[FREELANCE] Please Don’t Go

Please don't go

Tittle : Please don’t go
Author : Mrs.Jinki (@Dearnianggita)
Main Cast : Lee Jin Ki (SHINee Onew)
Han Hye Soo (OC)
Support Cast : Find it by Yourself
Genre : Angst, Sad romance
Rating : PG
Length : Oneshoot
Disclaimer : ISI CERITA DAN LEE JINKI ADALAH PUNYA SAYA(?)
APABILA ADA KESAMAAN CERITA DENGAN FANFICTION LAIN, ITU TIDAK DISENGAJA! SAYA BUKAN PLAGIATOR! DAN SAYA BENCI PLAGIATOR!!!
Note : Annyeong! Ini FF Pertama yang saya kirim ke wordpress ini. Mudah-mudahan di publish! Perkenalkan! Nama asliku Dearni, but you can call me with Mrs. Jinki. FF ini mungkin pernah kalian baca, soalnya FF Ini pernah ku post di wordpress pribadi ku sendiri, dan di wordpress lain. Sip! Note nya ga usah banyak-banyak! PLEASE ENJOY THE FANFICTION! (Background Sound SHINee – Please don’t go , SHINee Onew – The Name I Loved)
————————————————————————————————————-

Hye Soo POV
“Maaf nyonya, anda sudah mengidap Kanker Ginjal Stadium akhir” ujar Dokter berlabel name tag ‘Kim Jonghyun’ itu padaku.
“Sta,,Stadium Ak,,Akhir?”
“Ne, Apabila anda ingin melakukan operasi, anda dapat segera melunasi uang administasi”
Operasi? Operasi pun aku rasa tak akan banyak membantu.
Jinki, Ottogachi?
“Dokter, Aku,,,,,”
.
.
“Hai Noona! Maaf menunggu mu lama.”
“Gwenchana taemin-ah.” Ujar ku sambil tersenyum kecut pada namja manis di depanku kini.
“Geundae, mengapa kau datang ke rumah sakit noona? Kau sakit?”
“Kita berbicara di dalam saja ya, ada yang ingin aku bicarakan. Bisakah kau mengantarku ke rumah malam ini Taemin-ah?”
“Arraseo noona, masuklah”
.
“MWORAGO?”
“Aku sudah bertekad Taemin-ah, Aku tak ingin dia bersedih, aku ingin dia membenciku. Aku ingin dia tidak mencintaiku lagi.” jelas ku ditemani dengan beberapa bulir yang jatuh di pipi.
“Tapi, Ini ide gila noona! Aku bisa memberimu uang banyak. Tolong noona, lakukanlah operasi itu”
“Tidak taemin-ah, Aku memang butuh bantuanmu, tapi aku tak perlu uangmu. Jebal, kau hanya perlu melakukan ‘nya’ “
“Noona, meski ia tak mengenalku, tapi aku mengenal dia noona. Jinki-hyung itu sunbae ku disekolah! Dia orang yang sangat ramah pada semua orang! Aku tak bisa melakukan ini noona.”
GREEEPP
“Jebal taemin-ah” pintaku sambil menggenggam tangannya erat. Memberitahu keseriusanku melalui tatapan mata.
“Hah,, Baiklah” helanya “Tapi, kau yakin tak ingin operasi noona?”
“Tidak taemin-ah, Percuma, persentase keberhasilannya hanya 30%” ujar ku sambil tersenyum kecut
“Hah,, kau menyakiti dirimu noona”
Gwenchana taemin-ah, Aku tahu ini akan menyakiti diriku dan dirinya. Tapi tak ada jalan lain, aku tak ingin dia bersedih.
Jinki yeobo,, Mianhae,,,
Hye Soo POV end

Jinki POV
“Aku pulang” ujarku sambil melepaskan sepatu lusuh dan kaus kaki lusuh yang tertambal dimana-mana itu “Yeobo? Kau dimana?”
Hening
Melihat ketidak beresan ini, aku pun segera memasuki rumah kecilku ini, ani rumah kecil kami tepatnya. Menatap lesu lagi sebuah note yang sejak akhir-akhir seminggu ini selalu terpampang di depan kulkas.
Aku akan pulang terlambat, Aku sudah membuat bubur untuk mu. Jangan menungguku
-Han Hye Soo-
“Hah,, Lagi-lagi,”
Aku hanya bisa mengambil note berwarna pink itu dan meremasnya kasar. Aku benci diriku yang seperti ini, Aku yang hanya kerja sebagai Kuli bangunan tak bisa memberi kebahagiaan yang banyak untuk ‘dia’. Ya,, Dia. Dirinya yang bernama Han Hye Soo. Dirinya yang selalu membuatku bersyukur atas segalanya. Dirinya,,,
Aku pun beranjak memakan bubur yang sudah dibuat istriku. Memakan dan mengunyahnya perlahan. Rasanya terlalu hina mengingat harus dia yang selalu banting tulang. Mengingat harus dia yang selalu bertahan untuk mencari sesendok nasi untuk kami berdua.
Pedihh,,,
Aku,,,Aku ingin lebih bisa diandalkan.
Jinki POV End

Hye Soo POV
“Dari sini belok kanan. Di ujung jalan nanti rumahku” ujar ku memberi arah pada taemin
“Noona, kau sungguh-sungguh?”
“Ya, Aku sudah bertekad taemin-ah” ujar ku sambil mengapus lagi-lagi air mata itu.
Tahan Hye Soo-ah, Kau tak boleh menangis.
“Ah, Lampu kamar masih hidup, Kita bisa memulainya dari sekarang” ujar ku sambil menatap nanar kamar itu dari kejauhan
Jinki, Sekali lagi, Mianhae,,,
Hye Soo POV End

Jinki POV
Aku menatap legam langit malam ini melalui jendela kecil kamar kami, malam teduh nan suram tanpa kehadiran sang permasyuri bulan menemani, sama seperti diriku.
Ku petik beberapa senar gitar antik ini, membuat beberapa nada terlantun indah di malam sepi.

Soni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa
Aryeoonda ijeneun deo isang neorul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman
Gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie
Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo
Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie

BRUMMMMM
Nyanyian ku terhenti ketika aku mendengar suara itu. Pandanganku seolah tertuju pada pemandangan di kala malam itu. Mata ku menatap sunyi sebuah siluet yang sangat ku kenali keluar dari mobil itu, namun,,,,,,,,,,,,,,,,, ia tak sendirian.
Aku meletakkan gitar antik tadi di kasur dan pergi menuju pintu masuk rumah, ku tatap lagi pemandangan itu lewat jendela kecil di samping pintu. Setidaknya pemandangan itu terlihat lebih jelas dari sini. Ku tatap senyuman manis dilemparkannya pada namja itu. Namja manis yang aku tak kenal, mungkin teman kerjanya? Tapi, mengapa ia mengantar Hye Soo pulang?
Aku terus berpikir keras, ketika pandangan itu mulai menjadi-jadi, aku melihat namja manis itu mengecup sayang kening hye soo lama dan memeluknya. Oh tidak,, berani-berani nya dia berbuat seperti itu untuk hye soo-ku. Mataku terasa semakin pedih dan panas ketika melihat raut wajah Hye Soo yang tersipu malu dan membalas pelukan namja itu.
Hye Soo-ah apa yang kau lakukan di sana? Kau tak tahu apa yang ku rasakan melihatmu dari sini?
Aku langsung beranjak pergi menuju kamar begitu melihat Hye Soo dan namja itu mengakhiri pelukan erat mereka. Menatap nanar foto pernikahan yang tergantung indah di dinding kamar kami. Jadi, inikah yang kau lakukan akhir-akhir ini Hye Soo-ah?
“Kau belum tidur?” tanya Hye Soo mengangetkan ku. Ku tatap dirinya murka, yang dibalas dengan tatapan polos bertanya dari mata mungilnya itu. “Apa yang terjadi yeobo? Ada apa dengan tatapanmu itu?”
“Hahh,,” hela ku sambil mulai mengalihkan pandangan. Tak ada gunanya, Api murka ku begitu saja padam ketika mendengar sayup suara merdunya itu. “Aniyo, Aku tidak bisa Tidur”
“Wae? Bukankah kau harus bekerja pagi-pagi?”
“Aku mau tidur dulu” ujar ku menaiki ranjang dan tidur membelakangi Hye Soo. Aku harap mimpi buruk tadi tak akan terulang esok hari.
———————————————————————————————————–
Aku akan pulang terlambat, Aku sudah membuat bubur untuk mu. Jangan menungguku
-Han Hye Soo-
Hahh,, Bahkan isi pesan hari ini sama dengan kemarin. Aku segera beranjak menganti baju dan kembali mengulangi kebiasaan ku kemarin. “Hye Soo, Aku harap kau tidak mengecewakan ku lagi malam ini” bisik ku lirih

Soni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa
Aryeoonda ijeneun deo isang neorul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman
Gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie
Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo
Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie

BRUMMMM
Brum? Jangan bilang,,,
Aku segera berlari menuju tempat ku kemarin. Tepat di depan pintu rumah aku kembali terpaku melihat pemandangan malam ini. Mimpi buruk itu kembali datang,,,
Mata ini panas ketika aku melihat namja itu semakin berani, bahkan ia mulai mengecup kedua pipi merah merona milik istri ‘ku’ itu. Aku yang tak tahan lagi segera membuka pintu,
BRAKKKK
“E,,,Eh? Ji,,,jinki?”
Gagapan Hye Soo ku abaikan, yang menjadi target ku kali ini hanya pipi namja itu.
BUGHHHH
“JINKI!! APA YANG KAU LAKUKAN!!” pekik Hye Soo sambil menolong namja brengsek itu berdiri. Mata dan hatiku makin memanas. Mengapa kau membantunya Hye Soo-ah?
BUGHHHHH
BUGHHHHH
Pukulan pedas berkali kali ku berikan pada namja itu. Tak peduli akan jeritan dan isakan Hye Soo yang memintaku berhenti. Yang ada di diriku sekarang hanyalah api murka.
“Hiks,,,Hikss,, Ji,,,Jin,,Jinki,, A,,Aku mo,,mohon,, Ja,,Jangann ber,,berkelahi la,,Lagii”ujar Hye Soo sambil memelukku. Getaran badan mungil itu menyadarkan ku.Aku pun menatap nanar Hye Soo yang terisak.
Mengapa kau menangisinya Hye Soo-ah?
Mengapa kau menyuruh ku untuk berhenti?
Mengapa air mata berharga itu kau buang untuk dirinya?
Sebenarnya mengapa Hye Soo-ah?
Mengapa??

“Hiks,,, tolong Berhenti Jinki-ah” ujarnya lagi sambil mulai memelukku erat.
Aku yang tak tahan dengan suara isakan nya pun hanya bisa menghela “Hah.. Aku tunggu kau di kamar 10 menit lagi” ujar ku dingin sambil melepaskan pelukannya. Menutup dan menghantam kasar pintu rumah. Dan terduduk lemas di sisi dalamnya.
Tes,,,,
Tess,,
“Mengapa kau membelanya? Sebenarnya dia siapa Hye Soo-ah?” isakku.
Jinki POV End

Hye Soo POV
Ku tatap nanar punggung kokoh yang mulai menjauh itu.
Jinki, mianhae,, Ini semua demi kebaikanmu
“A,,Ah” keluh taemin menyadarkanku.
Aku pun segera menghampirinya. Aku tak mengira ini semua akan terjadi.
“Ah, Mian Taemin-ah, aku membawamu terlalu jauh, Gwenchana? Apa begitu sakit?” tanya ku bertubi-tubi.
“Ah,, Nan gwenchanayo noona, lebih baik noona menyusul Jinki-hyung. Sepertinya dia marah sekali”
“Tidak apa-apa Taemin-ah. Sekarang masuklah ke mobil. Aku akan keluar 30 menit lagi, Kita sudah memasuki tahap akhir” ujar ku menahan tangis dan memapah Taemin, membantunya berdiri.
“Noona, kau masih bisa merubah pikiranmu. Tolong pertimbangkan baik-baik noona”
“Aku sudah memikirkannya baik-baik taemin-ah. Ini pilihanku, Aku akan membuatnya membenciku” ujar ku tersenyum kecut sambil menggigit keras bibir bawahku.
Hye Soo POV End

Author POV
KRIETT
Di sana sudah berdiri seorang namja tampan, berdiri memunggungi anaenya yang baru memasuki kamar.
“Sebenarnya apa maksudmu Hye Soo-ah?”
“Maksudku?”
“Ya,, Kau dan namja berengsek itu”
Baiklah, Kau bisa melakukannya Hye Soo-ah
“Ani, aku tak ada maksud. Jinki-ah, Aku capek”
“Capek? Apa maksud mu?” tanya Jinki heran sambil membalikkan punggungnya. Mempertemukan kedua mata yang penuh dengan kepedihan itu.
“Aku ingin kita berakhir” ujar Hye Soo sambil menggenggam erat tangan mungilnya.
“…”
“Aku tak mencintaimu lagi” sambungnya lagi sambil terus menggenggam erat, Bahkan jemari merah itu sudah menjadi putih kini, menandakan kuatnya genggaman jemari mungil itu. Menunjukkan beberapa garis urat di jemarinya.
“Ini tak lucu Hye Soo-ah” ujar Jinki menatap Hye Soo tak percaya
“Siapa yang membuat lelucon di sini? Ini serius jinki! Ini bukan lelucon!” ucap Hye Soo sambil mulai menggigiti bibir bawahnya. Sungguh ia ingin menangis sekarang.
“KAU BERCANDA HYE SOO! KATAKAN KALAU KAU BERCANDA! KATAKAN! HYA! BUKA MULUTMU! KATAKAN KALAU KAU MENCINTAIKU! KATAKAN!!!!!” bentak Jinki sambil menggenggam erat bahu sempit Hye Soo dan mengguncangnya keras
“A,,,Akh,,, Sakit Jinki.”
“APA ALASAN MU MENINGGALKAN KU HYE SOO? APA ARTI KEBERSAMAAN SELAMA 3 TAHUN INI HAH??? APA YANG KURANG? APA YANG MEMBUATMU TAK MENCINTAIKU LAGI? KATAKANN!!! KATAKAN!!!”
“IYAA!!! INI SEMUA KARENA UANG! AKU BUTUH UANG UNTUK HIDUP JINKI! AKU TAK BISA HIDUP MISKIN TERUS SEPERTI INI!” akting Hye Soo sambil mengigit bibir bawahnya keras. Ia tak peduli dengan keadaan bibir cherry yang sudah bengkak itu. Bahkan mungkin akan meneteskan cairan anyir berwarna merahnya sebentar lagi
“UANG? AKU BISA MENJUAL SEGALA NYA UNTUK MU HYE SOO! SEMUANYA! BAHKAN JIKA AKU JUGA HARUS MENJUAL BAJU YANG KU PAKAI INI PUN TAK APA! JEBALL!!! Gajimara” isak Jinki. Tetesan hangat itu tak dapat di tahannya lagi. Ini begitu pedih, sakit,
“TIDAK! SEBERAPA BANYAK PUN BARANG YANG KAU JUAL TAK AKAN MENYAMAI SETENGAH DARI DOMPET TA…”
Chu~
Betapa Terkejutnya Hye Soo ketika bibir tebal nan lembab Jinki jatuh di bibirnya. Bibir yang selalu dirindukannya, Bibir yang selalu bisa memabukkannya, bibir yang bisa menghangatkan hatinya. Dalam diam, mulai ada timbul sedikit cairan bening di pelupuk mata hye soo.
“Kenapa kau tak membalas ciumanku?” tanya Jinki tajam
“A,,, Aku sudah tak mencintaimu” ujar Hye Soo sambil mengalihkan Matanya, tak ingin jinki melihat kaca yang sudah tertimbul di matanya.
Oh Tidak,, Ia ingin sekali membalas ciuman Jinki, Tapi,,, Akan sangat susah baginya untuk pergi nanti.
“OH SHIT!!!!” bentak Jinki sambil meninju keras dinding kamar mereka.
Tes,,,Tes,,, Tes,,
“Baiklah, Terserah mu Han Hye Soo! Silahkan pergi” ujar Jinki sambil mengusap kasar air mata yang mulai menderas itu.
“Annyeong” jawab Hye Soo sambil memutar balik badannya.
Tess,,,Tes,,,Tes,,,
Dan tanpa Jinki ketahui, Punggung yang mulai berjalan jauh itu pun kini telah terisak, Kaca tadi sudah pecah dan mengeluarkan rentetan cairan nya.
“Jinki, Mianhae”
Author POV

Jinki POV
SHIT! Apa yang sebenarnya Hye Soo pikirkan?
Apa sebenarnya yang membuatnya tega meninggalkanku?
Aku pun mengambil gitar antik itu dan mulai memetik beberapa nada
Sungguh, tak ada yang bisa mengerti bertapa aku sangat sakit.
Appoyo…

eojetbam kkumsoge nega naege dagawa
Soksagin geu mari nae eolgul manjideon geu meoritgyeori
kkumeseo kkaeboni neomunado seonmyeonghande
Nega inneun ge kkumieotdan geol
nae nungae goyeojin nunmuri malhaejwosseo
andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo
Jebal han beonman han beonman nal dasi anajwoyo
dasi nungama neol boreo gamyeon
geu jarie meomchun nareul anajwoyo

Tess,,,Tess,,,Tesss
“Hikss,,Hikss,, Jebal Hye Soo-ah, Gajimara” isak Jinki
Pedih,,
Sakit,,
Bisakah kau merasakan rasa pedih dan sakit ini Hye Soo?
Bisakah?
JINKI POV End
——————————————————————————————————————-
AUTHOR POV
*5 tahun kemudian*
CIT,,,CIT,,,
Seorang namja tampan terbangun dari tidur nyenyaknya di pagi yang cerah ini, membuka jendela kamar dan merasakan harum dan hangatnya embun pagi itu sendirian. Mulai Berjalan menuju mesin kopi otomatis dan menekan channel TV
Berita pagi datang dari perusahaan JK yang berhasil melakukan tender nya, Pemimpin Perusaahan JK sendiri, Lee Jin Ki berkata akan melakukan yang terbaik untuk tender berikutnya.
Namja tampan itu hanya bisa senyum menyeringai mendengar berita itu. Ya! Dia Lee Jinki!
Lee jinki yang baru tepatnya!!! Dia bukan Lee Jinki yang dulu. Dia yang Sekarang bukan Lee Jinki yang cengeng, Lee Jinki yang miskin, dan Lee jinki yang hanya bisa terdiam. Dia adalah Lee Jinki yang kaya, Lee Jinki yang bertangan dingin, Lee Jinki yang kejam.
Rrrr,,,Rrrr,
“Yeoboseyo?”
“Hyung!!! Kau ada dimana sekarang!!”
“Aish,, kau berisik sekali Minho-ah” ujarnya sambil menyeruput sedikit segelas Americano.
“HYA!!! Pagi ini ada rapat dengan Perusahaan TM! Kau dimana?? Rapat dimulai 2 jam lagi hyung!!!”
“Aisssh,, Arraseo! Aku akan datang sebentar lagi,”
.
.
“Perkenalkan, saya Lee Taemin, Wakil dari perusahaan TM” ujar seorang namja manis ramah pada lawan bicaranya
Sedangkan lawan bicaranya?
Si lawan bicara Lee Jin Ki hanya bisa tersenyum Sinis
‘SHIT!!! Bisanya namja itu tersenyum manis! Apa dia lupa dengan kejadian 5 tahun lalu?’ batin jinki
“Aku lee Jinki” jawab jinki kasar. Menatap mukanya saja membuatku mual.
“Baiklah, Rapatnya akan segera dimulai.”
.
“Hey Jinki hyung!”
Shit! Laki-laki itu lagi. Jinki hanya terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan taemin. Menatap mukanya membuat kejadian 5 tahun lalu itu kembali membayangi Jinki.
“Hya! Tunggu!”
“Kau tak ingin tau kabar Hye Soo noona?”
DEG,,,DEG,,
“Hye Soo Noona memintaku untuk memberimu ini” ujar nya sambil berlari mendekati jinki.
Jinki hanya bisa terdiam terpaku. Rasanya kaki ini tak dapat melangkah jauh jika mendengar nama ‘Hye Soo’ di sebut. Jujur, di dalam relung hati jinki terdalam, masih tersisa rasa cinta untuknya.
Hye Soo, bagaimana kabarmu kini?
“Ini, Dia memintaku memberimu ini”
Jinki hanya menatap hambar sebuah buku mungil berwarna cokelat itu. Buku lusuh yang tak pernah terlihat sebelumnya.
“Baiklah, tugasku sudah selesai. Annyeong hyung!”
——————————————————————————————————————–
Seoul, 15 Agustus 2008
Aku positif mengidap kanker ginjal stadium akhir. Begitu lemas rasanya saat menerima kenyataan ini. Persentase keberhasilanku hanya 30%, Bagaimana ini?

Seoul, 16 Agustus 2008
Aku mulai melancarkan rencana ku dengan taemin tadi malam. Jinki sungguh terbakar cemburu, aku bisa melihat itu dari matanya. Ya! Aku memutuskan untuk tidak operasi dan tinggal menunggu tanggalku. Aku tak ingin membebani Jinki dengan biaya operasi dan mengecewakannya apabila operasi itu tidak berhasil. Aku ingin kau lebih membenciku Jinki-ah

Seoul, 17 Agustus 2008
Aku menyuruh taemin supaya akting lebih berani, dan see? Aku akhirnya bisa pergi. Mian Jinki, Aku hanyalah istri yang buruk, istri jahat yang bodoh. Tapi itu semua kulakukan untukmu. Aku tak ingin kau mencintaiku dan justru membuatmu sedih saat aku tiada nanti.
Betapa sakitnya aku ketika melihat bulir itu jatuh di pelupuk mata jinki. Sungguh aku ingin memeluknya saat itu juga dan mengatakan semua kebenaran. Tapi apa daya,,,, Ciuman terakhir ku dengan jinki pun manis, hangat, dan penuh perasaan. Ciuman yang tak akan pernah aku lupakan. Jika aku berkata, hangatnya bibir mu masih berbekas di sini. Apa kau akan percaya?
Semua yang ku katakan itu bohong Jinki. Aku terus mencintaimu. Dulu, sekarang hingga selama-lamanya aku selalu mencintaimu. Aku hanya ingin kau membenciku dan menemukan jodoh yang lain. Cinta, tak selamanya memiliki bukan?

Seoul, 18 Agustus 2008
Jinki?
Kau disana?
Apa kau membaca Diary ku ini?
Hehehe, Apa kabarmu? Urimaneyo.
Apa kau sudah menemukan penggantiku? Otte? Apa dia lebih cantik dariku? Lebih cantik?? Yahh,, Aku kalahhh,,,
Ah iya, di diary ini aku selalu menumpahkan perasaan ku. Kau sudah membaca halaman sebelumnya kan?
Jinki, Aku harap kau sudah membaca diary ku ini. Kau sudah tau segalanya bukan? Aku selalu mencintaimu sayang, Aku meninggalkan mu dan membuatmu membenciku agar kau dapat mencari orang lain. Kau tahu? Aku tak ingin kau mengharapkan gadis penyakitan sepertiku. Aku ingin kau mendapatkan yang terbaik. Bisakah kau memaafkanku?
Ah iya, Alamat baruku ada di Jalan Edelweis Nomor 15 daerah incheon, Kalau ada waktu, jangan lupa Kunjungi aku ya. Sipp,, Suratnya gak usah panjang-panjang deh, soalnya aku mau ngehapus ingus dulu hehe,
Annyeong! NAN NEOMU SARANGHAEEE!!!!!
-Han Hye Soo-

Tess,,,
Tesss,,,
Tesss,,,,
Rentetan air mata jatuh bergiliran melalui pipi chubby namja tampan bernama jinki itu.
BRUKK
“Hyung? Kau kenapa Hyung?” teriak Minho mencoba membantu jinki berdiri
Sedangkan jinki hanya bisa tertunduk, Pandangan matanya kosong.
Hye Soo,,, Nado,,Nado Saranghae,,,
“Hyung?? Hyungg??” panik minho saat melihat tatapan kosong atasannya itu.
“Minho-ah, Antar aku ke suatu tempat”
AUTHOR POV END
.
.
JINKI POV
“I,,,Ini? Benarkah ini tempatnya?”
“Iya hyung! Hanya Ini jalan Edelweis di Kawasan Incheon,”
Oh tidak,, kau bercanda kan Hye Soo?
TOLONG KATAKAN KALAU KAU SEDANG BERCANDA HAN HYE SOO!!!!!
“Memangnya ada apa di sini Hyung? Kau ingin berjiarah?”
“Ti,,,Tidak,, Hye Soo,, Ka,,Kau Ber,,Bercanda?” ujarku sambil berjalan lemas menghampiri kompleks Pemakaman umum itu.
Jadi,, Kau sudah,,,
Kau Sudah pergi Hye Soo?
“Hye Soo? Siapa Hye Soo hyung??” tanya Minho heran
Teganya kau Hye Soo,, Kau meninggalkan ku?
“Hyung,, Hyungg??”
Aku menghiraukan perkataan Minho dan terus berjalan menuju Nisan bernomorkan 15 itu.

HAN HYE SOO
Wafat: 20-10-2008

“Hye Soo-ah,, Bangun sayang. Buka pintunya. Aku datang kerumahmu. Bangun sayang! BANGUN!!!”
Hye Soo-ah! Bangun lah! Aku mengunjungimu!!
Jebal!! Biarkan aku mengatakan Saranghae!
Aku ingin kau mendengarnya
Cepat buka pintunya! Bangunlah Hye Soo!!!!

Naega saranghaetdeon geu ireum
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Nae ane sumgo sipeojyeo
Neol saranghal subakke eobseotdeon
Geu nareul ijen arajwoyo
Irul su eomneun sarangdo saranginikka

END!!!
Yap! Beginilah adanya FF Abal dari saya, Mian kalau feel nya ga dapet.
JANGAN LUPA RCL YA!

-Mrs.Jinki-

7 comments

  1. Choiifon · April 24, 2013

    Daebak.. Daebak.. Tpi syang feelnya kurang,, he” tpi bgus koq hwaiting,,:-)

  2. 13elieve · April 25, 2013

    Sedih…😥

  3. Shifha · April 25, 2013

    Kurang masuk k hati, tapi keren kok

  4. Arista · April 28, 2013

    sedih😥 . keren , i like it😀

  5. @Seojung.ELF · May 6, 2013

    Sedih ceritanya thor😥.
    Aku suka ceritanya!!!^.^
    SEQUELLLLL THORRRRRR!!!!!!!!!………

  6. myungeun alonee · May 6, 2013

    bagus eon~cuma iu petikan lagunha ditulis donggg aku gatau itu lagu apaan. hehe..
    aku sampe nangis lo eon →_→*^O^*

  7. Rosari1695 · June 16, 2013

    Gak tau mo ngomong apa,.
    Ah.. mo lap ingus juga..😛
    Sedih bnget,..😥

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s