia sedang tidak ingin berdebat dengan Hyoyeon. Hanya akan menghabiskan energi dan waktunya saja. Lagipula ada yang lebih penting daripada itu, Jessica menjadi aneh sejak malam ia pingsan dan mengatakan kalau peti mati tersebut terbuka. Sebaiknya ia menyelidiki peti mati itu dan tanda yang menarik rasa ingin tahu Jessica.

“Hyo, jaga dia sebentar. Aku harus melihat sesuatu”
“Baiklah!”

Hyoyeon langsung mengambil posisi didekat Jessica. Sementara itu Luhan beranjak pergi menuju ruang penyimpanan barang penemuan kelompok mereka.

Luhan tercekat ketika ia menatap ukiran yang berada diatas peti mati itu. Ia harus membuat Kris mengembalikan peti itu ke asalnya, sebuah pemakaman yang terletak dekat dari kastil Transylvania. Negeri para vampir penghisap darah. Namun satu hal yang masih membuatnya bingung, kenapa Jessica yang hanya seorang gadis biasa terlibat didalamnya.

**

“Kris, peti mati itu milik seorang vampir”

Luhan langsung bicara keintinya. Ia tidak ingin berbelit – belit karena ia merasa nyawa Jessica dipertaruhkan disini. Kris menatap Luhan dengan pandangan tidak percaya sekaligus meremehkan. Ia tertawa pelan.

“Aku tahu kau menyukai gadis pengkhayal itu tapi bukan berarti kau harus ikut dalam khayalan gadis itu kan?”
“Kris, aku serius! Entah kenapa ku rasa nyawa Jessica menjadi taruhannya”

Kris mendecak kesal lalu mengusir Luhan keluar dari ruangannya. Ia tidak perlu mendengar omong kosong, yang ia perlukan saat ini adalah mengatasi semuanya. Ia tidak akan mundur setelah sampai sejauh ini. Jika memang benar didalam peti mati itu terbaring seorang pangeran vampir maka ia harus membunuhnya. Hanya itu yang menjadi tujuannya saat ini.

Dilain sisi, Jessica lagi – lagi melangkahkan kakinya dengan gontai menuju ruang penyimpanan. Ia seolah sudah tidak bisa lagi mengendalikan tubuhnya atas kehendaknya sendiri. Ia seperti sedang dituntun. Jessica tahu ia takut, namun ia tidak punya pilihan lain.

“Kau kembali, untuk menemu ku… lagi?”

Jessica berusaha menemukan kekuatannya sendiri. Lelaki berkulit pucat dihadapannya tidak memiliki wajah yang menyeramkan, sebaliknya. Lelaki itu memiliki wajah lembut yang tampan dan tenang hanya saja aura mengerikan memang benar – benar keluar dari tubuh lelaki itu.

“Aku tidak tahu kenapa aku bisa melangkah kesini, aku yakin semua ini karena perbuatan mu kan?!”

Lelaki itu tertawa kecil lalu mengetukkan jemari dengan kuku – kuku bersih terawat yang sedikit panjang diatas sebuah guci kuno. Ia menganggukkan kepalanya lalu menghela nafas sehingga menimbulkan uap karena memang cuaca sedang dingin malam ini.

“Kau yang meminta ku untuk keluar dari peti itu kan?”

Jessica mengernyirkan kedua alis matanya lalu memandang dengan kebingungan. Ia benar – benar tidak mengerti. Yang ia lakukan hanyalah mengukir dengan jarinya mengikuti alur sebuah lambang yang berada diatas penutup peti mati itu.

“Aku…”
“Sudah seribu tahun aku tertidur dan kenapa seorang gadis manja seperti mu yang harus membangunkan ku?”
“Aku? Manja?”
“Ya, kau selalu mengandalkan lelaki yang selalu bersama mu itu”

Jessica mendecak dengan kesal. Ia bukannya manja, hanya saja ia tidak ingin sendiri tanpa Luhan karena ia tahu kalau ia tidak bisa apa – apa tanpa lelaki itu. Jessica masih mematung dengan kekesalan dihatinya. Lelaki berkulit pucat itu langsung bergerak cepat dan sudah berada disamping Jessica sambil mengulurkan tangannya.

“Ku rasa tidak sopan jika kita belum saling berkenalan kan? Nama ku, Zhang Yi Xing namun orang – orang biasa memanggil ku, Lay”
“Jess… Jessica Jung”

**

Kris mengemasi beberapa barang – barang kebutuhannya. Bangsanya dan bangsa para vampir memang ditakdirkan untuk menghabisi satu sama lain untuk menjaga keseimbangan kehidupan manusia nantinya. Namun ia masih belum mempersiapkan diri untuk bertemu dengan sang pangeran yang telah lama tertidur. Seribu tahun. Jika ia tidak salah dalam memperhitungkannya. Kris membuka laci kerjanya dan mengeluarkan sebuah gelang. Disana bisa terlihat sebuah ukiran yang terlukis dengan sangat jelas.

th_WerewolfRace

“Selamanya takdir adalah ketetapan. Tidak akan pernah berubah”

**

Tengah malam hari ini, seorang lelaki mengenakan jubah hitamnya hingga menutupi sampai ke kepalanya. Ia tampak mengendap – endap untuk memasuki ruang penyimpanan barang penemuan milik kelompok yang diketuai Kris. Ia menguci pintu dibelakangnya lalu tersenyum ketika ia melihat seorang lelaki dengan kulit pucat sedang duduk diatas tutup pemi matinya sambil menatap kearah langit.

“Hyung?”

Lelaki itu menoleh dan tersenyum melihat kehadiran orang asing itu. Ia langsung mengulurkan tangannya dan mempersilahkan lelaki itu duduk dikursi yang tersedia pada ruangan itu.

“Kau sudah sampai sejauh ini Chanyeol. Kau sangat ahli rupanya”

Lelaki berjubah yang ternyata Chanyeol itu bukannya merasa bangga atas pujian tersebut malah sebaliknya, ia menatap tajam ke arah lelaki pucat bernama Lay tersebut.

“Jangan libatkan Jessica noona”

Lay menatap Chanyeol sekilas lalu tersenyum dengan datar. Ia tidak tahu sudah sampai sejauh mana Chanyeol dengan gadis asing yang lumayan menarik perhatiannya itu. Lay berdiri, membiarkan jubahnya dibelai angin malam itu ketika jendela ia buka dengan lebar.

“Banyak sekali yang menyukai gadis manja itu”
“Maksudnya?”
“Bahkan termasuk keturunan darah lumpur itu!”

Chanyeol mendelik, darah lumpur, ia tahu bangsa mana yang dimaksud oleh Lay namun ia masih tidak bisa menebak siapa orangnya. Kemampuan Lay jauh berada diatasnya dan ia sangat mengerti akan hal itu karena Lay adalah keturunan murni keluarga vampir sedangkan Chanyeol adalah keturunan campuran antara vampir dan elf, bangsa peri.

“Hyung, sebaiknya kau tetap tertidur didalam peti mati mu”

Lay mendecakan lidahnya lalu menggelengkan kepalanya dan menyentuh dahi Chanyeol. Samar – samar ia bisa menlihat ada kilasan lambang keluarga mereka yang berkilat kemerahan.

“Kau jahat sekali Chanyeol, seharusnya kau menyambut ku”
“Kekuatan mu membutuhkan darah”
“Kau sangat memahami ku”
“Dan kau belum merasakan setetes darah pun sejak malam Jessica tanpa sengaja membuka segel mu dengan mengukir lambang keluarga kita diatas peti mati mu”

Lay tersenyum singkat mendengar serangkaian kalimat Chanyeol yang diucapkan tiada henti. Ia benar. Adik tirinya itu benar. Namun entah kenapa sejak awal, Lay berfikiran mengambil sedikit darah Jessica adalah perbuatan yang salah. Selama ini ia tidak peduli dengan kata salah, yang ia tahu segala tindakannya adalah kebenaran.

“Kau mengira dia adalah gadis dalam ramalan perkamen kuno nan lusuh itu hump?”
“Menurut mu?”
“Entahlah”

Chanyeol dan Lay menatap langit malam itu. Mereka sedang bermain – main dengan pikiran mereka sendiri. Menimbang – nimbang apakah ada sesuatu yang lebih buruk untuk mereka jika pertemuan Lay dengan yang lainnya terjadi dalam waktu dekat ini.

**

Mag Mell

Negeri yang berarti Lapangan Kebahagiaan itu terlihat sangat damai seperti hari – hari sebelumnya. Namun tampaknya di istana saat ini cukup menegangkan ketika sang pemimpin menunjukan ekpresi terkejutnya kepada kepala penasehat istana.

“Ada apa, Baginda?”
“Luhan baru saja menyampaikan pesan kalau dia yang tidak diinginkan telah kembali”

Seketika suasana ditempat itu menjadi dingin. Beberapa orang menatap dengan tidak percaya. Bagaimana bisa orang yang sudah lama mati dalam sejarah bisa kembali. Terlebih lagi bangsa mereka sudah melampaui banyak generasi.

“Sebaiknya semua bersiap untuk menjaga kestabilan ketika orang – orang dari Tir Fo Thuinn dan Tir Na N Oc saling bertemu, kehidupan akan berguncang dan kita harus tetap melindungi apa yang ada”
“Baiklah Baginda”

Penasehat itu langsung pergi, disusul oleh beberapa panglima lainnya untuk menyampaikan pesan tersebut. Tersisalah satu orang yang masih duduk ditempatnya sambil menatap lurus kearah pria tersebut.

“Junsu, aku tidak menyangka kita akan mengalami hal seperti ini”
“Yoochun -a, keturunanya kali ini sama atau bahkan nyaris melampaui dirinya. Kita harus bersiap menghadapi hal yang paling buruk”

Mereka berdua saling melempar pandang lalu menarik nafas berat. Apa yang dituliskan keturunan Prometheus akan terjadi dalam waktu dekat dan ketika itulah akan banyak nyawa yang dipertaruhkan.

Suatu saat nanti permusuhan antara negeri Tir Fo Thuinn yang berarti dibawah gelombang berada dalam dasar lautan luas dan Tir Na N Oc yang berarti tanah kepemudaan yang berada jauh dibawah tanah sana akan mengakibatkan kehancuran. Mag Mell harus bertindak dengan bijak, atau segalanya akan berakhir.

**

Kamus singkat :
Nama – nama asing diambil dari mitologi dan dapat dilihat keterangan lebin rinci pada ensiklopedia.
Tir Fo Thuinn (Di bwah gelombang) adalah sebuah negeri dasar lautan.
Mag Mell (Lapangan kebahagiaan) adalah negeri yang berada dilangit, diluar ufuk.
Tir Na N Oc (Tanah kepemudaan) adalah negeri yang berada dibawah tanah.
Prometheus adalah pesuruh dewa yang paling bijaksana. Ia mencuri api dan memberikannya bagi kehidupan manusia (matahari). Zeus menghukumnya dan dirantai dibatu karang di Pegunungan Kaukasia.

Note : Hayo~ yang rrajin serching lambang – lambang yang muncul di FF ini pasti tau deh ini ada kaitannya sama apa aja Hhaaa… se you next part ^^

6 comments

  1. jessica · February 9, 2013

    Waahh makin seru eon ditunggu kelanjutannya tadinya aku lagi nge cek exoshidae tapi gak ada ff yg baru di post bercast sica eonni akhirnya mampir kesini eh ternyata eonni udh nge post immortal disini ditunggu kelanjutannya eon…

  2. FanyJongIn · February 9, 2013

    Lanjut thor!!! Sumpah seru banget!!!😄. iya nanti aku hapalin lambang-lambangnya (lumayan dapet tambahan ilmu.kekeke ^^^) kok di EXOShidae belom dipoat ya?

  3. jung · February 10, 2013

    Ceritannya makin seru…..
    Ditunggu ya thor part selanjutnya~

  4. putri luhannie · February 10, 2013

    Ceritaa nya makin seruuu (´⌣`ʃƪ)
    Nama pangerannya udh ketahuan😀
    .
    ǍƘυ̲̣̥ sih berharap nanti nya Luhan ama Jesicca bersatu (´⌣`ʃƪ)
    Tapi wlwpun ngk bersatu nanti nya ǍƘυ̲̣̥ tetep suka ama cerita ini (´⌣`ʃƪ)

  5. Wei - Ni · March 1, 2013

    MWO … knp vampire itu ngincar jessica ?
    hem kalo soal sica … aku berharap dia sama kris … sebenarnya kris ga jahat sama sica … itu kan hanya pandangan orang lain … mungkin aja dia jelous sama luhan yg dekat sica makanya rada2 galak …

    aduh author aq hafalin dulu yah bahasa asing nya … hehe msh lom connact otak ku hehehehe

  6. nira · July 27, 2013

    makin seru az loh eonni crta’e rada pzing sih ama nama2 negara’e,tp ntr bza aq apalin deh..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s