[FREELANCE] This Friendship, I’ll Keep It For You Oppa

Title : This Friendship, i’ll keep it for you oppa
Author : Tavia1002
FB/Twitter: Octavia Hiday/@Tavia1002
Cast : Kim Yujin (OC), Lee Donghae, Cho Kyuhyun.
Genre : Friendship, Sad Romance
Rating : T
Lenght: oneshot
Disclaimer: Maap untuk para istrinya Donghae bukan saya bermaksud untuk melakukan semua ini pada Donghae oppa ^^v. Donghae dan Kyuhyun adalah milik keluarga dan SM, OC milik author. Cerita ini asli dari “khayalan” saya jadi no copas apa lagi plagiat. Comment dan like sangat dibutuhkan ^^

HAPPY READING

Mengingat mu adalah hal terindah dalam hidup ku

Kedua mata yeoja itu masih memandangi seorang namja yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit. Kristal bening menetes dari kedua sudut matanya, mata yang indah yang dulu selalu menggambarkan senyuman manisnya kini berubah. Tergambar jelas garis hitam menodai mata indahnya. Sudah 2 hari ini Yujin selalu menunggu namja itu, Lee Donghae untuk membuka matanya. Di sudut ruangan, berdirilah seorang namja menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Kedua matanya menatap kosong jauh keluar jendela. Meskipun tidak ada air mata yang menetes dari kedua matanya tapi jelas tergambar dari wajahnya bahwa hatinya sedang kacau.

-FLASH BACK-
“yakkk Cho Kyuhyun! Aku sudah bilang jangan pernah kau bandingkan aku dengan PSP sialan mu itu eoh!”. Yujin berteriak dengan volume full dari suaranya sambil akan melepas sepatunya bersiap untuk melemparkan sepatu yang tak berdosa itu ke arah Kyuhyun. Tapi Kyuhyun dengan cepatnya berlari menjauhi amukan Yujin. Dibelakang mereka, sahabat sekaligus kakak yang selalu menyayangi mereka, Donghae hanya bisa tersenyum melihat tingkah dongsaeng sekaligus sahabatnya yang sudah tidak anak2 lagi. Lima tahun mereka mengikrarkan janji persahabatan. Lima tahun pula mereka membagi tawa, duka maupun hal2 aneh selama perjalanan(?) hidup mereka. Tak jarang pula mereka menghabiskan waktu satu hari hanya untuk menceritakan hal2 aneh dan tidak masuk akal dan tak jarang pula Yujin dan Kyuhyun bertengkar hanya karena Yujin menyentuh benda keramat Kyuhyun yaitu PSP hadiah dari Donghae. ya…. betapa indahnya cerita persahabatan mereka, akan tetapi hanya dalam beberapa detik saja tawa ceria yang sudah 5 tahun mewarnai persahabatan mereka berubah menjadi jerit tangis tatkala sebuah mobil Van dari arah berlawanan melaju dengan kencang dan akan menabrak yujin.
“Yujin-ah!!!!”. Dengan cepat Donghae menarik tubuh Yujin, tubuhnya pun terhempas ke tepi jalan tapi tidak dengan Donghae, dia tertabrak dan tubuhnya terlempar (?) di tengah jalan. Darah segar mengalir dari kepala dan hidungnya.
“oppa”. Teriakan histeris keluar dari bibir Yujin. Dia pun menghampiri Donghae yang tergeletak di tengah jalan tak sadarkan diri itu diikuti Kyuhyun yang segera menelepon ambulans.

At Hospital
Dengan tenaga yang masih tersisa Yujin meronta-ronta ingin masuk ke ruang ICU itu tapi Kyuhyun memegang erat tangan Yujin dan menariknya ke pelukan Kyuhyun.
“oppa wae?”. Air mata mengalir deras dari kedua mata Yujin dan tangannya sibuk melepaskan pelukan Kyuhyun tapi sekuat apa pun ia berusaha tapi tenaga nya tak cukup kuat. Dan tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan ICU.
“apa kalian kerabat pasien ini?”. Tanya dokter pada Kyuhyun dan Yujin
“ne, kami teman dekatnya”. Jelas Kyuhyun
“pasien mengalami benturan keras di kepalanya dan untuk beberapa hari dia akan koma. Tapi kami belum bisa menjamin apa dia akan sadar dari komanya dan kemungkinan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya”. Penjelasan dokter itu membuat Kyuhyun dan Yujin tidak bisa berkata apa2. Yujin jatuh terduduk, tangis pecah di lorong ruang rumah sakit sedangkan Kyuhyun menangkupkan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya, ya dia menangis.
-FLASH BACK END-
Kyuhyun yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan itu mendekati tempat tidur Donghae.
“Hyung ireonayo”. Suaranya terdengar lirih dan dia tidak bisa menahan tangisnya. Air matanya menetes seiring teringat tentang memori bersama hyung sekaligus sahabatnya itu. Tak lama kemudian eomma Donghae datang.
“Yujin-ah sebaiknya kau pulang. Sudah 2 hari kau menemani Donghae disini”. Ucap eomma donghae.
“aniyo ahjumma aku ingin menemani oppa lebih lama lagi”.
“chagiya, lihat lah dirimu. Kau terlihat kacau dan sebaiknya kau beristirahat dulu lagi pula pasti Donghae tidak suka melihat mu seperti ini. Arrachi?”. Dengan penuh perhatian eomma Donghae membelai lembut rambut Yujin dan mengisyaratkan Kyuhun untuk mengantarnya.
Setelah berpamitan Kyuhyun dan Yujin akhirnya pulang. Dalam perjalanan tidak banyak kata2 yang mereka ucapkan Yujin hanya menetap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
“Yujin-ah, percayalah bahwa Donghae hyung akan baik2 saja. Kau tau kan dia adalah pelindung kita dia adalah seorang namja yang sangat kuat”. Tangan Kyuhyun menggenggam telapak tangan Yujin yang terasa sangat dingin.

Yujin POV
Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur. Sudah 2 hari ini mataku tidak pernah terpejam, lingkaran hitam pun tergambar jelas di kedua mata ku. Dan perutku juga tidak pernah terisi makanan apapun kecuali beberapa gelas air yang dipaksakan Kyuhyun masuk ke tenggorokan ku. Aku sangat merasa berdosa pada tubuhku yang tidak tahu apa2 ini. Hari ini aku mencoba memejamkan mata ku dan berharap semua ini hanya mimpi panjang ku.
Sepertinya waktu cepat berlalu, sinar matahari menerobos masuk dari celah2 tirai jendela ku yang mungkin eomma sengaja membukanya.
“Yujin-ah apa kau sudah bangun? Kyuhyun sudah menjemputmu chagi”.
“hanya Kyuhyun? Donghae oppa tidak datang?”. Pertanyaan polos itu tiba2 saja keluar dari bibir ku.
“Chagi…”.eomma memeluk ku erat dan aku dengar lirih isak tangisnya.
Dan setelah aku selesai bersiap2 aku menemui Kyuhyun yang sudah menunggu ku. Setiap hari kita selalu berangkat sekolah bersama. Aku dan Kyuhun duduk di kelas sebelas sedangkan Donghae oppa duduk di kelas dua belas. Pagi ini sangat lah berbeda dengan pagi2 sebelumnya dimana dua namja itu selalu berdiri di depan pintu rumah ku, Donghae oppa menyambutnya dengan senyumannya sedangkan Kyuhyun asyik bermain dengan PSP kesayangannya.
“annyeong Yujin, apa tidurmu semalam nyenyak?”. Senyum mengembang dari kedua sudut bibir Kyuhyun, yaa senyum pagi yang jarang sekali bahkan tidak pernah dilakukan Kyuhyun untuk ku.
“emh ne”. Aku mencoba untuk tersenyum.
######
Tak banyak obrolan yang kami bicarakan sepanjamg perjalanan ke sekolah. Aku asyik dengan memori2 ku dengan Donghae oppa sedangkan aku lirik Kyuhyun hanya bisa menatap jalanan tanpa bermain PSP nya. Saat di sekolah pun aku tidak fokus dengan pelajaran ku, materi2 yang dijelaskan seongsaengnim pun tidak ada yang aku catat. Dan tak terasa bel pulang berbunyi.
“hari ini kita menjenguk Donghae hyung kan?”. Kyuhyun menghampiriku yang sedang memasukkan buku pelajaran ku ke dalam tas.
“ne, aku sangat merindukan oppa”.
“aish, masih 1 hari saja kau sudah merindukan Donghae hyung tapi coba kalau aku sakit pasti kau hanya menjengukku 5 hari sekali”. Gerutu Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.
“yakkk tapi aku kan selalu membawakan makanan kesukaan mu”. Sebisanya aku membela diri meski yang dikatakan Kyuhyun ada benarnya.
“sama saja”. Kali ini dia memalingkan muka.
“heiii baby Kyu, apa kau marah?”. Aku mengacak rambutnya.
“ani”. Jawabnya singkat
“ahh kkaja kita berangkat”. Aku menarik tangan Kyuhyun tapi dia menarikku kedaam pelukannya, dia memelukku sangat erat dan bahu ku terasa hangat apa dia menagis??
“Kyu, waeyo?”.
Kyuhyun pun melepaskan pelukkannya. “aku sangat merindukan Donghae hyung”. Isaknya.
Kupegang pundakknya “kalau begitu mari kita selalu mendoakan yang terbaik untuk oppa dan selalu memberi semangat untuknya”.

-SKIP-
-At Hospital-
sesampainya di rumah sakit aku melihat ahjumma yang sedang tertidur di sofa, aku tau kalau dia sangat lelah menjaga Donghae oppa semalaman. Perlahan aku membangunkannya.
“ahjumma, sebaiknya ahjumma pulang istirahat, aku dan Kyuhyun akan menjaga Donghae oppa disini”.
“ahh ne, aku akan mengambil beberapa pakaian untuknya juga. Kalian tolong jaga Donghae ne kalau dia sudah siuman secepatnya hubungi ahjumma”.
“pasti ahjumma”. Jawabku mantap seraya mengantarkannya ke depan pintu.
Aku menghampiri Kyuhyun yang sedang berdiri di sisi Donghae oppa yang terbaring itu.
“kau lihat, tidakkah dia begitu tampan ketika tidur?”.
“aish Kyu masih saja bisa bercanda”.
“Hyung…ireona kami sangat merindukanmu. Tau kah kau yeoja disamping ku ini selalu menangis sejak dua hari kemarin. Jangan kan tidur makan pun dia tidak mau. Aku yakin kalau kau bangun kau pasti akan memarahinya seperti yang biasa kau lakukan pada ku. Ahh tapi aku tidak yakin kau tega melakukannya pada dongsaeng kesayanganmu ini. Kau jarang sekali bahkan tidak pernah memarahinya, tapi kenapa kau selalu memarahi ku? Aku curiga apa kau menyukai gadis kecil ini”. Celoteh Kyuhyun yang berusaha membuat Donghae oppa agar bisa mendengar dan membuka mataya. Kali ini air mata ku menetes lagi.
“lihatlah dia mulai menangis lagi hyung. Seandainya kau melihatnya menangis pasti kau akan menyeka air matanya tapi kalau aku mungkin aku akan lebih membuatnya menangis. Hyung cepat bangun aku ingin mendengar kau memarahi ku karena selalu membandingkan PSP ku dengn Yujin”. Air mata turun dengan deras dari kedua mata Kyuhyun.
“Kyu uljima”. Dia memelukku dan menyandarkan kepalanya ke bahuku.

Kyuhyun POV
sudah 5 hari donghae hyung terbaring tak sadarkan diri dan setiap hari pula aku dan Yujin selalu menemaninya, menceritakan apa yang kami lakukan di sekolah.
Aku duduk di sofa sambil membuka album foto kenangan kami. Foto yang selalu kami ambil dari mulai mengikrarkan persahabatan sampa foto yang diambil Yujin satu minggu lalu ketika Donghae hyung berulang tahun.

-FLASHBACK-
“Hyung aku harap kau menyukai hadiah ku ini. Buka lah”. Aku menyodorkan kotak berwana hitam itu.
“Kyuhyun…ini”. Matanya terbelalak kagum ketika melihat isi dari kotak yang aku berikan. ya.. selama ini Donghae hyung sangat menginginkan sebuah jam tangan Bvlgari.
“gomawo Kyuhyun-ah”. Dia memelukku
“nahh oppa ini dari ku”. Yujin menyodorkan sebuah kotak yang ukurannya sedikit besar.
“hati2 hyung, jangan2 itu bom”. Ejekku
“ani”. Yujin mempoutkan bibirnya.
“hahaha ne, aku buka ya”. Donghae hyung membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya. Sebuah syal rajutan berwarna cokelat tua yang sepertiya Yujin sendiri yang merajutnya.
“aigooo Yujin-ah jongmal gomawo”. Dia pun memeluk Yujin.
Setelah itu kami mengambil foto bersama, Donghae hyung berada diantara aku dan Yujin yang mencium pipinya dan tak ketinggalan kami saling menempelkan cream cake di pipi masing2.
Dan sampai akhirnya kami kelelahan dan berbaring di atas rerumputan, terlihat Yujin yang tertidur karena kelelahan.
“Kyuhyun-ah, bukankah dia terlihat sangat cantik?”.
“ahh iya hyung”. Jawabku
“apa pendapatmu jika dalam sebuah persahabatan ada seorang yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri?”.
“maksud hyung?”. Aku sedikit tidak mengerti dengan pertanyaannya.
“sebenarnya aku mencintai Yujin lebih dari seorang adik”. Jelasnya
aku terdiam mendengar perkataan Donghae hyung dan hanya bisa tersenyum. Tapi entah mengapa dalam hati ku terasa sakit tatkala dia mengucapkan kata2 itu.

-FLASHBACK END-
Author POV
Sudah 2 minggu tepatnya Donghae belum bangun dari komanya dan selama itu pula Yujin dan Kyuhyun menemaninya di rumah sakit. Setiap hari Yujin selalu mengadu pada Donghae ketika Kyuhyun menjahilinya. Tapi nihil…tak ada respon sama sekali dari Donghae. Terkadang Yujin tertawa meskipun dalam hatinya menangis dia tak ingin membuat Kyuhyun mengkhawatirkannya. Dokter pun tak bisa berbuat banyak, hidup Donghae sekarang hanya bergantung pada alat2 yang dipasangkan pada tubuhnya.
Yujin menatap langit2 kamarnya dengan tatapan kosong, pikirannya menerawang masa lalu ketika berasama Donghae dan akhirnya sampailah dia dalam sebuah mimpi.
#####
“Kyu, kau tahu tempat apa ini?”. Yujin engamati sekelilingnya
“molla mungkin ini yang disebut surga”.
“yakkk mana mungkin evil sepertimu bisa masuk surga”. Ledek ku
“aishh kau. Tapi aku tidak melihat Donghae hyung kemana dia?”.
“ne aku juga tidak melihatnya”.
Mereka pu berjalan menuju ke sebuah taman diamana terdapat sungai kecil yang mengalirkan mata air yang sangat bening. Bunga2 dengan beraneka jenis bermekaran mempercantik taman itu, langit tampak cerah berwarna biru
dan semilir angin terasa sepoi2. Dari kejauhan terlihat seorang namja berjalan menghampiri Kyuhyun dan Yujin.
“oppa”. Yujin berlari ke arah namja itu.
“hyung kau tahu tempat apa ini?”. Kyuhyun memandang sekelilingnya.
“sekarang ini adalah tempat ku”. Senyum mengembang dari bibirnya.
“ahh kenapa oppa memekai tuxedo warna putih apa oppa akan menikah?”.
“aniya, sebenarnya oppa juga ingin menikah tapi oppa sudah tidak bisa melakukannya”.
“apa oppa sudah mempunyai yeoja yang akan oppa ajak menikah?”.
“ne, tapi oppa tidak sempat untuk mengungkapkan bahwa oppa sangat mencintainya”. Donghae mengacak rambut Yujin dengan lembut dan mencium keningnya setelah itu memeluk erat Kyuhyun.
“waktu ku tidak banyak, aku harus kembali”.
“hyung mau kemana?”. Kyuhyun menatap Donghae tak mengerti.
“aku akan ketempat dimana appa sudah menunggu ku”.
“tapi oppa aku masih ingin bersamamu”.
“Yujin-ah oppa harap mulai sekarang kau tidak bertengkar lagi dengan Kyuhyun dan kau Cho Kyuhyun aku harap kau menjaga Kim Yujin untuk ku”. Donghae meninggalkan Kyuhyun dan Yujin yang masih terpaku dan mencoba mencerna kata2 Donghae.

Yujin POV
Aku terbangun dari tidur singkat ku dan mencoba mengingat mimpi aneh itu. Perasaan ku menjadi tidak nyaman. Ahh tapi itu kn hanya mimpi. Drtt ….drttt ponsel ku bergetar.
“ne yeoboseyo dongha oppa?”.
“donghae…dia”. Terdengar isakan dari seberang telpon.
“ne ada apa dengan dia?”.
“keadaannya semakin kritis”. Jawabnya pelan
“mwo? Ne aku akan segera kesana”.
Aku buru2 keluar rumah dan kyuhyun sudah menunggu ku dalam mobilnya.

At Hospital
Aku menghampiri ahjumma yang duduk sambil tak henti2 nya menangis dan disampingnya Dongha oppa berdiri sambil sesekali menyeka arir matanya.
“ahjumma bagaimana keadaan donghae oppa”.
“dia sangat kritis”. Ku peluk ahjumma, tubuhnya bergetar hebat.
Tak lama kemudian dokter keluar dari kamar Donghae oppa.
“agasshi mianhae. Kami tidak tapat menyelamatkan nyawa putra anda”.
Ahjumma menjerit dan masuk ke ruangan itu. Aku jatuh terduduk kaki ku terasa lemas tak bisa menopang badan ku, jantungku terasa berhenti sedangkan nafas ku terasa sangat sesak. Kyuhyun membantu ku bangun dan menuntun ku masuk ke ruangan dimana aku liahat Donghae oppa seperti orang yang hanya tertidur.

######
Satu persatu mereka mulai meninggalkan pemakaman itu. Aku masih tetap menatap nisan, disamping ku Kyuhyun memeluk pundakku.
“oppa apakah mimpi kemarin itu adalah tanda perpisahan kita”. Kutahan air mata ku.
“Yujin-ah ada yang ingin aku katakan padamu tentang Donghae hyung”. Kyuhyun membalikkan badan ku sehingga kami berhadapan. Aku menatap dalam2 matanya.
“sebenarnya Donghae hyung sangat mencintaimu tapi dia tidak pernah mengatakannya karena dia tidak mau mersak persahabatan ini”.
Seperti tenggelam kedalam samudera ketika Kyuhyun mengucapkan kalimat itu tangis ku pun pecah. Kyuhyun memelukku dengan erat dan mencoba menenagkan diri ku.
Oppa kenapa kau jahat sekali, kenapa kau tidak mengatakkanya.
Sekarang aku hanya bisa mengenagmu
mengenang kebersamaan kita
Ketika kau membela ku dari Kyuhyun
Ketika kau memarahi Kyuhyun
Memori itu akan selalu aku ingat
Selamanya LEE DONGHAE.

2 comments

  1. Shifha · April 25, 2013

    Cinta yg terpendam se umur hidup, chagy d situ cpa thor?

  2. tisya · October 7, 2013

    cerita nya bagus, menarik banget.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s