[FREELANCE] A Thousand Year

©Kim Joo Hyun, 2013
Genre: Sweet Romance, Hurt/comfort, Fantasy, Tragedy, life, full of yesung pov.
Title: “A Thousand Years”
Lenght: Oneshoot

Sebuah songfic (ff lagu) yang terinspirasi dri lagu nya Christina XXXXX. Dan semoga gk bosen- bosennya baca ff cast TaeSung dari saya ini, ya……

~A Thousand Years~

Heart beats fast
Jantungku berdebar kencang

Colors and prom-misses
Warna-warni dan janji-janji

How to be brave
Bagaimana agar berani

How can I love when I’m afraid to fall?
Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?
.
.
.
Seoul, 1013 Masehi

Aku selalu melihatmu disana.

Duduk termenung didepan istana.Wajahmu cantik, dan aku tahu kau juga baik hati.

Sayangnya status sosial membedakan kita.

Seandainya kau adalah langitMaka aku adalah manusia.

Seolah- olah aku hanya bisa melihatmu yang berada jauh diatasku dan tak akan pernah kucapai.

Dan kau tahu sejak aku pertama bertemu denganmu. Aku memang sudah jatuh cinta padamu. Bahkan langit dan semak ini adalah saksi bisu atas diriku.

Aku selalu ingin sekedar menyapamu. Namun selalu kuurungkan niat itu.

Bagaimanapun juga rakyat biasa sepertiku tak seharusnya berkeliaran dekat istana dan mencoba menyapa tuan putri sepertimu.

Aku terlalu takut. Aku pengecut untuk bisa menerima konsekuensi atas cintaku sendiri.
Aku takut terlalu takut mencoba meraihmu yang jauh tinggi diatasku. Terlalu pengecut untuk jatuh agar bisa mencapaimu.

Aku tahu aku bodoh
.
.
.
~A Thousand Years~

But watching you stand alone
Namun melihatmu sendirian

All of my doubt suddenly goes away somehow
Segala bimbangku mendadak hilang

One step closer
Selangkah lebih dekat
.
.
.
Sama seperti sebelumnya. Aku selalu mengawasimu.

Duduk manis dibalik semak, menantikan dirimu yang akan segera keluar dari istana.

Aku tak pernah menyangka akan melihatmu dengan keadaan seperti ini.Kau menangis, menangis sendirian tanpa ada seorangpun yang perduli padamu.

Aku sakit, terlalu sakit melihat lelehan air mata sucimu yang jatuh sia- sia.Kukepalkan tanganku. Menghalau segala rasa takut aku kemudian mendekatimu.

Akhirnya kau sadar akan kehadiranku setelah sebelumnya aku hanya duduk bersembunyi mengawasimu.

Kau mendongak. Terlihat jejak air mata dikedua mata indahmu.

Aku duduk tepat disampingmu. Kau sama sekali tak menjauh.

“Uljima” (jangan menangis)

Hanya satu kata menyedihkan itu yang bisa aku ucapkan.Semua kata- kata seakan terserap oleh pesonamu. Aku tak tahu mengapa dan bagaimana.

Seharusnya barang kali aku menambahkan kata ‘uljima, aku ada disini’

Tapi hanya satu kata itu yang terucap.

Dan yang paling mengejutkan adalah kau menanggapiku.Memeluk tubuh kaku ku untuk meredam segala tangisan emosimu.

Aku rela, rela menjadi pelampiasanmu sekalipun.Kau masih terus menangis dalam pelukanku. Sesekali aku mengelus punggungmu walau terasa canggung.

Kau sudah puas sekarang? Jadi berhentilah menangis. Berhentilah membuatku merasa sakit dengan tangisanmu.

“Mianhae” satu kata itu terucap dari mulutmu.

Kata pertama yang mengawali segalanya.

Mengawali pertemuan singkat kita yang berlanjut pada kedekatan terlarang ini.

Membawa arus roda takdir kita berdua yang tak akan pernah bersatu.

Bagaimanapun juga seorang rakyat miskin sepertiku tak seharusnya mendekati tuan putri se angung dirimu.

Semustahil manusia akan bisa mencapai ujung langit.
.
.
.
~A Thousand Years~

I have died every day waiting for you
Tiap hari aku telah mati karena menantimu

Darling don’t be afraid
Kasih jangan takut

I have loved you for a thousand years
Aku telah mencintaimu ribuan tahun

I’ll love you for a thousand more
Aku akan mencintaimu ribuan tahun lagi
.
.
.
Aku selalu bertanya- tanya. Apa gerangan yang membuatmu menangis dulu dipertemuan pertama kita.

Dan kini aku mengetahuinya.

Kau menangis. Menangisi nasibmu yang akan segera dijodohkan dengan pangeran kerajaan tetangga.

Aku tahu aku mencintaimu dan kau juga balas mencintaiku.

Tapi apa kami berdua bisa melawan kejamnya takdir? Takdir kami tak akan pernah bisa disatukan dan aku tahu itu.

Tapi bolehkah aku berharap? Berharap suatu hari nanti kita pasti akan bersama.

Kau datang padaku. Berlari tergopoh- gopoh seakan segerombol serigala mengejarmu.

Dan tepat saat itu kau berlutut.

“Yesung, tolong bawa aku bersamamu. Aku tak mencintainya. Aku hanya mencintaimu. Bawa aku besamamu kemanapun asal tak akan pernah menikah dengannya” mohonmu.

“Tapi, Taeyeon agasshi. Bagaimana dengan…” Belum sempat aku melanjutkan kata- kataku kau sudah menyela lagi.

Kau bangkit dengan cepat dan memelukku erat.

Membagikan kehangatan yang aku suka.

“Aku mencintaimu. Tak bisakah kita bersama?” Lirihmu.

Pertahananku hancur. Aku tak dapat mengelak.Aku juga mencintaimu. Dan kau juga. Lalu tunggu apa lagi? Aku akan terus mencintaimu bahkan sampai ribuan tahun kedepan.

Aku kemudian membawamu berlari. Melintasi pepohonan hutan, menembus kegelapan menghindari kejaran pengawal kerajaan.

Namun, sekuat apapun kami berusaha takdir sudah memutuskan. Tepat dihadapan kami, berdiri seorang pengawal kerajaan.

Wajah jahatnya menyeringai. Kunai panjangnya siap menebas.

Aku siap. Siap melindungimu, wahai tuan putriku.

Aku sudah menghadang sambil memejamkan mata berharap kunai itu segera menebasku dan kau segera bebas berlari.

Namun, saat aku membuka mata aku menemukanmu.

Berdiri menghalangiku, mencoba melindungi seorang rakyat miskin dan hina sepertiku.

Aku melihatnya tepat dihadapanku.

Sekilas sebelum tebasan kematian itu mengayun.

Kau tersenyum mantap dan berucap dengan yakin. “Aku mencintaimu yesung. Selalu”

Dan akhirnya kunai itu tepat menebas kepalamu. Darah merah itu terus mengalir deras.

Sementara bagian kepalamu sudah terlempar jauh dari bagian badannya.

Kau mati, tepat langsung meregang nyawa saat itu juga.

Kau ingin tahu bagaimana reaksi sipengawal bodoh itu? Ia malah ketakutan salah menebasmu dan berlari menjauh.

Sedangkan aku disini duduk memandangimu yang telah tak bernyawa.

Hatiku sakit, aku tak mampu kehilanganmu secepat ini. Masih ada banyak waktu yang belum kita lalui bersama.

Tahukah kau kehilangan orang yang dicintai akan menggelapkan segala mata hati.

Dan mungkin sekarang aku sudah merasakannya.

Kehilanganmu sudah membuatku hampir gila.
.
.
.
~A Thousand Years~

Time stands still
Waktu berhenti berputar

Beauty in all she is
Segala tentangnya begitu indah

I will be brave
Aku akan berani

I will not let anything take away
Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja
.
.
.
Ya, aku akan berani.

Sebagaimana dirimu yang berani mati untukku. Aku janji akan membalaskanmu.

Kubawa rangkaian tubuhmu yang terpisah, meski banjiran liquid merah itu terus mengalir, aku tak peduli.

Seseorang atau siapapun itu harus juga mati sepertimu.

Mereka harus membayar, aku tahu aku yang sekarang tak akan pernah bisa melawan mereka.

Tapi aku tahu ada satu hal yang akan membuatku kuat.

Menyerahkan diriku pada kegelapan dan berharap mereka akan kembali menghidupkanmu dalam jalinan kehidupan masa depan. Mencoba memaksakan jalur takdirmu dimasa depan kurasa bukanlah hal yang buruk.

Agar aku bisa bersamu kembali. Apa yang tidak akan kulakukan untukmu putriku?

Aku menyerahkan diriku. Berubah menjadi monster dan makhluk immortal.

Dan kegelapan juga akan merubah dirimu. Kembali terlahir dimasa depan.

Jauh dimasa depan. Dan aku yakin kita akan bertemu kembali. Ya, kita akan bertemu kembali dimasa depan.

Aku punya kehidupan yang panjang sebagai makhluk immortal dan kita pasti akan bertemu.

Sekarang ini yang terpenting hanya membalaskan dendam mu.

Aku memang seorang moster immortal. Kuhabiskan hari- hariku tanpamu dengan membunuh orang- orang kerajaan yang laknat itu.

Membunuhnya membuatku puas. Walaupun sebagian hatiku yakin kau pasti akan ketakutan melihatku yang kejam seperti sekarang. Aku tak perduli, mereka harus membayarkan kematianmu. Harus!
.
.
.
~A Thousand Years~

What’s standing in front of me
Apa yang menghalangi di depanku

Every breath
Tiap tarikan nafas

Every hour has come to this
Tiap jam telah sampai di sini

One step closer
Selangkah lebih dekat
.
.
.
Hampir bertahun- tahun kuhabiskan hanya untuk membunuh orang- orang kerajaan.

Ada saatnya aku jenuh dengan kegiatan membunuh seperti ini. Ada saat nya aku merasa bosan menjadi monster.

Mungkin akan lebih baik kalau aku menjadi makhluk yang lebih biadab saat bertemu dengamu nanti.

Sudah kuputuskan. Aku belajar bertahun- tahun lagi untuk mengendalikan rasa haus. Menemukan sekelompok monster immortal lain yang jauh lebih beradab dariku.

Mereka menyebut dirinya dengan sebutan ‘vampir vegetarian’. Cukup menggelikan memang tapi aku tak ingin menjadi seekor monster saat ada dihadapanmu nanti.

Aku terus berlatih dan kini mengendalikan rasa hausku terhadap darah itu sangat mudah.

Meski rasa panas ditenggorokanku masih ada tapi kini aku tak memburu manusia lagi. Aku hanya memburu darah hewan.

Dan aku bersyukur kelompok baruku mengerti akan penantianku tentang dirimu. Menantimu beribu- beribu tahun akan kelahiranmu sebagai sosok yang baru dimasa depan.

Dan mereka berharap aku dapat menemukanmu. Yah, aku tahu mereka semua jauh lebih baik menjadi manusia dibandinkan orang- orang kerajaan yang membunuh Tuan putri nya sendiri. Mereka memang sekelompok makhluk immortal paling biadab yang pernah aku temui.
.
.
.
~A Thousand Years~

And all along I believed I would find you
Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu

Time has brought your heart to me
Waktu tlah membawa hatimu padaku

I have loved you for a thousand years
Aku telah mencintaimu ribuan tahun

I’ll love you for a thousand more
Aku akan mencintaimu ribuan tahun lagi
.
.
.
Seoul, 2013

Aku tahu aku akan menemukanmu saat kau terlahir nanti. Dan aku sudah siap dengan segala konsekuennya.

Keputusanku seribu tahun yang lalu untuk menjadi makhluk immortal bukanlah tanpa sebab. Aku sudah menyerahkanmu pada mereka agar kau terlahir kembali dimasa depan.

Dan aku yakin takdir akan mempertemukan kita dimasa depan aku dapat melihatnya.

Beribu tahun aku mencoba mencari tanda- tanda kelahiranmu. Dan waktu telah membawa kita berdua pada satu garis takdir yang saling berimpitan.

Aku mendengar setiap tarikan nafasmu yang demakin dekat denganku.

Dan sama seperti sekarang. Kau terus mengawasiku.

Aku memutuskan untuk mengikuti SMA untuk dapat melihatmu. Dan jauh lebih dari itu semua.

Kau tertarik denganku. Segala yang aku punya sebagai seorang makhluk immortal menarikmu.

Kami semua memang terlihat sangat sempurna dan menawan untuk menarik mangsa manusia sebangsa kalian.

Tapi terkecuali dirimu, kau sama sekali tak ada dalam daftar mangsaku.

Kau masih ada dalam daftar ku sebagai orang yang pailng kucintai dan kutunggu beribu- ribu tahun.

Wajah sempurna, kulit putih mulus, mata keemasan, bau nafas aromateraphy. Semuanya menarikmu untuk lebih dekat denganku.

“Hey, taeyeon imnida. Siapa namamu? Bisakah kita berteman” tanyamu bertubi- tubi.

Aku tersenyum dan membalas.

“Naneun yesung. Tentu kita akan berteman” kataku. Rasanya baru saja semalam kau juga berbicara padaku. Padahal aku sudah menunggumu ribuan tahun.

Wajahmu, senyum mu, rambutmu, matamu bahkan tubuhmu semuanya hampir menyerupai reinkarnasi dirimu dimasa lalu.

Tuan putri Kim Taeyeon bereinkarnasi menjadi seorang gadis biasa dimasa depan.

Itu tak masalah karna aku mencintaimu bukan karna status sosialmu. Tapi karna aku memang jatuh cinta pada sosokmu.

Dimasa lalu kau pendiam dan tertutup maka dimasa ini kau ramah dan terbuka. 2 sifat kontras yang berbeda.

Aku selalu mencoba tersenyum dan menaggapimu dengan baik saat kau mengoceh tentang kehidupan mu sekarang.

Seidaknya penantianku selama seribu tahun untuk bertemu kembali denganmu tak pernah sia- sia.

Aku mencintaimu seribu tahun yang lalu, dan aku akan tetap akan mencintaimu sampai ribuan tahun kedepan.
.
.
.
~A Thousand Years~

One step closer
Selangkah lebih dekat

One step closer
Selangkah lebih dekat
.
.
.
Hari- hari yang kita lalui menjadikan kita selangkah lebih dekat.

Meski pelan namun langkahmu pasti dan tak goyah.

Aku akan setia menunggumu. Bukannya aku memang sudah menunggumu ribuan tahun yang lalu?

Jadi beberapa tahun menunggumu tak akan masalah bagiku.

Cinta itu masih terus bertumbuh dan mengakar dalam hatiku.

Dan aku tahu kau juga merasakannya.

Ada saat garis takdir kita berbeda. Namun, aku yakin garis itu akan berpotongan dan berimpit suatu hari nanti.

Kita memang berbeda dimasa lalu. Namun, dimasa kini kita sama. Tak akan ada yang menghalangi jalan pertemuan kita.

Tak akan ada.

Dan selangkah itu telah sampai tepat dihadapanku kau menatapku dengan mata hazelmu yang tak pernah berubah dimasa lalu.

Mata yang dulu sempat merasa kesakitan dan penderitaan.

“Yesung”

Aku balas memandangimu. Menandakan aku merespon. Tapi aku memelukmu jauh lebih cepat.

“Saranghae Kim Taeyeon” kataku pelan. Kau menangis bahagia dalam pelukanku, sama seperti yang kau lakukan dulu dimasa lalu.

Kukecup bibir manismu yang sama sekali belum berubah. Aku tahu kau tersenyum disela- sela ciuman kita, dan aku dapat merasakannya.

Melampiaskan kerinduan beribu tahun hanya untuk menunggu mu, hanya dengan membawa cintaku.

Dan garis takdir yang sebelumnya berbeda kini saling berpotongan dan berimpit.
.
.
.
~A Thousand Years~

And all along I believed I would find you
Dan selama itu aku yakin aku akan temukan dirimu

Time has brought your heart to me
Waktu telah membawa hatimu padaku
.
.
.
Serapat apapun aku mencoba menutupi segala nya darimu. Kau pasti akan mengungkapnya.

Keadaanku yang coba kusembunyikan serta masa lalu kelam kita yang berusaha agar tak diketahui olehmu akhirnya terbongkar.

Serapat- rapatnya bangkai disembunyikan pasti akan tercium juga.

“Yesung. Benarkah ini semua? Aku adalah reinkarnasi dari Tuan putri Kim Taeyeon?” Katamu tidak percaya menuntut penjelasan dariku. Aku mengangguk, matamu berkaca- kaca.

“Jadi kau menyukaiku karna aku mirip dengannya” lirihmu. Aku mendongak dan dengan cepat merengkuh dagumu dengan kedua tangan dinginku.

“Aku selalu mencintai orang yang sama. Kau bukan mirip dengannya. Tapi kau memang bentuk dirinya dimasa kini menggantikan keberadaan mu dimasa lalu yang sempat tak bernyawa. Jadi jangan berpikir yang tidak – tidak karna aku selalu mecintaimu. Bahkan sampai beribu tahun masa hidupku” jelasku. Ini adalah kalimat terpanjang yang pernah kukatakan.

Itu karna aku tak ingin kau salah paham. Karna aku selalu mencintai orang yang sama.

Kau menyentuh tangan es ku dengan tangan hangat mu. Sungguh perbedaan suhu yang sangat kontras.

“Kau bukan manusia biasa” katamu dan kemudian merengkuh wajah kerasku dengan jari- jari lembutmu.

“Tubuhmu sedingin es, kulitmu pucat, matamu keemasan, dan kau hidup lama sekali” katamu dengan nada terlihat biasa saja.

“Lalu siapa aku?” Tanyaku pelan, berharap setelah ini tak akan menakutimu.

“Vampir. Vampir yang akan selalu mencintaiku” katamu sambil tersenyum simpul. Aku juga tersenyum, rasanya sudah se-abad lebih aku tak tersenyum tanpa menyeringai seperti ini.

“Kenapa kau melakukan ini?” Tanyamu lagi.

“Aku menyerahkan dirimu agar kembali dilahirkan dimasa depan. Dan sebagai balasannya aku menjadi monster immortal. Bertahun- tahun aku berlatih agar tak menjadi monster lagi. Dan sekarang aku sudah menemukanmu kembali, yang terlahir dari masa lalu. Kau sama sekali belum berubah” kataku dan kemudian menelusuri garis wajahmu dengan jari es ku, kau sedikit bergidik.

“Kalau begitu ubah aku juga. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu” katamu sambil memeluk leherku.

“Kau yakin?” Tanyaku berharap kau akan mengatakan tidak. Karna aku sama sekali tak ingin mengubahmu menjadi monster.

Kau mengangguk. Dan aku memang tak bisa menolak perkataanmu.

“Mianhae. Kalau ini akan menyakitimu” kataku pelan dan kemudian mengecup sebentar lehermu.

Taringku nampak dan dengan mudahnya taring rucing itu menembus leher kulit tipismu, menembus kepembuluh darah dan mengeluarkan racun itu untuk diedarkan keseluruh tubuh.

Kau menggelinjang dengan gelisah begitu rasa sakit racun yang menyebar dimulai.

Aku berusaha memelukmu membiarkan dirimu mencakar punggungku saat kau merasakan rasa terbakar.

Sakit karna cakaranmu yang kurasakan sama sekali tak bisa menandingi sakit terbakar yang kau rasakan saat racun itu mulai menyebar.

‘Aku mohon bertahanlah’ lirihku dalam hati.
.
.
.
~A Thousand Years~

I have loved you for a thousand years
Aku telah mencintaimu ribuan tahun

I’ll love you for a thousand more
Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi
.
.
.
Kini kita sama. Tak ada perbedaan kontras diantara kita lagi.

Kecuali mata darahmu yang cemerlang, itu tak apa karna mata seperti itu akan hilang sendirinya bertahun- tahun sampai warnanya akan menjadi keemasan.

Kehangatanmu berubah menjadi sedingin es, kulitmu memucat, dan sama menawannya dan menarik seperti kami.

Karna sekarang kita spesies yang sama.

Kita memang makhluk immortal, tapi sama sekali bukan monster.

Kau kembali memelukku dengan tangan yang bersuhu sama denganku, sedingin es. Aku balas menggandengmu dengan tangan kekarku.

“Apa kau bahagia?” Tanyaku

“Ne. Sangat bahagia malah” katamu dengan suara baru, seperi lonceng yang mengalun. Sangat indah sama seperti kami semua.

Kau kemudian tersenyum. Senyum menawan dengan bibir merekah.

“Baguslah. Aku takut kau akan menyesal menjadi immortal” kataku sambil meyusupkan wajahku dilehernya dibalik helaian rambut coklat emasnya.

Aroma tubuhnya harum. Seperti perpaduan cherry dan strawberry.

“Aku tak akan pernah menyesal jika bersamamu. Aku mencintaimu sampai ribuan tahun kedepan” katamu lagi. Aku tersenyum dilehermu dan kembali menatap wajah cantikmu.

“Aku sudah mencintaimu selama seribu tahun. Jadi mencintaimu lagi selama beberapa ribu tahun kedepan tak akan masalah bagiku. Atau mungkin aku akan mencintaimu selamanya” kataku dan kemudian membawanya dalam ciuman panjang.

“Aku juga akan mencintaimu selamanya” bisikmu disela- sela ciuman diantara kita.

Dan aku tersenyum sekilas.

Melewati seribu tahun hanya untuk mencintaimu

Maka mudah bagiku untuk menghadapi selamanya waktu untuk kembali mencintaimu.

~A Thousand Years~

Heart beats fast
Jantungku berdebar kencang

Colors and prom-misses
Warna-warni dan janji-janji

How to be brave
Bagaimana agar berani

How can I love when I’m afraid to fall?
Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?

But watching you stand alone
Namun melihatmu sendirian

All of my doubt suddenly goes away somehow
Segala bimbangku mendadak hilang

One step closer
Selangkah lebih dekat

I have died every day waiting for you
Tiap hari aku tlah mati karena menantimu

Darling don’t be afraid
Kasih jangan takut

I have loved you for a thousand years
Aku tlah mencintaimu ribuan tahun

I’ll love you for a thousand more
Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi

Time stands still
Waktu berhenti berputar

Beauty in all she is
Segala tentangnya begitu indah

I will be brave
Aku akan berani

I will not let anything take away
Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja

What’s standing in front of me
Apa yang menghalangi di depanku

Every breath
Tiap tarikan nafas

Every hour has come to this
Tiap jam telah sampai di sini

One step closer
Selangkah lebih dekat

And all along I believed I would find you
Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu

Time has brought your heart to me
Waktu tlah membawa hatimu padaku

I have loved you for a thousand years
Aku tlah mencintaimu ribuan tahun

I’ll love you for a thousand more
Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi

One step closer
Selangkah lebih dekat

One step closer
Selangkah lebih dekat

And all along I believed I would find you
Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu

Time has brought your heart to me
Waktu tlah membawa hatimu padaku

I have loved you for a thousand years
Aku tlah mencintaimu ribuan tahun

I’ll love you for a thousand more
Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi

~Thousand Years~

Masih ada typonya? Udah kerasa gk sweet romancenya? Kepanjangan ya? Sya juga pegel ngetiknya….he­hehehe

Coment please~

7 comments

  1. azcool · May 2, 2013

    So sweet Thor..daebak

  2. ksunmi1248 · May 2, 2013

    Unpredictable
    Awalnya udah kecewa karena mikir endingnya bakal sad
    But, wow!!!
    Kreatif
    Menghubungkan 2 jaman yang begitu berbeda ditamabh sentuhan fantasy di tengah kisah romansa yang tak bisa di predikisi
    Aku suka ff taesung disini, semuanya kkeren
    Mau request dongg ke author siapa aja deh, buatin ff taesung tapi mreka udah dewasa bukan anak sekolahan terserah cerita dan konfliknya gmana yg jelas endingnya happy
    O ya author suka ff taesungg juga kan
    Numpang share aja ni, akku juga buat ff taesung di readfanfiction judulnya bllind in love
    Klo mau baca dan komen ya, tapi maaf kalo masih jelek maklum masih ff perdana ^^

  3. anissaac · May 2, 2013

    Unpredictable
    Awalnya udah kecewa karena mikir endingnya bakal sad
    But, wow!!!
    Kreatif
    Menghubungkan 2 jaman yang begitu berbeda ditamabh sentuhan fantasy di tengah kisah romansa yang tak bisa di predikisi
    Aku suka ff taesung disini, semuanya kkeren
    Mau request dongg ke author siapa aja deh, buatin ff taesung tapi mreka udah dewasa bukan anak sekolahan terserah cerita dan konfliknya gmana yg jelas endingnya happy
    O ya author suka ff taesungg juga kan
    Numpang share aja ni, akku juga buat ff taesung di readfanfiction judulnya bllind in love
    Klo mau baca dan komen ya, tapi maaf kalo masih jelek maklum masih ff perdana ^^

  4. mscho · May 15, 2013

    kerreeeeeeen!!!! author daebak! so sweeet bgt… yesung setia bgt… hikssss… terharu author… suka bgtt… 4 jempol deeh…🙂😉

  5. Park Hyo Ki · May 29, 2013

    Keren!!! Ceritanya bagus banget….

  6. chaseorin17 · July 15, 2013

    aku suka banget sama ceritanyaaa~~

    keep writing author!! buat ff taesung lainnya!! *^^*

  7. Young · November 6, 2014

    Thor Twilight banget tapi ini versi korea nya🙂
    aw aw aw keren syekali :*

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s