You Should Be Mine [Chapter 1]

fanfiction 5

Title : You Should Be Mine [Chapter 1]
Author: J.A.Y
Genre: Romance, school life
Main Cast:
1. EXO-K Kai
2. EXO-K Sehun
3. EXO-K Chanyeol
4. EXO-K Baekhyun
5. Jung Ahyeon (OC)
6. Han Ji Eul (OC)
7. EXO-M Kris
8. EXO-M Luhan
Rating: PG-17
Length: 5,252 word
Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di http://www.saykoreanfanfiction.wordpress.com Terimakasih~😀

“baekhyun” baekhyun menoleh kearah sumber suara. Dilihatnya chanyeol sedang berlari kearahnya
“kau sudah lihat wajah adik kelas kita? Mereka cantik-cantik whoaaa! Daebak!” bahkan chanyeol berbicara pada baekhyun tanpa mengatur nafasnya terlebih dulu.
“benarkah? ” jawab baekhyun sambil tetap focus pada layar i-phone nya.
“yaa! lihat aku” baekhyun pun mengalihkan pandangan dari layar i-phonenya itu kearah chanyeol.
“aku akan menjadikan mereka target ku, pasti menyenangkan! Kau mau ikut” ucap chanyeol sangat bersemangat.
“aku tidak ikut” ucap baehyun dengan nada yang malas
“wae?? Biasanya kau semangat. Ayo lah! Gunakan eyeliner keberuntunganmu untuk memikat mereka” chanyeol merangkul pundak sahabatnya itu.
Baekhyun pun hanya memandang chanyeol dengan tatapan datarnya. Chanyeol pun seolah mengerti arti pandangan baekhyun itu, pandangan yang mengartikan ‘kau gila’
“ahh, geurae, aku tau” chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
“jadi benar ahyeon juga disini?” baekhyun tersenyum mengangguk mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
“emm, aku pergi dulu, bye yeol” baekhyun menepuk pundak sahabatnya, dan pergi meninggalkan chanyeol.
“Kau berubah byun baekhyun” chanyeol memiringkan senyumannya.
Baekhyun berjalan menyusuri setiap sudut sekolah berharap bisa menemukan yeojachingunya itu. Dan ahkirnya ia berhenti, tatapannya lurus pada seorang yeoja yang sedang berdiri di dekat pohon. Ia melihat rambut yeoja itu yang panjang tergerai terbawa angin. Sangat cantik! Yeoja itu Nampak serius pada kertas yang ia pegang. Baekhyun pun tersenyum lalu menghampiri yeoja itu.
“siapa aku?” baekhyun menutup mata yeoja itu dari belakang.
Yeoja itu meraba tangan kekar yang menutupi matanya, merasakan tangan itu. Rasanya sama seperti tangan yang sering menggenggam tangannya. Yeoja itu tersenyum.
“Byun Baek Hyun”
Baekhyun tersenyum. Ia melepas tangannya yang menutupi mata yeoja tadi. Yeoja tadi berbalik.
“benarkan” yeoja itu tersenyum, senyum yang membuat hati baekhyun terasa tenang.
Chu~
baekhyun lalu mengecup bibir yeojanya sekilas, yeoja itu nampak terkejut.
“yaaa!”
“itu hadiah dari ku, selamat datang di sekolah ini”
Semburat merah muncul di kedua pipinya. Yeoja itu tersenyum mendengar kalimat dari namjachingunya itu.
“temani aku berkeliling sekolah ini?”
“geurae, kajja”
Baekhyun pun tersenyum seraya menggenggam tangan yeojanya. Mereka mengelilingi sekolah bersama. Baekhyun menjelaskan setiap ruangan yang mereka temui dan menjelaskan apa fungsinya. Menyusuri setiap koridor sekolah bersama.
“dan ini kelasmu XI-A”
“gomawo” ucap gadis itu tersenyum sambil melepas tangannya dari genggaman baekhyun. yeoja itu meninggalkan baekhyun dan berjalan kearah kelasnya.
“ahyeon” baekhyun menarik tangan ahyeon. Ahyeon pun menoleh kearah beakhyun.
“saat istirahat, pergilah keatap sekolah. Aku akan menunggumu disana”
Ahyeon menggangguk mengerti.

= = = = = = = =
Kringgg……
Bel masuk kelas pun berbunyi, semua murid memasuki kelasnya masing-masing. Park songsaenim pun masuk ke kelas.
“selamat pagi anak-anak. Hari ini kita punya murid baru” ujar park songsaenim
“annyeonghaseyo. Choneun jung anhyeon imnida. Bangapseumnida” ahyeon membungkukan badannya.
“kau bisa duduk dikursi yang kosong jung ahyeon”
“gamsahamnida park saem”
Ahyeon pun berjalan ke bangku yang ia lihat sedang kosong.
“annyeong, apa kursi ini kosong?”
“ah tentu saja, duduklah disini”
“gomawo”
“ahyeon imnida”
“jieul , han ji eul imnida”
“hoohh geurae, aku rasa kau akan jadi teman pertamaku disekolah ini”
“ne”
Park songsaenim pun datang memasuki kelas mereka. Pelajaran pagi ini dimulai dengan pelajaran sejarah. Semua murid mendengarkan penjelasan yang diberikan park songsaenim dengan baik.
Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas.
“kau ingin kekantin ahyeon ssi?”
“tidak, terima kasih”
“begitu yaa, baiklah” ji eul pun meninggalkan ahyeon dikelas.
=======
Ahyeon berjalan menyusuri lorong sekolah, ia ingin menemui baekhyun yang berada di atap sekolah tapi gadis itu tidak tau jalan menuju kesana.
Dari arah berlawanan terlihat kai berjalan sambil mendengarkan musik di earphone nya. Namja itu berpapasan dengan ahyeon. Ahyeon yang melihat namja itu. tanpa berbasa basi ahyeon segera bertanya pada namja itu.
“chogiyo” ahyeon pun berdiri tepat didepan namja itu.
Kai pun tersentak kaget melihat seseorang berdiri tepat didepannya. Ia melepas sebelah earphonenya.
“kau tau jalan menuju keatap sekolah?”
Kai hanya terdiam, memandang wajah gadis yang sedang bertanya didepannya.
“chogiyo” ahyeon mengibas-ngibas kan tangannya kedepan wajah namja itu.
Kai pun tersadar akan lamunannya “ahh, iya. Kau lurus saja kedepan lalu belok kiri disitu kau akan melihat tangga yang menuju atap sekolah”
“gamsahamnida” ahyeon membungkukan badannya 90 derajat.
“ahh, ne cheonma” ucap kai sambil memegang tengkuk belakangnya.
Ahyeon pun berlalu dari hadapan kai. Kai pun mengikuti arah gadis itu pergi.
‘cantik!’ itulah yang ada dipikiran kai dari tadi. Kemudian tak lama kemudian kai pun menyeringai dari balik punggung yeoja itu.
=======
“oppa”
Baekhyun menoleh kearah suara.
“kenapa kau lama?” baekhyun mengahampiri ahyeon dan meletakan kedua tangan nya di pinggang yeoja itu.
“mianhae. Aku tidak tau jalan kesini”
“bogoshipo” baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah ahyeon.
“nado bogoshipo”
Baekhyun perlahan mencium bibir ahyeon. Baekhyun memejamkan matanya, dan begitu menikmati setiap lekukan bibir ahyeon. Mata ahyeon membulat, kaget dengan apa yang Baekhyun lakukan. Namun, ahyeon tidak menolak ataupun melakukan perlawanan. ahyeon hanya terdiam melihati mata Baekhyun yang terpejam menikmati ciuman mereka.
Lama-kelamaan ahyeon terhanyut permainan Baekhyun. Tangan ahyeon diletakkan pada kedua bahu Baekhyun, meremas seragam baekhyun yang Baekhyun gunakan. ahyeon mencoba memejamkan matanya, dan menikmati bibir Baekhyun yang sedang melumat pelan bibir mungilnya. ia berusaha mengimbangi permainan Baekhyun. Tangan Baekhyun yang memeluk pinggang ahyeon mulai naik dan menekan tengkuk ahyeon.
Ciuman Baekhyun merambat turun ke leher ahyeon. Bibir Baekhyun terus mencium leher ahyeon. Baekhyun menghisap leher ahyeon seperti vampire yang sedang kehausan.
“opp…ppa jangan…” ahyeon mendorong tubuh Baekhyun menjauh.
Baekhyun menatap ahyeon dengan tatapan yang seolah-olah dapat diartikan ‘wae?’
“ini disekolah oppa”
Baekhyun menghela nafas berat.
“mianhae, aku hampir kelewatan jika kau tidak mengingatkanku chagi”
Ahyeon hanya tersenyum, “bagaimana jika kita turun?”
“mmm, baiklah”
baekhyun menggenggam tangan ahyeon. Mereka berjalan bersama di koridor sekolah. Semua tatapan mata yang ada di sana terarah kepada mereka. Baekhyun tidak peduli dengan semua tatapan itu. tapi berbeda dengan ahyeon.
“oppa, kenapa mereka melihat kita seperti itu?” ahyeon berbisik kearah baekhyun
“mereka hanya iri chagi”
“aku tidak suka ditatap seperti itu” seketika ahyeon menghentikan langkahnya. Baekhyun menautkan alisnya.
“hanya memandang ke arahku, jangan lihat mereka. Eoh?”
Ahyeon mengangguk mengerti. Mereka pun meneruskan langkah mereka. Tanpa terasa langkah mereka membawa mereka ke lapangan basket. Disana sudah ada chanyeol, suho, luhan, kai, dan kris yang bermain basket.
“baekhyun! Kau ingin bermain?” teriak chanyeol dari kejauhan.
Baekhyun menatap wajah ahyeon seolah meminta izin ‘bolehkah?’
Ahyeon mengangguk semangat. Karena sudah mendapat izin Baekhyun pun berlari ke lapangan.
“dengan begini jumlahnya akan seimbang” ucap luhan sambil menepuk pundak baekhyun.
Dari sisi lain kai masih melamun karena memperhatikan ahyeon ‘bukankah dia gadis yang tadi?’ lalu menyeringai.
Chanyeol sadar dengan apa yang dipikirkan kai. Sebagai teman dekatnya chanyeol sangat hafal arti dari tatapan kai.
“lupakanlah. Dia milik baekhyun?” chanyeol berbicara tepat di samping kai.
Kai pun melirik kearah chanyeol “mungkin sekarang tapi tidak untuk nanti?”
Chanyeol menautkan kedua alisnya “yaa! baekhyun teman kita. Ingat itu”
‘aku tidak peduli yeol. Aku harus mendapatkannya dengan cara apapun’ batin kai.
Kai hanya terkekeh pelan “ayo lanjutkan permainan?”
Permainan sangat menarik. Sorak-sorai penonton pun tak luput memenuhi lapangan itu.
“ahyeon!” ahyeon menoleh karena merasa ada yang memanggilnya. Ia melihat ji eul sedang berjalan kearahnya lalu duduk disebelahnya.
“bukankah kau dikantin?” Tanya ahyeon
“tidak jadi. Lalu kau sendiri? kenapa kau disini?”
“karena dia” ahyeon menunjuk baekhyun dengan jarinya “aku menyemangatinya”.
“dia namjachingu mu?” Tanya ji eul.
“ne” ahyeon pun tersenyum malu “ yaa! kau belum menjawab pertanyaan ku tadi?”
“aku sama sepertimu, menyemangati orang itu” ji eul pun menunjuk luhan yang sedang bermain basket.
“dia namjachingu mu?”
“ne”
Mereka pun tertawa karena aktifitas yang mereka lakukan saat ini adalah sama-sama member semangat namjachingu mereka masing-masing.
============
Pertandingan sangat menarik. Ahyeon sibuk memandang baekhyun yang sedang mencoba memasukan bola kedalam ring. Namun ahyeon merasa ada sepasang mata lain yang sedang memperhatikannya juga. Ahyeon terhenyak begitu mendapati orang itu tengah menyeringai kearahnya ‘namja itu’.
Permainan berahkir begitu baekhyun memasukan bola kedalam ring.
Baekhyun sangat senang, ia mencoba memperlihatkan itu kepada ahyeon. Tapi saat baekhyun melihat kearah ahyeon, gadis itu sedang memandang kearah lain.
Baekhyun mengikuti arah pandangan ahyeon. Betapa terkejutnya baekhyun, ketika ia melihat kai tengah memberikan seringaian kepada yeojachingunya. Akan tetapi tatapan mata ahyeon seakan terhipnotis dengan tatapan mata kai.
‘ini tidak bagus’ batin baekhyun.
Baekhyun pun ahkirnya memutuskan untuk menghampiri yeojanya itu. Merasa ada yang menghampirinya, ahyeon ahkirnya mengalihkan pandangannya dari kai.
“ahyeon-ah bagaimana permainan ku tadi?” ucap beakhyun. Ahyeon merasa terkejut dengan pertanyaan dari namjachingu nya. Ia tidak tau harus menjawab apa.
“mmm, kau sangat hebat oppa hehe” sahut ahyeon ‘mianhae’ perasaan rasa bersalahnya itu ia tutupi dengan senyuman.
“haha tentu saja” ucap baekhyun sambil mengecup bibir yeojanya sekilas.
“yaaa!” dalam waktu sekejap pipi ahyeon berubah menjadi merah.
“heeemmm. Kalian lupa ada aku disini” ji eul berdehem untuk menyadarkan pasangan itu.
seketika mereka menoleh kearah sumber suara.
“eoh, kau juga disini?” baekhyun melirik kearah ji eul.
“kalian sudah saling kenal??” ujar ahyeon.
“ne” ucap baekhyun gugup.
‘jadi selama ini ahyeon yeojachingu baekhyun? kenapa aku tidak tau?’ batin ji eul..
“chagiaaa” teriak seorang namja menghampiri mereka. Semuanya pun menoleh kearah suara.
“luhan oppa” sahut jieul.
“eoh. Ada baekhyun dan.. ahyeon-ssi kau murid baru???” ujar luhan sedikit terkejut.
“kau kenal ahyeon?” tanya ji eul..
“ne” jawab luhan.
Jawaban luhan membuat ahyeon terkejut ‘dia mengenalnya? Kenapa aku tidak’ batin ji eul
Keempat orang itu sibuk mengobrol satu sama lain.
“aku tidak tau selama ini baekhyun sudah punya pacar. jadi kalian berpacaran. Sudah berapa lama?” Tanya jieul kepada ahyeon.
“6 bulan yang lalu, kalian sudah berapa lama?” jawab ahyeon.
Luhan terdiam. Ia bingung akan menjawab apa. Luhan nampak berfikir sebentar. Pasalnya luhan tidak mengetahui sudah berapa lama mereka berpacaran, tepatnya ia selalu lupa kapan hari jadinya dengan ji eul. Menurutnya itu semua tidak penting. Yang terpenting sekarang mereka saling memiliki satu sama lain.
Luhan memandang kearah Ji eul seolah-olah mengartikan ‘sudah berapa lama?’. Ji eul membalas tatapan luhan dengan death glarenya ‘jangan bilang kau lupa Xi Luhan’.
“ahhh, kami sudah 3 tahun” ucap ji eul terkekeh.
“wah lama sekali? Hahaha. Kalian hebat” ujar ahyeon.
“hahahaha” semuanya tertawa.
==============
“jongin!” kai menoleh kearah pintu mendapati kris sedang berjalan kearahnya dan duduk disebelahnya.
“…………”
“datanglah” kris memberikan sebuah undangan kepada kai.
Kai melihat malas kearah undangan itu dan mengambilnya dari tangan kris.
“apa ini”
“aku mengadakan pesta dirumah ku datanglah. Akan ada banyak yeoja seksi disana”
Mendengar kata ‘yeoja seksi’ yang keluar dari mulut kris, kai langsung membelalakan matanya.
“baiklah aku akan datang tepat waktu” ucap kai dengan mata yang berbinar.
“tsk! Kau ini” cibir kris.
Kringg……….
Bel masuk berbunyi, semua murid masuk kedalam kelas. Kai, selesai bermain basket ia hanya duduk dikelasnya. Tidak seperti biasanya dia seperti itu. tak berapa lama kemudian lee songsaenim memasuki kelas.
“k..kau mau kemana?” kris terkejut melihat teman sebangkunya itu tiba-tiba berdiri.
Kai hanya memberikan evil smirk nya kepada kris “tunggu dan lihatlah”
“songsaenim”
Lee songsaenim yang sedang menuliskan soal matematika di papan tulis pun menoleh. “aku merasa tidak enak badan, bisakah aku beristirahat di ruang kesehatan” kai berbicara dengan wajahnya yang dibuat-buat. Matanya yang terlihat sayu tentu saja akan semakin mendukung aktingnya.
“kau sakit? Baiklah”
“gamsahamnida songsaenim” kai membukuk 90 derajat kepada lee songsaenim. Lalu ia pun pergi keluar dari ruang kelasnya.
“daebak! Aktingnya benar-benar bagus, tidak salah jika kita memberi julukan ‘kkamjong 1000 the face’ “. Ucap sehun.
Kris yang mendengar di depannya pun menoleh kearah sehun “hahaha, kau benar”
“apanya yang bagus. Bukankah ia selalu melakukan itu. Aktingku juga tidak kalah bagus dengan jongin” celetuk chanyeol.
Kris dan sehun pun memicingkan matanya kearah chanyeol.
“jeongmal?? Coba buktikan” tantang sehun.
“songsaenim” chanyeol berdiri dari tempat duduknya.
“ne, waeyo chanyeol-a”
“kepala ku terasa pusing” ucap chanyeol sambil memegang kepalanya seolah-olah kepalanya itu di hujamkan batu sebesar bukit.
“kau sakit???”
“ne” chanyeol mengangguk lemah.
Lee songsaenim berjalan mendekat kearah chanyeol, chanyeol pun merasa ketakutan, ia merasa panik dan keringat dingin membanjiri pelipisnya.
“kau sakit, mendekatlah” lee songsaenim mulai menyentuh dahi chanyeol. Lee songsaenim mengeryit kan dahinya. Merasa ada keganjilan disini. Kemudian ia berjalan ke kursi gurunya, duduk dengan tenang dan memandangi murid kelas 3-1. Menyapu pandangan yang dapat ia lihat dari kedua bola matanya. Chanyeol masih berdiri ditempatnya. Ia merasa semakin ketakutan.
“siapa lagi yang sakit, keluarlah bersama chanyeol”
Chanyeol melengos mendengarkan perkataan lee songsaenim.
“jika kalian tidak suka dengan pelajaranku, kalian bisa mengikuti jejak chanyeol dan jongin”
Chanyeol tertunduk, seharusnya ia tidak menerima tantangan sehun.
“chanyeol kau tidak perlu berpura-pura sakit seperti jongin untuk membolos dalam pelajaranku, kau bisa pergi sekarang”
“ne, tapi saem..”
Chanyeol memandangi satu persatu teman kelasnya luhan, sehun, baekhyun dan kris hanya bisa mengangguk. Tak lama kemudian chanyeol pun pergi meninggalkan kelas.
“ada lagi yang ingin keluar”
Sehun, baekhyun, kris, luhan berdiri dari bangku masing-masing, mereka berjalan tanpa dengan rasa bersalah menuju keluar pintu kelas.
Sesampainya diluar kelas….
“aku benar-benar tidak ingin keluar” ujar baekhyun
“sudah lah, sudah lama kita tidak membolos pelajaran seperti ini hhahaha” kris merangkul bahu baekhyun.
“tapi kita sekarang sudah berada di kelas 3” ucap sehun datar dengan tatapan wajah poker face nya kearah kris.
“hey ayolah, kapan kalian terahkir kali melakukannya? Eoh” kris menepuk pelan bahu kanan sehun
“saat kelas 2, kau benar hanya sekali-kali tidak papa kan hahaha” ujar luhan.
Mereka berlima ahkirnya memutuskan untuk pergi ke lapangan basket indoor yang ada disekolahan mereka, mencoba mengisi waktu kosong mereka dengan bermain basket.
Kai, orang itu benar-benar pergi keruang uks, bukan untuk mengobati sakitnya. Melainkan hanya untuk menumpang tidur di atas kasur yang empuk, beruntungnya ia tidak ada penjaga kesehatan diruangan.
==========
Sekarang kondisi kelas baru ahyeon seperti rumah yang baru saja terkena badai (?). tidak ada guru yang masuk kelas itu. jam mereka sekarang kosong.
“kapan kau pertama kali bertemu dengan baekhyun?” ujar ji eul menoleh kearah wajah ahyeon, ahyeon sendiri masih sibuk memandang ke luar jendela. wajah ji eul begitu dekat dengan pipi ahyeon. Ahyeon menoleh kesamping dan tepat mengarah ke wajah ji eul.
“omo!! Bisakah kau tidak seperti itu”
“wae? Aku suka seperti itu”
“kau tau, karena perilaku mu itu bisa menyebabkan….”
Ahyeon menghentikan perkataannya, matanya teralih kepada kelima sosok namja yang melewati kelasnya, dan ia sangat mengenal salah satu dari pria itu.
‘seperti baekhyun oppa’ batin ahyeon.
“menyebabkan apa?” ujar ji eul
Pandangan matanya beralih lagi menatap ji eul “ahh, ani lupakan saja”.
“ishh, kau ini”
Dddrrrtt..ddrrtt….
ji eul melihat ponsel nya ada sms masuk. Ia membuka pesan itu.
from : luhan oppa❤
subject : aku membolos ^^ kekeke
aku membolos dari pelajaran lee songsaenim, sekarang menuju lapangan basket indoor, bukankah saat ini kelas mu tidak ada guru? Kemarilah.. beri aku kekuatan! Aku akan bertanding basket dengan baekhyun.
“isshh apa-apaan dia,” gerutu ji eul.
“wae?” ahyeon menoleh kearah ji eul.
“luhan oppa. Ia membolos saat jam belajar saat ini”
“hahaha, biarkanlah mungkin ia jenuh”
“ada baekhyun juga disana?”
“mwo!!! Apa katamu” mata ahyeon membulat sempurna ketika mendengar perkataan ji eul.
‘jadi tadi itu memang dia’ batin ahyeon.
“tidak percaya lihat ini” ji eul menunjukan isi pesan dari luhan.
Mata ahyeon menyusuri setiap kata yang tertera di layar itu.
“aihhh, byun baekhyun!” gerutu ahyeon.
“wae? Hahaha. Biarkan saja mungkin ia juga merasa jenuh” ucap ji eul mengulang perkataan ahyeon tadi.
“ayo kita kesana” ahyeon menarik tangan ji eul keluar kelas.
=============
Kai, namja itu sedari tadi hanya memandang plafon yang berada di atasnya “dia berbeda”. Ia mendesah berat “tapi ia yeojachingu baekhyun”. kai gusar. Ia tidak bisa tidur tenang di ruangan itu. pikirannya penuh dengan yeoja itu. padahal baru pertama kalinya ia bertemu ahyeon. Kai mendudukan dirinya.
Ddrtt…ddrrtt…
Ponselnya bergetar. ia melihat ada sms masuk.
From: Xi luhan
Subject: two by two
Dimana kau? palli kemari! Lapangan basket indoor. Bantu aku melawan baekhyun, chanyeol dan sehun bermain basket. Ini pasti menarik… kekeke

‘Bertanding lagi’ lebih baik aku tidur disini.
Kai memasukan ponselnya lagi kedalam saku celananya. Ia kembali merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk itu.
Ddrrtt…ddrrtt…
Tsk! Siapa lagi yang mengganggu -_-
From: Xi luhan
Subject: taruhan!
Mereka mengajak taruhan! Palliwa jika kau menginginkan mobil sport keluaran terbaru milik chanyeol.

Taruhan! Aku bosan -_- taruhan yang tidak menarik. Kecuali……….. kai menyeringai licik. Ia pasti menginginkan lebih dari yang ditawarkan chanyeol.
Dengan cepat kai bangun dan berlari menyusul teman-temannya.
============
Ji eul dan ahyeon telah sampai. Ji eul menyipitkan matanya begitu menemukan orang yang ingin ia temui. Lapangan itu sangat sepi saat ini. Sangat mudah untuk menemukan orang yang ia cari.
Xi Luhan……
“oppa!!” teriak ji eul.
Dengan serempak kelima namja yang berdiri ditengah lapangan menoleh kearah suara.
‘omo! Ada ahyeon’ batin baekhyun. baekhyun memberikan senyum termanisnya. Mencoba meluluhkan hati yeojachingu nya yang sedang berdiri di ambang pintu. Ahyeon hanya memberikan tatapan datarnya kepada baekhyun. baekhyun melongos.
“siapa dia?” ujar sehun bingung.
“ yeojachingu luhan. Siapa namanya ya tadi. Ji na… ji hye… ji neul… “ chanyeol masih berfikir keras.
“ji eul” panggil luhan.
“ahh! Matchi!!!!!! Ji eul.. namanya Han Ji Eul” ujar chanyeol sambil menjentikkan jari tangannya.
Sedangkan sehun hanya memberikan canyeol tatapan datarnya -_-
“mmm -_- ya. Aku sudah tau. Kau terlambat hyung” sehun berkata dengan nada datar. chanyeol hanya bisa mendengus.
“hey! Kau tau kan aku masih kesulitan mengingat nama orang” chanyeol membela dirinya.
Ji eul berjalan mendekat kearah kelima namja itu. bukan! Bukan kelima namja. Tepatnya ia hanya ingin menghampiri luhan.
Luhan mengerti. Ia pun berjalan mendekat kearah ji eul yang sedang berjalan kearahnya.
Ahyeon masih berdiri diambang pintu. Yeoja itu merasa kesal saat ini. Bagaimana tidak? Baekhyun telah melanggar janji yang telah ia buat bersama ahyeon.
Melihat luhan menghampiri yeojachingu nya, baekhyun juga ingin melakukannya kepada ahyeon. Terlebih lagi ia merasa bersalah.
Ahyeon tau baekhyun sedang menghampirinya. Ia lalu buru-buru membalikan tubuhnya.
“wohoho, hati-hati nona”
Ahyeon limbung kebelakang. Tubuhnya tanpa sengaja menabrak seseorang.
“ahh, mianhae” ahyeon membungkukan badannya.
Sedangkan orang yang ditabarak ahyeon tadi hanya tersenyum.
“annyeong, kita bertemu lagi” ujar kai.
Ahyeong mengangkat kepalanya. ‘dia lagi’ batin ahyeon.
“ne hehehe” ahyeon sedikit memaksakan tertawanya.
“ahhh, kurasa ini hari keberuntunganku”
“ne” ahyeon terkejut.
Kai hanya merespon dengan senyumannya.
“Jung Ah Yeon” baekhyun memanggilnya dari belakang.
Gadis itu menoleh. Baekhyun jalan dengan tergesa-gesa menghampiri yeojanya.
‘berbahaya jika ahyeon dekat dengannya’ batin baekhyun.
“Kemari lah” baekhyun menarik paksa tangan ahyeon agar menjauh dari kai.
“ahh! Lepas”
Baekhyun melepaskan tangannya “mianhae, apa aku terlalu kasar”
Ahyeon diam. Ia hanya memegangi pergelangan tangannya yang mulai memerah karna tarikan baekhyun. baekhyun sadar akan perbuatannya. Ia lalu mengambil alih tangan ahyeon. Mengusap-usapkan disekitar pergelangan tangan yeojanya. Berharap merahnya akan hilang. Ia tidak tau. Kenapa ia bisa se emosional seperti tadi ketika melihat ahyeon berdekatan dengan kai.
“mianhae” ucap baekhyun lirih sambil masih tetap mengusap-usapkan pergelangan tangan yeojanya.
Ahyeon menarik tangannya dari pegangan baekhyun “sudahlah, kita menjadi pusat perhatian mereka” ahyeon melirik ke tengah lapangan.
‘berlebihan’ batin kai. Ia mulai masuk kedalam lapangan.
“jadikan kita bertanding, aku sudah merelakan waktu tidurku yang berharga”
“tentu saja. chanyeol sudah menaruhkan mobil sport terbarunya kepada kita” ujar kris.
“aku tidak ingin itu” sergah kai. Kemudian kai mulai berjalan kearah baekhyun dan ahyeon.
“mwo?? Bukankah kau sudah mengincar mobil chanyeol dari dulu” ujar luhan.
Kai berada di depan baekhyun. matanya memandang ahyeon sebentar. Kemudian beralih kearah baekhyun.
“aku ingin yeoja mu?” ujar kai.
Ahyeon terkejut “mwo?”. Semua pandangan mata mengarah kearah kai.
baekhyun membelalakan matanya. Tidak percaya dengan apa yang kai katakan.
“tidak! Mintalah yang lain. Jangan dia” ucap baekhyun sinis.
“bukankah biasanya kita taruhan menggunakan yeoja” kai bicara setenang mungkin.
“kau gila! Tidak dengannya. Dia milikku” baekhyun mulai emosi.
“hey! Sejak kapan kau jadi peduli kepada setiap yeoja?” tantang kai.
‘apa maksud orang ini?’ batin ahyeon
Semuanya terdiam. Kai dan baekhyun masih bertatapan satu sama lain. Atmosfir dilapangan itu seketika berubah.
“kenapa disini tiba-tiba panas ya?” bisik sehun.
Chanyeol berjalan mendekat kearah dua orang yang sedang perang mata itu. ia mencoba menghilangkan suasana yang canggung.
“ahahahaha, hey ayolah. Kalian tidak menghargaiku. Aku sudah menaruhkan mobil kesayangan ku itu” chanyeol tertawa sambil merangkul bahu baekhyun.
“kapan kita akan mulai bermain?” ujar sehun.
“hahaha. Baiklah, kajja!” ujar chanyeol semangat.
“kau duduklah disana bersama ji eul” ujar baekhyun lembut kepada ahyeon
“ne”
Ahyeon berjalan bersama ji eul ke tempat duduk di pinggir lapangan.
“sepertinya kau harus berhati-hati?” ucap ji eul sambil menatap lurus kearah kai yang sedang mendribble bola.
Ahyeon mengangguk “ne. kau benar”
Kai mendribble bolanya. Di depannya sudah ada sehun yang menghalangi. Sehun berhasil merebut bola yang ada di tangan kai. Sehun berlari kearah ring lawan. Namun saat akan memasukan bolanya kris sudah menghalaunya terlebih dulu. Kris berlari dengan terus mendribble bola. Di depannya sudah ada chanyeol yang siap menghalanginya. Tepat dibelakang kris terdapat sehun yang sedang berjaga-jaga.
‘shit!’ batin kris.
“kau terjebak” ujar chanyeol cengengesan.
Kris terpaksa melempar bolanya jauh kedepan, berharap kai bisa menangkap lemparannya. Namun sayangnya, bola itu berhasil ditangkap oleh baekhyun. baekhyun berlari sekuat tenaga. Kai mengejar baekhyun. tatapan matanya hanya terfokus pada baekhyun dan bolanya. ‘aku akan merebutnya’.
Kai sudah berlari disebelah baekhyun. ia mencoba merebut bola itu dari tangan kanan baekhyun. ketika tangannya mencoba meraih bola itu, ternyata baekhyun dengan gesit memindahkan bola itu ke tangan kirinya. Baekhyun terus berlari dan memasukan bola itu kedalam ring.
“1-0” baekhyun menyombongkan dirinya.
“masih ada 2 ronde lagi” kai menatap baekhyun dengan sinis.
“tak masalah, aku tetap akan mengalahkan mu” balas baekhyun tak kalah sinisnya.
“astaga seperti nya disini yang bersaing hanya mereka berdua -_-” ujar luhan dengan datar nya.
“ini akan menarik hyung. Persaingan yang begitu sengit” ujar sehun.
Benar saja, pertandingan berlangsung sangat sengit. Terutama kai dan baekhyun. tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain. Skor pertandingan itu sudah 2-2.
Bola sekarang berada ditangan baekhyun. kris menghalangi didepannya. Matanya focus dengan bola yang di dribble oleh baekhyun.
“tinggal sekali lagi, maka kalian akan kalah” ujar baekhyun mengeluarkan evil smirknya.
“jangan bermimpi”
“kita lihat saja” baekhyun berlari menerobos kris. Ia melindungi bola itu dengan tangan kirinya. Baekhyun terus berlari tanpa mau mengoper bola itu kepada siapapun termasuk chanyeol dan sehun. Baekhyun semakin dekat dengan ring lawan, namun ditengah-tengah permainan…
“AKHH!!! Kaki ku!” baekhyun terjatuh. Ia memegang kakinya. Sangat terlihat ia sedang merasa kesakitan sekarang ini. Ia tersandung kaki kai saat kai merebut bola itu. bola itu sudah berpindah tangan. Sehun dan chanyeol berlari menghampiri baekhyun.
Ahyeon yang melihat itu seketika langsung bangkit dari tempat duduknya. Ia berlari ketengah lapangan menghampiri baekhyun. ia menerobos sehun dan chanyeol yang sedang melihat keadaan baekhyun.
“oppa, neo gwenchana???” ahyeon sangat khawatir.
“kaki ku. Ahhkkk!” baekhyun memegangi pergelangan kakinya.
Ahyeon melihat baekhyun terus memegangi kakinya. Ahyeong menggeser posisinya lebih dekat ke kaki kiri baekhyun. Ia mulai mengulurkan celana panjang baekhyun ke atas hingga sebatas betis.
“omo!!! Kakimu terkilir parah?” ujar ahyeon panik.
“bawa ia ke ruang uks” sergah luhan.
“sini akan ku gendong kau dipunggung ku” tawar chanyeol.
Chanyeol menggendong baekhyun dipunggungnya. Ia berjalan cepat ke ruang uks agar baekhyun cepat diobati. Ahyeon dan yang lainnya menyusul dibelakangnya kecuali 1 orang.
Kai…..
Orang itu masih ditengah lapangan. Ia geram melihat semuannya. ‘tinggal selangkah lagi aku bisa mengalahkannya’ batin kai.
Ia melempar bola basket itu dengan keras. Meluapkan emosinya.
=============
Chanyeol membaringkan baekhyun ditempat tidur. Ahyeon sendiri sibuk menyiapkan es batu untuk mengompres pergelangan kaki baekhyun. kris membantu dengan membuka sepatu baekhyun.
“akhh! Pelan-pelan” rintih baekhyun.
“kau ini laki-laki. Tahan sedikit!” ujar kris.
“apa sangat parah” ucap ji eul.
“sepertinya begitu” sahut luhan.
“dimana kai?” Tanya sehun.
“tidak tau aku tidak melihatnya.” Jawab luhan.
Kringgggg…….
Bunyi bel pergantian pelajaran sudah berbunyi.
“sudah bel” ucap chanyeol.
“kalian harus kembali kekelas” sahut ahyeon.
“kau benar” jawab kris
“tapi baekhyun sedang seperti ini” sergah chanyeol
“ada ahyeon disini yang akan menjaga baekhyun, lagipula aku yakin dia lebih senang dijaga oleh ahyeon ketimbang dengan kita” ucap luhan.
“kalian kembalilah kekelas, aku tidak papa. Ini hanya terkilir” ucap baekhyun. ia tidak ingin membuat teman-temannya terlalu khawatir.
“baiklah, jika ada apa-apa beritahu aku” ucap chanyeol.
Mereka semua pergi meninggalkan ahyeon dan baekhyun, hanya berdua didalam ruangan itu.
“nahh nona jung. Mau sampai kapan kau berdiri disitu, kaki ku ini tidak akan sembuh dengan sendirinya” ucap baekhyun.
Ahyeon berjalan mendekat. Ia duduk disamping baekhyun. Menaruh kaki baekhyun yang terkilir diatas pahanya.
“neomu appo?” ujar ahyeon sambil mengompres kaki baekhyun.
“ne,, neomu neomu neomuuu appo” jawab baekhyun dengan manja.
“setelah ini kau harus kerumah sakit” ahyeon masih focus mengompres kaki baekhyun.
“shireo”
“kau harus kerumah sakit atau…” ahyeon sedikit menekan kaki baekhyun dengan kompresannya.
“aaa…aaa… baiklah baiklah” baekhyun mengalah.
“kau selalu saja begini” gerutu baekhyun.
“ini karna aku peduli padamu. Jadi tolong dengarkan aku” ujar ahyeon dengan lembut. Baekhyun senang mendengarnya. Ia merasa puas karna banyak yang peduli dengannya.
Setelah mengompres kaki baekhyun ahyeon mengambil perban disebelahnya. Ahyeon membungkus kaki baekhyun dengan hati-hati.
“sudah selesai” ahyeon meletakan kaki baekhyun dengan hati-hati.
“gomawo”
Ahyeon merespon ucapan terimakasih baekhyun dengan senyuman. ia mengambil bangku dan duduk dekat tempat tidur baekhyun.
“istirahatlah”
“kau akan tetap disini kan” ucap baekhyun khawatir.
Ahyeon mengangguk “aku disini”.
Baekhyun meraih tangan ahyeon dan menggenggamnya, “aku takut kau kabur”.
“yaa! aku tidak akan melanggar apa yang ku ucapkan” ujar ahyeon kesal.
Mendengar itu baekhyun tersadar, ia telah melanggar janjinya.
“mianhae aku melanggarnya” ucap baekhyun lirih
“kau berjanji tidak akan membolos saat kelas 3 kan”
“ne. arra. Aku sudah melanggarnya” baekhyun berbicara dengan penuh rasa penyesalan.
“jangan ulangi lagi”
“umm. Aku tidak akan mengulanginya lagi” ucap baekhyun. Ahyeon tersenyum mendengar jawaban baekhyun.
Dua jam berlalu, baekhyun dan ahyeon masih diruangan itu. baekhyun tertidur karena kelelahan dan ahyeon, mungkin ia bosan menunggu baekhyun jadi ia ketiduran juga.
“eomma,,, eomma…” gumam baekhyun dalam tidurnya.
Eomma merindukan mu baekhyun
Baekhyun kau senang?
Kau mirip sekali dengan ayahmu
Eomma menyayangimu baekhyun
Bayangan-bayangan masa lalu baekhyun muncul dalam mimpi. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. Baekhyun mimpi buruk.
“eomma!!…” teriak baekhyun. Seketika baekhyun terbangun dari tidurnya. Wajahnya pucat. Ia mendudukan dirinya.
Ahyeon terbangun dari tidurnya. Ia melihat baekhyun sudah bangun. Tapi? Kenapa baekhyun begitu pucat.
“oppa, kau sudah bangun” ahyeon memegang pelan bahu baekhyun. baekhyun diam. Ia tidak menjawab pertanyaan yeojanya.
“oppa?” ahyeon duduk disebelah baekhyun. posisi mereka berhadapan sekarang. Ahyeon menulungkupkan tangannya di kedua pipi baekhyun. sangat jelas, tatapan mata baekhyun mengartikan bahwa sedang ia ketakutan sekarang.
Ahyeon melihat jelas ekspresi baekhyun ‘apa dia baru saja mimpi buruk?’ batin ahyeon.
Baekhyun masih diam. Ahyeon mengerti dengan sikap baekhyun. mungkin baekhyun butuh ketenangan sekarang.
“baiklah” ahyeon melepas sentuhan tangannya dari pipi baekhyun. ia ingin beranjak pergi. Namun baekhyun menarik tangannya. Membawanya kedalam pelukan baekhyun.
“naega musowo” lirih baekhyun. suaranya begitu pelan. Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya. Seperti takut akan kehilangan segalanya. Baekhyun menyembunyikan kepalanya di bahu ahyeon.
Ahyeon membalas pelukan baekhyun. menepuk-nepuk pelan punggung baekhyun agar merasa lebih baik.
“tenanglah, kau hanya bermimpi buruk”
Lama mereka berdua berpelukan. Baekhyun perlahan-lahan melepaskan pelukannya. Ia merasa lebih baik. Ahyeon menatap sendu baekhyun. baekhyun mengenggam kedua tangan ahyeon.
“jangan pergi” ucap baekhyun. ahyeon mengeryit kan dahinya. Ia bingung dengan perkataan baekhyun.
“ne” ahyeon mengangguk kecil.
==============
Kringgggg…..
Bel pulang sekolah berbunyi, sorak sorai para murid terdengar sampai penjuru sekolah.
“aku akan mengantar tas baekhyun dulu” ucap chanyeol.
“emm, baiklah. hyung aku pulang duluan” ujar sehun.
“aku akan menghampiri ji eul dulu” ucap luhan
“mm, baiklah” tanggap chanyeol sambil merapikan buku baekhyun.
Kai yang sedari tadi hanya diam. Ia tidak ikut berbicara seperti teman-temannya. Ia terlalu memikirkan perkataan baekhyun.
Jangan dia, dia milikku
Kata-kata itu selalu terngiang di telinga kai ‘sejak kapan baekhyun peduli pada setiap yeoja? Apa dia sudah melupakan seorin?’ batin kai. Menjadikan hari ini sebagai hari baiknya ternyata adalah kesalahan besar.
“kai, kau tidak mau ikut?” tawar chanyeol.
Kai nampak berfikir sebentar. Jika ada baekhyun pasti ada….
“aku ikut”
‘pasti karna ada dia’ batin kris.
“kau tidak ikut?” Tanya kai kepada kris.
“tidak, kau pergi saja. aku akan menyusul sehun” jawab kris.
Chanyeol dan kai berjalan bersama keruang uks. Ditengah jalan, mereka melihat ahyeon dan baekhyun. baekhyun nampak jalan terpincang-pincang dengan sebelah tangan kanannya yang berada dibahu ahyeon.
Chanyeol berlari kecil kearah baekhyun dan ahyeon. Sedangkan kai, ia nampak berjalan santai.
“kenapa tidak menunggu dulu?” Tanya chanyeol.
“aku tidak suka berada diruangan itu terlalu lama yeol?”
“bagaimana kabar kaki mu?” Tanya kai.
“lebih baik” baekhyun sedikit memaksakan senyumannya.
“oppa, aku akan kekelas dulu. Tas ku masih disana” ucap ahyeon meminta izin.
“tidak usah” teriak ji eul.
Ahyeon menoleh. Entah sejak kapan ji eul sudah berada di depannya.
“gomawo” ucap ahyeon seraya mengambil tasnya yang ada ditangan ji eul.
“baiklah sekarang kita pulang” ujar chanyeol.
“kalian duluan saja. aku ada kencan” ucap luhan seraya menarik pinggul ji eul kearahnya. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat lengket.
“kai kau bawa mobilkan? jadi…. ” ujar chanyeol seraya merangkul pundak kai.
“ne. arra. Kuantar kalian semua pulang”
“baiklah kai sudah setuju. Ayo!”
Mereka berempat menuju parkiran. Baekhyun berjalan dengan dibantu ahyeon dan chanyeol. Sedangkan kai yang membawa tas baekhyun.
==============
*at jongin car
Baekhyun dan ahyeon duduk dibelakang. Chanyeol duduk disebelah jongin yang sedang menyetir.
Baekhyun menyenderkan kepalanya di bahu ahyeon. Tidak hanya menyender, baekhyun juga memeluk tangan kanan ahyeon dengan manja.
“hey ayolah, kalian seperti sepasang kekasih yang tidak bertemu selama belasan tahun” protes chanyeol.
“wae? Kau iri” tanya baekhyun.
“tidak, biasa saja” jawab chanyeol datar.
“sudah sampai” kai memberhentikan mobilnya.
“gomawo kai” ucap baekhyun.
“kau perlu bantuan” tawar chanyeol.
“tidak perlu. Kau sudah banyak membantuku hari ini. Gomawo yeol”
“cheonma”
“gomawo kai sunbaenim, chanyeol sunbae” ucap ahyeon
Kai melongos “ne. kau juga turun disini?”. Kai terkejut karna ia fikir, ia akan mengantar ahyeon sampai rumahnya dan bukankah itu hal bagus. Tapi ternyata dugaan kai salah.
“tentu saja. ia akan menemaniku kerumah sakit hari ini” sergah baekhyun cepat.
“sekali lagi terima kasih kai, kau TEMAN YANG BAIK” baekhyun memberikan penekanan pada kata-katanya ‘teman yang baik’. Kai merespon perkataan baekhyun dengan senyuman. senyuman yang terlihat palsu. Karna kai mengerti apa maksud baekhyun barusan. Baekhyun membuka pintu. Begitu juga dengan ahyeon.
Chanyeol hanya bisa pasrah melihat kelakuan kedua temannya itu.
================
“lupakanlah kai” ujar chanyeol. Kai masih tetap fokus menyetir.
“kau lihat situasinya kan tadi. Carilah yeoja yang lain jangan yeoja baekhyun”. kai masih diam, matanya masih fokus kearah jalanan lurus yang ada didepan matanya sekarang.
“bukankah selama ini baekhyun hanya main-main kepada setiap yeoja” kai ahkirnya ia membuka mulut.
“haaahhh~ itu dulu. Kau ingat kejadian setahun yang lalu saat ibu baekhyun meninggal?”
Kai mengurangi kecepatan mobilnya. Ia melihat sekilas kearah chanyeol.
Chanyeol meneruskan ceritanya “ saat kau diamerika dulu, baekhyun mengalami masa yang sulit. Ayahnya tidak datang saat acara pemakaman. Seorin juga malah menggantungkan hubungannya dengan baekhyun, ia malah pergi ke los angeles. Aku, sehun, kris dan luhan yang menemaninya saat itu. dia benar-benar berantakan”
“aku menyesal tidak mendampinginya saat itu” ujar kai.
“setidaknya kau datang saat pemakaman” hibur chanyeol “ahyeon yang merubah segalanya, ia sudah mengembalikan baekhyun yang dulu. Segala bentuk rasa perhatian yang tidak pernah didapat baekhyun, ahyeon bisa memberikannya. Bahkan ia bisa menutup bekas luka dihati baekhyun karena seorin”
“ne?” kai menoleh kearah chanyeol.
“tidak perlu terlalu terkejut. Kau baru kembali dari amerika 3 bulan yang lalu. Kau banyak ketinggalan”
“kapan pertama kali mereka bertemu?” tanya kai.
“mmm, sekitar 8 bulan yang lalu. Mereka bertemu di bar tempat biasa kita berkumpul”
“sudah sampai” jelas kai.
“eoh. Gomawo” chanyeol merangkul kai dan mengacak-acak rambut kai.
Setelah menurunkan chanyeol, kai kembali menjalankan mobilnya. Pikirannya penuh dengan perkataan chanyeol. Ia menginginkan ahyeon, tapi bagaimana dengan baekhyun. Kai tidak yakin jika baekhyun telah berubah. Disekolah Kai dan Baekhyun terkenal dengan ke playboyanya. Bukankah dulu baekhyun sangat menggilai seorin? Secepat itukah ia menemukan pengganti seorin. Waktu 8 bulan adalah waktu yang terlalu sebentar untuk bisa merubah sikap seseorang. Tapi tak lama kemudian kai pindah ke amerika setelah hari pemakaman ibu baekhyun. Chanyeol bilang sikap baekhyun berubah setelah kepergian ibunya.
Kai kalut dalam pikirannya sendiri “aku harus bertanya pada luhan? Ia mungkin tau?”
TBC…………..

Hai😀 gimana ceritanya? Aneh ya? Banyak typo. Maklum ini FF pertama. Kesananya akan diusahain lebih bagus lagi.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s