[FREELANCE] Endless Love

Author: Kim Joo Hyun
Main Cast: Yesung SUJU, Taeyeon SNSD.
Title: Endless Love
Genre: Hurt, Comfort, Sad Romance
Lenght: Oneshoot

(Ff terakhir sebelum saya hiatus untuk sementara dan mungkin akan come back bulan depan dgn ff2 terbaru saya. Saya sendiri juga gk thu kenapa malah bikin ff sad ending. Dan jujur saya sendiri sempet nangis. Dan moga2 author bisa memperbaiki kesalahan author di ff ini)

Ini merupakan songfic. Alias song fanfiction

~~~ENJOY~~~

©Original Song Fiction From©

©Kim Joo Hyun©

☁☂☁☂☁☂Endless Love☁☂☁☂☁☂☁

Author pov:

Sore kelabu, langit ditutupi awan tebal bergumpal-gumpal, meneteskan rintik-rintik hujan, menghapus jejak pertempuran di medan berdebu. Di puncak bukit yang tertutupi permadani hijau, nisan-nisan baru berderet rapi.

Di depan salah satu nisan, berdiri gadis berambut coklat, menatap datar batu nisan di hadapannya, mata hazelnya menyusuri huruf-huruf yang diukir di sana. Gadis itu berjongkok. Tangannya menjulur, jari-jarinya menyentuh ukiran nama pada batu nisan.

Kim Jong Woon

Sekelebat bayangan menghantuinya kembali.

#Flashback

Dia berlari, berlari sekencang-kencangnya, seolah takut kehilangan sesuatu yang sedang dikejarnya. Saat itu, perang besar baru saja berakhir. Perang yang selama ini dia takutkan, perang persaudaraan antara Korea Selatan dan Korea Utara

Dia berlari, tidak memedulikan deru napas terengah-engah, tidak memedulikan kaki-kakinya yang mulai lelah. Dia terus berlari sekuat tenaga yang dimilikinya. Langkahnya perlahan berhenti tatkala tujuannya hampir terlihat di depan mata. Sesosok tubuh terbujur lemah, pakaiannya berlumur darah.

Like a flower petal withering away

The encounter with you was like a dream

Being in love, getting into fights

We conquered over many walls together

Taeyeon berhenti. Di depannya, terbaring sosok lelaki yang selama ini dinantinya, lelaki yang selalu dicintainya, kini terbaring tak berdaya, Kim Jong Woon atau Yesung. Taeyeon menghampiri, langkahnya terseok, tubuhnya bergetar. Dia berjongkok tepat di sisi Yesung. Mata hazelnya hanya menatap kaku tubuh itu. Sulit mempercayai pertemuan ini.

Lelaki itu menolehkan kepalanya perlahan, mata onyx-nya memandangi sosok gadis berambut coklat di sisinya.

“Taeyeon…”

Bulir air mata tak terelakkan lagi, jatuh dari pelupuk mata gadis yang disebutkan namanya. Tangannya mencoba menutup luka besar yang menganga didada yesung, berharap dapat menghentikan darah yang membanjiri tubuh yesung.

“Bertahanlah,” ucapnya dengan isakan.

Taeyeon tahu usahanya percuma. Melihat kondisi Yesung yang begitu parah, dia tahu ini semua sama sekali tak ada gunanya. Tapi dia tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya untuk menolong Yesung.

Namun melihatnya terbujur lemah tak berdaya seperti saat itu adalah hal yang membuat batinnya tersiksa.

Yesung adalah laki-laki yang kuat. Tapi, kini, di hadapannya, Yesung sedang sekarat. Pertempuran besar tadi membuatnya kalah. Apakah Yesung tidak lagi sekuat dulu? Apakah Yesung bisa bertahan? Apakah akan ada keajaiban?

Will this sun be above us forever?

Will I be able to protect you forever?

Your expressions of you cry, laugh, and anger

If everything is going to fade one day

We should appreciate each other more

That time, that place, when that miracle occurred will bring another miracle

Taeyeon tidak ingin sekali lagi kehilangan Yesung. Jangan lagi. Yesung sudah pernah meninggalkannya. Kini dia kembali. Tapi bukan dalam keadaan yang diharapkannya.

Taeyeon mulai merasakan kelelahan. Dia mengerahkan seluruh tenaga. Pertemuan ini memang hampir seperti mimpi. Penantiannya yang panjang akhirnya terbayar.

‘Tuhan, tolong jangan biarkan Yesung pergi lagi. Kumohon, berikanlah kekuatan padanya. Berikanlah keajaiban untuknya. Kumohon. Aku tidak ingin lagi kehilangannya.’

Becoming stronger by loving one

Overcoming this by believing in one

The thing you left are still in my heart, without ever losing its shine

I feel blessed for meeting you

For bringing back my smile

I continue to walk holding close to this emotion of “thanks”

Taeyeon merasakannya, tangan dingin Yesung meraih tangannya dan menggenggamnya di atas dada.

“Taeyeon…” dengan sekuat tenaga dia berbicara. “Ada yang harus kukatakan padamu.”

“Jangan bicara dulu, Yesung,” bentak taeyeon. Tangannya yang lain ditumpuk di atas tangannya dan tangan Yesung, kembali mencoba menutup luka tersebut

“Sesuatu… yang seharusnya kukatakan sejak dulu,” Yesung mulai lagi. Tidak peduli apa yang dilakukan taeyeon. Gadis itu harus mendengarnya.

Mata hazel taeyeon menatap mata onyx yang telah kehilangan cahayanya itu.

“A…ku berusaha membela negara kita, keluarga kita dan orang- orang yang kucintai” kata Yesung susah payah.

“Dan aku malah membuat salah satu orang yang paling kucintai mena…ngis”

Air mata bergulir lagi di pipi Taeyeon.

“Pertemuan kali ini… aku merasa diberkahi… Yang seharusnya kukatakan sejak dulu… padamu… gomawo…” Sebuah lengkungan di bibir menyertai ucapan itu, Yesung tersenyum.

“Yesung…”

“Terima kasih… terima kasih karena telah membuatku mengerti bagaimana rasanya mencintai… Kau… taeyeon… sa…ranghae…”

Taeyeon merasakan genggaman tangan Yesung mengendur. Matanya menutup. Hembusan napasnya berhenti. Degup jantungnya tidak dapat lagi dirasakannya.

“Yesung…” mata hazelnya menatap liar sosok tak bergerak di hadapannya.

Akhirnya dia harus menghadapi kenyataan. Yesung telah pergi, pergi untuk selamanya. Taeyeon tidak pernah bisa mengejarnya, tak pernah bisa.

Taeyeon meraih tangan dingin Yesung, menyandarkan kepalanya di atas dada berlumur darah, membiarkan air matanya mengalir dan bercampur dengan darah.

Bertemu kembali dengan Yesung memang hampir seperti mimpi. Walau tak pernah bisa mengejarnya, Taeyeon kini tahu bahwa Yesung mencintainya.

After the rain a rainbow casts

A light shall be born upon a storm

There’s an unyielding important thing here

I realized what it means “to love”

You can still walk, can’t you?

You can see it already

“Emotions” will cross time and shall ring into eternity

Your happiness, your pain, your everything

So bloom with pride

more, more, and more…

Taeyeon menghapus air matanya. Menguatkan diri, menghadapi kenyataan bahwa orang yang dinantinya telah pergi untuk selamanya. Kata-kata Yesung sebelum menghembuskan napas teakhirnya adalah satu hal yang membuatnya tegar.

‘Sa…ranghae…’

Pertemuan, juga perpisahan. Dua hal kontras yang terkadang sulit diterima. Taeyeon mungkin tidak ditakdirkan bersama Yesung di dunia ini, mungkin takdirnya ada di dunia lain. Meskipun jiwanya telah pergi, cintanya tidak akan pernah meninggalkan hati Taeyeon.

The encounter with you was like a dream

Being in love, getting into fights

We conquered over many walls together

Even after I’m reborn, I want to meet you again

Like a flower petal withering away

Let us accept everything in this world

The things you left me

The treasure of reality I call “now”

That’s why I shall live to my fullest

become a flower…

#End of Flashback

☁☂☁☂☁☂Endless Love☁☂☁☂☁☂☁

Rintik hujan berhenti. Gumpalan awan hitam menghilang. Berganti langit biru bak hamparan air laut. Matahari muncul dari persembunyiannya.

Taeyeon mendongakkan kepalanya, menemukan bias tipis merah–kuning–hijau melengkung di angkasa.

Tersembunyi di belakang batu nisan, tumbuh setangkai bunga lily putih. Kelopaknya bergoyang-goyang tertiup semilir angin. Taeyeon menyadarinya saat melihat kelopak putihnya bermunculan dari balik nisan.

Bunga lili putih, bunga kesukaan Taeyeon, tumbuh di makam Yesung.

Even after I’m reborn, I shall be close to you

be a flower…

~~~END~~~

Entah ap yg merasuki sya?! Kenapa sya bikin yng sad ending?! Wae! -frustasi-

Ya udah deh! Ini ff sad kedua aq…..gimana suka gak? Gaje ya? Aduh kyknya jelek nih!

(Sya juga tidak pede dengan endingnya yang ngengantung and gaje ini)

Sya hnya berharap kalian menyukainya dengan cra like and coment

Tolong like dan coment ya?

3 comments

  1. angeltris · April 8, 2013

    jong woon oppa😦 bacanya nyesek thor, ampe nangis, daebak

  2. yulia · April 27, 2013

    sediih,daebak thor…

  3. chaseorin17 · July 15, 2013

    keren author sshi!! saya nangis bacanya -__- oke tapi ini bagus!! diksi yang anda pilih tepat banget untuk menggambarkan keadaan taeyeon disini. sad ending tapi nice ff!

    keep writing ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s