Part 16 : Midnight Sun

554165_501920753153862_223769899_n

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
General

Genre
Romance, Sad, Friendship, Angst

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
 Wu Yi Fan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo

Other Cast
Zhang Yi Xing
Kim Jong In

Backsound
All Alone by Kim Jae Joong

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased

Note
Seohyun – Sehun akan muncul dipart terakhir. Ada alasan kenapa Kyuhyun tidak bisa melacak jejak mereka.

==

Bohong jika aku baik – baik saja tanpa mu…
Karena hidup tanpa mu sama saja menghancurkan ku berkeping – keping…

..

.

“Do Kyung Soo?”

Lay kembali mengulang nama itu. Ia menatap sekeliling ruangannya lalu kembali bersandar pada kursi kerjanya. Rasanya ada yang sesuatu yang aneh pada dirinya. Ia menginginkan seorang Kim Taeyeon, gadis yang bahkan belum lama dikenalnya. Padahal biasanya ia sangat sulit untuk jatuh cinta terlebih lagi sejak gadis bernama Kwon Yuri meninggal dihadapannya. Gadis yang sangat ia cintai sejak dulu, mungkin sampai sekarang.

-Lay-exo-m-32890490-500-500_large

Tiba – tiba saja Lay menundukan kepalanya. Ia bisa merasakan matanya memanas. Ia tidak akan sanggup lagi kehilangan orang – orang yang ia cintai setelah ia kehilangan neneknya, Yuri dan mungkin sekarang Taeyeon. Lay bisa merasakan ada seseorang menepuk bahunya dengan lembut. Kepalanya terangkat lalu menatap orang yang menepuk bahunya itu. Lay tersenyum ketika mendapati kakak angkatnya menggeleng pelan.

“Tidak baik kau menyembunyikan tangis mu”
“Hyung, aku…”
“Lay, hidup mu harus terus berlanjut. Setidaknya kau masih memiliki orangtua”

Lay mengangguk pelan.
Kakak angkatnya itu tersenyum, menepuk bahu Lay pelan lalu menunjuk berkas – berkas yang ia letakan diatas meja kerja Lay. Lay meliirknya sekilas lalu kembali menatap hyungnya itu. Namun tampaknya lelaki itu tidak akan memberikan penjelasan apa – apa pada Lay. Ia hanya tersenyum, melambaikan tangan kanannya lalu pergi keluar ruangan itu.

Lay mengambil berkas didalam map tersebut. Cukup tebal. Ia membukanya dengan perlahan, berharap berita baik akan muncul dari dalam sana. Ia terkejut namun senyuman segera menghiasi wajahnya. Fotonya dibandara yang terlihat begitu natural, karena memang ia tidak tahu ada Chen yang sibuk mengambil gambarnya disana.

-Lay-exo-m-32890395-500-342

Lay menelusuri berkas – berkas itu, lalu ia membaca sebuah potongan surat kabar. Tampaknya Chen sudah berhasil menjadi apa yang dia inginkan. Setidaknya ia cukup bahagia dengan keadaan tersebut. Chen sudah seperti adiknya sendiri.

‘Aku sangat ingin berterimakasih pada Yi Xing ge ge. Karenanya aku bisa memiliki keinginan untuk hidup dengan baik dengan melawan kanker ku. Aku ingin menjadi fotografer yang sukses dan menjadikan ge model ku. Bukankah aku sudah bilang kalau ge sangat cocok menjadi model dengan gadis – gadis cantik diluar sana? Hhaaa… Ge, kapan menikah? Undanglah aku. Aku yakin Yuri noona akan bahagia melihat mu bahagia.

Menikah?
Kadang Chen bisa jauh lebih dewasa daripada dirinya dan ia sudah cukup tenang. Setidaknya Chen bisa mengatasi masalahnya sendiri. Lay terus membalik halaman demi halaman yang berisi berbagai macam foto yang diambil Chen. Gambarnya berbeda – beda. Bahkan ada pemandangan di Beijing, Shanghai, Guangzhou. Namun ia terkejut ketika ia menjumpai foto seorang gadis yang dikenalnya. Dan ada keterangan singkat dibawah sana.

‘Aku mengambil foto ini dengan tidak sengaja ketika aku mengedarkan pandangan sambil memotret. Ternyata aku memotret seorang gadis cantik. Ku rasa aku bisa menjadikannya partner model bersama Lay ge. Mereka sama – sama cute pastinya!’

34g63bo

Lay mengambil foto tersebut lalu menatapnya lekat – lekat. Ia harus segera menghubungi Chen untuk menanyakan dimana sepupunya itu menemukan Taeyeon. Nama Do Kyungsoo langsung kembali terngiang didalam otaknya. Tidak! Ia tidak perlu mencari Chen, yang perlu ia temukan adalah lelaki bernama Kyungsoo itu.

3bruk!

Lay dengan cepat beranjak dari duduknya dan menabrak meja kerjanya hinga sebuah foto jatuh kelantai. Lay sama sekali tidak menyadarinya dan pergi dengan cepat untuk mengawasi sendiri salah satu pelayan butler di Midnight Sun.

imankikuk.blogspot.com_Profil_Yuri_SNSD_02

**

Jessica membuka matanya dengan perlahan namun kembali menutupnya dengan menarik selimutnya hingga kepala. Ia merasa silau sekaligus pusing. Jessica kembali berusaha menerka – nerka apa yang terjadi kemarin lalu ia tersentak dan melirik sekelilingnya. Ia kembali ke kamarnya. Kamar mewah dengan aroma terapi. Jessica lansgung mencari ponselnya diseluruh pelosok kamar itu, ia harus menghubungi Kris atau Luhan untuk mencari tahu keadaan mereka saat ini. Ia bisa mengingat samar – samar orang – orang yang memukuli Kris dan Luhan tiada henti.

“Aku harus menemukannya, aku harus tahu keadaan mereka!”

#cklek!

Pintu itu terbuka, dan ibunya, Nyonya Besar Jung sudah berdiri disana. Jessica langsung menghadap ibunya dan menunjukan ekpresi memohonnya. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang.

“Mommy, please~ help me~”
“Ck! Kau kabur dan sekarang kau mau meminta bantuan ku?”
“Mom! Aku harus tahu keadaan mereka. Kyuhyun oppa bisa saja membunuh mereka!”
“Bukankah bagus? Jadi kau tidak perlu berkeliaran diluar sana dan berbuat yang macam – macam hanya akan mencemarkan nama baik keluarga dan perusahaan!”
“Eomma~ jebal…”
“Mereka hidup atau mati bukan urusan mu! Bukan urusan keluarga Jung!”

Jessica tidak mempunyai ide lain. Ia langsung berlutut didepan ibunya sambil terus menatapnya dengan pandangan memohon. Pelayan keluarga itu, yang tadi membuka pintu kamar Jessica, terlihat menunduk dan berkaca – kaca. Jessica tidak pernah sekacau ini apalagi sampai memohon.

“Peduli apa kau dengan mereka? Sekarang kau sudah kembali kedalam keluarga ini. Jadi tidak ada alasan lain untuk mu keluar dari rumah ini dan bersama lelaki yang tidak jelas asal – usulnya itu!”
“Eommaaaa!! Bagaimana… bagaimana kalau sesuatu terjadi pada ku?”
“Apa maksud mu?”
“Bagaimana kalau aku… aku sudah melakukan hal yang terlarang bersama mereka?”
“Maksud mu?”
“Eomma… mungkin saja aku atau bisa saja aku sudah mengandung anak Luhan atau Kris nantinya. Aku harus bagaimana? Eomma, izinkan aku… AKu hanya ingin tahu keadaan mereka, aku…”

#plak!

Tamparan keras langsung mendarat dipipi kanan Jessica yang kini memerah. Pelayan itu sempat memejamkan matanya. Nyunya Jung terlihat sangat marah. Ia menatap putrinya dengan tajam.

“Apa maksud mu Jessica Jung?”
“Eomma… kami sudah melakukannya”

#plak!

Tamparan keras kini kembali mendarat dipipi kiri Jessica. Ujung bibir kiri gadis itu sampai mengeluarkan darah.

“Dengarkan aku! Kau akan menikah dengan seorang pengusaha pilihan ku, secepatnya!! Dan lupakan lelaki bernama Kris dan Luhan itu atau eomma akan membuat mereka hidup sengsara selamanya!”

Nyonya Jung langsung meninggalan putrinya pergi. Jessica terkesima, ia menangis dalam diam.

“Nona muda”

Pelayan itu langsung meraih tubuh Jessica dan memeluknya. Jessica terisak. Tubuhnya terguncang. Hatinya terasa sobek dan perasaannya hancur. Ia tidak menyangka ibunya akan sekejam ini padanya. Ia tidak bisa lagi lari atau memilih. Karena manapun yang akan ia ambil akan sama saja. Pergi dan membiarkan Luhan atau Kris menderita selama hidup mereka atau tetap memenuhi keinginan ibunya dan membuat batinnya tersiksa sendiri.

**

Taeyeon mengemasi beberapa barnag – barang yang sudah seharusnya ia buang. Kemarin rencana membuang barnag – barnag itu terhambat karena Kyungsoo mengajaknya untuk memancing dan yang lebih menyebalkan lagi, Kyungsoo sama sekali belum pernah memancing hingga akhirnya mereka tidak mendapatkan apapun. Pada akhirnya mereka membeli ikan segar di pasar tradisional terdekat.

“Noona~~”
“Jangan ganggu aku!”
“Kenapa kau sensitif sekali pagi ini?”
“Pekerjaan ku tertunda, semua karena mu!”

kyungsoo bangun dari sofa tempatnya tidur. Sejak Taeyeon tinggal bersamanya, ia terpaksa tidur di sofa. Karena taeyeon sama sekali tidak mau berbagi tempat tidur meski Kyungsoo sudah berpuluh – puluh kali menyatakan bahwa ia tidak akan melakukan apapun.

“Kemarin kan bersenang – senang~”
“Bersenang – senang darimananya? Menunggu? Melihat air tenang? Dan kau tidak mendapatkan seekor ikan sama sekali? Hufht… Untung aku ini gadis yang sabar”

Kyungsoo terkekeh kecil melihat Taeyeon yang kesal dan marah dengan ekspresinya yang lucu. Taeyeon menggelengkan kepalanya, ia tidak mengerti kenapa ia bisa tinggal dengan lelaki aneh seperti Kyungsoo.

“Aku akan keluar untuk membuang sampah!”

Kyungsoo langsung berdiri dan mengambil plastik – plastik berisi sampah dari tangan Taeyeon dengan cepat. Ia tersenyum kecil lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

“Tunggu! Aku bisa sendiri!”
“Kau tidak boleh terlihat oleh siapapun kan noona? Selain karena kau ini buronan keluarga, kau juga milik ku”

Wajah Taeyeon memerah. Kyungsoo baru saja mengatakan dirinya adalah milik lelaki itu dan itu sedikit memalukan. Ia merasa sangat tua sekarang dan tidak pantas untuk Kyungsoo. Namun hati kecilnya berkata lain, ia bahagia dan malu dalam satu waktu. Taeyeon bahkan tidak menyadrai kalau Kyungsoo sudah keluar dari kediaman mereka menuju tempat pembuangan umum diluar.

Sementara itu Lay mengamati kediaman Kyungsoo yang ia dapat dari kakak angkatnya dan orang suruhannya. Ia benar – benar menemukan Taeyeon karena ia bisa melihat Kyungsoo baru saja keluar dari tempat kecil tersebut. Lay langsung mengambil ponselnya dan menelepon seseorang diseberang sana.

“Hyung, aku sudah menemukan Taeyeon noona”
“…”
“Ne, aku mengerti!”
“…”
“Tenanglah Kyuhyun hyung, aku sendiri yang akan membawa Taeyeon noona kembali”

Lay memutuskan sambungan teleponnya lalu menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari tempat itu. Ia tidak akan membawa Taeyeon pergi sekarang. Ia akan mencari waktu yang tepat, malam ini.

**

Tiffany membuka matanya lalu sebuah tangan hangat tengah menggenggam tangannya. Ia menoleh dan mendapati ibu Jong In sudah berada disana, menangisi sesuatu. Tiffany yakin yang ditangisi wanita paruh baya itu bukan dirinya. Pikirannya kembali melayang kepada kejadian kemarin. Kyuhyun menusuk Kai. Atau tepatnya seharusnya Kai menusuk Kyuhyun.

“Ajeomma…” ucap Tiffany lemah.

Wanita paruh baya itu langsung bangun dan memeluk Tiffany dengan erat. Entah apa yang telah terjadi. Ia tidak mengerti. Namun wanita paruh baya itu langsung menatapi wajah Tiffany dan berusaha tersenyum. Tiffany menatap sekelilingnya. Rumah sakit. Ia berada dirumah sakit.

“Ajeomma… dimana appa dan eomma?”
“Mereka baru saja pulang untuk mengambil beberapa pakaian”
“Beberapa? Aku akan tinggal disini untuk beberapa waktu?”
“Ne”
“Ajeomma kenapa menangis?”
“Fany -ah, sekarang hanya Fany yang ajeomma punya”
“Maksudnya?”

Wanita paruh baya itu tidak bicara. Ia tidak bisa menyampaikannya kepada Tiffany yang sedang dalam kondisi lemah seperti ini. Kesehatannya bisa terganggu namun ia tahu satu hal, putranya sangat mencintai gadis dihadapannya ini. Wanita paruh baya itu masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana Kai bicara tentang betapa sempurnanya seorang Hwang Mi Young dimatanya. Ia ingat bagaimana sedih dan murungnya Kai ketika harus meninggalkan Seoul bahkan ia sama sekali tidak mengatakan apapun pada Tiffany. Ia masih bisa mengingat bagaimana bahagianya Kai ketika menceritakan kalau ia berhasil menemukan Tiffany. Segala yang ada didalam hidup Kai hanya berotasi pada gadis itu.

“Ajeomma~”

#cklek!

“Eomma?”

Perhatian Tiffany langsung beralih kepada ibunya yang memasuki ruang rawat itu bersama suaminya, ayah Tiffany. Ayahnya terlihat tidak tega memandang putrinya. Ia memilih tetap berada diujung pintu masuk sedangkan ibunya Kai memilih untuk memeluk suaminya dan menangis disana.

“Ada apa ini? Kalian semua berada disini, lalu dimana Kai? Dimana Kim Jong In? Apa dia tidak ingin melihat keadaan ku? Apa dia tidak mengkhawatirkan keadaan ku?”
“Fany, tenanglah. Eomma tidak bisa bicara kalau kau terus mengajukan pertanyaa”

Ibunya merapikan rambut putrinya yang sedikit berantakan. Ia menghapus air mata putrinya itu dengan penuh rasa sayang.

“Dengarkan eomma baik – baik, mulai sekarang berjanjilah memulai hidup baru. Lupakan Kai. Lupakan Kim Jong In!”
“Tidak! Eomma! Ajeomma!”
“Tiffany -ah, Kai sudah pergi meninggalkan kita semua”
“TIDAK! Jangan berbohong pada ku! Kalian memang ingin memisahkan kami tapi tidak dengan berbohong seperti ini!”
“Ini kenyataan…”

Tiffany langsung berusaha bangun dari tempat tidurnya, Ayahnya langsung beranjak dan menahan tubuh Tiffany juga tangannya agar tidak mencopot alat – alat rumah sakit yang masih menempel dengan sempurna.

“Andwae!! Jong In bilang ia tidak akan melepaskan ku! Tidak akan meninggalkan ku! Jangan berbohong pada ku!! Aku tidak akan memaafkan kebohongan keji seperti ini!! TIDAK AKAN!!”
“TIFFANY HWANG!!”

Tiffany langsung terdiam begitu mendengar ayahnya membentaknya. Ibunya dan ibu Kai sudah menangis sejak tadi. Tubuh Tiffany melemas, satu nama yang sekarang diingatnya Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa… Kyuhyun oppa… dia membunuhnya…”
“Dia tidak sengaja, Fany-ah”
“tidak! Dia sengaja. Oppa ingin melihat ku hancur!!”
“Fany, tenanglah”
“Kyuhyun oppa… hiks… Kyuhyun oppa… hikss…”

Mereka sama sekali tidak menyadari kalau Kyuhyun berdiri didepan pintu ruang rawat itu. Ia mendengar semuanya. Tiffany benar, ia telah membunuh Kai meski ia tidak bermaksud seperti itu. Keadaan saat itu begitu mendesak dan ia tidak bisa berbuat apa – apa. Dia tidak memiliki pilihan dan gerakannya cukup refleks saat itu. Mmeutar pisau yang dipegang Kai sehingga menusuk dirinya sendiri. Kyuhyun sudah berusaha, ia meminta anak buahnya membawa Kai kerumah sakit secepatnya bahkan Kyuhyun langsung menelepon pihak rumah sakit untuk meminta perawatan nomor satu. Sayangnya Kai kehabisan banyak darah dan meninggal dalam perjalanan. Pisau itu menusuknya terlalu dalam. Kyuhyun merasa bersalah meski orangtua Kai sudah memaafkannya dan mengerti keadaannya, namun ia akan tetap salah dimata Tiffany.

“Tinggalkan aku sendiri… Ku mohon…” bisik Tiffany dengan suara lemah.

Semua orang yang berada diruangan itu langsung pergi keluar ruang rawat tersebut. Kyuhyun hanya bisa diam. Namun ayah Kai menggiringnya untuk pergi bersama mereka ke kantin rumah sakit, membeli beberapa makanan dan membiarkan Tiffany tenang.

Tiffany menatap kosong langit – langir rumah sakit. Air mata terus jatuh dari matanya yang indah. Ia masih mengingat dengan jelas malam sebelum semua hal buruk ini terjadi. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana Kai menyentuh setiap jengkal tubuhnya. Ia masih ingat bagaimana Kai mengatakan bahwa mereka akan bersama selamanya dan membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia. Kai sampai melakukan hal itu berkali – kali pada malam itu. Mereka yakin, kalau Tiffany mengandung anak Kai maka tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan mereka atas dasar apapun itu. Namun sekarang semuanya hanya tinggal bayangan semu. Tiffany tidak menyesal akan apa yang telah mereka lakukan malam itu, yang membuatnya menyesal adalah kenapa ia harus kembali pada Kai dan membuat lelaki itu benar – benar pergi dari kehidupannya untuk selamanya.

**

Taeyeon keluar untuk membeli beberapa kebutuhan dapur. Ia tahu Kyungsoo sedang lelah malam ini dan memutuskan tidak akan mengganggu lelaki itu. Ia meraih luarannya dan melangkahkan kakinya menuruni tangga depan.

“Taeyeon noona?”

Taeyeon menoleh lalu ia terkejut begitu mendapati Lay sudah berdiri disana dengan ekspresi tenangnya yang biasa. taeyeon ingin berlari detik itu juga namun ia tidak bisa. Kakinya terasa berat.

“Kau?”
“Aku mencari mu dan ternyata kau ada disini. Sendirian?”
“Lay, sebenarnya ada apa?”
“Tidak ada apa – apa. Aku mendengar dari Nyonya Kim kalau noona menghilang ditengah pesta”
“Lay, itu bukan urusan mu kan?”
“Awalnya memang bukan dan aku tidak peduli. Tapi semuanya berubah setelah…”

Lay menggantung kalimatnya. Taeyeon mengernyitkan alisnya, ia butuh penjelasan dari Lay. Taeyeon melangkahkan kakinya untuk mendekat.

“Setelah apa?”

Lay bisa melihat kenop pintu dibelakang Taeyeon bergerak. Ia tahu Kyungsoo akan keluar dari pintu itu. Lay meraih tangan Taeyeon dan menarik tubuh mungil gadis itu kedalam pelukannya. Kemudian ia mencium bibir Taeyeon singkat tepat ketika Kyungsoo sedang menatap mereka diambang pintu. Mata Taeyeon membulat terkejut begitu juga dengan Kyungsoo. Lay melepaskan Taeyeon lalu mengecup dahi gadis itu singkat dan menunjukkan senyum manisnya.

“Setelah aku tahu kalau sejak awal kita sudah dijodohkan dan itu berarti kau adalah milik ku dan aku adalah milik mu. Aku tidak akan lari dari mu tapi sekarang kau sedang lari dari ku. Jadi aku harus membawa mu kembali”
“Tapi…”
“Aku tahu noona juga menyukai ku”
“Maksud mu?”
“Kita telah banyak menghabiskan waktu bersama, kan? Pergi ketaman bermain, melihat pameran design, mencari keberadaan teman – teman mu dan masih banyak lagi. Bukankah kau bilang kalau kau merasa nyaman dengan ku?”

Taeyeon menatap Lay dengan tidak percaya. Lay adalah lelaki baik – baik yang selama ini ia temui selain Kyungsoo dan teman – temannya. Namun malam ini Lay seolah berubah menjadi orang lain yang tidak ia kenal.

“Lay?”
“Aku akan menunggu mu mengemasi barang – barang mu disini. Mungkin… seseorang dibelakang sana bisa membantu?”

Taeyeon memutar tubuhnya untuk menoleh kearah yang ditunjuk Lay. Kyungsoo sudah berdiri disana, membuat pandangannya dan kembali kedalam. taeyeon mendecak kesal. Ia menatap marah kearah Lay sejenak lalu kembali kedalam untuk menemui Kyungsoo.

“Kyungsoo! Kyungsoo! Ini tidak seperti yang kau lihat!”
“Noona, sudahlah”
“Kyungsoo jebal…”

Kyungsoo tersenyum dengan pahit.
Ia memalingkan pandangannya dari Taeyeon. Gadis itu berusaha meminta pengertiannya, ia berusaha agar Kyungsoo mau mendengarkannya. Kyungsoo kini menatap Taeyeon dan memeluk gadis itu. Taeyeon merasa lega, namun tubuhnya seorang hancur ketika Kyungsoo membisikan sesuatu ditelinganya.

“Sebaiknya kita akhiri semua ini. Noona tidak akan pernah bahagia bersama ku. Mungkin lelaki itu bisa memberikan segalanya yang noona inginkan. Hubungan kita hanyalah sebuah bayangan semu. Anggap saja kebersamaan kita adalah sebuah ilusi”

Kyungsoo melepakan pelukannya.
Air mata Taeyeon jatuh dengan perlahan. Kyungsoo membuka pintu depan dan mempersilahkan Lay untuk masuk.

“Kau bisa membawanya pergi bersama mu. Jangan sekalipun menyakitinya atau aku tidak akan segan mencari mu dan membuat perhitungan”

Lay tersenyum tipis mendengar ucapan Kyungsoo. Itu tidak akan pernah terjadi karena ia tidak akan membiarkan Taeyeon menderita selama bersamanya.

… TBC

How? How? How?
Hhaaa…
Bagaimana? Jauh dari harapan? Jelekkah? (T___T)

10 comments

  1. Wei - Ni · February 12, 2013

    Kai meninggal ? ANDWÈEEE hiks hiks ..huaaaaaa
    Knp hrs kai yg mati? Kyuhyun jahattttttttt .. Kasian tiffany … Trus gmn nasib kris – luhan ? Siapa lg yg akan mati di antara mrk ? ( nyonya Jung kan kejam bgt .. Bukti nya jessica di paksa nikah dgn pilihannya.. ) yak cho kyu hyun ìni ke kejaman ke – 2 mu … Hiks hiks kasian sica … Kalo tae yeon msh lebih beruntung ky nya deh ..hiks … Hiks kai …

  2. jung · February 12, 2013

    Kyuhyunnya jahat:'(
    Ceritanya lama2 makin bagus thorr…
    Ayo dilanjut~

  3. soo haeyeon · February 12, 2013

    kai meninggal sedih bgt. . . Lanjut thor. . . Aq tggu ya scepat ny.. Aq suka scene ny lukrisica, and kaifanyeol hehe😀

  4. sabrina anugrahi · February 13, 2013

    Aaaaaa knp kaii matiiii ?
    Jd fany gimana ?

    Kasian juga kyupa ..

    Aku jd galau bacanya ..

    Lanjutkan chingu..

  5. lestrina · February 13, 2013

    Kai meninggal, kasihan tiffany. Tiffany membenci kyuhyun tuch tp ini smua gara ibunya jessica. Nyebelin bgt. Jessica klo mencoba bunuh diri, bru ibunya nyadar kali ya. Makin seru nieh, lanjut ya

  6. tiffany1995 · February 13, 2013

    huwaa.. so sweet bgd pair na d.o n taeyeon. hho. :3

  7. apriany · February 16, 2013

    kyuhyun bunuh kai? TT____TT
    maap tiba tiba langsung comment di part 16 nanti aku baca dr awal ya ><
    ini ff konfliknya banyak yah ckck

  8. misskkab · February 18, 2013

    Kai dah gada brarti back to fanyeol lg kah??
    Kyuppa kyknya dibenci ama fany nih ,trus kyu jdi agak bae gtu ,betulkah? haha
    Lay rese amat si ,si taeng bahagia na ama do klii

  9. Miditya · May 6, 2013

    Gue beneran nangis masa T_T

  10. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Benar” Kisah yg rumit n’ cnta yg rumit… Tapi Kasihan juga Kai😦

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s