Lie

Title                 : Lie

Author             : @SSiskhaSri

Cast                 : Kris Wu [EXO M]

: Shin Eun Soo [OC]

Length             : Ficlet

Genree             : Romance, angst, hurt

Rating             : General

BLbtJSsCIAI-pck.jpg large

Kau tahu bagaimana rasanya ketika seseorang mempercayai kebohonganmu? Dan tanpa rasa bersalah melakukan kebohongan itu lagi, terus dan terus tanpa memikirkan  akibat ketika kebohonganmu terungkap. Aku tahu rasanya, tahu dengan pasti. Yang aku tidak tahu adalah ternyata rasanya sesakit ini ketika kepercayaanmu dikhianati. Sakit, amat sakit sampai rasanya kau ingin melakukan pengakuan dosa saat itu juga.

Aku tahu kita bukanlah makhluk sempurna. Kau dan aku sama-sama memiliki banyak kekurangan. Atas dasar kekurangan itulah kita saling mengikat diri dengan ikatan yang kita sebut cinta. Tapi sekarang kita sama-sama mengkhianatinya. Mengkhianati janji itu. Jujur aku menikmati kebohongan ini, aku bukannya tidak mencintaimu lagi, aku hanya bosan. Tidak ada salahnya bukan kalau aku sedikit nakal diluar pengawasanmu, toh aku juga tidak serius. Kau adalah tempatku untuk pulang. Tapi sekarang,

Oh, ijinkan aku untuk tertawa terlebih dahulu, menertawakan diriku sendiri. Menertawakan betapa bodohnya aku selama ini menertawaimu sedangkan kau juga menertawakanku. Kita sama-sama saling menertawakan. Tapi aku tidak tahu rasanya akan sesakit ini sampai aku melihat kau mengecup dahi gadis itu dengan lembut dan penuh kasih sayang, sama seperti yang kau lakukan kepadaku. Penuh kasih sayang dan rasa hangat yang selalu membuatku yakin hanya kaulah tempatku untuk pulang, Kris.

“Aku harus menelepon temanku dulu, ada sesuatu yang harus kuingatkan padanya.” Bohongku.

Kyung Soo tersenyum dan mengangguk maklum. Ia bukan tipe laki-laki banyak pertanyaan seperti Kris yang akan menghujaniku dengan pertanyaan siapa, ada urusan apa, laki-laki atau perempuan, ketika aku meminta ijin pada Kris mengangkat pannggilan telepon.  Kyung Soo tidak seprotective itu, mungkin tidak sekarang untuk hubungan yang baru berjalan tiga bulan. Oh Tuhan, kenapa aku harus mengingatkan diriku sendiri bahwa sudah tiga bulan aku menjalani hidup penuh kebohongan dan kepura-puraan.

“Nikmati waktumu dengan temanmu itu.” Kyung Soo terkekeh dan mengaduk-aduk kopinya. Sedangkan aku hampir saja jantungan mendengar lanjutan kalimatnya. Aku pikir dia akan mengatakan nikmati saja waktumu dengan laki-laki itu.

Aku hanya tersenyum seadanya, takut memberikan reaksi lain yang justru membuat Kyung Soo mencurigaiku. Aku menjauh dari meja kami dan mencari tempat aman untuk memulai pengakuan dosa ini. Aku menekan angka satu, tanpa mengalihkan pandangan dari Kris yang mungkin tengah melontarkan cerita-cerita lucu karena aku bisa melihat dengan jelas wanita yang duduk di hadapannya tertawa renyah lengkap dengan semburat merah di pipinya. Oh, aku ingat. Kris pernah mengatakan bahwa ia sangat suka melihat gadis yang pipinya bersemu merah. Jujur, saat ini aku cemburu.

Kris merogoh saku celananya, menatap ID penelepon dengan ragu. Selama sepersekian detik ekspresi Kris sedikit kaget dan dengan cepat ia mampu mengembalikan ekspresi tenangnya. Oh, memang itulah ciri khas Kris. Ia menenangkan seperti air sungai, yang siap menghanyutkanmu kapan saja. Setelah meminja ijin pada gadis itu, terdenga sapaan Kris dijung telepon.

Oh, ijinkan aku tertawa lagi sebelum membalas panggilan sayang Kris. Ayolah, tidak perlu lagi memainkan peran sebagai manusia suci. Dan aku benar-benar tertawa sebelum membalas panggilan sayangnya.

“Harimu menyenangkan?” Aku rasa itulah pertanyaan yang paling tepat diantara pertanyaan kau sedang berada dimana? Bersama siapa? Kau berselingkuh atau pertanyaan bodoh lainnya yang sama saja memojokkan diriku sendiri.

“Tentu tidak, jika tidak bersamamu.” Jawab Kris kalem. Oh, rasanya aku ingin berhambur dipelukan laki-laki itu sekarang juga. Kebohongannya terlalu sempurna.

Aku diam, tidak memberikan reaksi, terlalu sibuk menahan sakit di dada ini. Aku pikir hubungan kami akan baik-baik saja jika hubunganku dengan Kyung Soo tidak ketahuan dan berakhir dengan mulus. Aku berani bersumpah aku tidak benar-benar serius dengan Kyung Soo. Aku hanya sedikit bosan dan bermaksud bermain-main dengan Kyung Soo, tidak lebih dari itu.

“Gadis yang wajahnya bersemu merah ketika tersenyum memang selalu menggemaskan.” Aku pura-pura melucu, pada akhirnya nada bicaraku tetap terdengar sinis dan orang penuh perhitungan seperti Kris pasti mulai bisa menduga bahwa posisinya sedang terancam.

“Tidak ada yang semanis kau, Eun Soo sayang.” Kris brengsek. Aku benar-benar tidak bisa lepas dari pesonanya.

“Kau tahu kenapa Romeo memutuskan untuk meminum racun ketika tahu Juliet telah meninggal dunia?”

“Kau ingin aku menemanimu menonton film itu lagi?” Tawar Kris tetap dengan nada kalemnya.

Aku tidak menghiraukan pertanyaan Kris. “Karena ia tidak mau sendirian, ia tahu ia tidak akan sanggup melanjutkan hidupnya jika tidak ada Juliet di sampingnya. Juliet pun melakukan hal yang sama, karena ia tahu ia tidak akan baik-baik saja jika dipagi selanjutnya ia tidak melihat Romeo berada di sampingnya. Mereka tahu mereka tidak akan baik-baik saja jika tidak bersama.”

Kris terkekeh. Ia pasti berpikir aku sedang merayunya. Pasti ia sudah memperkirakan kalimatku selanjutnya, tapi ia salah. Aku tidak akan mengatakan bahwa kami seperti Romeo dan Juliet, tidak akan terpisahkan selain maut yang memisahkan.

“Tapi kau bukan Romeo dan aku juga bukan Juliet. Aku dan kau akan merasa baik-baik saja jika kita tidak berjalan beriringan, saling menautkan tangan dan saling melontarkan kalimat-kalimat rayuan. Kita akan baik-baik saja tanpa itu semua. Benar kan Kris?”

Aku bisa melihat ekspresi bingung Kris dari kejauhan. Mungkin akan lebih baik jika aku memergoki Kris sedang kencan dengan wanita lain disaat aku sedang berjalan sendirian. Setidaknya aku bisa melakukan mini drama sentimentil dengan aku yang marah-marah sambil memukuli dada Kris dengan air mata bercucuran. Setidaknya itu bisa mengurangi rasa sakit di dada ini. Tapi aku tidak bisa melakukannya dengan kondisi seperti ini. Aku bersama Kyung Soo.

“Aku sudah menjalani hubungan ini selama tiga bulan. Bagaimana denganmu? Apakah sedikit lebih lama dibandingkan denganku? Aku atau kau yang memulainya?” Aku tertawa, telalu dibuat-buat. Jujur aku tidak terima diperlakukan seperti ini, tapi aku juga melakukan hal yang sama terhadap Kris. Kami impas.

“Eun Soo…” Ucap Kris menggantung.

Hilang sudah pertahanannku. “Namanya Do Kyung Soo, seseorang yang kutemui di sebuah klub malam. Pasti kau menemukan gadis manis itu di panti asuhan ketika ia sedang membacakan dongeng sebelum tidur kepada anak-anak yang tidak pernah mengetahui siapa orang tuanya, atau mungkin dia seorang pelajar magang di rumah sakitmu, atau dia salah satu pasienmu dengan penyakit yang belum ada obatnya seperti drama-drama sentimentil di Televisi. Darimana pun asalnya, yang jelas ia terlalu manis untuk ditemukan di klub malam.

“Kau dimana?” Kris mulai melangkah mencari keberadaanku. Ia mulai panik. Kulihat ia beberapa kali memijit pelipis kanannya, dan sesekali mengusap-usap kepalanya. Frustasi? Mungkin saja.

“Aku berdiri di tempat di mana aku bisa melihat betapa lembutnya kau mengecup dahi gadis itu Kris.”

“Eun Soo, ini tidak seperti yang kau bayangkan.”

“Anio, ini tepat seperti yang aku bayangkan, kita bayangkan. Kita sama-sama melakukannya Kris, tidak perlu ada keraguan lagi dengan pernyataan itu.”

“Eun Soo…”

“Kita bukanlah Romeo dan Juliet jadi tidak apa-apa jika kita tetap bisa hidup dengan baik tanpa harus berjalan beriringan.” Aku memutuskan sambungan. Persetan dengan segala penjelasan Kris, persetan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa membuat kami berbaikan lagi. Hubungan apa yang bisa diperbaiki jika sudah pindah ke lain hati. Pilihan kedua selalu lebih baik, jika tidak maka yang pertama tetaplah pertama.

14 comments

  1. littlesweetdreams · July 2, 2013

    Pertama aku liat castnya aku langsung tertarik karena ini BIASKU!

    Ini fluff yg sangat menyentuh buat saya, author bisa banget bikin cerita yg lain dari kebanyakan -biasanya kaya yg Eunsoo paparkan, memergoki Kris dengan airmata bercucuran, ini kayanya udah biasa. Maka dari itu punyamu luar biasa author🙂

    Aku juga suka bagian kisah romeo and julietnya.

    Aku berharap ada sequel dari ini ya author🙂

  2. sonexo · July 2, 2013

    Keren~ beda sama ff yg lain daebaaaaak~ sequel thor^^

  3. choiluna0612 · July 2, 2013

    SEQUUEEEELLL THOOR ;A; KUDU! /nodong author/ /dilempar TOA/
    Aaaaa itu gantung ;A; Aku suka ceritanya, walau Eunsoo seperti masa bodoh dengan penjelasan Kris .__. Tapi kereeen ;A; Sequel juseyo ‘o’)9

  4. lee vue 신 리 · July 9, 2013

    Wah .. bagus FF nya .. aku suka .. pemilihan katanya jg bagus .. ^^

  5. elli · July 10, 2013

    hahahahaa,, #garuk-garuk kepala,
    kebayang wajah kriss yang mati kutu ..
    Squelnya boleh juga thor..

  6. Geby · July 17, 2013

    Oh my. Ini keren sumvah😀

  7. juna · July 29, 2013

    woaaaaa…ddaebak thor..
    kren bgt..aq suka bgt sma critanya..
    bda sama ff lainnya..ini ff kya pnya crita trsmbunyi..kekeke
    ini kalo dibuat sequel bgus deh thor..

  8. Ismylatifa Devi · August 6, 2013

    Huaaaa daebak thor sequel thor ceritanya bagus padahal udah nyentuh feelnya dapet udh mau mewek habis u,u
    Sequel harus

  9. taemfallin · August 20, 2013

    Epepnya manisss banget penggambarannya sekaligus hurt bangettt
    Bikin sequel ϑό°°◦☀ทќ author
    Menarik banget ceritanya

  10. Rosari1695 · September 4, 2013

    Nice ff,,🙂
    nyesek,,😦

  11. Rini · September 6, 2013

    KERENNN… (y)
    bisa bayangin gimana muka kriss pas ketauan.. butuh harus kudu sequel thor..😀

  12. febjongin11 · October 26, 2013

    sequeeeeeeeeeeeeel keren thor kereeeen sequel gamau tau wajib

  13. raesun · December 25, 2013

    subhanawloh :v author. kali ini kau berhasil membuatku mencintai drama mereka.
    tapi… ini terlalu cepat untuk end. feelnya dapet. my gosh thor! kata katanya ngena wkwks =))=D ini daebakk!!😉 lanjutkan thor! aku mendukungmu!😉

  14. parkjaeinambar · January 29, 2014

    annyeong,, q reader bru disini, hehe wat ff nya keren thor tpi kurang sedih😀 keep writing ok😉

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s