Immortal and The Elfs

immortal4

Title
Immortal and The Elfs

Author
Ichen Aoi

Cast
Jung Soo Yeon (Jessica)
Zhang Yi Xing (Lay)
Wu Yi Fan (Kris)
Lu Han
Park Chan Yeol

Other Cast
Kim Hyo Hyeon
Lee Sun Kyu (Sunny)
Kim Jong Dae
Kim Jun Su
Park Yoo Chun

Length
Series

Genre
Mystery, Fantasy, Romance

Rating
General

Backsound
Lothlorien by Enya (ost. The Lord of The Rings)
link download

Disclaimer
This story is MINE

Note
DONT COPY and PASTE! Take out with FULL credit. Dont bashing!!

Attention
Jangan baca tanpa backsound. Karena kalian akan mengerti kondisi dan perasaan tokoh ketika kalian membacanya sambil mendengarkan backsoundnya.

Other Series
The Rice of The Prince
Meetings Because of Fate
The Vampires

Luhan menatap lurus ke arah langit pagi itu. Pantulan matahari mulai memancarkan cahayanya dengan terang. Luhan menghembuskan nafasnya sejenak lalu sambil mengukir ssesuatu dengan jemarinya di udara kosong. Sebuah kepulan asap lembut berwarna kebiruan seolah muncul dari ujung jari telunjuknya, membentuk sebuah ukiran seperti permata yang bercahaya.

SymbolHighElf

Sesuatu diatas sana membuatnya merasa rindu dan sedikit kesepian. Jika tidak ada Jessica, mungkin ia sudah lama menyerahkan jiwanya kepada para petinggi langit. Ia akan mempersembahkan keabadiannya untuk menggantikan nyawa orang yang disayanginya. Orang yang membuatnya merasa bersalah hingga detik ini. Orang yang membuatnya terpaksa harus menghadapi semua kepedihan dalam kesendirian. Orang yang membuatnya berubah.

“Tidak terasa hari ini sudah seribu tahun sejak terakhir aku melihat mu tersenyum”

#toktoktok

Luhan menoleh pada daun pintu. Ia bisa melihat Jessica masuk kedalam kamarnya, bukan hanya kamarnya, ada Chanyeol dan Chen juga disana. Hanya saja mereka tidak sedang berada dikamar saat ini. Luhan tersenyum lembut lalu mempersilahkan Jessica duduk disebuah sofa yang bersandar pada dinding.

“Ada apa?”
“Lu, aku… aku merasa… aku…”

Luhan meraih tangan Jessica lalu mengenggamnya. Segelintir rasa hangat dan ketenangan menentramkan hati Jessica pada detik itu juga. Gadis itu bersyukur, setidaknya didunia ini ia masih memiliki Luhan. Luhan satu – satunya anak kecil yang saat pertamakali menyatakan persahabatan dengannya. Jessica dan Luhan berasal dari panti asuhan yang sama. Jessica sama sekali tidak mengenal siapa orangtuanya sampai saat ini dan selama itu juga Luhan berjanji akan bersama gadis itu dan bertanggung jawab penuh padanya.

“Kau tidak perlu mengatakan apapun kalau kau memang tidak mau membicarakannya”
“Kau tidak akan marah pada ku, Xiao Lu?”
“Tidak. Untuk apa aku marah pada mu?”

Luhan mendekat dan mengusap kepala Jessica dengan lembut. Jessica memejamkan matanya, menenangkan pikirannya. Ia cukup lelah dengan kejadian – kejadian aneh belakangan ini. Bahkan ia lelah bersaing dan memohon pada Kris. Ia lelah atas semuanya. Kalau diperbolehkan memilih, ia akan memilih untuk hidup bersama Luhan saja.

**

Chanyeol mendecakan lidahnya dengan kesal begitu ia berada didalam ruangan Kris. Pihak panitia menyiapkan kamar tersendiri untuk para ketua kelompok. Aura Kris benar – benar memberikan tekanan penuh kepadanya.

“Jadi, ada apa Kris hyung?”
“Tumben sekali kau memanggil ku dengan sebutan hyung?”

Itu yang tidak disuka Chanyeol dari sisi Kris. Ia selalu dingin. Tidak sekedar dingin, sangat dingin dan meremehkan orang lain. Bahkan Kris tidak pernah mengakui Jessica, meski kadang gadis itu bisa melampauinya. Setiap kalimat yang keluar dari mulut Kris adalah perintah. Perintah yang bersifat absolut. Anehnya, tidak ada seorang pun yang akan menentangnya. Bukan tidak akan, hanya dorongan aura Kris memaksa mereka untuk menurutinya. Meski dalam hal ini Jessica dan Luhan adalah pengecualian.

“Aku tahu kau mengetahui sesuatu”
“Sesuatu? Tentang?”

Kris menghela nafas dengan perlahan lalu meraih tangan Chanyeol. Belakangan ini Chanyeol sangat sering memakai sarung tangan, namun Chanyeol tidak mengira Kris mengetahui sesuatu dibalik semua ini. Kenyataannya sekarang Kris membuka sarung tangan kanan Chanyeol dan membaliknya, untuk melihat telapak tangan lelaki itu. Benar saja, sebuah lambang kuno tertera semerah darah disana.

“Sudah ku duga, kau salah satu keturunan keluarga vampir”

Chanyeol menarik tangannya dengan cepat dan menatap Kris cukup terkejut.

“Kris… Kau…”
“Kau heran kenapa aku mengetahui sampai sejauh ini? Sekuat apapun kau menyembunyikan aura mu, kau tidak akan bisa bersembunyi dari ku”

Chanyeol mundur beberapa langkah. Ia masih mengawasi Kris dengan pandangan yang tajam. Ia tidak mengerti sekarang, siapa Kris sebenarnya. Kris bukanlah tipe orang yang suka membaca buku dengan pengetahuan takhayul seperti yang selama ini ia permasalahkan dengan Jessica.

“Kris, sekarang katakan pada ku. Siapa kau sebenarnya?!”
“Aku?… Manusia? Aku hanya heran dengan sikap mu ketika kita berada di Transylvania. Belum lagi sejak gadis pembual itu mengatakan ia melihat sesuatu yang pucat dari peti mati itu. Aku menyadari satu hal ketika melihat ukiran pada permukaan peti tersebut. Tir Fo Thuinn”

Chanyeol mendengus nafas kasar, ia tidak bisa menerka siapa Kris. Kris begitu sempurna untuk menjadi manusia biasa, namun Kris juga terlalu lemah untuk menjadi salah satu dari immortal, manusia abadi.

“Jadi, apa mau mu?”
“Apakah makhluk yang dilihat Sica adalah diri mu?”
“Bukan. Bukan aku”
“Lalu?”
“Kakak tiri ku”

Kris menatap Chanyeol, berusaha mencari kebohongan disana. Namun usahanya sia – sia. Chanyeol mengatakan hal yang sebenarnya meski ia tidak suka. Jika ia tidak mengatakannya, toh Kris akan terus menekannya sampai ia mengatakannya. Jadi percuma saja.

#cklek

“Kris, kau mencari ku? Ada keperluan apa dengan ku?”

Kris dan Chanyeol langsung menoleh dengan cepat. Mereka mendapati Luhan sudah berdiri disana dengan sikapnya yang dingin. Seperti yang diberitahukan sebelumnya, Luhan hanya bersikap lembut ketika ia bersama Jessica.

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu?”
“Aku sedang terburu – buru, tidak ada waktu untuk itu”

Satu lagi orang yang tidak disukai Chanyeol, Luhan. Menurutnya Luhan terlalu pandai berakting. Ia benar – benar terlihat seperti rusa yang jinak ketika bersama Jessica. Jika tidak ada gadis itu, Luhan benar – benar seperti beruang kutub.

“Dasar tukang sandiwara, seharusnya kau mendapatkan piala terbaik”

Luhan tidak menanggapi perkataan Chanyeol. Kris menggelengkan kepalanya. Kedua orang dihadapannya memang tidak akan pernah akur jadi percuma saja ia meminta mereka berdamai yang ada Luhan akan menceramahi tentang hubungan penuh api antara dirinya dan Jessica.

“Vampir didalam peti mati itu…”
“Sudah ku bilang kan kalau Jessica itu benar. Kau masih menyangkalnya”
“Kakak ku tidak akan bangkit dengan sendirinya. Kalian pikir dia makhluk rendahan?”

Luhan menatap tajam kearah Chanyeol. Sudah ada perjanjian sejak lama, sejak seribu tahun yang lalu usai perang terbesar dalam sejarah terjadi. Selama ada bangsa elf, peri, didekat maka vampir harus berdamai dengan makhluk manapun dimuka bumi. Mereka hanya diizinkan mengkonsumsi obat penambah darah. Tidak lebih, kecuali kalau mereka memang mau menghisap darah bangkai hewan.

“Sang pangeran adalah kakak tiri mu?”

Luhan langsung beralih pada Chanyeol yang mengangguk dengan singkat. Luhan memandangi Chanyeol dari atas hingga bawah lalu dari bawah hingga kembali keatas. Kris tidak mengerti atas apa yang sedang Luhan lakukan, namun ia bisa melihat kalau Chanyeol merasa risih.

“Tidak ada tanda – tanda bahwa kau salah satu anggota keluarga kerajaan”
“Ok, aku hanya anak tiri berdarah campuran”, desis Chanyeol kesal.

Kris bisa melihat taring Chanyeol sudah bermunculan. Ia menatap Luhan yang masih bersikap dengan santai dan tenang. Satu hal yang tidak Kris suka ketika Luhan dan Chanyeol bertemu, keberadaan dan kedudukannya seolah tidak terlihat.

“Apa kalian ingin bertengkar diruangan ku huh?!”

Aura mengancam Kris cukup untuk membuat Luhan dan Chanyeol kembali tenang. Mereka tidak pernah melihat Kris marah, benar – benar marah. Dan mereka sepakat sebaiknya mereka tidak akan pernah melihatnya.

“Kris, aku akan berada disekitar peti mati tersebut dan ku harap kau, Chanyeol -ssi, jangan bertindak macam – macam. Pangeran bangsa kalian bukanlah perkara yang mudah”
“Aku tahu”

Chanyeol menjawab singkat lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Kris dan Luhan menatap pintu yang tertutup. Luhan langsung menatap Kris dengan cepat.

“Aku tidak tahu Lay akan bertahan sampai sejauh ini. Jika ia benar – benar bangkit dengan sempurna, maka ia adalah ancaman dari keturunan terakhir darah murni. Dan dugaan ku meleset, ku kira kau salah satu dari mereka”

Kris mendesis dengan penuh kemarahan. Ia tidak akan pernah mau dan tidak akan pernah menerima kalau orang – orang disekitarnya mengira ia adalah bangsa vampir.

“Aku bukan makhluk tidak berbelas kasih penghisap darah seperti mereka. Sebaiknya kau juga keluar karena aku butuh istirahat sebelum pameran besok”

Kris mengusir Luhan secara halus. Luhan pergi meninggalkan ruangan itu. Ia tidak begitu memikirkan kalimat usiran yang dilontarkan Kris. Namun ekspresi Kris yang berubah mengerikan ketika ia bilang kalau ia mengira Kris salah satu dari vampir pucat itu. Luhan berfikir dengan keras sampai sebuah pemikiran terlintas dibenaknya.

“Apa mungkin dia…”

**

Luhan mengecek apakah Jessica sudah tidur dikamarnya atau belum. Ia tidak ingin Jessica berkeliaran didekat peti mati itu lagi terlebih ketika ia mengetahui kalau Lay-lah yang berada didalam sana. Nyawa Jessica penting baginya, lebih tepatnya sebagai penebusan dosanya yang lalu.

“Lu, kau belum tidur?”
“Sica? Kenapa masih duduk seperti itu? Lihatlah, Hyo dan Sunny sudah terlelap”
“Aku tidak bisa tidur. Aku takut sesuatu didalam peti itu menarik ku lagi”

Luhan tersenyum dengan lembut lalu mengukir sesuatu tepat didepan wajah Jessica. Gadis itu menatapnya dengan tidak mengerti. Yang ia tahu, jika Luhan melakukan sesuatu padanya, segalanya akan berjalan dengan lancar.

“Lu?”
“Tidurlah. Ia tidak akan bisa membawa mu tanpa keinginan mu, setidaknya untuk dua malam kedepan”

Jessica mengangguk lalu membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Luhan menarik selimut untuk menutupi tubuh Jessica yang mengenakan kaos santai itu. Luhan membelai kepala Jessica dengan lembut hingga gadis itu terpejam.

“Sica, aku harus pergi ke suatu tempat. Hanya sebentar saja”

**

Luhan tersenyum melihat pemandangan didepannya. Hamparan rerumputan yang hijau, burung yang beterbangan dan kupu – kupu yang hinggap dibunga – bunga. Pemandangan yang sangat damai dan menyejukan. Luhan senang menghadapi kenyataan ia telah kembali ketanah kelahirannya. Mag Mell. Sebuah negeri indah yang berada dibalik pegunungan tinggi yang dikelilingi jurang yang sangat dalam dan curam. Pegunungan yang tidak akan pernah dijamah oleh manusia dan teknologi manapun.

“Luhan?”
“Kepala penasehat?”

Lelaki dengan usia manusia sekitar 26 tahun itu langsung menyambut Luhan dengan hangat. Mendengar penasehat kerajaan menyebutkan nama Luhan, membuat orang – orang disekitar mereka menyadarinya lalu satu per satu memeluk Luhan dengan hangat. Lelaki itu membiarkan Luhan menikmatinya. Menikmati keberadaannya kembali ditengah – tengah bangsanya, bangsa peri.

Semua orang dinegeri Mag Mell, sama. Memakai pakaian panjang dengan warna – warna lembut dan anggun. Mereka memiliki permata yang terpasang membentuk lingkaran dikepala mereka. Permata berwarna biru keputihan. Luhan memilikinya dan ia pernah melukisnya di udara kosong.

“Lu, jangan lupa ke istana untuk menemui Baginda Raja”
“Baik, Kepala Penasehat. Aku mengerti!”

Luhan tersenyum dengan sangat cerah, membuat lelaki itu tersenyum lalu menghilang begitu saja sedangkan Luhan masih membalas pelukan dan salam dari kerabatnya. Setelah beberapa jam, atau setidaknya Luhan merasa seperti itu, akhirnya acara yang lebih mirip reuni temu-rindu itu selesai juga. Ia menghela nafas lega.

“Xiao Lu, ku dengar Kepala Penasehat Yoochun meminta mu ke istana?”
“Hhaaa…”
“Kenapa tertawa?”
“Suho, kau memanggil ku Xiao Lu?”
“Memangnya kenapa?”
“Tidak, hanya mirip dengan seseorang”

Lelaki bernama Suho itu menatap Luhan dengan heran namun detik berikutnya sebuah senyuman merekah dibibirnya. Ia menyenggol bahu Luhan, menggodanya.

“Kau jatuh cinta, hump?”
“Jangan mengatakan hal yang tidak – tidak”
“Jujur saja, Lu. Kita kan sahabat sejak lahir”

Suho masih berusaha mengorek informasi. Keduanya kini sedang dalam perjalanan menuju istana. Sesekali mereka melambaikan tangan kearah para kakek petani yang sedang mengumpulkan hasil panenanya. Mag Mell adalah negeri yang sangat subur. Posisinya yang berada ditengah jurang itu membuatnya terlihat seperti sebuah negeri langit. Meski dulu Mag Mell memang berasal dari langit. Hanya saja para peri memutuskan untuk hidup berbaur dan membangun negeri mereka yang baru.

“Aku tidak sedang jatuh cinta”
“Tapi…”

Suho berhenti ketika ia melihat ekspresi Luhan yang berubah. Suho mengikuti arah pandangan Luhan. Ia tersenyum dan mengerti. Istana sudah berada didepan mereka. Istana bangsa mereka sangat – sangatlah indah. Dihadapan mereka sekarang terlihat dengan jelas sebuah air terjun yang luas dan indah, diatasnya berdiri dengan tegak sebuah istana kerajaan yang terlihat berkilauan ketika cahaya matahari, bulan ataupun bintang menerpanya. Disekeliling istana ada tumbuhan hijau yang menyejukan mata. Bahkan kabut disekitarnya sudah menjelma seperti balutan awan putih bersih dilangit sana.

heaven-castle

“Lu? Kau ingin berenang atau kita mendaki bukit untuk mencapai kesana?”
“Suho, kau tidak pernah mendengar pegasus?”
“Hhaaa… Ku pikir kau lupa. Tapi pegasus dinegeri kita sudah lama hilang”
“Bagaimana bisa?”
“Karena saat ini memang jarang ada yang ke istana. Jadi semua pegasus sibuk ditempat mereka, beristirahat ku rasa”

Luhan langsung mendelik kesal, seharusnya ia tahu kalau Suho sedang mengerjainya karena ia belum mendapatkan soal jawaban apakah Luhan sedang jatuh cinta atau tidak. Namun Luhan sendiri tidak mengerti dengan perasaannya.

“Ah!! Lu!! Aku baru ingat kalau ibunda ku meminta ku untuk membeli sesuatu, arghhh~~ ini karena aku bertemu dengan mu makanya aku lupa!”
“Kau menyalahkan ku?”
“Tidak, tapi aku tidak keberatan untuk menyalahkan mu”

Luhan memberi tinjuan pelan dibahu kanan Suho, membuat lelaki itu tertawa. Luhan benar – benar merindukan masa dimana ia dan Suho menghabiskan waktu bersama. Mereka sangat suka bermain disekitar istana terutama merawat pegasus – pegasus yang cantik itu. Suho memejamkan matanya, mengatakan sesuatu lalu menjentikan jemarinya. Lalu seekor pegasus, kuda putih dengan sayap dan tanduk tunggal yang cantik, datang dengan indahnya dan mendarat diatas permukaan air danau tersebut.

pegasus3

“Lu, sebaiknya kau pergi sekarang”
“Terimakasih, Suho”

Suho mengangguk lalu melambaikan tangannya ketika pegasus tersebut sudah membawa Luhan terbang bersamanya menuju istana bangsa peri.

**

“Baginda Raja, Luhan datang untuk menemui Baginda”

Lelaki yang dipanggil Baginda Raja itu mengangguk dengan perlahan. Ia memiliki paras lembut yang tampan dengan warna rambut kebiruan, seperti warna langit ketika cuaca cerah. Ia tersenyum ketika mendapati Luhan tengan melangkahkan kaki menuju kearah yang lebih dekat dengan singasananya.

“Bagidan Raja, Pangeran bangsa vampir telah kembali”
“Katakan, siapa diantara ketiga pangeran tersebut?”
“Zhang Yi Xing”

Lelaki itu terkejut ketika ia mendengar nama itu. Kenapa yang bangkit harus keturunan dari musuh besar seluruh bangsa immortal? Kenapa diantara semua keturunan harus keturunan dari orang itu? Bukan mustahil jika suatu saat nanti Lay juga akan membangkitkan orang tersebut.

++

Hhaaaaaaaaaaa…
Bagaimana? Bagaimana? Bagaimana pemirsaaa?? ^^
Saya juga gak tau kenapa lama – lama malah ngalir ke fantasi beneran ckckckckk padahal awalnya cuma mau iseng bikin kisah fantasy romance (-,-)

11 comments

  1. mcfanfiction · February 14, 2013

    Enak bgt jdi jessica dijagain ma luhan😄

  2. jung · February 14, 2013

    Gara2 serius bacanya gk kerasa dah bersambung lg>.<
    Lanjut thorr;;)

  3. Saya rasa ff ini terlalu keren! ><
    Next Part eonni!!😄

  4. siwi · February 14, 2013

    next>>>>
    semuanya semakin jelas kecuali kris..
    dia vampir,peri atau elf ya?

    semangat…semangat…terus menanti kelanjutan ff ini…

  5. LovelyKris Ceria · February 14, 2013

    daebaaaakk ni ff nya thoorrr penasaran lanjuutt thor fighting🙂

  6. yukikwon12 · February 17, 2013

    Penasaran sama kris>.<
    Sebenernya kris itu siapa?
    Vampire or elf?

  7. Wei - Ni · March 1, 2013

    MWO … ? setelah luhan yg memiliki lambang … sekarang chanyeol yg memilki sebuah lambang kuno tertera semerah darah ditangan nya ?
    jd chanyeol VAMPIRE ?

    “Aku tidak tahu Lay akan bertahan sampai sejauh ini. Jika ia benar – benar bangkit dengan sempurna, maka ia adalah ancaman dari keturunan terakhir darah murni. Dan dugaan ku meleset, ku kira kau salah satu dari mereka”
    Tuding luhan pd kris ….

    Trus ” mahluk ” – kakak tiri chanyeol yg di lihat jessica itu apa ?
    Sepertinya Kris sangat di takutin ya? KRIS vampire kah?

    tuh suho aja tau kalo luhan suka jessica ….. eh ngapain luhan nemuin baginda raja?

  8. riHan_deer · May 1, 2013

    jujur., awalnya ngga’ ngerti, karna bru baca ff fantasi.. mngkin di part slanjutnya nanti lbih ngerti lagii.. (mav IQ minim)

  9. jung clara · August 8, 2013

    nunggu kelanjutan nya..jrg2 nemu crta fantasi gni.,seru

  10. chalucifer2502 · October 16, 2013

    Kereeen!!! I’m new reader..and I’m speechless…

  11. ChoiSulli · April 6, 2014

    eonniiiiiii unyu banget si xD oh my god… luhan kuuuuuuuuu okelah aku readers baru

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s