The One I Love

sakura

Title
The One I Love

Author
Ichen Aoi — Kim ‘Chen’ Aoi

Cast
Jessica Jung
Lu Han
Park Chan Yeol

Genre
Angst, Sad, Hurt, Romance

Lenght
Oneshot

Backsound
Sakura Drops – Utada Hikaru

Disclaimer
Story is mine! All cast belong their-self.

Note
Maaf menunggu terlalu lama. Saya kembali. Terimakasih yang sudah membeli ‘WONDER BOY’ dan memuji Zhou Mi & Lu Han sebagai partner disana. ^^ Terimakasih karena telah membuat WB menjadi bestseller dibeberapa gramedia. ^^

..

.

koi wo shite owari wo tsuge
(I once loved, then love was over)
chigau koto wa kore ga saisho no GOOD DAY
(I swear, may today be the first good day)
sakura made kaze no nakade
(Until the cherry blossoms in the wind sway)
yurete sooto kimi ni te wo nobasuyo
(and quietly reach out for you)

 

~~

Tokyo, Jepang.

Semerbak wangi bunga tercium dengan lembut. Memanjakan siapapun yang kini tengah berjalan dibawah setiap dahan rindang bunga merah muda keunguan itu. Salah satunya, seorang gadis dengan wajah campuran Amerika-Asia sedang duduk disalah satu bangku panjang cokelat dengan rambut blondenya yang terurai lurus dan lembut. Ada beberapa mahkota bunga sakura jatuh disana dan meluncur dengan cepat.

Gadis itu hanya diam, memandang jalanan didepannya. Memelihat banyak pasangan yang bergandengan dengan mesra dan saling berbagi tawa. Gadis itu hanya diam dengan ekspresi hampanya. Baru saja, semenit yang lalu. Orang yang dicintainya memilih untuk mengakhiri hubungan yang sudah terjalin dalam hitungan tahun.

Lu Han.

Lelaki itu meninggalkannya begitu saja dibawah teduhnya pohon Sakura.

“Sampai kapan kau akan duduk disini?”

Suara sapaan yang tidak asing itu sama sekali tidak mengganggu gadis cantik itu dari tempatnya. Ia tetap diam mematung. Tidak ada yang tersisa dari hidupnya, pikir gadis itu singkat. Tidak akan adalagi hari-hari yang biasanya selalu ia nantikan dengan hati berdebar-debar.

“Mari kita pulang… nona.”

Gadis yang dipanggil nona itu masih diam.
Dari cara lelaki itu memanggilnya sudah bisa dipastikan ia adalah seorang bawahan gadis itu. Lelaki itu seorang butler. Penjaga.

“Mari, aku akan mengantarkan nona kembali.”
“Aku tidak akan kembali, Chan Yeol-ah.”

Lelaki bernama Chan Yeol itu langsung membungkukkan badannya. Ia sedikit bersimpuh dengan kedua lututnya diatas jalanan aspal yang kotor dan berdebu. Gadis itu masih diam, memandang lurus kedepan tanpa bergerak sedikit pun. Chan Yeol, mengulurkan kedua tangannya. Meraih kedua telapak tangan gadis itu yang terlipat rapi diatas pangkuannya.

“Tuan putri harus kembali ke istana.”
“Tidak akan.”
“Kenapa?”
“Hari ku sudah berakhir.”

Chan Yeol mengambil tangan kanan gadis itu lalu mengecup punggung tangannya dengan lembut. Gadis itu menatapnya dengan tajam. Rasanya lelaki itu sudah terlalu jauh dalam hal menyentuhnya.

“Berani sekali kau!”

#plak!

Sebuah tamparan kencang mendarat dipipi kanan Chan Yeol hingga membuat pipi lelaki tersebut merah. Namun Chan Yeol sama sekali tidak marah, sebaliknya, ia malah tersenyum lembut lalu menarik nafasnya pelan dan memejamkan matanya sejenak. Ia kembali membukanya dan meraih tangan gadis itu kemudian mengangkatnya hingga sejajar degan wajah lelaki itu.

“Nona muda bisa memukul ku atau apapun itu selama aku bisa tahu nona masih ada disini. Tidak membeku seperti tadi.”

Sebuah mahkota bunga sakura terjatuh diatas telapak tangan gadis itu yang masih dipegangi Chan Yeol dengan lembut dan hangat. Gadis itu merasa perasaannya seolah menjadi tenang sekarang. Ia berdiri, membiarkan lelaki bernama Chan Yeol itu tersenyum senang dan meraih pergelangan tangannya, menuntunnya kedalam sebuah mobil mewah.

Sementara itu, dibalik batang tubuh pohon sakura yang terletak tidak jauh darisana. Seorang lelaki dengan rambut warna terangnya tampak bersandar sambil tersenyum dengan penuh rasa sakit. Ia menyesal. Menyesal mengatakan sebuah perpisahan yang berujung pada rasa sesak didadanya ketika melihat gadis yang ia cintai berubah. Keceriaan seolah hilang darinya.

“Jessica Jung… Maafkan aku,” bisik lelaki itu parau.

~~~

Chan Yeol memandangi jendela kamarnya yang menghadap langsung pada kediaman keluarga Jung. Sebuah keluarga kaya raya yang pindah ke Tokyo beberapa tahun silam. Ia mengenal dengan sangat baik putri pertama keluarga itu, Jessica Jung.

Tugasnya adalah menjaga sang putri. Putri yang selama ini diam – diam ia kagumi. Chan Yeol tersenyum tipis mengenang takdirnya yang menghalagi segalanya. Ia lahir dari sebuah keluarga kepercayan keluarga Jung. Keluarga bawahan. Dialah keturunan para butler yang selalu bersedia mempersembahkan nyawa untuk tuannya.

Chan Yeol sama sekali tidak keberatan dengan takdir itu.
Melindungi Jessica Jung dengan nyawanya. Mengabdikan hidupnya untuk gadis itu, menjaga gadis itu sepanjang waktu. Menghabiskan waktunya untuk menemani gadis itu.

Itu adalah takdirnya. Takdir Park Chan Yeol.

~~~

Jessica, gadis blonde yang kini sedingin es itu, masih diam di depan perapian. Matanya masih menatap nyala api didalam tungku pembakaran. Kilasan-kilasan harinya dengan Lu Han, lelaki China yang ia cintai kembali dengan jelas.

Lelaki itu seolah sudah menjadi bagian dalam kehidupan puzzlenya.
Lelaki itu memiliki separuh dari kehidupannya.
Lelaki itu sebuah oksigen dalam hidupnya.
Lelaki itu sebuah pelangi dalam kelamnya malam.
Lelaki itu… adalah segalanya.

“Sukide sukide do shiyomonai (aku mencintai mu tidak bisa berhenti mencintai mu).”

Jessica melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju kamarnya. Ujung gaun tidurnya dibiarkan menyapu lantai dengan gerakan – gerakan indah yang ditiup angin seadanya. Gadis itu duduk ditepian tempat tidurnya lalu memejamkan matanya.

Setetes air mata dari ujung matanya jatuh diatas bantal.

~~~

Lu Han tidak bisa memejamkan matanya dengan baik. Kekejamannya memutuskan hubungan antara dirinya dan Jessica terus menghantui lelaki itu hingga membuatnya tidak bisa memejamkan mata dengan benar. Hatinya masih terasa sakit dan dadanya terasa sesak.

“Aku terlalu jahat, meninggalkannya sendirian dalam sentuhan sakura.”

Lelaki itu menarik nafasnya dalam-dalam.
Lu Han berdiri, menatap dirinya dalam pantulan kaca bening yang berkilau karena sinar rembulan. Lu Han menengadahkan tangannya, berusaha menyentuh udara malam. Kemudian menutup telapak tangannya, seolah menahan udara dalam genggamannya.

“Jessica Jung… Sukide sukide do shiyomonai (aku mencintai mu tidak bisa berhenti mencintai mu). Soreto koreto wa kankei na (Tidak ada yang bisa ku lakukan karena hal ini). Gomen ne (maafkan aku),”

Detik berikutnya, Lu Han bisa merasakan dadanya terasa sakit dan sesak.
Lelaki itu langsung bersandar pada sisi tembok. Ia merosot dengan perlahan disana. Nafasnya terengah – engah.

Waktunya didunia sudah tidak lama lagi.

~~~~

Entah kenapa sebuah perasaan tidak enak, memaksa Jessica untuk segera keluar dari kamarnya tengah malam ini. Ia mencari keberadaan Chan Yeol. Pikirannya mengatakan kalau lelaki itu mengetahui hal yang sama sekali ia tidak tahu.

Jessica, dengan gaun malamnya dan kaki telanjangnya, menapak pada jalan setapak yang menuju gerbang depan kediaman keluarganya. Disamping pagar itu ada rumah kecil, tempat Chan Yeol tinggal.

#toktoktok

Chan Yeol keluar dan ia sedikit terkejut mendapati Jessica sudah berada didepannya.

“Nona muda?”
“Katakan pada ku! Apa yang tidak ku ketahui tentang… Lu Han?”
“Lelaki itu? Aku tidak tahu apa-apa.”
“Kau mengetahuinya… Ku mohon beritahu aku…”

Jessica tidak bisa lagi membendung air matanya. Gadis itu menangis. Air matanya adalah kelemahan Chan Yeol. Terlebih lagi saat ini gadis itu berlutit dihadapan Chan Yeol. Membuat lelaki itu semakin hancur dan luka. Jessica melakukan apapun untuk Lu Han.

“Nona muda…”
“Ku mohon… Tolong aku… Bantu aku…”

Jessica terus menangis dan bersimpuh dikaki Chan Yeol. Chan Yeol memejamkan matanya.

Ia menyerah.

Chan Yeol menarik Jessica berdiri lalu memandangi gadis itu sejenak. Menghapus air mata gadis itu dengan ibu jarinya lalu meraih tangan kanan Jessica, mencium punggung tangan itu dengan lembut.

“Maafkan aku. Jangan menangis. Air mata nona terlalu berharga.”

Jessica mengangguk pelan. Ia tidak ingin membuat Chan Yeol susah lagi. Lelaki itu pun mengantarkan Jessica dengan sangat hati – hati. Ia memberikan sebuah mantel bulu miliknya untuk menghangatkan Jessica. Chan Yeol mengendarai mobil mewah itu menuju luar Tokyo.

Tempat dimana Lu Han berada, saat ini.

~~~

“Jangan tunggu aku. Aku akan kembali dengan sendirinya.”
“Tidak bisa, anda adalah tanggung jawab saya.”
“Aku mohon Chan Yeol. Kembalilah. Aku akan menghubungi mu jika aku dalam kesulitan. Aku janji.”

Lelaki itu menyerah.
Ia membiarkan Jessica masuk sendirian kedalam sebuah bangunan kecil yang memiliki 2 lantai. Rumah itu sama sekali tidak terlihat jelek, sebaliknya, terlihat begitu cantik dan tertata dengan baik.

Chan Yeol kembali ke kediaman keluarga Jung.

~~~

Jessica melangkahkan kakinya didalam rumah itu. Pintu depannya sama sekali tidak tertutup. Gadis itu bisa melihat banyak lukisan dirinya diruang tengah yang minimalis. Jessica bisa melihat ada banyak kelopak sakura disana.

Musim semi, pertamakali mereka bertemu dibawah pohon sakura yang rindang.

Jessica kini menaiki setiap anak tangga. Ia menjumpai sebuah ruangan kecil lainnya yang begitu indah. Ia bisa menatap bulan yang didepannya terhalang sebuah pohon sakura. Jessica tersenyum kecil. Ia pernah mengatakan soal pemandangan jendela yang seperti ini pada Lu Han.

Dimana lelaki itu?

Jessica terus melangkah dengan gaun malamnya dan mantel milik Chan Yeol. Ia mengedarkan pandangannya lalu terkejut ketika menjumpai Lu Han sudah berada di pojok ruangan dengan ujung bibir yang kemerahan.

“LU HAN!”

Lelaki itu seperti mendengar ilusi.
Ia berusaha membuka matanya yang terasa berat. Kesadarannya menipis.

“Jes… Sica…?”
“Ya! Ini aku!”

Gadis itu melepaskan mantel Chan Yeol, dan langsung mendekat. Meraih tubuh Lu Han lalu memeluknya. Ia menangis.

“Jangan menangis…”
“Kau membohongi ku.”
“Aku tidak bohong, aku benar – benar ingin melepaskan mu.”
“Tidak dengan cara begini, Lu.”

Lu Han berusaha mengukir senyum sebisanya. Ia menggenggam kedua tangan Jessica.

“Berjanjilah pada ku untuk tetap hidup demi cinta kita.”
“Lu…”
“Dokter bilang, penyakit ini tidak akan pernah bisa disembuhkan. Aku… Aku tidak ingin meninggalkan mu dengan cara seperti ini.”

Jessica menggelengkan kepalanya. Melarang Lu Han bicara lebih jauh. Lelaki itu tersenyum kecil sambil mengusap kepala Jessica dengan lembut. Ia memejamkan matanya sejenak lalu kembali tersenyum.

“Aku ingin melihat bulan… bersama mu.”

Jessica menganggukkan kepalanya.
Ia memapah tubuh Lu Han dengan susah payah, Ia mendudukkan Lu Han disampingnya, disebuah sofa panjang yang menghadap kearah jendela secara langsung. Lu Han memandang keluar jendela dengan damai.

“Aku senang bisa seperti ini.”
“Bertahanlah demi ku, Lu.”
“Tidak bisa. Aku sudah tidak sanggup lagi meski aku ingin.”

Jessica berusaha untuk tidak menangis lagi.
Lu Han menoleh kesamping lalu meraih tengkuk Jessica dengan tangan kanannya dan mencium bibir gadis itu dengan lembut. Mereka berciuman lembut dalam hitungan detik. Lu Han melepaskan senyumannya lalu tersenyum miris.

“Maafkan aku. Darah itu…”

Jessica tersenyum kecil. Ia menarik nafasnya dalam.

“Tidurlah. Istirahatlah, Lu. Aku akan ada disini bersama mu. Pejamkan matamu dalam pangkuan ku,” bisik Jessica lembut.

Lu Han menurutinya.
Ia membaringkan tubuh lemahnya diatas sofa panjang dan kepalanya berada diatas pangkuan Jessica. Kini ia benar – benar merasa damai. Ia tahu gadis itu tidak akan meninggalkannya sampai ia memejamkan matanya yang lelah itu dengan lelap.

“Kau tahu, kau adalah takdir terindah yang pernah ada dalam hidup ku.”
“Kau terlalu menngada – ada, Lu.”
“Aku serius. Aku ingin saat aku memejamkan mata ku, kau tetap bersama ku. Namun jika sesuatu terjadi pada ku, berjanjilah agar kau tetap hidup dan menatap dunia untuk ku”
“…”

Jessica sama sekali tidak menjawab.
Ia menundukkan wajahnya menatap Lu Han yang terbaring dipangkuannya. Gadis itu berusaha untuk tidak menangis, ia tahu Lu Han benci melihatnya menangis.

“Kau menang… Lu.”

Kali ini Jessica-lah yang mencium bibir Lu Han dengan lembut. Lu Han merasa dadanya semakin sakit dan sesak. Ia bisa merasakan ciuman Jessica menjauh. Gadis itu sedang menatapnya dengan lembut.

“Aishiteru (aku mencintai mu),” bisik Lu Han lemah sebelum ia benar – benar menutup matanya untuk selamanya.

Air mata Jessica jatuh diatas pipi lelaki itu. Jessica menyadari tubuh yang berada dipangkuannya sudah tidak bernafas lagi dan detak jantungnya berhenti. Jessica menatap sekelilingnya. Sebuah meja yang berada dalam jangkauannya, disana ada beberapa buah-buahan dengan pisau pemotongnya.

“Lu… aku tidak akan bisa tanpa mu…” bisik Jessica pelan.

Gadis itu meraih pisau tersebut lalu menggoreskannya dengan cepat pada pergelangan tangannya. Ia bisa merasakan ada rasa sakit yang teramat sangat disana. Jessica membiarkan pergelangan tangan kirinya menjuntai, hingga darah menetes membasahi permadani. Tangan kanannya, ia letakkan diatas dada Lu Han sambil menggenggam erat kedua tangan dingin lelaki itu.

“Hontou ni aishiteru (aku sangat mencintai mu),” bisik Jessica.

Gadis itu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. menggengam kedua tangan Luhan dengan tangan kanannya. Ia tersenyum, memejamkan matanya dengan perlahan bersama hilangnya kesadaran. Ia membiarkan gelap membawa dirinya. Untuk selamanya.

Selama itu diluar sana, sebuah kelopak sakura gugur. Angin malam mengantarkannya melayang masuk melewati jendela dan jatuh diatas kelopak mata Lu Han.

Sakura, selamanya adalah lambang cinta mereka.
–END–

3 comments

  1. siwonhandphone · April 10, 2013

    aigoo aku terharu~ ffnya DAEBAK sekali!

  2. Pretty Hana · April 10, 2013

    Kereeeennnn!!😀
    Buat lagi dong Eonn yg pairingnya KrisSica😀

  3. Merry Zitao · April 12, 2013

    Keren! Sangat!. Gak ada typonya, daebak =))

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s