[FREELANCE] The Unexpected (Part 4)

the unexpected cover

• Title/Judul : The Unexpected – A Zayn Malik Love Story

• Main Cast/Pairing : Zayn Malik and you as Lia

• Author : RAR. [@rurimadanii]

• Genre : Romance

• Rating : PG-13

• Length : 6 chaptered

• Disclaimer :
Original buatanku sendiri tapi, zayn dan 1D punya ibu mereka masing-masing😆 Terpublish di blog saya dan Alhamdulillah banyak yang ngaku nangis baca ceritaku ini. Sebelnya, sempet diplagiat sama orang dan sampai sekarang belum izin sama sekali sama saya. Ohya, setel lagu yang sedih-mellow-galau ya biar suasanya semakin mendukung buat menitikkan air mata. Komen/mention ke twitter saya gimana reaksi kalian baca ini. Saya butuh kritikan untuk mengukur gimana kemampuan saya😀

(—-0—-)

31 Desember 2011 | 11.55 p.m.

Lima menit lagi, hari ini akan berganti besok. Lima menit lagi, tahun baru akan tiba. Lima menit lagi, kau akan berumur 18 tahun. Lima menit lagi, kau akan menjalani hari pertamamu tanpa Zayn. Tanpa tawanya, suaranya, senyumannya, gurauannya.. Tanpanya. Dan kau masih belum bisa merelakannya. Hati kecilmu masih teramat sakit menghadapi kenyataan ini. Perih yang masih menyayat hatimu hingga sekarang.
Di sini lah kau sekarang. Duduk di salah satu ferris wheel, dimana tempatmu berpijak berada di puncaknya. Menawarkan pemandangan pelabuhan terindah yang pernah ada. Pemandangan itu disirami oleh kilauan warna-warni cahaya. Yang dapat membuat setiap orang berdecak kagum pabila melihatnya.
Tapi kau.. kau tak menikmatinya. Kau hanya memandang semua itu dengan tatapan kosongmu. Termenung dan terdiam sendiri dalam kesedihanmu. Matamu sembap, hidungmu merah, raut mukamu sangat kacau dan suasana hatimu.. tak pernah lebih buruk daripada sekarang.
Kau membuang muka dari hamparan laut indah dengan kerlipan cahaya permukaannya yang tersapu purnama. Manikmu memandang wahana lain yang dapat kau lihat sempurna dari ketinggian ini. Menyapukan pandanganmu pada permainan taman hiburan yang terlihat menyenangkan di bawah sana.
Sejenak, kau memandangi permainan-permainan itu.. Merry go round, roller coaster, flying seat, bumper car, pirate ship.. Semuanya telah kau coba. Dan kesemua itu terasa menyakitkan matamu. Memerihkan hati yang mengenang kenanganmu bersama Zayn pada setiap wahana tersebut. Kini benakmu hanya terisi oleh putaran film akan semua kejadian yang telah kau lalui bersamanya. Dari pertama kau mengenalnya, pertama kau berteman dengannya, pertama kau bermain dengannya, pertama kau merasakan perasaan itu.. Semua terbingkai indah dalam ingatanmu. Sangat indah hingga kau sadar bahwa kau tak rela kehilangan kesempatanmu tuk menikmatinya lagi. Teramat tak sanggup menghadapi perasaanmu sendiri.
Terutama di tempatmu menghempaskan tubuh sekarang. Amat banyak waktu yang kau habiskan bersama Zayn di sini. Hingga membuat terbuai jatuh dalam perasaanmu akan dirinya. Jatuh teramat dalam hingga kau tak sanggup untuk keluar dari perasaan itu.
Di atas pahamu, terpangku sekotak kecil hadiah. Terbungkus manis oleh kertas flowey biru yang terkesan vintage. Dimana dari sisi-sisinya teruntaikan tali putih yang dipitakan menjadi satu pada bagian tengahnya. “Zayn’s.” Itulah ucapan Liam yang terngiang dalam benakmu ketika ia menyodorkan kotak kecil ini. Mendadak tanganmu kelu. Tatapanmu terpaku pada kotak itu dan hatimu merasa nyeri lagi. Nyeri yang kian perih seiring peratapanmu akan semua hal yang telah kau lalui bersama Zayn selama ini. Tapi kau harus tahu apa yang ada di dalam hadiah tersebut. Tak bisa dielakkan bahwa hati kecilmu penasaran dan heran akan apa yang ada di dalamnya. Ya, di dalam kotak hadiah terakhir Zayn padamu.
Kau menegakkan tubuhmu, mengontrol perasaanmu, menghirup-hembus nafas dalam dalam dan perlahan kau tarik pita yang mengikat kotak itu lalu membuka tutupnya.

DEG!
(Turn On the Avril – When you’re gone!)

Kau menahan nafasmu. Merasakan keterkejutan kecil yang biasanya diciptakan Zayn. Dan sejurus kemudian, kau mendapati tumpukan kecil kertas putih berisikan tulisan tangan pada kertas paling atasnya. Kau menyentuh dan membaca kertas itu.. Kalimatnya.. Kalimat yang dituliskan Zayn..

“No matter it’s glad or bad, the unexpected one is always waiting for us in the next lines which teaches you the lesson of your life. And make you stronger to facing future.”

Tanganmu bergetar. Hatimu tersentuh membacanya. Dan rangkaian kata itu.. sukses membuat buliran bening yang terbendung di kelopakmu meetes. Kau sedih. Kau kecewa. Untuk sekali lagi, kau mengakui bahwa dirimu tak sanggup menghadapi kenyataan ini.
Kata-kata Zayn.. Mengapa dulu kau bisa mengenalnya? Mengapa dulu kau berteman degannya? Mengapa dulu kau bisa jatuh dalam pelukannya? Mengapa kau bisa mencintainya? Mengapa? Dan kini.. Mengapa tiba-tiba ia pergi meninggalkanmu? Meninggalkamu di antara puncak letupan perasaanmu?
“How, cruel you are, Zayn.” Ucapmu lirih denga bibirmu yang bergetar.
Kau menyesali.. menyesali semuanya. Semuanya. Andaikan waktu dapat terulang.. Andaikan kau dapat satu permintaan peter pan..
Kau melihat sisa tempat duduk kosong di sampingmu. Menyentuhnya dan membuatmu merasakan keriduan yang amat sangat. Merasakan kehilangan yang amat menusuk. Merasakan keterberdayaanmu yang sekarang mecapai titik terendah.
Dan kaupun berdoa.. Berkata lewat hati kecilmu dan berharap semua akan kembali seperti semula. Meskipun kau tahu, itu tak akan perah terjadi.
“Zayn, kumohon. Tersenyumlah padaku, tertawalah padaku, godalah aku, ganggulah aku, marahlah padaku, panggilah aku, teriaki aku, tenangkanlah aku, bermainlah bersamaku, nyamankanlah aku, just do one thing to me, Zayn! Just one..Temani aku, Zayn. Temani aku di sini. Di sampingku. Sekarang. Aku hanya butuh kau. Kumohon.. Untuk terakhir kali saja. Biarkan aku mengabadikan momen ini. Untuk terakhir kalinya. Biarkan aku terlarut bersamamu. Untuk terakhir kalinya, berikanlah aku semua yang kau punya untuk kusimpan rapat agar kutenang. Untuk terakhir kalinya, kemarilah. Duduk di sampingku, temaniku untuk yang terakhir kali. Aku bersumpah, ini akan jadi yang terakhir Zayn. Yang terakhir.. Aku mohon.. Kumohon..”

PYAAAR PYAAAR

Letupan kembang api terdengar oleh telingamu. Suaranya menyenangkan dan lagi indah dipandang. Yeah, tahun baru telah tiba. Tapi kau.. kau masih tersedu. Tangisanmu menderas. Seolah-olah tak kehabisan cadangan. Kau masih terlarut dalam keperihan ini. Tenggelam akan kedukaan, tenggelam akan kenangan, tenggelam akan kerinduan, tenggelam akan kesedihanmu kehilangannya. Tenggelam akan Zayn.
Namun, secarik kertas itu bicara fakta. Semua yang kau lalui bersama Zayn adalah sesuatu yang tak terduga. Something unexpected. Siapa sangka dulu ia menabrakmu? Siapa sangka dulu ia mau berteman dengamu? Siapa sangka dia menjadi teman terbaik yang pernah kau punya? Siapa sangka dia menjadi bagian terbaik dalam hidupmu? Siapa sangka?
Dan kau tak bisa mengelak.. bahwa serentetan kejadian itu membuatmu menjadi diri yang lebih baik lagi.
Tanpa kau sadari, ferris wheel telah memutarkan tempatmu berada pada bagian paling bawah. Pertanda giliranmu menikmati wahana ini telah usai. Dan juga, kau harus mengusaikan semuanya. Semua kesedihanmu. Kau harus mengubur semua kepedihanmu di sini. Semuanya untuk membuatmu bisa melanjutkan hidup. Mungkin Zayn telah pergi. Tapi ia pergi meninggalkan banyak pelajaran yang akan kau pegang dalam hidup. Dan kau yakin, kepergiannya merupakan salah satu rencana Tuhan yang terbaik untukmu. Yeah, ini yang terbaik.
Pintu dibuka. Kau menghapus air matamu dan mulai mencerahkan fikiranmu. Kau harus menjalani hidup. Kau harus kuat! Ini yang diinginkan Zayn selama ini, bukan?
Kalung pemberian Zayn kau lepas. Kalung penuh kenangan itu kau lepaskan dari leher jenjangmu. Untuk sementara, kau harus bisa melupakannya. Dan ini, merupakan langkah pertamamu untuk melakukan itu. Sebelum kau melepasnya, kau genggam erat kalung itu. Hingga satu buliran air mata nyaris keluar lagi dari kelopakmu. Tapi kau menahannya. Ini salah satu bentuk latihanmu untuk melupakan Zayn.
Lalu, kau lepas kalungmu dan meletakkan benda mungil itu dalam kotak hadiah Zayn. Di atas kertas Zayn yang kau lipat. Kemudian, kau berdiri dan beranjak pergi. Melangkahkan kaki keluar dengan secercah harapan yang ditinggal oleh seorang Zayn. Semua harus berubah. Dan semua tak akan pernah sama lagi.
Saat tepat berada di ambang pintu, kau memberhentikan langkahmu dan menoleh ke belakang. Sesaat, kau masih bisa merasakan sebersit rasa rindu itu lagi. Tapi kali ini, kau memandangnya sebagai kekuatanmu untuk hidup. Untuk mengejar mimpimu. Dan semua itu.. Zayn. Zaynlah yang mengajarkanmu semuanya.
“Thanks, Zayn. Happy new year.” Ucapmu lirih seakan-akan inilah kalimat terakhirmu untuknya. Kau menghadapkan kepalamu ke depan dan siap untuk menjalani hari-hari esokmu. Yeah, kau harus bisa. Demi kebahagianmu sendiri. Demi Zayn.
Lalu kau melangkahkan kaki keluar dari ferris wheel itu. Keluar dari kenanganmu, keluar dari kesedihanmu, keluar dari Zayn.
Sayup-sayup kau bisa mendengar suara musik. Di depan ferris wheel sekarang terdapat panggung besar untuk merayakan tibanya malam tahun baru. Kerumunan orang terlihat mengelilingi panggung tersebut. Dengan raut keceriaan mereka menyongsong hari baru di depan mata.
Tapi.. tunggu sebentar. Apa telingamu tak salah dengar? Kau mendengar suara orang yang amat kau kenal menyapa penonton lewat micnya. Bersamaan dengan suara lain yang meneriakkan “Happy new year, everyone!” dari tengah panggung. Apa matamu tak salah lihat? Ketika tiba-tiba anggota 1D berdiri di tengah panggung menyanyikan lagu baru mereka. Apa lagi ini? Mengapa mereka tiba-tiba berada di sini? Dan.. ketika kau meghitung, boyband yang tengah bernyanyi tersebut hanya tampil dengan empat orang personilnya. Melupakan Zayn yang hari ini meninggalkan kalian semua. Sebentar, apakah mereka setega itu? Mengacuhkan kematian teman mereka sendiri dengan bernyanyi meramaikan malam tahun baru?

[Liam]
I’ve tried playing it cool
But when I’m looking at you
I can’t ever be brave
‘Cause you make my heart race

[Harry]
Shot me out of the sky
You’re my kryptonite
You keep making me weak
Yeah, frozen and can’t breathe

Kau berniat merutuki kawanan empat orang itu. Sungguh tak punyakah rasa kesetiakawanan mereka barang sedikit, saja? Temannya meninggal dan sekarang bersenang-senang.. Perlakuan apa itu?! Lalu kau menggerakkan kaki keluar dari jalur Ferris wheel. Berniat memperhatikan boyband itu lebih dekat. Tapi tiba-tiba sesosok bayangan lelaki mendekatimu..

~END OF THIS CHAPTER~

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s