[FREELANCE] Hey! Come Back To Me

junhyung2

HEY! Come back to me .

Tittle : HEY! Come back to me .

Author : Karin Hapsari/ @karinhpsr

Main Cast :

 Yong Junhyung .

 Go Hara

Other Cast :

 Yoon Dujun .

 Jang Hyunseung

Length : One shoot.

Genre : Sad, Romance.

Ratting : General.

Summary :

A.N :

Hai, nice to meet you readers! Ini FF pertama buatanku. Pengalaman pertama, pengen

Coba buat FF. Gaktau gimana isi FF ini, yang penting baca dulu aja, gak baca? Gak

Temen(?) oke ini random._. mungkin FF ini terlalu panjang ceritanya, jadi maaf kalo

FF nya gak menarik ataupun banyak typo bertebangan(?)

Junhyung POV :

Seseorang menutup mataku dari belakang.

“OPPA!”

“lepaskan go hara”

“oppa tahu kalau itu aku?” dia berkata sambil melepas tangannya dari mataku.

“Iya, aku tahu. Siapa lagi yang sering mengganggu hidupku kalau bukan dirimu?”

Ujarku dingin sambil menatapnya. “Itu pujian atau celaan oppa?” dia membalas

Tatapanku. “Itu pujian” aku tersenyum sinis padanya. Apa dia pabo?

Itu pasti celaan! Dia membuatku gila dengan tingkahnya.

Ya, dia orang yang selalu mengganggu hidupku selama 2tahun ini. Go Hara.

Aku pergi meninggalkannya, kini dia menatapku dengan bingung.

Hara POV :

Lelaki itu, kenapa selalu saja bersikap dingin padaku. Dia meninggalkan ku sendiri

yang sedang terdiam. Padahalkan aku bermaksud

baik, aku ingin berteman dekat… ah bukan. Maksudku, aku benar-benar ingin seorang

Yong Junhyung yang terkenal dengan sikap dinginnya itu menjadi pacarku.

Aku gila? Yang benar saja, aku benar-benar gila. Bisa kalian garis bawahi

AKU GILA.

Entah mengapa dari awal aku masuk univesitas ini 2tahun yang lalu, mataku hanya

tertuju padanya. Padahal masih banyak lelaki tampan yang

mengejar-ngejarku di sini.

@KANTIN SEOUL INTERNATIONAL-UNIV .

“Oppa, bisakah kau mengajariku ini?” aku menyodorkannya bukuku padanya.

dia menoleh, menatapku dengan tatapan

Dinginnya. “aku sedang sibuk” ujarnya dingin lalu kembali mengetik di laptop

Apple-nya, aku menunduk mensejajarkan wajahku dengan wajahnya dari belakang,

lalu melihat layar monitor laptopnya “kau sedang menyusun

Skirpsi oppa?” dia tidak menjawab, aku duduk disebelahnya sambil meletakkan

Bukuku di depan wajahnya. “oppa… kau harus mengajarkan aku ini” rengekku .

Dia mendengus “aku akan mengajarimu, tapi kau janji setelah ini kau tidak akan

Mengganggu hidupku lagi?” aku mengangguk menyetujui. Dia mengambil buku dari

tanganku lalu menatapku tajam “bahasa

jepang” jawabku singkat. Sekarang dia menatapku bingung. Dan

aku juga menatapnya bingung.

“kau bodoh? Aku jurusan sastra inggris, dan kau meminta aku

Untuk mengajarkanmu bahasa jepang? Apa itu masuk akal?”

“Oppa, apa itu masalah untukmu? Setahuku kau pintar dalam segala pelajaran,

apalagi kau dan aku sama-sama jurusan sastra, tidak mungkin kau

tidak mengerti”

dia menulis di bukuku dengan cepat menggunakan pensil, aku melihatnya

dengan tatapan takjub, lelaki yang sedang berada didepanku ini sangat

sempurna, dari buku aku mengalihkan perhatianku untuk menatap wajahnya.

Ya tuhan, kenapa kau mempunyai lelaki se-sempurna ini? Apa dia malaikat?

Tidak sampai 15menit dia sudah selesai. Dia memberikan buku itu padaku tanpa

Menoleh sedikitpun “Terimakasih oppa” aku pergi meninggalkannya,

Setelah aku berjalan 3langkah aku menoleh kebelakang

Tepat kearahnya “ah oppa, soal kau menyuruhku untuk tidak mengganggumu lagi?

Aku tidak bisa berjanji, Karena kalau aku jauh darimu aku bisa gila”

cengirku lalu pergi keluar.

Aku bisa melihat tatapan membunuhnya padaku, dan aku yakin

semua orang di dalam kantin sedang melihatku dengan tatapan aneh,

Dan menganggap aku gila, ya aku memang gila. Gila karena Yong Junhyung.

Joker POV :

“oppa….oppa…oppa…oppaaaa” suara familiar memanggil oppa, aku menoleh dari asal

Suara, dia lagi? Oh god, i think i got crazy. Aku menatapnya sebal, dia

Menghampiriku sambil tersenyum manis “oppa…oppa…oppa…oppa” ujarnya

Sambil memegang tanganku.

“apa?” jawabku dingin. “tidak ada, aku hanya ingin

Melihat wajahmu, aku merindukanmu oppa”

“bisakah kau menjauh dariku? Go hara? Dan ingat satu lagi, jangan panggil aku oppa.

Aku bukan oppamu”

Lalu aku pergi meninggalkan dia untuk kesekian kalinya. Aku gila dibuatnya,

Kenapa ada wanita seperti itu? Apakah dia tidak punya malu?

@FAK.SASTRA BHS.INGGRIS .

Aku memasuki kelasku yang sepi, hanya ada dujun dan hyunseung yang berada

Di dalam kelas. Mereka berdua termasuk teman dekatku, tapi tidak terlalu dekat

Karena sikap acuh tak acuhku pada mereka karena aku hanya hidup untuk

Mengurus hidupku sendiri(?)

“Ya, yong junhyung. Kenapa kau selalu bersikap dingin pada hara?”

Tanya dujun to the point yang ada disebelahku, aku menggerakkan bahuku

Tanpa menoleh kearahnya.

“kau tidak ingin mencoba dekat padanya?” tanya dujun lagi padaku, aku menoleh

Padanya “kau yakin?” aku menatapnya kesal lalu mengangguk. “baiklah, terserah kau

Saja jun, aku hanya menyarankan untuk mencoba kau dekat dengannya dulu, hara

Adalah gadis yang baik” aku duduk membuka laptop apple ku dan melanjutkan

membuat skripsiku. Jujur saja, aku tidak tertarik mendengar dujun bercerita tentang

hara padaku. “dan aku dengar-dengar hara sedang

dekat dengan seungri, mahasiswa fakultas kedokteran” aku mendelik kearah dujun,

melihat dujun dengan tatapan untuk menyuruh dujun melanjutkan ceritanya, seolah

dujun mengerti dia melanjutkan ceritanya yang tertunda “orang bilang

hara dan seungri sudah berpacaran, tapi ada orang juga yang bilang bahwa hara hanya

berteman dengan seungri karena hara menyukai lelaki lain” tiba-tiba dujun melihat

kearahku, hyunseung yang sedari tadi sibuk dengan I-phone nya juga

tiba-tiba melihatku.

“apa?” aku melihat mereka berdua dengan tatapan membunuh, “dia menyukai kau

junhyung!” kata dujun frustasi sambil mengacak rambutnya.

Aku menaikkan sebelah alisku tanda tidak mengerti. “kenapa kau sangat? Ah, pabo!

Dia menyukai kau! Dia menyukai kau!” kata dujun kesal. “kenapa aku?”

Tanyaku lalu membalikkan badan kearah dujun tanda aku sedang menikmati

Pembicaraan ini. “karena hanya kau yang dekat dengannya, apa kau pernah

Liat hara dekat dengan laki-laki lain selain kau?” aku berpikir keras tentang

Kata-kata dujun.

“kau ini. Wajah tampan, mempunyai gaya keren, tapi kau tidak

Mengerti dengan hal seperti ini”

“aku tidak tertarik dengannya” jawabku singkat, menutup laptopku,

lalu berjalan keluar. “aku yakin kau akan sangat mencintainya nanti”

kata hyunseung yang nyaris dibilang tidak terdengar,

tapi cukup membuat langkahku terhenti tiba-tiba lalu mendelik dingin kearahnya,

dujun yang ada disebelahnya pun kaget lalu melihat kearah hyunseung.

Apa maksud hyunseung? Aku akan sangat mencintainya nanti? Hah? Apa aku gila?

Menyukai hara? Aku berpikir keras dengan kata-kata hyunseung. Oke, aku akan

Tambah gila jika mendengar kata-kata hyunseung.

@AFTER FIVE DAYS .

Kalian tahu? Kata-kata Hyunseung 5hari yang lalu? aku masih memikirkannya

Sampai sekarang, itu membuatku frustasi. Apa benar aku akan menyukai hara?

Kenapa hyunseung berbicara begitu? Apakah dia pikir dia itu mama laurent?

Dan kenapa aku memikirkannya? Itu hal yang sangat bodoh.

Aku berjalan menelusuri lorong kampus untuk menuju taman, kampus ini sangat

Besar, wajar jika aku harus melewati lorong yang sangat sepi ini untuk sampai

Kesana.

“Oppaaaaaaaaa!” aku terkejut dengan teriakan

seorang yeoja dari belakang yang membuat kupingku

melengking. Aku menoleh kearahnya dengan tatapan dingin.

Dia lagi, dia menghampiriku, aku berjalan meninggalkannya tapi dia dengan

Sigap menahan tanganku. Aku diam, menatapnya lagi dengan dingin.

“bisakah kau berhenti menggangguku? Go hara?” ujarku sinis .

“Tidak bisa oppa” dia mengeluarkan aeygo termanisnya untuk menarik

Perhatianku.

Cih, aku tidak tertarik melihatnya go hara-ssi. Aku tidak akan luluh dengan

Aeygo mu, bukan seperti lelaki lain yang hanya melihatmu melakukan

Aeygo langsung menyatakan cinta padamu, aku bukan lelaki seperti itu.

“apa maumu?” tanyaku dingin.

“mauku?” hara balik bertanya. “hm, aku mau oppa menjadi pacarku”

“kau gila? Kau sedang menyatakan cinta pada laki-laki? Hah, dimana otakmu?”

Aku menatapnya tak percaya, aku bertanya kepada tuhan kenapa ada wanita

Seperti ini, di dunia ini. Omfg, she’s make me crazy!

“Iya, aku gila, gila karena oppa” dia menatap mataku dengan intens.

“kau sedang merayuku? Aku tidak akan terpengaruh denganmu”

“oppa, tolonglah. Kenapa kau selalu bersikap dingin padaku? Aku berbuat salah?”

“Karena aku membencimu Go Hara! Bisakah kau pergi dari hidupku? Aku muak

Melihatmu, dan satu lagi. Sudah aku katakan jangan memanggilku oppa.

Aku bukan oppamu” ” dia pergi meninggalkanku sendiri di lorong kampus ini.

Junhyung… berbicara seperti itu padaku?

Aku masih berdiri lemas, melihatnya dari belakang,

punggungnya semakin lama semakin menjauh

dari kasat mataku. Dia menbenciku? Yang benar saja.. yong

Junhyung seorang yang terkenal dengan sifat dinginnya membenciku?

Aku berjalan lesu menuju parkiran mobilku “HARA-AAH!” aku menoleh

Terkejut tanpa ekspresi, seungri? Kenapa dia selalu mengganggu ku?

Aku kesal dibuatnya, bisakah dia tidak menggangguku untuk sehari?

Apakah ini rasanya junhyung ketika aku mengganggunya? Aku mendengus.

“mau apa?” tanyaku ketus. “aku ingin mengajakmu makan siang, maukah?”

Jawab seungri sambil memainkan kuku jarinya. “maaf seungri, mungkin kapan-kapan.

Aku sedang badmood” aku membuka mobil honda ku berwarna merah,

menyalakan mesin lalu melajukannya.

Joker POV :

Whut…. kenapa bibirku berbicara seperti itu? Apakah itu terlalu kasar?

Aku menggaruk ujung kepalaku, kenapa aku berbicara seperti itu! Kau bodoh

Junhyung! Kau bodoh! Otak ku berpikir keras. Stop. Kenapa aku menyalahkan

Diriku sendiri? Bukankah itu bagus? Go hara, dia tidak akan pernah mengganggumu

Lagi. aku tersenyum sinis. Ya, go hara tidak akan menggangguku lagi.

@SEOUL INTERNATIONAL-UNIV .

Sudah 3hari aku hidup tanpa gangguan perempuan itu.

Apakah aku senang? Entalah, aku bingung.

Dujun yang baru duduk disebelahku memberikan sebotol cola,

Aku mengambil, membuka tutup botol, lalu meneguknya. Aku merasa sangat

Lelah. “bagaimana hara?” tanya dujun. Aku menutup botol lalu memandang

Kearah depan taman. “bisakah kau berhenti berbicara tentang hara?”

Ujarku dingin tanpa menoleh kearahnya. “baiklah, aku minta maaf jun”

Kata dujun sambil menepuk bahuku.

“hara?”

Aku menoleh, tidak ada hara. hanya ada orang berlalu lalang di hadapan kami. Aku

menoleh kearah sebaliknya, Hyunseung? Aku menatapnya tajam, dia membohongiku.

Sialan.

“kau memang menyukainya” kata hyunseung menatap kearahku lalu

Meninggalkan aku yang sedang duduk diam bersama dujun.

Menyukai hara? Aku sekarang menyukai hara? Yang benar saja, aku gila.

Aku tidak menyukai hara! Tapi, aku merasa ada yang hilang dalam diriku.

Apa itu? Aku pun tidak tahu. Apa benar aku menyukai go hara?

– SKIP –

Kalian tahu hal yang paling bodoh yang pernah aku lakukan?

Aku ada di fak.sastra jepang sekarang. Aku ingin melihat hara, bisa kalian garis

Bawahi AKU INGIN MELIHAT HARA! Ya, aku yakin aku gila sekarang.

Otakku kembali mencerna dengan keras, ya aku tidak seharusnya disini.

Aku bermaksud kembali ke fak.bhs inggris, tapi kaki ku tidak bisa di ajak

Kompromi. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk pergi…… melihat…… hara….

Aku berjalan memasuki fak.sastra jepang, melewati lorong yang banyak

Orang berlalu-lalang. Tatapan mereka sekarang menuju padaku, melihatku

Seperti mengira bahwa aku ini perampok yang akan merampok barang

Berharga mereka. Aku tidak peduli dengan tatapan mereka, sekarang

Aku hanya memikirkan dimana kelas hara. “ Permisi, bisakah aku bertanya?”

Sekarang aku sedang berhadapan dengan 2wanita yang sedang duduk di koridor.

“bertanya apa?” tanya wanita yang berambut sebahu dengan senyuman.

“apakah kalian tahu dimana kelas go hara?”

“go hara? Hara? Ah, disana” katanya lagi sambil menunjuk

Sebuah kelas yang tak jauh dari tempat aku berdiri. Aku menunduk, tersenyum

Kepada mereka menandakan aku berterimakasih lalu pergi meninggalkan

Mereka. Sampai di kelas hara, aku masuk dengan takut-takut. Otakku masih

Berpikir keras sekarang, apakah tindakanku benar? Ah terserah!

Aku pun masuk, didalam kelas sana sangat…. aku bingung untuk mengucapkannya.

tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Kalian tahu? Kelas itu sangat bising.

Mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Aku mengetuk pintu.

Semua orang tiba-tiba melihat ke arah pintu, tepat menoleh kearahku.

Mereka semua terdiam, aku juga bingung dengan keadaan sekitar.

Kuberanikan diri untuk bertanya kepada mereka, mungkin mereka tau

dimana hara. “ada go hara?” tanyaku pada seorang laki-laki yang duduk dekat pintu

Dimana aku berdiri. Aku yakin semua orang didalam kelas ini mendengar

Pertanyaanku.

“Hara? Hara tidak masuk”

“tidak masuk? Dia kemana?”

“entah, semua orang dikelas tidak tahu dia dimana”

“sudah berapa lama dia tidak masuk?”

“hm, 2hari? Ah 3hari, dia tidak masuk sudah 3hari”

Aku terdiam, 3hari? 3hari yang lalu aku dan hara berdebat di lorong kampus. Apakah

Karena itu? Apakah mungkin?

“permisi?” laki-laki didepanku ini melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku.

Aku tersadar, semua mata masih tertuju padaku. Aku mengucapkan terimakasih lalu

Meninggalkan kelas itu.

Hara POV :

Kalian tahu? Selama 3hari ini aku sangat uring-uringan dirumah, melakukan

Aktivitas ini salah, melakukan aktivitas itu salah. Aku jadi kesal sendiri dengan

Tingkah lakuku. Aku membolos kuliah, entah kenapa aku sangat malas

Untuk kekampus. karena yong junhyung? Ya mungkin karena yong junhyung.

Aku berniat untuk berhenti kuliah, apa aku gila? Karena yong junhyung

Aku ingin berhenti kuliah? Mama bisa memarahiku sampai aku mati

Karena mendengar celotehannya. Tapi aku berpikir keras tentang

Keputusan gilaku ini, berhenti kuliah… berarti aku tidak akan pernah

Bertemu yong junhyung lagi, dan itu akan membuatku bertambah sangat gila.

Aku mengacak rambutku lalu melempar bantal kesembarang arah.

@SEOUL INTERNATIONAL-UNIV .

Mau tidak mau aku harus pergi ke kampus hari ini. Apa yang aku katakan waktu itu?

Mama akan memarahiku dengan celotehan tidak jelas, dan benar.

dia memarahiku! Aah, aku mengacak rambutku frustasi, keluar mobilku

Lalu menutupnya. Aku memasuki kampus, berjalan gontai, takut seorang yang

Aku hindari tiba-tiba lewat dihadapanku, dan yang benar saja. Belum 5menit

Aku berbicara seperti itu, sesosok lelaki tampan yang sangat familiar lewat

Tidak jauh dari tempat aku berjalan, semunjur itukah? Oh god, aku menepuk

Jidatku yang terbilang lebar dan seksi ini, lalu berlari ketempat lain.

Menyembunyikan wajahku dari tatap wajahnya(?) aku malu bertemu

Yong junhyung sekarang? Ya sangat malu, dulu aku tidak pernah

Malu bertemu, berbicara ataupun memegang tangannya, tapi sekarang?

Mempunyai nyali pun aku tidak ada. Apakah urat maluku putus waktu itu?

Ataukah sekarang aku tidak mempunyai urat malu? Ataukah dulu aku tidak

Mempunyai urat malu sampai aku berani mendekati yong junhyung dengan

Tingkah konyolku? Entahlah, aku bingung dengan tingkahku sendiri.

Dan yang sedang aku pikirkan saat ini adalah…. kenapa seorang yong

Junhyung berada di fak.sastra jepang? Dia bertemu dengan seseorang?

Seungri POV :

Ini dia, wanita yang aku cintai sedang duduk di taman sambil memegang

Jidatnya. Aku memperhatikannya dari jarak yang cukup jauh.

“HARA-AAH!” teriakku pada hara, dia menoleh ke arah ku, melihatku

Dengan tatapan membunuh, sekitar 5detik berlalu tatapannya berubah menjadi

Senyum. Dia? Menatapku dengan tatapan membunuh? Seumur hidupku

Mengenal hara, baru kali ini melihat tatapan hara yang menyeramkan, apakah dia

Mempunyai masalah? Aku mengampirinya lalu duduk disebelahnya.

“ada masalah?” tanyaku pada dia yang masih memegang jidat seksinya(?)

Dia menggeleng lalu tersenyum padaku, senyumannya….. membuatku

Meleleh(?)

“seungri, bolehkah aku bertanya?”

“bertanya apa?”

“bagaimana perasaanmu jika kau selalu diganggu oleh seseorang yang

Jelas-jelas kau benci?”

“perasaanku? Entahlah, mungkin aku akan membunuhnya agar dia tidak

Akan menggangguku lagi”

Aku melihat ekspresi hara berubah 90 derajat, apakah aku salah berbicara?

“baiklah, terimakasih seungri. Aku pergi ke fakultasku dulu”

Ujarnya sambil berdiri, menunduk padaku lalu pergi meninggalkan aku yang

Masih duduk bingung di kursi taman ini.

Hara POV :

Aku berdiri, menunduk pada seungri, lalu pergi meninggalkannya.

Aku berjalan menuju fak.sastra jepang. Dijalan aku memikirkan kata-kata

Seungri tadi. Dia? Akan membunuh orang yang menganggunya?

Apakah yong junhyung akan berpikiran sama dengan seungri?

Jika iya, aku akan mati.

Aku memasuki kelasku seperti biasa, ribut disana-sini.

“Hara, dari mana saja kau?” tanya jia yang tiba-tiba sudah berada di kursi depanku.

“aku sakit” jawabku singkat lalu meletakkan tasku.

“tadi, seseorang mencarimu”

“siapa?” jawabku sambil duduk dikursi.

“Yong junhyung? Bukankah dia adalah orang yang kau suka?”

Dan yesss! Kata-kata jia tadi sukses membuat mulutku tidak bisa tertutup.

Yong junhyung? Kesini? Kefakultasku? Mencari aku? aku yakin aku mati sekarang.

Hara POV :

“Yong junhyung? Bukankah dia adalah orang yang kau suka?”

Dan yesss! Kata-kata jia tadi sukses membuat mulutku tidak bisa tertutup.

Yong junhyung? Kesini? Kefakultasku? Mencari aku? aku yakin aku mati sekarang.

“hey! Kau tidak apa-apa kan? Apa kau sakit lagi?” tanya jia sambil menempelkan

Punggung tangannya ke jidatku.

“aku tidak apa-apa, kenapa dia kesini?” jawabku gugup.

Jia menggerakkan bahunya “dia cuma bilang mencarimu, dan saat kami bilang

Kau tidak masuk dia langsung pamit pergi” kata jia seraya meninggalkanku.

Junhyung POV :

2minggu setelah aku mendatangi kelas hara, aku tidak pernah melihatnya.
Tidak pernah.Jujur, aku ingin dia menggangguku lagi seperti waktu itu.

Apa aku sudah tidak waras? Ya mungkin. aku pernah bilang pada kalian waktu itu

Bahwa aku merasa ada sesesuatu yang hilang dari hidupku, aku tidak tahu

Apa itu, dan sekarang aku tahu apa yang hilang dalam hidupku itu, hara. Go hara.

Haruskah aku menghampirinya? Dan berkata kau boleh menggangguku lagi?

Aku duduk ditaman kampus sambil memikirkan hal bodoh. Aku melihat

Hara, ya go hara. Dia bersama seorang lelaki? Apakah lelaki itu bernama seungri?

Dan aku melihat sesuatu yang beda dari hara, dia memotong rambutnya menjadi

Pendek sebahu, membuat wajah imutnya terganti dengan wajah cantik.

Kenapa dia tidak memotong rambutnya saat dia suka menggangguku?

Aku melihat mereka sedang tertawa senang. Hara tidak pernah tertawa sesenang itu

Saat bersamaku, wajar saja. Aku selalu bersifat dingin padanya, mana mungkin

Dia akan tertawa.

Mereka semakin lama semakin dekat dengan tempat dimana aku duduk sekarang.

“ya seungri, kau benar-benar sangat babo hahaha” hara berkata sambil

Memukul kepala seungri pelan. Aku masih melihat apa yang mereka lakukan

Mungkin hara menyadari ada yang memperhatikannya

Dan seungri, lalu refleks menoleh ke arah sana dan sini, tidak sengaja

Bertatap denganku, dia melihatku. Aku juga melihatnya, selama

5menit aku dan dia saling bertatapan, seungri yang sedari tadi bingung

Mengguncang badan hara, dia tersadar lalu menatap seungri dan tersenyum.

“kau kenapa?”

“aku tidak apa-apa, ayo kita pergi”

hara memegang tangan seungri lalu pergi dari hadapanku.

SHIT! WHAT THE HELL IS GOING ON?!

HARA? GO HARA? GRABS SEUNGRI HANDS? GRRR!

Aku menggeram kesal. Dia sengaja? Aku merasa ingin melemparkan tas

Yang ada disebelahku kewajah mereka berdua, tapi aku sadar kelakuanku yang

Tidak wajar dan wajahku yang sudah memerah karena menahan marah lalu pergi

Meninggalkan taman itu.

Hara POV:

Setelah sekian lama aku tidak menganggunya, kenapa tiba-tiba aku bisa bertemu

Dengannya ditaman. Aaaah.

Sudah berapa lama aku tidak menganggu hidupnya lagi.

Karena ada seungri yang selalu menemaniku, sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat.

Sahabat yang aku punya.

Karena dia, sedikit demi sedikit aku bisa melupakan junhyung.

Tapi tidak bisa menghilangkan rasa sukaku pada junhyung, aku tetap menyukai

Hingga sekarang. Merasa ada yang kurang dalam hidupku? Itu pasti.

Pada saat aku bertemu junhyung, aku merasa ingin menghampiri dan menganggunya

Lagi. tapi apa itu mungkin? aku tidak punya urat malu jika melakukan itu.

“Hara?” seungri yang ada disebelahku memanggil, aku terbangun dari lamunananku.

“apa?”

“aku ingin berbicara sesuatu yang sangat penting denganmu.”

“berbicara apa?” aku merubah posisi dudukku mengahadap kearahnya.

“Kau sedang berbicara denganku sekarang seungri” ujarku melucu agar tidak ada

Keseriusan di dalam percakapan ini. Dia tertawa. Lalu menatapku lagi

Dengan serius.

“aku…. a…ku..”

“kau? Kau kenapa seungri? Kau sakit?” dia menggeleng. Lalu memegang

Tanganku erat.

“aku mencintaimu”

Aku diam, mulutku menganga lebar, aku yakin aku seperti orang bodoh sekarang.

“apa?” “HAHAHAHA, kau bercanda seungri-ah. Mana mungkin. HAHA. Kau

Konyol” aku tertawa terbahak-bahak. Dia diam, tidak berbicara.

Lalu meremas tanganku.

“aku serius, aku serius. Aku mencintaimu. Aku tidak bercanda”

Aku terdiam, melihat kearahnya.

“kau… kau bercanda seungri” ujarku lalu melepas tautan tangannya.

“aku tidak bercanda hara-ah, aku serius. Aku mencintaimu dari dulu. Sejak kita

Pertama kali bertemu.” Aku tetap diam.

“maukah kau menjadi milikku?”

Seungri memegang erat tanganku lalu menempelkan tanganku kehatinya.

“kau merasakannya? Hatiku berdetak cepat jika ada didekatmu.”

aku menarik tanganku “sudahlah seungri”

“aku mohon.. aku mohon. Apakah kau mau?”

Aku menunduk, lalu menatapnya “maaf, aku tidak bisa”

Aku beranjak dari kursiku, mengambil tas, lalu pergi meninggalkannya.

@SEOUL INTERNATIONAL-UNIV .

3 hari setelah kejadian itu, aku tidak pernah bertegur sapa lagi dengan seungri.

Jika bertemu denganku dia pasti akan mengatakan hal yang sama.

Aku malas mendengarnya, bukankah harusnya dia mengerti?

Biasanya sekarang aku sedang tertawa bersamanya karena dia melakukan

Hal yang konyol.

Aku ingin kekantin. Aku merasa sangat lapar.

Di taman aku merasa seorang menarik tanganku, aku menoleh.

Aku mendapati seungri sedang memegang tanganku.

“ada apa?” aku membalikkan tubuhku menghadapnya, sekarang kami

Saling berhadapan.

“aku mencintaimu, aku mencintaimu. Bisakah kau menjadi miliku hara-ah? Aku

Mohon”

“aku tidak bisa seungri, maaf” aku bermaksud melepaskan tanganku dari

Cengkramannya, lalu meninggalkannya. Aku sangat lapar sekarang, kantin

Sedang menungguku, tapi aku salah. Seungri menahan tanganku kuat.

Sangat kuat, aku merasakan sakit di pergelangan tanganku.

“bisakah kau lepaskan tanganku? seungri?”

“aku tidak bisa, dan aku tidak mau melepaskannya.” Aku mendengus.

“apa maumu?”

“bukankah aku sudah bilang? Aku ingin kau menjadi miliku.”

“kenapa kau jadi seorang yang pemaksa begini?”

“aku? pemaksa? Ya. Sekarang aku menjadi seorang yang pemaksa. Itu karena mu”

“karena aku? kenapa aku? bukankah itu salahmu sendiri? Kenapa jadi kau

Menyalahkanku?”

“Itu karenamu hara!” dia menggeram kesal menahan amarahnya, aku dapat melihat

Urat yang ada diwajahnya keluar. Aku menatapnya ngeri. Jujur

Aku tidak pernah melihat seungri begini.

“aku sudah bilang padamu, bahwa aku tidak mau. Kau adalah teman, bukan teman

kau adalah sahabat yang aku punya. Aku tidak bisa menjadi pacarmu.”

“kenapa hara? KENAPA?”

“karena junhyung? Yong junhyung? Hah.. jadi benar kau memang menyukainya.”

“ini bukan karena junhyung” ujarku terdengar dingin dan datar.

“lalu? Jika bukan karena yong junhyung kenapa kau tidak mau menjadi miliku?”

“berhenti menyebut namanya seungri!!!” aku mengeram kesal. Dia tampak kaget.

“lepaskan aku sekarang, LEPASKAN AKU LEPASKAN AKU!!!”

Aku berteriak seperti orang gila sekarang, meronta agar dia melepaskan tangannya.

“kau! Bisakah kau diam? Jangan menyuruh aku membuat kasar padamu”

“LEPASKAN AKU SEUNGRIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!”

“KAU….!”

Aku melihat seungri mengangkat tangannya menuju kearah wajahku, aku

Menundukan kepalaku, aku takut sekarang.

“kau berbuat kekerasan?” suara yang sangat aku kenal… suara yang sangat familiar.

Di telingaku. aku mengangkat kepalaku cepat, ya itu dia.

Yong junhyung. Dia sedang menahan tangan seungri.

Joker POV :

Aku sedang berjalan melewati taman, aku frustasi dengan skripsiku yang tidak

Selesai-selesai.

“LEPASKAN AKU SEUNGRIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!”

“KAU….!”

Aku melihatnya, dia bersama seungri.

seungri sedang mengangkat tangannya menuju kearah wajah hara, aku berlari

menghampiri mereka. Menahan tangan seungri.

“kau berbuat kekerasan?” hara menoleh kearahku. Dia seperti orang ketakutan.

“berhenti mengurus masalah orang lain yong junhyung”

“kau tahu namaku? Ah aku memang sangat terkenal”

“cih.”

“lepaskan tangannya sekarang” ujarku dingin.

“aku tidak mau, kau siapa menyuruh-nyuruhku?!”

“jangan membuat kesabaranku habis, lepaskan tangannya sekarang!!”

Geramku kesal lalu memukul wajahnya dengan kuat. Dia terkapar di tanah.

Hara sedang memegang tangannya yang tadi di cekram kuat oleh seungri.

Aku menghampiri seungri, menyuruhnya berdiri

Lalu memukulnya lagi. aku di kuasi aura jahat sekarang.

Aku memukul wajahnya berkali-kali sampai tidak berbentuk(?)

Ada darah disekitar bibir dan pipinya.

“STOP!” hara berteriak, aku menoleh kearahnya.

“CUKUP YONG JUNHYUNG, CUKUP!”

Aku berdiri, menghampiri, lalu memeluknya. Dia terisak didalam pelukanku.

Sekarang aku dan hara sedang duduk di kursi taman kampus.

“kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir sambil memberinya sebotol air mineral.

Dia mengangguk lalu meneguk air mineral yang aku berikan tadi.

Hening…. kami diam… tidak ada yang berbicara… selama 10menit…

“Terima kasih” ujarnya dengan suara parau.

aku menoleh kearahnya, diam, lalu mengacak rambutnya.

Dia terkejut dengan apa yang aku lakukan, lalu menoleh kearahku.

Aku tersenyum, senyuman ku yang sangat menawan

tidak pernah sekalipun aku tunjukan(?)

Dan sekarang aku menunjukannya, menunjukannya kepada go hara.

Dia menatapku lalu ikut tersenyum.

Aku mengalihkan perhatianku kearah tangannya.

“itu tidak apa-apa?” aku menunjuk pergelangan tangannya yang memar.

“tidak apa-apa” dia menutup tangannya yang memar menggunakan tangan sebelah

Kirinya.

Aku mengambil tangannya lalu mengelusnya. Dia meringis.

“maaf, apakah sangat sakit?”

Dia menggeleng lalu tersenyum.

– SKIP –

Sudah 2 bulan aku selalu bersama hara. Pacaran? Aku tidak berpacaran dengannya.

Aku menunggu saat yang tepat untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya.

Go hara, dia bukan hanya cantik dan lucu, dia juga seorang yang sangat humoris.

Aku selalu tersenyum saat bersamanya. Beberapa hari yang lalu aku, hyunseung,

Dan dujun pergi ke star bucks dan mereka membahas tentang kedekatanku

Dengan hara.

– FLASHBACK –

@STAR BUCKS.

“kau berpacaran dengan hara?” kata dujun sambil memutar-mutar cup yang

Berisi kopi di tangannya.

Aku menoleh sambil meminum kopi yang aku pesan, lalu menggeleng.

“benarkah? Tapi kalian sangat dekat akhir-akhir ini”

“hanya berteman” jawabku singkat.

Dujun menyeritkan dahi.

“aku yakin dia akan menjadi milikmu sebentar lagi”

Ujar hyunseung santai sambil memainkan I-phone nya.

Aku menoleh kearahnya, ada apa dengan dia?

“kau tau dari mana kalau hara akan menjadi milikku?”

Dia diam, tetap fokus dengan layar I-phone nya.

“cih, kau pikir kau mama laurent?”

Dia mengangguk, aku menatapnya.

kesabaranku sudah akan habis. Aku merasa ingin melemparnya dengan

Gelas kopi yang berada didepanku kewajahnya sekarang.

@SEOUL INTERNATIONAL-UNIV .

Aku sedang berbicara dengan gikwang di lorong kampus “Ya yong junhyung”

Aku menoleh, kearah suara, suara yang sangat aku kenal. Go hara.

“ada apa? Kau rindu aku?”

Dia tertawa terbahak-bahak dari kejauhan lalu menghampiriku.

“kenapa kau tertawa seperti itu?”

Aku duduk di kursi terdekat, dia berada di depanku sekarang, masih tertawa

Terbahak-bahak. “apa? Merindukanmu? Yang benar saja”

Hara lalu duduk disebelahku.

“lalu? Ada apa?”

“aku hanya menyapamu, apa tidak boleh? Oke, aku pergi” ujarnya sambil

Beranjak dari kursi, aku menahan tangannya lalu menyuruhnya duduk kembali.

“Aku hanya bertanya. Kenapa kau marah seperti itu”

Aku mengacak-acak rambutnya.

“Ya yong junhyung berhenti mengacak rambutku”

Aku tidak menghiraukannya masih mengacak rambutnya.

“YA! YONG JUNHYUNG PABO! BERHENTI MENGACAK RAMBUTKU.

KENAPA KAU SUKA SEKALI MENGACAKNYA. AKU TAHU RAMBUTKU

INI INDAH”

Aku berhenti mengacak rambutnya, lalu melihatnya.

“kau bilang aku tadi apa? Pabo? Kau lebih pabo go hara, dan rambutmu sangat….

Jelek”

“Ya kau sangat jahat yong junhyung”

Dia beranjak dari kursi, meninggalkanku yang masih duduk.

Aku mengejarnya lalu menahan tangannya.

Dia menoleh.

“apa?”

“kau marah?”

“tidak” ujarnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari tanganku.

Aku menahannya lalu menarik tubuhnya yang mungil itu kedalam pelukanku.

“Hey, go hara. Jangan marah padaku. Kau tahu aku bisa gila jika kau marah

Padaku”

“hm?” dia menarik kepalanya yang berada di dadaku, lalu menatapku bingung.

“Aku mencintaimu go hara”

Hara POV :

“Aku mencintaimu go hara”

Aku ingin meloncat sinting karena kata-kata junhyung barusan, apakah ada yang

Jual jantung cadangan? Aku rasa aku akan mati sekarang.

Joker POV :

Dia melihatku dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“aku mencintaimu” ujarku lagi.

Aku terkejut tiba-tiba go hara mencium pipiku lalu memeluk tubuhku erat.

“kau tahu aku sudah mencintaimu sejak lama kan yong junhyung?”

Ucapnya di dalam pelukanku.

Aku mengangguk, memeluknya erat, mengelus rambutnya lalu mengecup

Puncak kepalanya.

Go hara, kenapa dulu aku sempat menyia-nyiakannya?

Author POV :

Dua orang laki laki sedang mengintip pertunjukkan yang ada didepannya sambil

Bersembunyi agar tidak terlihat tidak mencurigakan.

“Sudah aku duga akan jadi seperti ini”

Ujar laki-laki bernama hyunseung sambil menoleh kearah

Junhyung dan hara. Lalu dia tersenyum.

– END –

OKEEE, AKHIRNYA FF KU SELESAI. Gimana? Maaf banget kalo ceritanya

Membosankan. Jangan lupa coment ya readers. Terima kasih^^

4 comments

  1. dyaswid · April 29, 2013

    akh bagus banget feel nya dapet thor apalagi waktu pertama kali baca awalnya akh aku suka nyesek2 gmna gtu hahahahaha
    ada squel kah ???
    gomawo

  2. 13elieve · April 29, 2013

    Bgus thor~~ simple ga bkin mumet heheh
    bingung mw komen apa lgi *efek mlem* kkkk
    sequel juseyo~

  3. mscho · May 15, 2013

    bguuus…. author… aku plg ska cast co dingin + cuek, tpi ntr akhrx luluh… wlupun biasq bkn junhyung.. tpi aq skaaa ff mu author… keep writing yaaa…

  4. kyuwonhae's wife · August 8, 2013

    daaeebbaakkkk . Nyeseknya dpat,feelnya dpat,alur jelas bgt . Daaeebakkkk . Yakan , makanya jgn terlalu benci , ntar jd cinta😀

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s