[FREELANCE] Stop It

Title : Stop it
Cast : Shin Hyerin, Choi Junhong (Zelo), Kim Himchan, and other
Genre : Romance, Comedy(gagal)😀 and think it yourself
Rating : T
Lenght : Oneshot
Author : @tavia1002
Fanfic terabal, yang dengan waktu 3 jam FF ini selesai.

Aku tidak akan pernah menyukai apa lagi jatuh cinta pada seorang yang umurnya lebih muda bagiku. Bagi ku mereka hanya childish, merepotkan, atau aku harus membibingnya? Justru aku lah yang membutuhkan pembimbing.

Seorang namja dengan Skateboard nya tengah melaju dibawah terik matahari siang itu. Rasa hausnya tak bisa dikompromi (?) ketika dia berhenti di depan kedai Ice cream bertuliskan “cool summer” di papannya. Namja berambut biru kehitaman itu membawa skateboard di tangan kirinya.

Cringg~~~*apadeh -_- bunyi bel di toko pokoknya*

“Annyeonghaseyo, selamat datang di cool summer. Hari ini kami menawarkan menu spesial untuk anda yang duduk di sekolah menengah ^^” Seorang yeoja dengan rambut terkuncir rapi dengan lancarnya mempromosikan menu spesial kedai itu.
“emhh menu spesial apa?.” tanya Zelo, namja itu.
“Rainbow cool summer dengan harga 50 won plus diskon 30% untuk anda ^^.”
“50 won ya? Jadi kalau didiskon harganya berapa?”.
“40 won saja ^^.”
“cuma beda 10 won ya? Hemm kalau seperti itu juga tidak perlu diberi diskon.” ucap Zelo dengan nada mencibir.

Hyerin POV
“cuma beda 10 won ya? Hemm kalau seperti itu juga tidak perlu diberi diskon”. Ucap anak SMA itu.
Aishhh jincca, kelas berapa anak ini? Tidak tahu sopan santun. Cihh andai kau bukan anak sekolahan, mungkin aku sudah menendangmu keluar dari kedai ini.
“jadi, mau pesan atau tidak?.” tanyaku kesal.
“cone biasa sajalah”. Dia memberiku uang 50 won
“Dengan uang ini anda bisa membeli menu spesial kami tadi loh dan untuk hari ini kami akan memberi boneka untuk pembelian menu spesial kami mungkin bonekanya diberikan untuk yeoja chingu ^^”, aku mencoba meyakinkan nya untuk membeli menu spesial kedai ini.
“aku belum punya yeoja chingu”. Jawabnya ketus
Ahhh anak ini benar-benar ya membuat ku naik darah. Shin Hyerin, sabar kau bisa melaluinya.
Setelah aku membawa pesanannya aku memberikan ice cream itu dan memberikan uang kembaliannya.
“Kamsahamnida atas kunjungannya, silahkan datang kembali ^^”.
Tanpa menghiraukan ku dia keluar dan melaju dengan skateboardnya. Dasar anak sekolahan menyebalkan, itu lah sebabnya mengapa aku tidak suka mempunyai hubungan dengan anak sekolahan.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 dan itu tandanya pekerjaan ku sudah selesai dan aku harus berangkat kuliah. Itulah rutinitas sehari-hari ku kuliah dengan kerja part time. Aku bisa meminta orang tua ku untuk mengirimkan uang setiap bulan tapi aku bukan gadis manja dengan bangganya memakai uang orang tuanya.😀

Author POV
Pagi-pagi sekali Hyerin sudah sampai di kedai tempat kerjanya. Dia menemukan sebuah skateboard di depan pintu.
“Skateboard siapa ini.” pikirnya heran. Tanpa banyak pikir, dia memasukan skateboard malang (?) itu kedalam tempat sampah.
“yakkk noona, apa yang kalu lakukan dengan skateboard ku?.” seorang namja berteriak ke arah Hyerin. Anak sekolahan kemarin, pikir Hyerin. Namja itu berlari dan mengambil skateboard malangnya dari tempat sampah.
“bisa-bisanya noona membuang barang milik orang lain.” kali ini nadanya meninggi.
“kenapa kau menyalahkan ku, lagian aku tidak tau kalau ini milikmu.” bela Hyerin
“tapi setidaknya noona bisa menyimpannya.” namja itu mengelus skateboard miliknya.
“siapa juga yang mau mencari nya eoh?.” Hyerin mendongakkan kepalanya karena tinggi badan namja itu 20 cm lebih tinggi dari pada Hyerin.
“yakkk noona.” Zelo mulai kesal
“yakkk beraninya kau membentak orang yang lebih tua dari mu.” suara ku tak kalah keras.
“Skateboard ini sangat berharga untukku, skateboard ini pemberian appa ku yang sudah meninggal. Kalau noona menjadi aku, apa noona hanya diam saja melihat barang pemberian orang yang noona sayangi dibuang eoh? Hanya skateboard ini yang selalu menemani hari-hari ku aku tidak bisa meninggalkannya.”
Hyerin hanya bisa diam menatap Zelo. Seluruh badanya gemetar, perbuatan apa yang baru saja dia lakukan. Membuang barang berharga anak itu.
“Mainhae.” Hyerin menundukkan kepalanya.
“Gwenchana.” sepertinya Zelo masih kesal.
“Ahhh ne, kalau begitu hari ini aku akan memberimu Rainbow cool summer gratis untuk mu. Arra ^^?.” Hyerin berusaha membujuknya.
“Emhhhh…”
“Ayollah, ini sebagai tanda minta maaf ku dan kalau kau mau aku bisa memberikan boneka gratis untuk kau berikan pada yeoja chingu mu.”
“aku sudah bilang nan yeoja chingu eobsoyo noona.”
“ahh terserah, kau mau tidak?.”
“baiklah.”

Zelo POV
Sepertinya sejak kejadian “hampir dibuangnya skateboard ku ke tempat sampah” aku mulai dekat dengan Hyerin noona. Aku akui dia adalah seorang noona yang baik, dia sangat dewasa bagi ku meski umurnya baru 21 tahun. Aku suka ketika melihat Hyerin noona tersenyum apa lagi ketika dia mempoutkan bibirnya maka dari itu aku suka sekali menganggunya dan membuatnya mempoutkan bibirnya kekekek.
“Junhong-ah bukannya hari ini libur kenapa kau bangun pagi-pagi sekali?.” tanya umma
“aku ingin ke rumah teman, aku berangkat umma.”
Aku melajukan skateboard ku di jalanan yang masih sepi karena hari libur. Di tangan kanan ku aku membawa sekotak rainbow cake yang aku beli di jalan. Ya …pagi ini aku akan memberi surprise pada noona.
Tok tok tok aku mengetuk pintu apartement noona. Lama aku mengetuk pintu maupun memencet bel tapi noona tidak membuka pintu. 10 menit aku menunggu dan akhirnya noona membukakan pintu.
“ahhh noona aku sudah lama menunggu mu di depan pintu.” tanpa disuruh masuk aku langsung masuk ke aprtement noona yang sudah biasa aku datangi.
“yakkk Choi Junhong, aku belum menyuruhnya masuk.” teriak Hyerin noona.
Aku menunjukan V-sign.
“Dan sebagai permintaan maaf ku, ini.” aku menyerahkan kotak yang aku bawa tadi.
“apa ini? Jangan-jangan ini bom.”
“bukan noona, ayo bukalah.”
Hyerin noona membuka kotak itu, wajahnya yang tadi diliputi kecurigaan kini seulas senyuman keluar dari bibirnya.
“Jelo-ya, gomawo kau tau saja cake kesukaan noona.” Hyerin noona memelukku. Mwo?? dia memelukku, baru kali ini dia memelukku *okeh itu lebay Jelo -_-* jantungku berdetak lebih cepat dari pada biasanya apa kau mulai menyuakai Hyerin noona tapi apa dia menykai ku. Ahh come on Zelo it’s immposible. Tapi apa salahnya jika aku mengungkapkan perasaan ku pada noona. Diterima syukur ga diterima okehlah yang penting aku sudah berani mengungkapkannya. Ayo Junhong ini adalah waktu mu.
“noona.”
“ne.” jawabnya sambil memakan cake.
“noona berantakan sekali.” aku mengusap cream yang menempel di sudut bibirnya.

Hyerin POV
Dia mengusap creamyang menempel di bibirku. Aiguu… Zelo apa yang kau lakukan. Tapi aku membiarkannya mengusap cream itu. Mata kami bertemu, dia tersenyum pada ku. Aku rasa ini adalah senyuman termanis dari Zelo. Yakk yyakk Hyerin Stop it.
“noona kau sangat cantik pagi ini.” kalimat itu sukses membuat pipi ku merah.
“kau tidak sadar dari duku aku memang sudah cantik.” aku mencoba mencairkan suasana.
“aniyo maksudku kau terlihat sangatttt cantik”.
Aku hanya bisa tersenyum dengan senyum yang aku paksakan.
“noona, apa noona sudah mempunyai namja chingu?.” terihat jelas rasa gugup di wajahnya
“aaa..ku? A..ni? Wae?”. Ayolah Hyerin bersikaplah biasa.
“noona, would you be my girlfriend.” dia mengucapkan 4 kalimat itu dengan menutup matanya.
Betapa manis dan lucun sikapnya kali ini. Jika aku tidak ingat status kami kali ini aku mungkin akan memeluknya kekeke.
“noona?.”
“ahh ne?.”
“jadi, apa noona menerimaku.” Aishh pertanyaan macam apa itu Choi Junhong. Kau sungguh sangat polos.
“emhhh tapi apa kau tidak malu jika berjalan dengan ku, maksud ku berjalan dengan noona sepertiku.”
“kenapa aku harus malu, aku malah sangat senang. Lagi pula noona masih seperti anak SMP kok kekke.”
“Yakkk Jelo.”
“kekek aniyo noona, aku menyukaimu karena aku tau siapa Shin Hyerin itu.”. Tag childish yang aku berikan pada Zelo hari ini terhapus hanya dengan 1 kalimat itu.
“nado saranghae Choi Junhong.” tanpa ijin dariku Zelo langsung memelukku. Ahh How’s sweet this morning. Baiklah Shin Hyerin, ternyata kau tidak bisa menpati kata-kata mu itu, tidak berpacaran dengan namja yang lebih muda dari mu. Ahh beda umur kami cuma 3 tahun.
-SKIP-
Hubungan kami sudah berjalan 1 minggu, dan 1 minggu pula mati-matian aku mempertahan kan hubungan kami. Kenapa tidak? Sifat Zelo yang memang wajar dia masih duduk di bangku SMA membuat ku harus sabar meghadapi tingkahnya. Oh ..god T.T pernah pada saat hari ketiga hubungan kita, dia mengajakku ke taman bermain. Dan disitulah seorang Choi Junhong, dia meninggalkanku sendiri dan asyik bermain disana sini. Dia memintaku untuk membelikan gulali, ice cream atau palah itu bagi ku itu tidak masalah tapi cara memintanya itu seperti seorang anak SD. Ahh Zelo kenapa kau seperti ini.
Minggu ini aku tidak ingin keluar, aku hanya ingin menghabiskan waktu liburan ku di apartemen karena aku sudah melewati minggu yang melelahkan.
Drttt..Drttt
Ponselku berbunyi, tertulis “baby Jelo” calling. Sebenarnya aku sangat malas untuk berbicara dengannya tapi tetap saja aku angkat.
“annyeong noona chagi.” sapa Zelo, yaa meskipun hubungan kami sudah bepacaran tapi dia tetap memanggilku noona dan dia menambahkannya chagi dibelakanng.
“ne Jelo annyeong.”
“noona pasti baru bangun tidur kan? Bagaimana kalo hari ini kita jalan-jalan ke mall.”
“emhh sepertinya noona tidak bisa.”
“waeyo noona? Apa noona sibuk atau jangan-jangan noona sakit?.” tampak nada khawatir dari Zelo.
“ani, noona hanya sedikit capek.”
“kalau begitu aku yang ke apartement noona ya. Gidarilke.”
“tap…” tutt…tutt tutt. Zelo sudah menutup teleponnya.
Aish Choi Junhong T.T
Tidak lama kemudian Zelo sudah duduk manis di depan ku. Sebenarnya aku suka melihat wajah Zelo, tapi tidak untuk sekarang aku benar-benar sangat ingin sendiri.
“noona, apa kau ingin aku belikan sesuatu?.”
“ani.”
“mungkin aku buatkan sarapan?.”
“ani Jelo.”
“atau aku buatkan susu cokelat kesukaan noona ya?.”
“Jelo, berhenti bersikap kekanak-kanakan, aku sedang tidak membutuhkan itu semua sekarang.” suara ku sedikit meninggi.
Zelo teriam. Dia tidak berani menatapku. Lima menit kita tidak saling berbicara.
“noona, apa aku melakukan suatu kesalahan?.” dia membuka percakapan.
“ani, hanya saja noona capek.”
“apa noona lelah dengan ku, mianhae.”
“bukan itu Jelo, akhir-akhir ini noona banyak sekali hal yang harus dikerjakan jadi hanya hari ini noona bisa beristirahat.” aku mencoba menjelaskan sehalus mungkin.
“kalau begitu noona beristirahatlah, aku akan pergi.”
Zelo meninggalkan apartemenku, sekarang aku hanya bisa melihat bayangannya menjauh.
Ahh Shin Hyerin apa yang telah kau lakukan.

Zelo POV
Terhitung 2 hari sejak kejadian itu aku dan Hyerin noona tidak pernah bertemu, dia tidak menelepon ku begitu juga aku tidak berani menelponnya.
“Jelo-ya, apa yang sedang kau pikirkan?.” Suara Himchan hyung mengagetkan ku.
“aniyo hyung”.
“ehhh kau past berbohongkan. Wajah mu tidak bisa berbohong Junhong.”
“sebenarnya aku ada masalah dengan yeoja chingu ku.”
“ahhh uri Junhong yang sudah dewasa.”
“hyung jangan mengejekku.” kataku sambil cemberut.
“kekeke ceritakan pada hyung, mungkin hyung bisa membantu mu.’
“ne, sebenarnya yeoja chingu ku itu adalah seorang noona.”
“mwo? Junhong, kau sedang dengan seorang noona.”
“ne, umur kita berbeda 3 tahun. Jadi aku bingung, sudah 2 hari kami tidak bertemu.”
“masalahnya?.”
“sikapnya berubah, dia tidak ingin lagi aku menemaninya. Dia bilang berhenti bersikap kekanak-kanakan.”
“hahahhaha.” kali ini Himchan hyung tidak bisa menahan tawanya.
“Hyung…”
“kalau itu masalahnya, berarti kau harus merubah sikap mu Junhong.”
“maksud hyung?.”
“dia bilang berhenti bersifat kekanakan, jadi sudah saat nya kau menjadi seorang pria dewasa.”
Yaa,, aku harus manjadi seorang Junhong, pria dewasa. Aku tidak mau melihat Hyerin noona sedih dan aku harus mengerti apa yang dia inginkan.
Aku mendatangi kedai dimana noona bekerja, kedai dimana pertama kali kita bertemu.
“annyeonghaseyo, selamat datang di kedai kami.” noona membalikkan badanya. “Junhong.” dia kaget melihat kedatanganku secara tiba-tiba.
“ada apa kau datang kesini, kalau mau mengajakku jalan-jalan aku sangat sibuk.”
“noona, dengarkan aku dulu. Aku…” belum sempat aku melanjutkan kata-kata ku, seorang anak kecil membeli ice cream. Ahhh anak ini.
Setelah noona selesai melayani anak kecil tadi, dia menghampiriku yang sedang duduk di kursi pojok.
“kalau kau tidak ada urusan disini kau bisa pergi.” setelah mengatakan kalimat itu noona meninggalkan ku dan aku mengikutinya dibelakang.
“noona dengarkan aku.” aku menarik pergelangan tangannya tapi dia menepisnya.
“baiklah, aku sekarang akan pergi tapi aku tidak akan pergi dari hati noona.” *okeh yang ini gatau Jelo dapet kata-kata dari mana*
Segera aku pergi meninggalkan kedai itu. Apa kau tanya tentang bagaimana keadaan hati ku sekarang? It’s totally fine. Seulas senyuman tergambar dari bibir ku. Aku tahu setiap pasangan pasti akan mengalami hal seperti ini dan itu tandanya aku telah dewasa. Baiklah Choi Junhong kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan.

Hyerin POV
Hari ini aku sangat lelah sekali, tugas kuliah ku belum aku selesaikan lebih baik aku tidak datang kuliah dulu hari ini dari pada nanti aku jatuh sakit. Aku melewati sebuah taman bermain malam itu.
“noona, noona.” aku mendengar suara seorang namja. Aku menoleh ke kanan, kiri, belakang tapi nihil tidak ada siapa pun. Perasaan ku pun berpikir tentang hal yang aneh-aneh.
“noona.”
Greppp…
seseorang memelukku dari belakang.
“kyaaa nuguya?.” aku melepaskan pelukannya dan memukul kepalanya dengan tas ku.
“kyaaa noona geumanhae. Ini aku Jelo.”
Jelo? Apa yang sedang kau lakukan disini.
“kekekeke noona, ayo ikut aku.” dia menarik pergelangan tanganku.
Jelo mengajak ku memasuki taman bermain yang sudah dipasangi hiasan lampu dan bunga yang sangat romantis.
“Tadaaahhh.” Dia membuka kedua tangannya.
“Jelo, ini apa semua ini kau yang membuatnya?.”
“ne, dan semua ini spesial untuk noona.”
“gomawo.”
“hanya itu saja?.”
“ne, apa ada yang lain?.”
“noona, ada apa dengan noona? Stop it and tell what’s your problem?.”
“nothing.” aku pun pergi meninggalkannya. Sebenarnya aku sangat merindukannya saat ini tapi tubuh ku berkata tidak untuk beraktivitas di luar (?)

Zelo tidak henti-hentinya datang ke kedai ku, membujukku untuk pergi ke taman bermain dan yang sebenarnya sangat aku sukai ketika dia memberi kejutan makan malam di apartemenku tapi aku tetap memasang reaksi seolah-olah aku tidak mempedulikannya. Tapi aku tidak benar-benar ingin melakukan hal itu, itu karena akhir-akhir ini saja aku mempunyai banyak masalah tapi aku tidak bisa memungkiri kalau aku sedikit kesal dengan kelakuan Zelo yang biasyany sedikit childish.
Dan seperti biasanya malam itu sepulang kuliah aku menunggu bus di halte, aku lihat seorang namja dengan tinggi diatas rata-rata tengah berdiri.
“noona.” suara itu, ya suara yang sangat aku rindukan. Choi Junhong.
“Jelo-ya, bagaimana kau bisa disini?.”
“aku menunggu noona ^^.”
“Jelo.”
“ahhh noona geumanhae, stop noona mendiamkan ku, stop meningglkan ku meski noona tetap seperti ini aku akan selalu melakukan hal-hal yang aku telah lakukan sebelumnya.”
“yakkk Choi Junhong, stop selalu membuatku seperti ini. Setiap kata-kata mu kau sukses membuat pipiku merah, stop membuat jantungku berdegup tak karuan. Kau pikir aku bersikap ini aku ingin eoh? Aku juga sangat merindukanmu.”
Chuuu~~~
Dia menempelkan bibirnya ke bibirku. Aku hanya bisa membulatkan kedua mataku.
“noona, neomu saranghae.”
“yakkk Jelo aku kan belum memberi mu ijin menciumku.”
“aku tidak perlu ijin, noona kan yeoja ku, apa noona aku mau cium lagi?.”
“aishhh ini anak.” baru saja aku mau memukulnya tapi dengan cepat dia menarikku dalam pelukannya. Bintang musim panas kali ini menjadi saksi tentang kisah kami.
Meski aku tidak bisa mempunyai namja yang lebih tua dariku tapi aku mempunyai seorang Choi Junhong yang selalu akan melindungiku.
“noona, apa kau tau?.”
“apa?.”
“dunia boleh mengatakan noona adalah seseorang tapi seseorang itu akan mengatakan noona adalah dunianya.”

END

One comment

  1. raesun · December 25, 2013

    author, ffmu sangat membantu😉
    tapi, aku tidak menemukan comedy disini😦
    tapi aku menykainya, keep writing author. aku mendukungmu😉

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s