[Songfict] First Snow and First Kiss

First Snow and First Kiss Cover

Tittle: First Snow and First Kiss

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz ( @erlinamas )

Main Cast: Minho-Yuri (MinYul)

Cameo: Kim Kibum a.k.a Key

Genre: Romantic, sad

Rating: PG+15

Leght: OneShoot, SongFic

A/N: Anneyeong Haseyo! Ketemu lagi dengan author tersayang kalian! Mianhe baru muncul karna Author lagi sibuk sama sekolah.. Author datang membawakan fanfic baru Ini OneShoot! Jadi ga perlu khawatir ada lanjutannya.. hehehe…

Mianhe untuk typo yang menyebar.. mianhe juga kalau feelnya kurang dapet atau mungkin fanfic seperti udah pasaran kalian baca.. tetapi jujur deh.. ide ini semua segar dari otak author.. author aja ter-inspirasi dari lyricsnya yang menurut author menyentuh… kalian perlu dengerin lagunya sambil baca fanficnya ya!

Oke, ga usah banyak cing cong! Langsung aja! Cekidot!

^^Happy Reading^^

Song: First Snow and First Kiss – Daniel (Dalmatian) ft. Yoseob (BEAST / B2ST)

 

This song is dedicated to you, my first love, my one and only, you’ll always be my baby

Neol wihan noraeya geurigo… Merry Christmas

Seorang yeoja berambut panjang lurus tengah terlihat berjalan menyusuri jalan raya kota Seoul yang lumayan sepi karena hari ini adalah tanggal 24 Desember dimana besok akan datang hari yang telah ditunggu- tunggu setiap orang, hari natal. Sudah diperkirakan bahwa salju pertama akan turun pada satu hari sebelum hari natal tepatnya hari ini. Jam menunjukan pukul 20.00 KST, tetapi yeoja berkulit coklat eksotis itu tetap saja berjalan tanpa henti dan sepertinya tanpa tujuan. Yeoja itu merapatkan mantel yang ia pakai agar badannya tertutupi dari angin malam natal yang sedang berhembus kencang seperti menusuk tulang rasanya. Rambut panjangnya yang tergerai ia biarkan ikut menari bersama hembusan angin membuat wajahnya sedikit tertutupi oleh rambutnya karna yeoja itu berjalan sama sekali tak melihat ke depan tetapi ia berjalan menunduk. Wajahnya sangat pucat, matanya merah dan sembap, ekspresi wajahnya sangat  datar, namun ada kesedihan dan keterlukaan yang sangat menyakitkan. Kwon Yuri, nama yeoja itu.

Yuri POV

Dimana kamu Minho-ya? Apakah kau sudah melupakan ku? Kau berjanji akan kembali padaku untuk segera menikahi ku? Kemana saja kau?? Kau berjanji akan pulang tepat tiga hari sebelum natal, sedangkan sekarang? Hanya dapat dihitung dengan jam akan memasuki hari natal. Kemana kau? Kenapa kau sama sekali belum menampakan tanda- tanda untuk kembali? Aku selalu melihatmu di TV, dimana dunia barumu sekarang berada, dunia baru mu tanpa diriku. Apa kau sudah lupa padaku karena di duniamu yang baru kau dikelilingi banyak yeoja cantik melebihi ku, huh?? Kenapa kau jahat sekali padaku?? Aku melihatmu dan Krystal yang selalu tampil di TV. Apa kau telah benar- benar melupakanku?? Mungkin kalian akan bertanya kenapa aku malah berjalan pada saat malam hari? Kenapa kok tidak duduk terdiam di dalam apartement menunggu dan berharap akan kedatangan Minho? Tidak, aku tak mau terus berharap, berharap, dan berharap. Aku sudah lelah berharap selama 10 tahun, aku selalu menunggu, menunggu, dan menunggu dengan setia. Aku menutup hatiku hanya untuk Minho, beberapa namja aku tolak karena aku masih menunggu cinta pertamaku dan cinta terakhirku, tak tau jika bukan aku cinta terakhirnya. Aku ragu jika aku masih memiliki tempat istimewa di hatinya mengingat dengan tenangnya Minho bermesraan di TV bersama yeoja lain. Apa ia tak takut aku menonton acara itu? Apa ia tak takut jika aku cemburu padanya? Aku mulai ragu akan cintanya padaku.

Kau tau? Menunggu begitu menyakitkan, aku memendam rasa rinduku, dan melampiaskannya dengan menonton TV dan mendapatinya di berbagai show ataupun acara yang lainnya. Tapi semakin ku melihatnya di TV semakin sakit rasanya hatiku saat ia selalu di pasangkan dengan Krystal Jung teman se- management-nya. Hatiku bukanlah terbuat dari besi atau apapun itu! Hatiku sangatlah rentan akan kehancuran, hati dan ragaku lelah untuk terus berharap padanya, entah berapa banyak e-mail dan sms yang telah ku kirimkan pada Minho, tapi tak satu pun yang ia balas. Aku juga sudah beberapa kali mencoba menghubungi nomornya namun sama sekali tak di angkat. Ani, yang benar itu Hpnya bahkan dimatikan. Aku merasa selama 10 tahun ini hanya berpegang dengan harapan kosong. Aku merasa bukanlah diriku selama ini tanpa ada dia. Aku akui, aku sama sekali tak bisa hidup tanpanya. Aku juga sudah mencoba beberapa kali datang ke management yang menaunginya selama ini, tapi apa yang aku dapat? Aku hanya akan di usir, dihina, diperolok, dipermalukan, bahkan aku dikatai bahwa aku adalah salah satu fangirl Minho yang gila hingga mengaku-aku sebagai yeojachingu Minho.

 

Cheotnuni ogimaneul gidarin saram, Haengbogi olgeorago mideotdeon saram

Ibami gamyeon olkka sarangi naege olkka, ginginbam jam motjamyeo gidarin saram

Jongsoriga gwitgae deulryeo olddae, sowoneul deureo jullae keuriseumaseu e

Kkumsoge geunyeoga sarangeul malhagil, cheotnuni ogireul….

Apa mereka tak tau bahwa aku adalah yeojachingu asli Minho? Memang, apa bisa masih di katakan dalam status hubungan pacaran padahal sudah 10 tahun sama sekali tak bertemu bahkan berhubungan saja tak pernah. Yuri merasa hubungannya di gantung oleh Minho. Jika Minho memang benar- benar melupakannya kenapa ia tak pernah mengatakan kata ‘putus’ pada ku? Kenapa ia membiarkan ku untuk terus menunggunya? Kenapa ia begitu jahat membiarkan seorang burung kecil sepertiku terus terluka? Apa ia akan membuatku terluka selamanya sehingga aku tak bisa terbang dengan bebasnya di angkasa yang indah? Kau membuatku hampir mati karnamu Choi Minho!

Author POV

Waktu semakin malam, jalanan semakin sepi hanya ada beberapa kendaraan yang berkeliaran tak banyak. Apalagi sekarang Yuri sedang memasuki jalanan kecil yang memang tak terlalu ramai apalagi malam- malam begini. Ia sama sekali tak takut dengan kejahatan yang mungkin akan menghampirinya jika ia lewat di sebuah jalan kecil, sepi, dan gelap sendirian apalagi ia adalah seorang yeoja, yeoja yang sangat rapuh. Yeoja yang bisa berfikiran pendek tapi itu semua tak seperti Yuri yang asli. Ia bukanlah yeoja putus asa yang akan dengan mudahnya mengakhiri hidupnya. Yuri sama sekali belum berfikiran untuk pulang ke apartementnya, ia masih ingin menunggu turunnya salju pertama di tahun ini sendirian. Apa kau tau mitos tentang keajaiban salju pertama? Salju pertama, setiap orang yang melihat salju pertama kalinya untuk setiap tahun semua permintaannya akan terkabulkan. Walaupun itu hanyalah sebuah mitos belaka tapi itu cukup membuat Yuri ingin mencobanya. Jika ia melihat salju pertama hanya satu permintaannya, tak lebih.

“Tuhan pertemukanlah aku kembali dengan Minho. Bawakan lah Minho kembali pada dekapanku. Aku sangat mencintainya, aku tak bisa hidup tanpanya. Jebal. Kabulkanlah permintaanku…”

TIIIIIIIIINNNNNNNNNN,…………

Mata Yuri menyipit silau ketika matanya menangkap cahaya yang sangat menyilaukan mata, ia menolehkan ke arah kanan dan mendapati sebuah mobil mewah bewarna hitam mendekatinya. Yuri malah menutup matanya, ia sudah pasrah. Ia memang bukan yeoja yang berfikiran pendek namun kenyataan dan takdir lah yang memaksanya untuk melakukan ini. Ia pasrah, ia sudah tak kuat lagi hidup tersiksa begini. Minho bagaikan magnet bagi Yuri, ia sama sekali tak bisa hidup jauh dari Minho jika tidak ia bisa melemah dan makin rapuh. Banyak magnet lain yang mendekati Yuri namun tak satupun yang cocok magnetnya dengan Yuri. Air mata Yuri keluar deras, ia sebenarnya tak rela meninggalkan Minho tapi mungkin Minho tak menginginkannya lagi. Satu doa terucap dalam hati Yuri, doa terakhir.

“Ya Tuhan! Jika inilah takdirku, akan kuterima dengan senang hati. Doa terakhirku hanyalah, lindungilah Choi Minho seumur hidupnya, mudahkanlah jalannya dan selalu membantunya jika ia benar- benar kesulitan, dan juga… BUATLAH IA BERTEMU DENGAN CINTA SEJATINYA HARI INI JUGA DAN WAKTU INI JUGA, JIKA AKU AKAN MATI SEKARANG!!!!!”

“AAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH”

CIIIIIIIIIITTTTTTT………..

Mobil berhenti seketika. Mobil itu berhasil menge-rem mobilnya sehingga tak jadi menabrak tubuh Yuri. Yuri pun yang melihat bahwa ia tak jadi meninggal hanya bisa terduduk di tengah jalan memeluk lututnya dan menangis sekeras- kerasnya. Ia terlalu shock melihat semua kenyataan yang ada, mentalnya benar- benar down seketika. Keluarlah seorang namja ber-jas dari pintu belakang mobil tersebut di belakangnya diikuti namja yang lain. “Agesshi, Gwenchanaseyo?” tanya namja ber-jas khawatir jika ia akan melukai seseorang apalagi sampai membuatnya menghembuskan nafas terakhir, “mianhada. Ini kesalahan manager saya yang mengantuk. Jeongmal mianhada.” Suara berat itu sangat dikenal Yuri, suara bass-nya sangat familiar di telinga Yuri dan dapat membuat hatinya tenang. Memang hanya satu suara yang dapat membuatnya seperti itu, Choi Minho.

Yuri mengangkat kepalanya, ia tambah shock melihat namja yang hampir menabraknya adalah Choi Minho! “YA! NEO?! BUKANKAH KAU FANGIRL MINHO YANG GILA??!! YANG MENGAKU SEBAGAI YEOJACHINGU MINHO?!  MAU APA KAU?! JANGAN- JANGAN KAU MERENCAKAN INI SEMUANYA?!” bentak  namja yang dari tadi mengikuti Minho, ia ternyata adalah manager Minho yang mengatur jadwal Minho sebagai artis dan dia jugalah yang sempat berdebat dengan Yuri saat Yuri datang di Management yang menaungi Minho selama ini. “KIBUM HYUNG!! KEUMANHAE!!” bentak Minho pada namja bernama Kibum atau nama kerennya adalah Key. Key terdiam baru pertama kali ini Minho membentaknya, sepertinya ia sangat marah mendengar Key berkata seperti itu pada yeoja yang tak dikenal, cukup aneh bukan? “NDE!! IA ADALAH YEOJACHINGU YANG SELAMA INI KU CARI-CARI! YEOJA YANG SANGAT KUCINTAI! YEOJA YANG SELALU KU KHAWATIRKAN!! YEOJA PERTAMA YANG INGIN KU TEMUI SETELAH 10 TAHUN! YEOJA YANG HAMPIR MEMBUATKU GILA KARNA TAK BISA KUTEMUI.” lanjut Minho membuat Key terkejut ia hanya bisa diam sambil memandangi Minho dan Yuri bergantian.

cheot nuni oneun gorie, geunyeowa nuneul majeu myeo

geudaereul angoseo haneureul naratseo, neoneun nae cheot sarang…..

sarangeul juneun gorie, geunyeowa ibeul matchumyeo

ibameul hamkkaehae pyeongsaeng eul hamkkehae, neoneun nae cheot sarang—-iya

Yuri menangis tersedu-sedu di pelukan Minho sambil memukuli dada bidang Minho. “Yuri-ah, uljima.” Kata Minho menenangkan sembari mengelus- elus punggung Yuri dan rambutnya lembut. “NEO?! APA KAU LUPA PADAKU??!! APA KAU SUDAH TAK MENCINTAIKU??!! NAPPEUN NAMJA!!” Yuri mengeluarkan semua kekesalannya pada Minho. Minho memutuskan untuk diam, percuma ia menjawab sekarang sedangkan keadaan Yuri begitu rapuh dan hancur apalagi Yuri tak henti- hentinya menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Minho sudah siap dipukuli Yuri jika mereka bertemu kembali dan inilah saatnya. Beberapa menit kemudian Yuri sudah mulai tenang hanya ada isakan- isakan kecil saja akibat habis menangis. Yuri mengangkat kepalanya memandangi Minho dalam, “Minho-ya, waeyo? Kenapa kau tak mencariku? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi? Apa kau mencintai yeoja bernama Krystal itu? Bagaimana bisa kau bermesraan dengannya di depan publik? Apa kau tau? belum pernah ada kata ‘putus’ antara kita. Kau sudah menggantungku selama 10 tahun minho-ya. Dan aku butuh semua jawaban yang jelas dari mu dan aku menuntut itu sekarang.” Jelas Yuri raut wajahnya sangat serius matanya beradu tatap dengan mata Minho.

“mianheyo chagiya, aku tak pernah melupakanmu dan aku sangat- sangat mencintaimu. Semua yang ada di depan kamera itu semua hanyalah akting belaka yang tak pantas kau percaya. Aku tau belum pernah ada kata ‘putus’ antara kita dan aku juga mau salah satu antara kita mengatakan kata- kata itu.” Jawab Minho lancar, ia bisa selancar ini karena ia sudah menyiapkan dai jauh- jauh hari jawaban yang pantas ia berikan pada yeojachingu yang paling ia cintai ini. “geurae? Keundae, mengapa kau tak pernah menjawab e-mail, sms, atau telefon dari ku?” tanya Yuri lagi matanya mencoba menyelami pikiran Minho agar dapat menemukan suatu kebohongan, “itu karena Hp serta nomor HP ku semuanya disita. Aku tak bisa membuka e-mail itu karena sudah di blokir dengan perusahaan untuk menjaga citra artisnya. Lagipula aku juga sudah berganti nomor chagiya, mianhe.” Nihil! Yuri sama sekali tak menemukan kebohongan walaupun itu hanya setitik kecil. Matanya mengkilat menyiratkan kejujuran, Yuri tak bisa memastikan bahwa Minho bohong apa tidak padanya. “terus, mengapa kau baru mencari ku setelah 10 tahun berlalu? Padahal kau sudah menjadi artis kurang lebih 4 tahun yang lalu. Apa kau lupa pada janji mu? Atau lupa padaku? Atau kau terlalu sibuk?” tanya Yuri lebih mendetail lagi, ia benar- benar ingin mengorek kebenaran bukan hanya kebohongan belaka.

eoneusae naemam modu gajyeogan saram, daljulsu isseul deuthae neoneun nae sarang

nuncheoreom hayake amudo moreuge, sarangi naege o ne..

bam haneul byeoldeuldo wooril chukbok haeyo, geudaeman itdamyeon nan noraehaeyo

chagawun bibaramdo eoduwoon bami wodo, imameun byeonchi ana nan yaksok haeydo

kkumsoge geunyeoga sarangeul malhagi, cheotnuni ogireul…

“itu karna management mengatakan bahwa aku boleh menemui mu jika sudah 10 tahun terlewati. Awalnya aku juga tak menyetujui persyaratan yang mereka ajukan… keundae, mereka mengatakan jika aku menuruti mereka aku tak perlu menjalin hubungan sembunyi- sembunyi di belakang publik atau dengan kata lain aku bisa mempublikasikannya pada publik, dan sebagai tambahannya aku bisa langsung menikahimu Yuri-ah… aish,, tawaran yang sangat menggiurkan bukan? Hingga dengan bodohnya aku menyetujui persyaratan mereka? Seharusnya aku menolak mereka dan mencarimu meskipun kita menjalin hubungan diam- diam.” Rutuk Minho menyesali keputusan yang ia kira akan benar tetapi malah menyiksa yeoja yang sangat ia sayangi. Yuri menggelengkan kepalanya lemah tak menyetujui penjelasan yang baru saja Minho katakan, Yuri mencium bibir Minho sekilas mendongakan kepalanya menatap mata Minho dengan sangat dalam lalu berkata, “arra. Arrayo. Aku tau kau mengambil keputusan itu juga demi ku, kau tak salah Minho-ya. Aku lah yang salah, salah karna tak mempercayaimu, salah karena selalu menyalahkanmu, aku juga seorang pencemburu. Aku bukanlah yeojachingu yang baik untuk mu Minho-ya. Yeojachingu yang baik adalah yeojachingu yang selalu mempercayai namjachingunya dan selalu menunggunya dengan tabah dan sabar, dan itu sama sekali tak mencerminkan diriku. Aku bukanlah yeojachingu yang tepat untukmu Minho-ya, aku bu-“ Yuri menunduk ia benar- benar merasa bersalah sekaligus sedih ia tak kuat menatap mata teduh milik Minho, ia juga malu tak bisa menjadi yeojachingu yang baik. Celotehannya juga berhenti ketika Minho mendaratkan jari telunjuknya tepat di bibir Yuri.

“ani, kau adalah yeojachingu ku yang paling baik yang pernah ada dalam hidupku. Ini semua juga bukan sepenuhnya salahmu. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri Yuri-ah, bukankah yang terpenting sekarang aku sudah berada di sisimu? Dan aku yakin kita tak akan berpisah lagi. Biarkanlah semua yang sudah terjadi menjadi masa lalu yang kelam, anggap saja semua yang kita lewati dulu hanyalah sebuah pelajaran. Kau tau, semenjak kau tak berada di sisiku aku baru menyadari satu hal, jika aku tak bisa hidup tanpa kehadiranmu. Jika kita tak pernah terpisah seperti ini dan selalu menghabiskan waktu bersama, ku yakin aku tak akan pernah merasakan hal seperti itu karena kauselalu siap sedia disampingku. Mungkin jika kita terus- terusan bersama kita bisa merasa bosan satu sama lain dan cinta akan memudar. Tetapi dengan perpisahan kita, cinta kita diuji. Gomawo Yuri-ah, Gomawo, sudah dengan setia menunggu kehadiran namja pabo ini. Jeongmal Gomawo.” Jelas Minho panjang lebar. Yuri hanya bisa menangis dalam diam, ia menangis bukan karena bersedih lagi melainkan tangis bahagia… bahagia Tuhan mengabulkan doa-nya selama ini agar ia bersatu kembali dengan namja yang sangat ia cintai. Minho mengangkat wajah cantik Yuri agar menatap matanya, “Gomawo Yuri-ah, Gomawo telah mencintaiku selama ini, Gomawo sudah selalu disisiku selama ini. Gomawo sudah mewarnai hari- hariku. kau adalah cinta pertama dan terakhirku Yuri-ah.” ucap Minho tulus, benar- benar tulus.

cheot nuni oneun gorie, geunyeowa nuneul majeu myeo

geudaereul angoseo haneureul naratseo, neoneun nae cheot sarang…..

sarangeul juneun gorie, geunyeowa ibeul matchumyeo

ibameul hamkkaehae pyeongsaeng eul hamkkehae, neoneun nae cheot sarang—-iya

Yuri tersenyum manis, kebahagiaan terpancar dari mata indahnya, “nado, Gomawo sudah mencintaiku Minho-ya, Gomawo sudah melindungiku, gomawo sudah mau menerima ku apa adanya, yeoja yang tak sempurna dan banyak kekurangan. Kau juga adalah cinta pertama dan terakhirku Minho-ya.” Yuri mengungkapkan seluruh yang berada di hatinya membuat hatinya terasa sangat lega. Posisi mereka tetap sama seperti tadi dengan Yuri yang masih terduduk di aspal tengah jalan badannya condong ke samping berada di dalam pelukan hangat Minho dengan kepalanya mengadah ke atas menatap wajah namja karena sudah 10 tahun mereka bertemu. Jujur saja bagi Yuri wajah Minho sudah banyak yang berubah daripada 10 tahun yang lalu, sekarang ia lebih seperti namja beneran (?) namja yang lebih dewasa, namja yang tentu saja lebih tampan, namja yang terlihat sudah benar- benar matang. Sedangkan posisi Minho tak terlalu jauh jaraknya dengan badan Yuri, ia berjongkok sembari memeluk Yuri dan menelusuri setiap lekuk wajah Yuri, menurutnya sekarang Yuri lebih cantik dari pada dulu, hanya saja sekarang terlihat lebih kurus dan juga lebih pucat dari biasanya, apakah ia begitu membuat yeoja yang ia sayangi tersiksa? Sampai- sampai semua itu berdampak pada fisiknya? “Yuri-ah, Mianhe. Kau sekarang menjadi lebih kurus dan pucat, apakah aku begitu menyiksa mu sehingga kau sampai seperti ini?” tanya Minho khawatir ia ingin yeoja-nya kembali segar dan pipinya kembali chubby seperti dulu. “ani, aniya. Nan gwenchana. Jeongmalyo? Berarti usaha ku untuk berdiet tidak sia- sia dong.” Jawab Yuri sambil tertawa hambar, Minho tersenyum miris melihat akting Yuri yang dimatanya begitu kaku, ia tak pernah bisa dibohongi oleh Yuri. “Yuri-ah, geotjimal.” Kata Minho mengelus lembut rambut Yuri.

“aniya, aku tak berbohong padamu. Aku senang kau berada disisiku sekarang. Gomawo.” Jawab Yuri mencium bibir Minho sekilas.Minho awalnya kaget dengan keberanian Yuri, ia menatap Yuri yang menunduk menahan malu. Wajah Yuri terlihat sangat cantik di mata Minho walaupun hanya samar- samar karena lampu jalan yang tak terlalu terang. Minho menarik dagu Yuri menempelkan bibirnya ke bibir Yuri, melumatnya lembut sangat lembut seperti takut untuk melukainya. Dalam ciuman itu mereka saling menyalurkan kerinduan yang sangat amat mereka rasakan. Kerinduan, cinta, kebahagiaan, semuanya menjadi satu dan mereka salurkan lewat ciuman lembut penuh cinta. Yuri sangat menikmatinya entah mulai kapan kedua tangannya sudah mengalung  erat di leher Minho menekan tengkuk Minho agar memperdalam ciuman mereka. Lidah Minho menerobos masuk ke dalam mulut yuri mengabsen satu per satu gigi Yuri, mengajak lidah Yuri bermain bersamanya tangan kirinya sudah melingkar di pinggang ramping Yuri sedangkan tangan kanannya menekan tengkuk Yuri. Yuri tak mau kalah ia mengikuti permainan Minho dengan sangat baik. Dimana lidah Minho yang mendorong- dorong agar masuk membuat Yuri refleks membuka bibirnya lebih lebar lagi memberi akses lebih bagi Minho. Mereka saling bertukar saliva, ciuman ini berjalan dengan waku yang cukup lama, walaupun tak selama mereka berpisah #yaiyalah! Sapa yang mau ciuman 10 tahun??# sesekali Minho menjauhkan wajah mereka berdua memberi kesempatan agar udara mengisi rongga paru- paru mereka lalu kembali mendekatkan wajah mereka dan melanjutkan permainan mereka. Mungkin orang akan berpikir mereka –Minho dan Yuri- adalah orang bodoh atau mungkin pembohong, tetapi ini benar nyata adanya, Tak bisa di sangkal lagi ini adalah ciuman pertama mereka masing- masing sekaligus ciuman teromantis yang pernah ada di dalam hidup mereka.

 

snow is falling from the sky, i’m happy that you’re in my life

i’m happy that i can walk down this road by your side and i promise you one thing

that i’ll love and cherish you forever. I wish you a merry christmas

Kim Kibum atau Key hanya tersenyum manis melihat dan mendengarkan semua percakapan mereka tak terkecuali adegan ciuman mesra mereka. Key sempat tak menyangka karena yeoja yang selama ini selalu di cari Minho adalah Yuri yang beberapa kali ia temui di kantor management Minho untuk mencari Minho dengan mengaku- ngaku sebagai yeojachingu-nya. Key memang tak bisa semudah itu untuk percaya karena insiden ini sudah sering terjadi karena aksi nekat fans dengan mendatangi management artis kesukaannnya dan meminta agar dapat bertemu dengan artis itu dengan mengaku sebagai yeojachingu atau namjachingunya. Sudah banyak juga manager yang tertipu dengan itu dan membuat si artis masuk ke dalam masalah, pelajaran- pelajaran yang sering ia temui dari manager yang lebih senior darinya itu membuatnya lebih berhati- hati, tetapi untuk yang satu ini ia salah. Ia benar- benar adalah yeojachingu Minho. Ia juga sempat merasa bersalah pada yeoja bernama Yuri itu karena yeoja keras kepala itu memaksa menemui Minho dan hampir membuat keributan di lobby managent membuat sang manager Minho –Key- terpaksa mengeluarkan kata- kata kasar agar yeoja itu mengalah dan pergi dari kantor sekalian mencegah keributan terjadi.

cheot nuni oneun gorie, geunyeowa nuneul majeu myeo

geudaereul angoseo haneureul naratseo, neoneun nae cheot sarang…..

sarangeul juneun gorie, geunyeowa ibeul matchumyeo

ibameul hamkkaehae pyeongsaeng eul hamkkehae, neoneun nae cheot sarang—-iya

TENG… TENG… TENG…

CKRRINNGG.. CKKRRIINNGG… CKKRRIIINNGG (?)

Suara lonceng gereja berbunyi tiga kali lalu disusul dengan lonceng kecil- kecil dengan suara khasnya yang terdengar di sepanjang jalan menandakan bahwa ini sudah memasuki tengah malam dan juga memasuki hari kelahiran Sang Mesias atau lebih terkenal sebagai hari natal. Ciuman mesra nan lembut yang terjadi antara mereka sampai sekarang masih belum selesai, author rasa mereka saking rindunya sampai tak selesai- selesai. Disaat yang bersamaan turunlah salju pertama dalam tahun ini. Suasana makin romantis bagi mereka dimana ciuman di tengah jalan yang sangat sepi dengan penerangan cahaya yang sangat minimal ditemani dengan turunnya salju pertama di tahun ini pada malam natal pula.  Mereka berdua menyudahi ciuman mereka lalu saling berpelukan erat seakan diantara mereka tak ada yang mau melepaskan satu sama lain. Cukup satu kali mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu. Cukup satu kali mereka tak bertemu dan tak saling berhubungan. Cukup sekali mereka salah paham, dan cukup sekali mereka hidup dalam kesengsaraan dan ketersiksaan.

“Merry Christmas…….” ucap mereka bebarengan dengan posisi masih berpelukan dengan eratnya.

END~

Bagaimana endingnya? Ani, fanficnya jelek ya? Feelnya kurang dapet? Haha mian, karena author sama sekali ga berbakat membuat orang menangis…

Go follow My Twitter -> @erlinamas
Mention for followback, ne??
Bagi kalian yg suka FF tapi ga punya akun WP ato yg malez comment lewat WP yang kadang-kadang lemot. Kalian bisa kok Comment di FB  atau twitter ku!
Karna aku selalu ON di sana..

DONT BE PLAGIATOR!!! BECAUSE I HATE PLAGIATOR!!

Jangan lupa RCL!! Kamsahamnida!! Don’t Bash!! ^0^

3 comments

  1. Minyul yeyeyey!!
    Lain kali buat FF MinYul lagi ne auhor…..
    Buat FFnya daebakk!

    • eyinzz · March 3, 2013

      Gomawo for comment..😀
      Iya,, kalau ada ilham buat FF MinYul lagi.

  2. SEKARARAA · January 8, 2014

    author yg i’m sorry i love you forever kapan part barunya? :”””( endingnya MINYUL kaya gini yaaa wish wish wish :*

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s