Kimi Ga Suki De

Title
Kimi Ga Suki De

Author
Ichen Aoi

Cast
Cho Kyu Hyun
Park Hyo So

Categories
Romance

Backsound
Promise You by Super Junior K.R.Y

Note
I can’t give you special gift for your birthday, and then just it I can to give you a little story. Hope you like this^^ But, I’m promise to give you a little cute things for you birthday^^

..

.

Kimi Ga Suki De
by Ichen Aoi

.

..


Hembusan angin terus menerbangkan setiap helai kelopak sakura yang berguguran seiring dengan musim yang berganti. Seorang gadis berdiri dijalan setapak yang berada ditengah hamparan pohon sakura. Gaun putih selututnya berkibar sejalan dengan arah hembusan angin. Rambut panjang yang hitam pekat itu dibiarkan tergerai begitu saja. Ia tersenyum kecil sambil menadahkan tangannya, meraih sebuah kelopak sakura kedalam genggamannya.

“Masih disini rupanya.”

kepala gadis itu menoleh kebelakang dan mendapati seorang laki-laki tampan dengan kulit seputih susu dan mata hitamnya yang berkilau tengah berdiri dengan setelan mantel kasualnya dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana panjang jeans. Ia terlihat begitu karismatik disana.

“Kapan kau kembali?”
“Kau tidak mengikuti jadwal ku ya? Kau bukan fans ku?”

Gadis itu tersenyum kecil.
Laki-laki didepan sana bisa membuatnya tertawa dan tersenyum karena hal sekecil apapun itu. Selalu begitu tidak pernah berubah. Bahkan sejak awal mereka saling memandang heran satu sama lain.

-flashback-
Super Show 5 telah berlangsung di Singapore dan ini kedua kalinya, seorang Park Hyo So menginjakkan kaki di Singapore dengan alasan yang sama. Menemui Kyu Hyun, seorang magnae dari member boyband yang tengah naik daun itu. Ia menatap sekelilingnya yang masih juga sama. Tidak ada yang berubah meski sudah dua tahun yang lalu ia datang kesana.

“Kalau kau berdiri disini terus sambil melamun, ku pastikan kau tidak akan ingat kita kesini untuk apa? Well~ kita sudah membayar mahal kan? Dan tentu saja bukan untuk berdiri mematung dengan tatapan kosong, ya kan?”

Gadis itu kembali kedunianya ketika mendengar serentetan aksi protes dari Seo Yeon yang benar-benar selektif dalam pemakaian uang. Jika sudah membayar, maka ia akan menikmatinya sampai akhir. Lagipula pergi ke Singapore untuk sebuah alasan konser bukanlah hal yang murah. Ia bisa saja memilih menjual tiket tersebut dan merubahnya menjadi uang tunai untuk berbelanja. Sayangnya tiket itu tidak bisa di uangkan, karena memang terlalu sayang juga sih.

“Ah iya, tunggu sebentar!”
“Hyo, ikut aku! Aku tidak begitu suka keramaian ini!”

Seo Yeon langsung menarik Hyo So dengan cepat menuju bagian sepi stadium. Masih dua jam lagi sebelum masuk venue lagipula tiket mereka adalah tiket numberseat. Jadi mereka tidak perlu khawatir soal tempat.

“Kenapa?”
“Aku mau ke toilet~”
“Disaat seperti ini?”

Seo Yeon hanya menganggukkan kepalanya.
Seharusnya ia tidka minum sampai dua botol air mineral tadi karena kebiasaan buruknya akan kambuh, dan benar saja. Ia benar-benar ingin buang air kecil sekarang. Hyo So memandnagi sekelilingnya, ada banyak staf keluar-masuk satu-satunya pintu yang ada disana.

“Ini backstage?”
“siapa peduli? Aku benar-benar ingin ke toilet~”

Tidak ada cara lain, keduanya harus mengendap-endap untuk masuk kedalam sana sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Tidak mungkin Seo Yeon harus mengompol dicelana kan? Begitu menjumpai tulisan toilet berada di ruang yang paling ujung, gadis itu langsung berlari dengan cepat tepat ketika salah satu pintu dari ruangan yang berada disana terbuka.

#bug!

“Aw~”

Seo Yeon tidak mau ambil pusing atas siapa yang ia tabrak. Hyo So bisa membantunya untuk meminta maaf, ‘kan? Dan benar saja, begitu Seo Yeon melesat pergi, Hyo So langsung sibuk meminta maaf pada orang yang sudah menjadi korban tabrak lari itu.

“Mianhaeyo~ Mian, mian…”
“Ne, nde. Gwaenchana.”

Orang itu mengusap kepalanya dengan tangan kanan. Ia menatap Hyo So dengan manik mata hitamnya. Membuat gadis itu membeku seketika. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Kyu Hyun berada tepat didepannya.

“Hyo~ akhirnya… WOW!! CHO KYU HYUN?!”

Keduanya langsung menatap Seo Yeon yang sudah membuka matanya bulat-bulat.

“Kyu dia ini, Park Hyo So. Dia ini mencintai mu dan… hummphhh”

Hyo So langsung membungkam mulut Seo Yeon dengan kencang lalu menarik gadis itu pergi sambil tersenyum canggung kearah Kyu Hyun yang hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum. Ia bisa melihat kalau Hyo So benar-benar sibuk membungkam mulut Seo Yeon dengan sepenuh hati, sedangkan yang dibungkam masih terus berusaha berbicara.

“Lucu.”
-flashback end-

“Kenapa tertawa?” tanya Hyo So sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan.

Kyu Hyun berada disampingnya sedang tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya sejenak dan berhenti mendadak. Ia tertawa sambil menatap wajah Hyo So yang kebingungan.

“Ada apa?”
“Tidak. Aku hanya ingat pertemuan bodoh kita pertamakali.”

Wajah Hyo So memerah.
Ia jadi merasa sedikit malu dengan kejadian tiga tahun yang lalu. Kejadian yang membuat Kyu Hyun benar-benar mengingatnya sampai saat ini. Kyu Hyun berhenti tertawa lalu berdiri dibelakang Hyo So dan memeluknya.

“Berterimakasihlah pada takdir yang memalukan itu, karenanya aku bisa mengingat mu dengan sangat baik.”
“Aku tahu.”

Kyu Hyun tersenyum kecil, meski ia tahu Hyo So tidak bisa melihatnya namun ia yakin kalau gadis itu bisa merasakan kebahagiannya. Kyu Hyun merogoh saku celana dengan tangan kananya, tangan kirinya masih melingkar dileher gadis itu.

“Kado untuk mu,” bisik Kyu Hyun pelan.

Hyo So memandangi sesuatu yang berada dalam genggaman Kyu Hyun. Sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. Tanpa sadar air mata gadis itu turun dengan perlahan.

“Ini…”
“Maafkan aku karena telat memberi mu kado. Saengil chukkae hamnida nae saranghaneun Hyo-ya.”

Hyo So tersenyum, ia berbalik lalu memeluk Kyu Hyun. Laki-laki itu hanya tersenyum menanggapinya dengan penuh kelembutan. Setidaknya, meski terlambat ia sudah memberikan apa yang ia bisa. Kyu Hyun membiarkan Hyo So menangis bahagia dalam pelukannya sedangkan pandangannya terus terarah pada setiap helai kelopak bunga sakura yang berguguran.

Segalanya akan berjalan indah, ia yakin itu.

~~

Sementara mencari hal-hal yang tidak berubah,
kita sudah berjalan dalam perubahan musim.
Selalu kita datang bersama-sama memegang tangan kita.
Aku bisa melewati hari-hari
aku tidak yakin tanpa kehilangan cara berterima kasih untukmu
dan aku bisa tetap kuat kapan saja.

Meskipun banyak pemandangan mungkin berubah di masa depan kita,
kita tidak akan berubah.

Janji…
Aku akan hidup memikirkanmu. Kita adalah satu dari hati ke hati.
Janjimu…
Apa yang aku ingin katakan hanyalah “aku mencintaimu”.

Aku akan menjanjikan potongan keabadian.

Kita sudah mempunyai banyak pertengkaran kecil.
Kita juga memiliki beberapa hari terpisah satu sama lain.
Tapi setiap kali, itu mengingatkanku bahwa aku membutuhkanmu.
Bila kamu memiliki kesulitan,
aku ingin menjadi orang pertama yang memberimu sebuah tangan.
Biarkan aku tinggal di sampingmu.

Bahkan jika kita mengulangi perpisahan atau pertemuan,
mari kita tinggal satu sama lain.

Janjimu…
Aku ingin melindungimu dalam hidupku, hatiku panas
(dan menjadi penuh cinta??)
Janjimu…
apa yang aku ingin kirimkan hanya “aku mencintaimu” dengan cinta tidak pernah berubah.

Jika besok ditutupi dengan kegelapan dan tidak ada jalan,
Kamu tidak perlu takut.
Kecuali kamu meninggalkan tanganku,
kita bisa pergi ke mana pun.

Aku akan menjanjikan potongan keabadian.

-END-

One comment

  1. apriany · April 29, 2013

    ceritanya singkat padat dan jelas🙂
    walau terlambat yang penting berasal dr hati ^^,

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s