[FREELANCE] She Is Back (Part 1)

she-is-back-poster 1

SHE IS BACK / Part 1

Author : Ltiffa
Cast : Min Sunra
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Nakajima Yuto
Yamada Ryosuke
Henry Lau
Support Cast : Super Junior member
Rest of Hey! Say! Jump member
And another cast that you can find it by yourself
Genre : Romance, Familylife, Friendship
Rating : PG-15 (?)
Length : Around15 part
Languanges : I use Indonesian mostly, Korean, Japan, & English in some case
Poster : Alice Jang
Disclaimer :
Semua tokoh adalah milik diri mereka masing-masing, ortu, dan Tuhan yang telah menciptakannya. Tapi Henry udah jadi milik saya sih. #plakkk..ngawur#. Story hasil pemikiran dan imajinasi saya sendiri, so NO COPYCAT. Jika ada kesamaan untuk story dan castnya, semua itu adalah tak sengaja. Kalian boleh menganggap diri kalian sebagai salah satu tokoh di sini. Storynya just for fun aja, cuman mo ngelepasin uneg-uneg yang bikin nyesek*apa hubungannya coba*. Give comment, supaya ff ini bisa saya sempurnakan sesuai keinginan reader. Kamsahamnida buat yang dah baca, keep like n comment (bowing)
HAPPY READING ^^. CEKIDOT
I v already post it in my facebook acc, n some blogs : http://www.superjuniorff2010.wordpress.com
http://www.fan3less.wordpress.com
http://www.latifa93.wordpress.com

———————————————————
Korean, Autumn 2009
Min Sun Ra POV
Huft….. aku menghela napasku untuk yang kesekian kalinya. Nasib-nasib. Ingin rasanya kutendang Hyunsu Onnie itu. Gara-gara dia aku harus berada dalam antrian super panjang ini untuk meminta tandatangan semua member Super Junior M. Super Junior M memang sedang melakukan Idol Fan Gathering yang dilanjutkan dengan acara pembagian tanda tangan. Kalau saja Hyunsu Onnie atau manajerku itu tidak memohon-mohon padaku untuk mengikuti acara ini, aku pasti bisa istirahat di rumah. Bukannya ikut berjubel dengan fans fanatik mereka yang menamakan dirinya dengan ELF itu. Cish.. menyebalkan.
Konnichiwa ^^. Atashi wa Rae Yuuki desu. Tapi aku bukan orang Jepang loh. Aku asli keturunan Korea. Rae Yuuki itu adalah nama Jepangku. Saat ini umurku 19 tahun. Aku bekerja sebagai seorang model di Jepang. Nama koreaku adalah Min Sunra. Tapi keluargaku biasa memanggilku Rae. Empat tahun belakangan aku tinggal di Jepang bersama dengan orangtuaku. Sekarang orangtuaku sudah kembali menetap di Korea, namun aku tetap tinggal di Jepang untuk meneruskan pendidikanku di Tokyo. Sekian perkenalan dariku ^^.
Dan sekarang aku harus ikut acara bodoh ini gara-gara permintaan manajerku yang merupakan fans berat dari Super Junior. Sebenarnya aku malas sekali, namun karena manajerku itu terus merengek-rengek, ya mau bagaimana lagi. Aku tidak menyukai Super Junior, aku benci mereka.
Di sana ada orang-orang dari masa laluku yang ingin aku hindari untuk bertemu saat ini. Yang pertama, tentunya namja bernama Kim Ryeowook, namja yang membuatku menjadi gadis yang berbeda setelah dicampakkan olehnya, ia juga yang membuatku menyetujui ajakan eomma untuk pindah ke Jepang. Yang kedua, Henry Lau, my ex-bf ketika masih duduk di bangku middle school (dia pernah menjadi siswa transfer selama 1 tahun di Korea, kami sempat berhubungan, tapi kemudian berakhir ketika dia menyudahi masa sekolahnya dan balik ke negaranya, Kanada), tapi sekarang kami berteman dengan baik. Ia juga sering mengirim email sekedar menyapa saja sih, sebenarnya juga ingin bertemu dengannya tapi aku tak ingin aku bertemu dengannya ketika ia sedang bersama dengan member satu grup dengannya, lebih baik jika hanya berdua. Dan yang terakhir, si setan menyebalkan yang selalu menjahiliku, Cho Kyuhyun. Tapi tak mungkinkan aku menghindari pertemuanku dengannya. Ia adalah kakak sepupuku, lagipula nanti malam kami pasti bertemu. Eommaku yang merupakan adik dari Appa Kyuhyun mengajak untuk makan malam bersama. Keluargaku yang baru saja kembali ke Korea ingin merayakan kepulangan kami. Yah semacam reuni keluargalah.
Huft…. Aku menghela napas lagi. Ternyata capek juga berdiri terlalu lama dalam antrian ini. Aku menghitung barisan yang ada di depanku. 1, 2, 3, 4,5… ah syukurlah, 5 orang lagi dan aku bisa mendapatkan tandatangan mereka dan segera pergi dari sini.
Tapi kenapa ini ? Hatiku dilanda perasaan yang tak enak. Ahh… ternyata hatiku memang belum siap untuk bertemu kembali dengannya. Hahhaha… Kim Ryeowook, ternyata aku memang tak bisa melupakanmu. Sudah empat tahun berlalu semenjak perpisahan itu dan ternyata aku memang masih mempunyai rasa yang lebih terhadapmu. Aisshhhh….
Aku mengambil cermin kecil dari dalam tas selempangku. Hmm… sudah oke. Aku rasa dia, si Kim Ryeowook itu tak akan tahu kalau aku akan berada di hadapannya. Aku sudah berubah banyak sejak di Jepang. Bahkan aku berani bertaruh, Kyu Oppa yang notabenenya adalah kakak sepupuku itu tak akan mengenaliku. Lagipula aku memakai topi dan kacamata hitam yang akan menyamarkan wajahku.
Ah.. akhirnya giliranku tiba. Aku menyodorkan kertas pada laki-laki yang ada sedang duduk di hadapanku. Ia memakai jaket kulit berwarna hitam dan kaos putih di dalamnya. Gayanya manly sekali. Kalau tak salah dari bisikan yang kudengar sepanjang acara ini, dia adalah leader dari Super Junior M, sub grup dari Super Junior. Siapa ya namanya tadi ? Hm….. Han….Han ….ah mollayo, lagipula tak penting, akukan memang tak suka Super Junior.
“Annyeong” sapanya ramah.
“Annyeong.”
“Namamu ….?”. Dia bertanya sambil menawarkan tangannya untuk menjabat tanganku. Dan tanganku terulur meresponnya. Ngomong-ngomong, dilihat dari dekat orang ini tampan juga.
“Aku ? Aku Min…. akh, tulis saja untuk Park Hyunsu”
Dengan sigap ia mencoretkan tandatangannya pada kertas yang kusodorkan tadi, setelah selesai ia memberikannya padaku.
“Kamsahamnida” ucapku padanya. Ia pun memberikan senyum idolnya padaku untuk membalas ucapan terimakasiku tadi. Aku menatap kertas yang tadi, disana tertulis namanya ‘Hankyung’. Oh jadi nama namja tadi Hankyung.
Di samping Hankyung, duduk member Suju M yang paling tinggi di antar member lainnya, yaitu Zhoumi. Aku kenal dengannya karena pernah terlibat bersama dalam peragaan busana di Hongkong satu bulan yang lalu. Dia orang yang manis dan ramah. Ia pun dalam gerakan tangan yang lincah memberi tandatangannya padaku. Sayang ia hanya mendongak sebentar ketika ia menyerahkan kertas yang telah ia tandayangani, mungkin sajakan ia masih ingat denganku. Ah, tapi aku kan sedang dalam misi penyamaran, kacamata hitam dan topi yang hampir menutupi mataku akan membuat aku tak mudah dikenali. Lagipula aku tak berniat untuk dikenali oleh satupun dari mereka.
Selesai dengannya, aku menyodorkan kertasku pada namja paling berkharisma di Super Junior. Siapa lagi kalau bukan Siwon Oppa. Akh… aku kangen padanya. Ia terlihat makin tampan saja. Aku kangen padanya yang selalu melibatkan kata ‘Tuhan’ dalam setiap pembicaraannya. Oh iya, aku ingat, Hyunsu Onnie sangat menggilainya. Aha… aku akan memberikan pembalasan yang manis untuk manajerku itu.
“Tolong buat ‘Untuk Park Hyunsu’ dan pesannya ‘Semoga kau menemukan jodoh yang baik dan segera menikah’ “ ujarku pada Siwon Oppa.
Siwon Oppa menatapku dengan pandangan heran namun ia tetap menuliskan apa yang kupinta. Sesuai dugaanku, aku tak akan dikenali oleh member Super Junior yang sempat kenal denganku sebelum aku pindah ke Jepang. Ia pun menyodorkan kembali kertas yang sudah berisi tandatangannya dan pesan aneh yang kuminta tadi. Aku sedikit terkikik membaca pesan itu. Hahahaha… tak sabar rasanya aku menyerahkan kertas ini pada manajerku itu. Kira-kira bagaimana ya reaksi Hyunsu Onnie ?
Di samping Siwon Oppa ada Eunhyuk Oppa. Akh.. apa Oppa yang satu ini masih berkelakuan seperti monyet ? hahaha… aku kangen dengan kehebohan yang ia ciptakan. Eunhyuk Oppa menggoreskan tandatangannya ketika handphoneku melantunkan lagu ‘Happines’ dari ARASHI. Sontan saja hal ini membuatku menjadi pusat perhatian. Aku membungkuk sambil mengucapkan kata maaf. Akh.. siapa sich yang meneleponku.
Tertera nama Hyunsu Onnie di layar handphoneku. Dasar. Dia sudah membuatku repot karena harus ikut acara ini, ditambah dengan membuatku malu dengan cara ia meneleponku sekarang.
“Moshi-moshi neechan”
‘Moshi-moshi, kau sudah mendapatkan pesananku ?’
“Ini aku sedang memintanya” ujarku dalam Bahasa Jepang.
‘Oh, arigatou ne. Oh ya, apakah mereka terlihat makin tampan jika dilihat dalam jarak dekat ? Akh.. andai saja aku tak sibuk karena harus merapikan apartemen ini, pasti aku bisa bertemu dengan mereka.’
“ Mereka ? Biasa saja” ujarku sambil mengamati wajah member Super Junior M. Tepat saat itu aku sudah mendapatkan kertasku kembali dari Eunhyuk Oppa. Kemudian aku bergerak ke samping untuk mendapatkan tandatangan dari orang yang duduk di samping Eunhyuk Oppa. Aku menyerahkan kertasku dan memintanya untuk menuliskan ‘to park hyunsu’. Ia terlihat heran padaku yang asik menerima telepon. Tak seperti fans yang lain yang akan memandang mereka dengan tatapan penuh kekaguman. Hahahhah… mana mungkin aku akan berlaku yang sama seperti ELF itu, yang benar saja, AKU INI BUKAN FANS DARI SUPER JUNIOR, ataupun SUPER JUNIOR M.
“Neechan, ini semua kulakukan untukmu, karena selama ini kau sangat baik padaku. Aku rela berada di kerumunan orang gila ini hanya untuk mendapatkan tanda tangan dari idolamu. Oh sudah ya, di sini berisik sekali. Bye”. Aku memutuskan sambungan telepon ketika menyadari bahwa yang duduk di samping namja yang sedang menuliskan tandatangannya ini adalah Sungmin Oppa. Omo, aku lupa kalau Sungmin Oppa fasih berbahasa Jepang. Ia menatap tajam padaku, namun kembali menunduk untuk menggoreskan tandatangannya pada kertas yang kubawa. Ia menyerahkan kertas itu sembari mengarahkan tatapan tidak suka. Owh…sepertinya ia mengerti apa yang kubicarakan pada Hyunsu Onnie di telepon.
“Arigatou” kataku padanya dan berlalu sampai pada si setan yang super menyebalkan yang duduk di sampingnya.
“ ‘untuk park hyunsu’ dan pesannya ‘terimakasih atas kerja kerasmu selama ini’ “. Kyuhyun oppa pun menuliskan apa yang aku pinta padanya lalu tersenyum kecil padaku ketika ia memberikan kertas ini.
“Apa ini bukan untukmu?” tanyanya sambil menunjuk pada kertas-kertas yang berada dalam gengamanku.
“Darimana kau tahu ? Ini untuk manajerku yang baik hati.” aku menekankan kata ‘baik hati’nya. Baik hati karena sudah menyuruhku ikut dalam sekumpulan orang histeris ini. Hey, see ? Bahkan kakak sepupuku sendiri tidak mengenaliku. Hohohohoho, itu artinya penyamaranku sukses bukan?
“Oh ya, we will meet again tonight. See ya” aku berbisik padanya.
Aku meninggalkan Kyuhyun Oppa yang menatapku dengan heran, mungkin ia tak mengerti maksudku, atau mungkin dia benar-benar tak mengerti karena aku menggunakan Bahasa Inggris, bahasa yang dibencinya.hahahhaha…. dasar.
Dan sekarang aku sedang menunggu giliran untuk mendapatkan tandatangan dari Ryeowook Oppa. Fans yang ada di hadapannya terus saja mengoceh untuk menarik perhatian darinya. Kemudian fans itu memberikan sebuah bingkisan dan disambut dengan senyum manis oleh Ryeowook Oppa. Aku memperhatikan semua gerak-gerik Ryeowook Opppa dengan jantung yang tak karuan. Akhirnya fans itu pergi setelah sebelumnya ia mencubit pipi Ryeowook Oppa. Aku jadi sempat berpikir untuk meniru fans tadi. Namun dengan cepat aku menggelengkan kepala, menolak pikiran bodoh yang sempat terlintas tadi. Ia masih memasang tampang terkejut atas kelakuan fans tadi, dan makin terkejut ketika melihatku. Ia terus menatapku lama. Eh ? Ada apakah ? Kenapa menatapku begitu ?
“Err… Sun ra-ah……”
Cepat-cepat aku memotong ucapannya “Untuk Park Hyunsu” kemudian iapun menuliskan tandatangannya. OMOO… Tadi dia bilang apa ? ‘Sun ra ?’ GOSH… kenapa dia bisa mengenaliku? Kulihat ia menggelengkan kepalanya dengan cepat sembari bergumam kecil, namun tak cukup kecil untuk kudengar. “Park Hyunsu, bukan Sunra. Sadarlah Wookie-ah” katanya pada dirinya sendiri. Aku tersenyum kecil mendengar gumaman yang ia lontarkan, tak kusangka ia masih mengingatku dengan jelas. Si Kyuhyun sialan itu saja tak bisa mengenaliku padahal kami kan sempat terlibat dalam sebuah percakapan kecil, tapi kenapa ia bisa mengenaliku dengan mudah. Akhh.. sudahlah, tak usah dipikirkan.
Ia masih saja terus menatapku ketika aku berada pada kursi di deretan terakhir, kursi Henry, my mochi ^^. Omo..omo, sepertinya my both ex-bf sudah terlihat akrab dibandingkan empat tahun yang lalu. Buktinya saja mereka bisa duduk bersebelahan begitu. Aku menemukan kertas kecil di atas kertas yang telah ia tandatangani.
Henry berbisik pelan “miss u baby” aku mengerutkan kening ketika mendengarnya. Jangan bilang kalau dia berhasil membongkar penyamaranku.
“How do you know it’s me, mochi ?” kataku dengan pelan.
Ia tersenyum “ Your strap phone. We bought it together”. Aku melihat strap handphoneku yang memang masih ku pegang sedari tadi dan tersenyum setelahnya. Aku meletakkan jari telunjukku di bibir merahku, “Ssttt…” ia menganggukkan kepala mengerti.
“Bye” aku mengucapkan salam perpisahan padanya. Aku melirik pada orang yang berada di samping Henry Oppa. And, oh good… Ryeowook Oppa masih memandangiku dengan tajam.
Aku segera keluar dari ruangan ini setelah aku berhasil mendapatkan tandatangan seluruh member Super Junior M itu. GOSH, ternyata kedua mantan pacarku dengan mudah dapat mengenaliku, kalau Henry Oppa sich aku maklum, karena kami pernah bertemu secara tidak sengaja waktu aku sedang jalan-jalan di Tokyo Disneyland.
Waktu itu aku sedang suntuk-suntuknya dan memutuskan untuk refreshing di Tokyo Disneyland, dan di sanalah aku bertemu dengannya secara tidak sengaja. Aku bertemu di atas Roller Coaster, dan kebetulan sekali ia duduk di sampingku. Aku dan Henry Oppa sama-sama tak menyangka bisa bertemu secara kebetulan seperti itu. Ia pergi bersama seorang temannya dan dia menawariku untuk menemaninya. Ia bilang ingin menyewaku untuk menjadi tour guidenya karena ia sama sekali tak bisa berbahasa Jepang dan temannya itu hanya tahu beberapa kosakata dalam Bahasa Jepang. Selama lima hari aku menemani mereka jalan-jalan di Jepang. Kami juga saling berbagi cerita sekian tahun tak bertemu. Walaupun begitu tak sekalipun ia menyinggung tentang Ryeowook Oppa. Ia paham kalau aku tak akan suka medengarnya. Henry juga bercerita tentang kesuksesannya menjadi seorang violinist handal dan menjadi penyanyi yang tergabung dalam sub grup Super Junior, Super Junior M. Ia kaget sekali ketika aku bercerita tentang pekerjaanku sebagai model.
“Sun ra, you have been so different than 4 years ago” Yah, Sunra yang selama ini dikenalnya bukanlah Sunra yang bersikap feminim, memakai baju yang cute dan bersikap anggun. Sunra yang selama ini dikenalnya adalah Sunra yang merupakan gadis polos yang sederhana, anti make up, dan bersikap berantakan. Sunra sang gadis sederhana yang sangat ceroboh berganti dengan Yuuki (Nama Jepangku), sang model terkenal yang bersikap anggun dan manis.
“Hahhahaa… thanks oppa. Aku anggap itu sebagai pujian”
“Are you enjoying with your job ?”
“Well, actually I didn’t enjoy my job. But when I tried it, I thought it is not so bad”
Ia tersenyum kecil “Ganbatte ne” ujarnya menyemangatiku dalam Bahasa Jepang yang terdengar sangat aneh di telingaku.
“Ne, arigatou”
Sejak bertemu di Jepang, ia jadi rajin mengirimkanku email. Terkadang ia juga meneleponku. Henry oppa sudah kuanggap sebagai oppaku sendiri, dari lima tahun yang lalu pun begitu. Namun sayangnya Ryeowook Oppa terlalu berlebihan menanggapi hubungan kami. Dulu aku dan Henry Oppa memang sempat dekat dan kami pacaran, namun setelah dia balik ke Kanada hubungan kami berakhir, dan tiga bulan kemudian aku resmi menjadi yeojachingu Ryeowook Oppa. Aiissshhh….sudahlah, lupakan saja. Ah sial, gara-gara bertemu kembali dengannya perasaanku yang dulu sempat pudar kini menguap lagi. Menyebalkan. Ottokhae ?
Dengan tergesa-gesa kulangkahkan kaki keluar dari gedung mall yang menyelengggarakan acara jumpa fans ini. Kucegat taksi yang melaju pelan di depan mall. Aku menyebutkan tujuanku dan taksipun melaju dengan kencang di jalanan kota Seoul. Di dalam taksi aku membaca kertas yang tadi diberikan oleh Henry Oppa.

Aku tersenyum membaca pesan darinya. Aku mempunyai panggilan khusus untunya ketika kami masih pacaran dulu, dan panggilan itu masih berlajut sampai sekarang. Aku memanggilnya dengan sebutan “mochi gege” atau “mochi oppa”. dan ia memanggilku dengan panggilan sayang “baby”.
Akhirnya aku sampai di tempat tujuanku. Setelah membayar ongkos taksi, aku pun bergegas masuk ke dalam gedung apartemen ini. Aku memencet angka 11. Setibanya di lantai 11 aku menyusuri setiap koridor dan mengamati pintu-pintu yang di sampingnya tertulis nomor kamar apartemen.
Ah, akhirnya aku menemukan kamar yang aku cari. Kupencet bel di depan kamar itu. Tak lama kemudian si empunya apartemen membukakan pintu untukku. Matanya langsung berbinar menatap kehadiranku di depan apartemennya. Aku hanya menatapnya jijik karena mata bling-blingnya itu.
“Ah, super modelku akhirnya kembali. Bagaimana ? Acaranya seru ? Pasti seru kan ? arghhh… aku menyesal tak bisa ikut serta. Andai saja aku bisa menunda membereskan apartemen ini, aku pasti bisa bertemu namja-namja tampan itu secara langsung. Oh Siwon Oppa saranghae” ucapnya sambil memelukku dengan erat.
Aku hanya bisa pasrah ketika dipeluk seperti ini olehnya. Aku maklum saja sih dengan sikapnya yang terkadang over itu. Sudah 2 tahun aku menjadi model dan dia Hyunsu Neechan adalah manajerku selama 2 tahun ini.
“Neechan, kau kan bisa menunda pekerjaan membersihkan apartemen ini besok?” aku berusaha melepaskan pelukannya.
“Tak bisa. Kalau tak ada halangan, mulai besok kita sudah mulai pemotretannya. Jadi aku tak punya waktu lagi untuk membersihkan apartemen ini selain hari ini” ujarnya sambil melepaskan pelukannya. Fiuuhh… lega.
“Ne neechan, apa kau akan membiarkanku tetap berdiri di depan pintu tanpa mempersilahkanku untuk masuk”
Ia menyengir lebar “Hhehhehe, silahkan masuk”
“Ternyata kau cepat juga ya membereskan apartemen ini” ujarku setelah duduk di ruang tengah apartemen. Aku memperhatikan apartemen yang sudah rapi dibersihkannya sejak pagi.
“Iya dong. Jangan meremehkan kemampuan bersih-bersihku” ujarnya membanggakan diri.
“Ya kau memang cocok menjadi petugas kebersihan “ujarku dengan cuek.
“Yakk!!! Kau ini…” ia terlihat pasang kuda-kuda untuk memukulku. Namun dengan cepat aku melindungi kepalaku dengan sekumpulan kertas-kertas yang kupegang sedari tadi. Sontan ia menurunkan tangannya dan mengambil kertas-kertas itu. Ia menatapnya dengan mata yang kembali menjadi bling-bling. Aisshh.. menjijikkan. Lalu ia mencium kertas itu kemudian menoleh padaku, kurasa sebentar lagi dia akan mencium pipiku. Dengan cepat kudorong tubuhnya, ia terlihat manyun karena usahanya untuk menodaiku tidak berhasil. Kekekkekekke…..^^
“Neechan, bisakah kau menghentikan kebiasaanmu yang suka mencium-cium pipiku terus. Aku jijik tahu” ujarku sambil cemberut padanya.
“Iee, itu sudah menjadi kebiasaanku.” Ia terlihat berpikir sebentar. Kemudian berbalik menatapku. Tangannya bersedekap ke dada dan matany amemandangiku dengan serius. “Oh ya, karena sekarang kita sudah berada di Korea, jadi panggil aku ‘Onnie’ bukan ‘Neechan’ dan mulai saat ini gunakan Bahasa Koreamu” ujarnya dengan tegas. Sifatnya sebagai manajer yang suka memerintah kembali.
“Yah, tapi….”
“Tidak ada tapi-tapian. Kau harus menggunakan Bahasa Korea saat berada di pemotretan nanti. Itu akan membuatmu terkesan friendly” Yah daritadi kami memang berbicara dalarm Bahasa Jepang.
“Algessemnida”
Ia tersenyum karena berhasil membuatku mermatuhi perintahnya. “Oh ya, kau mau minum apa ?” Akhh… sudah sejak tadi aku berada di sini, baru sekarang dia menawariku minuman.
“Yang biasa saja” jawabku dalam Bahasa Korea.
Ia beranjak dan tak lama kemudian sudah kembali dengan dua botol air mineral di tangannya. Aku langsung meneguk air yang di sodorkannya sampai hampir habis.
“Neechan, eh Onnie aku pulang dulu ya”
“Eeehhhh….. Kenapa cepat sekali ?”
“Aku ada acara makan malam keluarga jam tujuh nanti”
“Oh ya sudah, titip salam pada ahujmma dan ahjussi”
“Ne”
Aku segera keluar dari gedung apartemen ini dan mencegat taksi yang sudah ada di luar. Aku menyebutkan alamat rumah kedua orangtuaku dan taksi ini kuminta untuk ngebut di jalanan Seoul karena sepertinya aku tak punya banyak waktu untuk bersiap-siap pergi makan malam nanti. Akhirnya aku sampai di rumah ketika jam di ruang tamu berdentang sebanyak enam kali. OMO, sepertinya aku harus mandi kilat. Tak kuhiraukan eomma yang marah-marah karena aku keluyuran entah kamana. Aku segera menuju kamarku dan dengan tergesa-gesa mandi dengan air hangat dari shower.
***
KIM RYEOWOOK POV
Entah apa yang ada di pikiranku ketika acara jumpa fans tadi. Aku melihat Sunra. Tapi yeoja yang kulihat tadi sedikit berbeda dengan Sunra-ku. Yeoja yang kulihat tadi adalah yeoja tinggi yang cantik dengan make up tipis yang ia gunakan, dan Sunra yang kukenal anti dengan make up. Yeoja itu menutupi wajahnya dengan topi yang hampir menutupi matanya, dan ia juga memakai kacamata hitam besar, sehingga aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Aku terus menyangkal bahwa dia dalah Sunra-ku yang telah pindah ke Jepang sejak empat tahun lalu. Namun hatiku terus berteriak meyakinkanku bahwa dia adalah Sunra. Yeoja yang kusangka sebagai Sunra itu menyebutkan namanya sebagai ‘Park Hyunsu’. Aku jadi bingung. Apa aku terlalu rindu padanya sehingga aku jadi berhalusinasi??? Arghh… entahlah. Cintaku pada yeoja itu tak pernah pudar walau waktu sudah berlalu selama empat tahun. Apakah Sunra masih mencintaiku ? Huh…mungkin tidak lagi. Ia dengan seenaknya pindah ke Jepang tanpa memberitahuku. Aku saja baru tahu kalau dia pindah setelah 2 bulan kemudian. Sepertinya Sunra terlalu sakit hati mendengar perkataanku waktu itu.
Aishh.. jinja, aku saja tak sadar kalau aku sudah menyakiti hatinya dengan kata-kata kasar yang aku lontarkan. Aku terlambat menyadari keegoisanku, membuatku menyebutkan kata PUTUS padanya. Semua ini salahku, aku terlalu terlena dengan jadwal latihan yang padat karena sebentar lagi kami akan debut. Aku mencari alasan agar dia tidak menggangu latihan dengan sms yang menurutku konyol waktu itu.Dan parahnya lagi, aku membawa nama ‘Henry’ dalam pertengkaran kami waktu itu. Padahal aku tahu kalau Henry tak ada hubungannya dengan pertengkaran kami waktu itu.
Sejak kedatangan gadis yang bernama Park Hyunsu itu, aku jadi sulit berkonsentrasi. Henry dan Kyuhyun yang duduk di sampingku sudah berkali-kali menegurku karena mengacuhkan fans kami.
“Hey, Wookie Hyung” ujar Henry sambil menyikut sikuku.
“Ne ?”
“Itu fansmu menunggumu untuk memberi tandatangan pada mereka. Kau ini kenapa sih hyung? Daritadi melamun terus” ujar Henry sambil berbisik.
Aku betul-betul tak berkonsentrasi. Aishhh….akhirnya acara yang melelahkan ini berakhir jam 6.30 pm. Kyuhyun langsung meminta izin pada manajer kami agar bisa langsung pulang terlebih dahulu. Ada urusan keluarga katanya.

***
MIN SUNRA POV
Sepanjang perjalanan menuju restoran, eomma terus mengomeliku. Gara-gara menungguku untuk memilih gaun yang cocok untuk kukenakan, kami jadi terlambat. Appa memarkirkan mobilnya ketika eomma masih saja mengoceh untuk mengomeliku. Aku sudah biasa mendengar ocehan eomma dan semua itu hanya sekedar lalu di telingaku. Ucapannya tak mempan lagi di telingaku. Kekkekeke…
Kami masuk ke dalam restoran setelah sebelumnya Appa memperingati Eomma untuk berhenti menceramahiku. Kami langsung menuju salah satu ruangan VIP dimana keluarga Cho sudah menunggu.
Appa dan eomma langsung disambut dengan pelukan hangat oleh Samchon dan Imo Cho, dan juga Ahra Onni. Setelah Appa dan Eomma selesai melepas pelukan mereka pada Ahra Onni, kakak sepupuku itu bertanya “Imo, Sunra mana ? Bukankah ia sekarang juga pulang ke Korea ? Oh ya, yeoja yang bersama kalian ini siapa ?”
What’s ? Jadi mereka memang tidak mengenaliku ya?. Aku tidak ikut dipeluk karena mereka merasa aku adalah orang asing. Gosh….. Dan kini semua keluarga Cho memandang heran padaku.
“Masa kalian tidak kenal. Ini adalah….”
Dengan cepat aku memotong ucapan eomma.”Annyeonghasimnika. Aku adalah anak angkat dari keluarga Min. Choneun Rae Yuuki imnida” ujarku sambil membungkuk sopan.
Dan BLETAK, BLETAK.
Aku mendapat dua jitakan sekaligus, yang pertama dari appa dan yang kedua dari eomma. Eomma menjitakku dengan tas tangannya yang terbuat dari manik-manik, dan itu sakit sekali menengenai kepalaku.
“Hiks, eomma dan appa melakukan KDRT lagi padaku. Aku tahu aku ini hanya anak angkat. Awww… apayo” ujarku sambil memengang kepalaku dengan tampang memelas.
“Ya!! Jangan main-main begitu. Nanti Keluarga Cho bisa salah sangka. Ayo beri salam dengan benar atau eomma akan kembali memukulmu”. Eomma sudah siap untuk mengarahkan tas tangannya padaku.
“Ne, araseo. Tapi eomma jangan pukul aku lagi”
Aku tersenyum manis pada Keluarga Cho yang berdiri sambil memandang heran pada keluarga kami. “Annyeonghaseo. Aku adalah anak satu-satunya dari Keluarga Min. Choneun Min Sunra imnida”. Kemudian aku memeluk Imo Cho, yang masih terpaku memandangku. “Oranmanieyo, Imo”
Imo memandangiku dengan tampang tak percaya. Ia mengeratkan pelukannya. “Aigoo, Rae-ya kau sudah besar sekarang. Kau terlihat makin cantik saja. Aigoo..aigoo, imo saja pangling melihatmu”. Imo melepaskan pelukanku dan memandangku dengan takjub, aku hanya bisa tersenyum kecil menanggapinya. Lalu gantian Samchon yang memelukku sekarang.
“Aigoo, anak ini. Tadi kukira siapa. Ternyata keponakanku sudah banyak berubah sejak tinggal di Jepang. Neomu yeppoda”
“Samchon, apa itu artinya dulu aku tidak yeoppo”ujarku pura-pura cemberut.
“Hahahaha” samchon menepuk bahuku pelan. “Kau banyak berubah, keponakanku yang dulu memang yeoppo, tapi sekarang tambah yeoppo”. Samchonku ini memang pandai memuji.
“Rae-ya” Ahra onni langsung menghambur memelukku.
“Oraenmanieyo onni, neomu bogoshippo” ucapku padanya.
“Na do” jawab Ahra Onni lembut.
Kemudian semua anggota keluarga pun duduk di tempatnya masing-masing. Aku memilih duduk di samping Ahra Onni, dan masih ada satu kursi kosong yang memisahkan aku dan samchon. Hmmm.. tentu ini kursi untuk Kyuhyun Oppa kan ?
“Jeongmal mianhe kami terlambat” ujar eomma.
“Gwenchana, kami juga baru sampai” jawab Imo Cho.
“ Apa Kyuhyun Oppa tidak datang?” tanyaku.
“Dia akan sampai sebentar lagi. Tadi waktu kutelepon ia masih di jalan” jawab Ahra Onni.
“Uri Kyuhyunie sangat sibuk dengan grupnya. Aigoo…anakku itu makin lama makin kurus saja karena kesibukannya” sahut Imo
Aku hanya mangut-mangut mendengar ucapan imo. Si Kyuhyun itu memang makin kurus saja.
“Uri Rae-ya juga sangat sibuk. Sebenarnya ia tak mau ikut kami pulang ke Korea karena ia sibuk dengan pekerjaannya. Tapi untunglah saat ini ia sedang mendapat job untuk pertama kalinya di Korea, jadi ia bisa ikut pulang bersama kami” timpal eomma dengan nada yang menyudutkan. Aku memang sempat mengelak ajakan eomma untuk pulang ke Korea dengan berbagai alasan.
“Keurom, tapi yang memaksaku untuk menjadi model kan eomma. Kalau eomma tak memaksaku menjadi model mungkin aku tak sesibuk sekarang” balasku.
“Ah aku penasaran sekali, Myungri-ah bagaimana caranya kau membuat anakmu berubah drastis begini” Ujar Imo.
“Sebenarnya onni, butuh waktu yang lama untuk merayunya agar mau ikut Kelas Kepriadian. Setelah itu aku memasukkannya ke Klub Chado (upacara minum teh), Ikebana (seni merangkai bunga) dan kelas-kelas lainnya. Dan tarraa…. Sekarang dia jadi makin feminim setelah mengikuti kelas yang kusarankan” ujar eomma dengan nada bangga.
“Eomma,kau mengingatkanku pada saat yang penuh penderitaan itu”
“Tapi lihat hasilnya. Sekarang kau berhasil menjadi gadis yang anggun. Tidak seperti dulu, kau itu be-ran-ta-kan”
“Ye, araseo”ujarku cemberut.
Dan semua orang yang yang hadir tertawa, kecuali aku tentunya. Mana mungkin aku menertawai diriku sendiri. Tapi apa yang dikatakan eomma ada benarnya juga. Setelah mengikuti semua kursus yang dipilihkan eomma, sikapku berubah drastis. Aku sudah bisa mengatur emosiku yang meledak-ledak itu. Dan satu lagi, dengan segala kesibukan yang dijadwalkan eomma, aku mulai bisa sedikit melupakannnya, cintaku, Ryeowook Oppa.
Sebenarnya aku menolak ajakan eomma untuk kembali ke Korea bukan karena aku banyak pekerjaan. Kata manajerku, aku dapat libur sebulan dari perusahaan agensiku, namun lima hari yang lalu, tiba-tiba saja manajerku bilang aku akan menjadi model majalah fashion terkenal. Aku yang memang sedang senggang karena liburan sekolahpun hanya mengiyakan saja tawaran kerja itu. Namun tidak saat manajerku, Hyunsu Onni, melanjutkan ucapannya.
“Fashion Korea sekarang sedang naik daun. Tidak kalah terkenal dengan fasion Jepang maupun Hongkong. Dan kau beruntung bisa ditawari pekerjaan di majalah fashion paling terkenal di Korea”. Aku bagai disentrum listrik berkekuatan tinggi begitu tahu kalau aku harus bekerja di Korea.
“Korea? Aku tak mau” aku langsung menolaknya.
“ Harus mau. Perusahaan sudah mengatur semuanya. Selain untuk pemotretan majalah kau akan mengikuti fashion show oleh designer ternama. Kau beruntung tahu bisa menjadi salah satu modelnya. Designer ini terkenal sangat memilih model yang akan memperagakan busana rancangannya.”
“Itu artinya aku harus ke Korea. Aku tak mau” jawabku tegas.
“Mengapa tak mau? Ada apa dengan Korea? Bukankah orangtuamu juga baru pindah ke Korea. Jadi tak ada masalahkan?”. Korea memang bermasalah bagiku onni. Kalau aku di Korea, besar kemungkinan aku akan bertemu dengannya. Dan rasa yang berusaha kupendam akan memuncak keluar jika suatu saat aku bertemu lagi dengannya. Aku belum siap untuk semua itu.
Akhirnya karena aku tak bise menolak, aku pun berangkat ke Korea bersama manajerku itu. Ia sich senang sekali bisa balik ke Korea, berbeda denganku. Hatiku kacau lagi ketika tiba di tanah kelahiranku. Dan benar saja kan? Ketika bertemu dengannya tadi, rasa itu memuncak keluar. Ingin rasanya aku segera memeluknya, dan berteriak di hadapannya “Saranghae oppa”. namun sepertinya diriku yang satu lagi mengatakan “Segera lupakan dia. Dia adalah masa lalu. Lupakan orang yang telah mencampakkanmu dengan kejam”.
Sepertinya kelas yang disarankan eomma memang berguna, apalagi Kelas Kepribadian yang menyiksa itu. Membuatku berhasil mengontrol diri dengan baik, aku bisa memasang wajah tenang walaupun sudah melihatnya dalam jarak yang dekat. Dan tetap bersabar untuk melihatnya saja, tak pernah berusaha untuk menggapainya kembali. Ukh,, menyakitkan memang. Tapi ya sudahlah, mungkin memang begini kisah cintaku.
Aku terus saja asik dengan lamunanku, sehingga tak sadar sudah ada yang menempati kursi kosong tadi. Aku menoleh padanya dan tepat saat itu ia juga sedang menatapku dengan wajah keheranan. Aku menyunggingkan senyum kecil padanya dan ia membalas senyumku.
Aha, ada yang lebih asik daripada meratapi kisah cintaku. Aku akan mengerjai si setan menyebalkan ini.
“Imo, Rae-ya mana?” tanyanya pada eommaku.
“Itu……”
“Bukankah kau adalah Kyuhyun Oppa. Aigoo, ternyata kau sangat tampan seperti yang dikatakan oleh eomonim. Kalau kau tampan begini aku tidak akan menolak menjadi tunanganmu” ujarku sambil memegang pergelangan tangannya dengan erat dan semakin merapatkan posisi dudukku semakin dekat dengannya.
Tentu saja semua orang yang ada di ruangan ini menatap dengan pandangan ternganga padaku. Si setan menyebalkan ini saja masih shock mendengar kata-kata yang keluar dari mulutku. Aku makin mempererat rangkulanku padanya dan menyenderkan kepalaku ke bahunya yang err.. kurus. Bisa kurasakan tubuhnya menegang mendapat perlakuan seperti itu.
“Eomma, ige mwoya? Siapa yeoja ini? Datang-datang malah mengaku sebagai calon tunanganku. Eomma, appa ayo jelaskan” ucapnya sambil berusaha melepaskan rangkulan tanganku.
Samchon dan imo hanya tersenyum simpul. Sepertinya mereka sadar saat ini aku sedang melakukan tipuan yang sama pada anak mereka.
“Kyuhyunie, dia itu…” Eommaku menyela.
“Aku ini calon tunanganmu oppa. Apa eomonim dan abonim tak pernah mengungkit tentang diriku?”. Aku cepat-cepat memotong ucapan eomma. Huh, bisa gagal rencanaku untuk mengerjai si setan menyebalkan ini.
“Ya!! Kau lepaskan” ujarnya masih berusaha melepaskan tanganku dari pergelangan tangannya. Hahahha… oppa kau tak akan bisa melepaskan tanganku dengan mudah, apa kau lupa akukan sempat belajar karate selama satu tahun waktu masih di bangku middle school. Walau hanya satu tahun, aku rasa aku cukup kuat untuk membuatmu merasa sakit di pergelangan tanganmu yang sedang kurangkul ini. Aku lihat wajahnya memerah karena menahan marah. Aku yakin sekali kalau saat ini ia ingin sekali mendampratku kalau saja ia tak segan pada kedua keluarga yang hadir.
“Aku mohon lepaskan tanganmu. Tanganku sakit jika kau pegang terus” ujarnya dengan memohon yang terdengar sekali nada menahan amarahnya.
“Opppss.. mianhe oppa” aku melepas tanganku. Hahahhaha… aku tertawa puas dalam hati karena bisa membuatnya sedikit sengsara begini.
“Eomonim dan Abojiku tak pernah menyinggung tentang dirimu. Aku tidak mengenalmu. Lebih baik kau mengenalkan dirimu terlebih dahulu”
“Oppa, aku sedikit kecewa mendengar kau tak mengenalku. Tapi baiklah aku akan memperkenalkan diriku. Naneun Rae Yuuki imnida”
“Oh, jadi namamu Rae Yuuki. Apa kau orang Jepang? Lalu sejak kapan kau tahu tentang rencana pertunangan kita.”
Oh my god, bahkan aku sudah menyebutkan namaku. Masa dia tak tahu nama Jepangku sih. Dan lagi apa dia merasa tak familiar dengan wajahku. Jarak kami kan sangat dekat. Aigoo….
“Aku orang Korea asli oppa. Aku juga baru tahu malam ini kalau aku akan menjadi tunangan Kyuhyun Oppa” ujarku semanis mungkin.
“Kau terlihat masih sangat muda, berapa umurmu?”
“Walaupun aku masih muda, aku sudah bekerja sebagai seorang model di Jepang. Saat ini aku sudah 20 tahun. Aigoo, aku tak tahu kalau kau setampan ini. Pasti aku tidak akan malu jika berjalan di luar bersama dengan namja tampan sepertimu. Kau sangat sangat sangat tampan”
“Ne, gomawo” ia tersenyum malu ketika aku memujinya seperti itu. Cishhh, sifat yang tak pernah hilang, sangat suka dipuji.
“Aku juga seorang artis, jadi kurasa aku juga tidak akan malu jika jalan bersama dengan yeoja yeoppa sepertimu. Neo neomu yeoppo.” Kenapa dia malah merayuku? =__=Apa dia tak malu pada orangtuanya dan orangtuaku. Dasar. “Hmm,tapi… apa kau tak mengenalku? Aku rasa aku juga cukup terkenal di Jepang sana”.
Ya!!! Kenapa si setan meyebalkan ini benar-benar lupa padaku. Sifat narsisnya juga keluar. Terkenal? Mana kutahu? Aku kan bukan fansnya. Arghhh, menyebalkan. Aku tak tahan lagi.
“Imo sebenarnya dia ini kenapa pikun sekali. Aku sudah menyebutkan namaku, umurku, dan profesiku. Padahal walaupun aku berada di Jepang, dia kan tahu tentang aku. Masa di benar-benar lupa padaku sih. Imo kau harus menghukumnya” ujarku pada Imo yang sedari tadi hanya tersenyum-senyum mendengar percakapanku dengan anaknya.
“Biar aku yang gantikan eomma untuk menghukum anak bodoh ini”. Ahra onnie berjalan menghampiri kursi Kyuhyun Oppa dan langsung menjitak kepalanya dengan keras.
“Ya!! Sebenarnya ada apa ini. Kenapa nuna malah menjitakku. Apayo” ucap Kyuhyun Oppa sambil memegang kepalanya yang menjadi sasaran jitakan dari Ahra onnie.
“Apa yang sakit oppa, sini biar kulihat” ia menunjuk kepalanya bekas tempat Ahra onnie memukulnya tadi. Aku mengusap-usap kepalanya dengan lembut namun sebentar kemudian aku menjitaknya persis di tempat Ahra Onnie menjitaknya tadi.
“Awww…….” Dan kini bisa kurasakan Kyuhyun Oppa memandang marah bercampur bingung padaku.
“Rae-ya, tidak sopan. Sudah lama tak bertemu kenapa malah main-main begini” ujar Appa yang sedari tadi diam memperhatikan tingkahku, menanggapi perbuatan yang baru saja kulakukan pada setan menyebalkan ini.
“Habis dia tak kenal denganku sih, Appa” ujarku memasang tampang cemberut.
“Kyunnie maafkan perbuatan adikmu ini ya. Ayo Rae-ya kau harus minta maaf,” suruh eomma.
“Shireoo, siapa suruh melupakan aku”
“Ne? Rae?” kini ia menatapku dalam.
Ia menggaruk-garuk kepalanya bingung. “Ya!! Neo….arghh….Rae-ya, kau mau mengerjaiku ya”
“Tidak, aku hanya sedang ingin bersenang-senang denganmu. Ah, sebal. Kenapa sih tak ada yang ingat padaku. Memang aku operasi plastik apa? Wajahku kan masih sama seperti yang dulu” ujarku kesal.
“Ya!! Mana mungkin aku sadar itu kau. Kau itu memang sudah banyak berubah Rae-ya. Sejak kapan kau memakai make up, huh? Lalu sekarang sudah bersikap seperti putri dengan memakai gaun. Seumur-umur baru kali ini aku melihatmu memakai gaun”
“Oppa, kau jangan lebai deh. Dulu kau juga pernah melihatku memakai gaun. Kalau tidak salah waktu aku masih TK”
“Hahahahha, itu sih beda. Lagipula waktu itu kan kau masih kecil. Sebenarnya Sunra kecil itu sangat manis. Tapi entah sejak kapan, kau jadi gadis tak jelas juntrungannya begitu”. Jelas sekali dia mau mengejekku.
“Ternyata bimbingan dari Imo selama di Jepang bisa membuatmu manis seperti waktu kecil dulu” tambahnya.
Aku tersenyum kecil mendengarnya.
“Oh ya, sikap cerobohmu itu sudah hilangkan?” ujarnya sambil terkekeh pelan.
“Oppa….” aku merajuk sambil memukul bahunya pelan. Dan ia tertawa melihat kelakuanku. Sunra yang dia tahu dulunya bukanlah yeoja yang suka merajuk seperti ini.
“Kenapa setiap aku mengunjungi rumahmu di Jepang kau tak pernah ada di rumah”
“Tentu saja karena aku sibuk Oppa” jawabku santai.
Dia ini kenapa banyak bertanya sih. Aku jadi capek menjawabnya semua pertanyaannya.
“Nanti saja dilanjutkan obrolannya. Makanan sudah datang” lerai Cho Samchon.
Dengan tertib kamipun memulai acara makan malam ini. Beberapa kali terdengar gelak tawa dari para orangtua. Sedangkan kami anak mereka, hanya bisa pasrah ‘difitnah secara keji’ oleh orangtua kami sendiri. Walaupun ocehan mereka tentang kami ini ada benarnya juga, tapi tentu saja kami tak rela kalau mereka harus saling ‘share’ keburukan anak mereka pada orang lain, walau orang lain itu adalah keluarga sendiri.
Setelah meja ini selesai dibersihkan dari piring-piring sisa makanan oleh beberapa orang waitress, kedua keluarga terlibat percakapan santai. Terkadang aku sesekali memberi tanggapan atas apa yang mereka ucapkan. Merasa diacuhkan, Ahra Onnie duduk di sudut ruangan untuk menelepon pacarnya. ‘Daripada bosan mendengar perkataan orangtua lebih baik aku menganggu tunanganku’ begitu katanya. Sedangkan Kyuhyun Oppa, ia sibuk sendiri dengan handphonenya. Ukh.. aku mendengus kesal. Sudah empat tahun tak bertemu, kenapa aku diacuhkan begini. Untuk ikut terlibat dalam percakapan para orangtua juga malas. Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Drrttt….drrrttt…drrttt
Handphoneku bergetar, tertera nama Hyunsu Onnie. Aku pun segera beranjak ke sudut ruangan setelah sebelumnya meminta permisi kalau aku akan menerima telepon. Aku berdiri di samping Ahra Onnie yang sedang menelepon namjachingu-nya itu.
“Moshi-moshi”
‘Moshi-moshi. Eh? Ya! Rae, kan sudah aku katakan tadi, mulai sekarang gunakan bahasa korea. Seharusnya yoboseyo kan? Ayo ulangi sekali lagi, dan berbicaralah dalam Bahasa Korea’
Hah!! Manajer gilaku ini baru menerima telepon darinya saja harus ribet begini, namun tak urung aku turuti saja perintahnya. Lebih baik begitu, daripada harus protes tentang hal sepele begini.
“Yoboseyo”
“Yoboseyo, nah begitu dong. Kita harus bangga pada bahasa negara sendiri. Arrachi?”
“Araseo” ujarku dengan patuh.
‘Sunra, kau memang gadis yang beruntung. Tadi aku ditelepon oleh perusahaan. Ternyata perusahaan sudah mengatur semuanya untuk kita. Kau bisa langsung melakukan pemotretan besok. Tapi malam ini kita harus membicarakan detailnya. Kita akan bertemu dengan model dan staf majalahnya hari ini. Bisa kau ikut denganku?’
“Onnie, kau kan tahu kalau aku sedang ada acara makan malam keluarga. Tak mungkin aku bisa ikut denganmu. Kau bisa menghandlenya sendiri kan?”
“Ayolah, hanya sebentar. Lagipula kita bertemu di restoran yang sama tempat keluargamu makan malam. Kau bisa minta keluar sebentar. Bilang saja ingin mencari udara segar. Ok?” Cish, manajerku ini menyuruhku berbohong.
Aku memang sempat meng-sms Hyunsu Onnie, restoran tempat keluargaku dan keluarga Kyuhyun Oppa makan malam. Aku terima tidak ya tawaran Hyunsu Onnie ?.
“Oh, jadi pertemuannya di restoran ini”. Aku menimang sebentar. Jika aku terus berada di sini, aku pasti di acuhkan. Aku rasa ikut Hyunsu Onnie adalah keputusan yang bijak. Lagipula jika para orangtua sudah bertemu seperti ini, mereka seperti lupa waktu saking asiknya berbicara mengenai banyak hal.
“Ya sudah, tapi sekarang kau ada dimana onni?”
“Temui saja aku di pintu masuk restoran ini”
“Ne, algessemnida.” Sambungan teleponpun diputus oleh Hyunsu Onnie.
Aku mendekati para orangtua dan meminta izin pada eomma untuk menemui manajerku. Aku tak akan berbohong untuk hal sepele ini. Awalnya eomma tak mengizinkanku namun aku terus merayunya kalau aku hanya sebentar. Paling lama juga satu jam. Lagipula mereka masih lama berada di sini. Akhirnya aku diizinkan setelah aku juga ikut merengek pada Appa. Ketika kutanya pada Imo dimana Kyuhyun Oppa, ia mengeluh bahwa putra satu-satunya itu harus pergi menemui teman satu grupnya karena urusan kerjaan.
Aku sampai di pintu masuk restoran. Di sana Hyunsu Onnie sudah menungguku dengan penampilan yang cantik sekali menurutku. Hahaha, liat saja dia memakai gaun berwarna pastel hadiah dariku. Eh, tumben sekali. Setahuku dia itu orangnya sangat fleksibel. Jarang sekali kuliat dia mau memakai gaun. Biasanya dia hanya akan berpenampilan ‘rapi’ begitu hanya untuk menghadiri acara-acara penting saja. Dan menurutku, diskusi dengan staff majalah, walaupun penting tak perlukan dia berdandan seperti itu. Hmm…aku jadi curiga, apa dia naksir pada staff majalahnya ya, sehingga ia sampai berdandan seperti itu.
“Onnie, kau terlihat cantik sekali malam ini” pujiku padanya.
“You too, dear. Gaun pemberianmu memang sangat bagus, aku terlihat makin cantik saat memakainya. Gomawoyo”
“Onnie, kau sudah sering mengucapkan kata itu. Lagipula gaun ini kan aku berikan karena rasa terimakasihku pada onnie yang selama ini selalu mau mengurusi semua keperluanku. Seharusnya aku yang berterimakasih pada Onnie”.
“Ne, kkaja kita pergi menemui mereka, takut mereka menunggu lama. Aku tidak sabar lagi. Kau pasti akan terkejut siapa saja yang akan terlibat dalam pemotretan ini. Mereka sangat terkenal dan tampan”
“Ne, kkaja”. Aku tak berniat untuk menanyakan dengan siapa-siapa saja aku bekerja nantinya. Kalau aku bertanya pasti, Hyunsu Onnie akan menjelaskannya panjang lebar. Dan aku akan pusing mendengarnya, lagipula nantinya aku akan tahu sendirikan?
Hyunsu Onnie terus menarik tanganku agar aku bisa berjalan menyesuaikan langkahnya yang tak sabaran itu. Kami tiba di depan sebuah ruangan VIP, letak ruangannya tak begitu jauh dengan ruangan tempat pertemuan keluargaku. Onnie langsung menarik tanganku ikut masuk bersamanya ke dalam ruangan ini. Semua orang yang ada di ruangan ini langsung menoleh menatap kami begitu pintu dibuka Hyunsu Onnie. Di sini ramai sekali. Hampir semua yang berada di ruangan ini adalah laki-laki. Pencahayaannya yang temaram membuatku tak bisa melihat sesiapa saja yang ada di ruangan ini, mataku perlu beradaptasi dengan cahaya yang ada di sini.
“Annyeonghaseyo, Park Hyunsu imnida, dan ini adalah modelku Rae Yuuki. Mannaseo bangapseumnida”. Kami pun membungkukkan kepala sebagai salam perkenalan.
“Annyeonghaseo” sapaku.
Tiga orang pria dan dua orang wanita langsung menghampiri kami. Mereka mengajak Hyunsu Onnie untuk berbicara mengenai pekerjaan di ruangan lain agar lebih privasi. Aishhh,, jadi nasibku bagaimana? Masa harus menunggu di sini sendiri bersama banyak pria yang tak kukenal.
“Rae Yuuki-ssi, silahkan berkenalan dulu dengan para model pria. Kami ingin membicarakan detail pemotretannya dengan para manajer terlebih dahulu”. Dan pergilah Hyunsu Onnie dengan kelima orang tadi.
Hmm… aku rasa aku harus mengenalkan diriku secara langsung. Aku memposisikan diriku agar lebih dekat dengan tempat para model pria duduk. “Annyeonghaseyo, Rae Yuuki imnida. Mohon kerjasamanya untuk esok. Bangapseumnida” aku membungkukkan badanku sedikit, sopan santun ala Korea. Sesudah bowing itu, aku refleks menutup mulutku. OMO….
To be continue…..>>>>>>>>>>>>>>

What happens with Sunra?? Klo mo tahu kelanjutannya, baca aja di She is Back, part 2. Aku ngarepin komen dari reader sekalian buat memperbaiki fanfict yang ancur ini (bow 90). Gomawo buat admin yang udah publish ff aq ^^

P.s Super Junior M di fanfic ini aku buat tambahin anggotanya kayak formasi yang sekarang. It’s just a fanfict, remember?
Nb : Samchon / Imo = paman / bibi (keluarga)
Ahjussi / Ahjumma = paman / bibi (bukan keluarga)

One comment

  1. salamah · April 26, 2013

    rae ketemu siapa ya?apa suju m?

    lanjut thor next part dtunggu…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s