I Love You more than I Love Him [Part 2]

Author : Park Hyun Woo
Cast :
– Byun Baekhyun
– Lee Yeun Hee ( OC )
Other Cast :
– EXO Members ( Full Members )
– Temuin sendiri
Genre : Angst, Friendship, Romance
Rating : T / ( PG-15 )
Length : Chaptered
Disclaimer : Tokoh dan naskah cerita ini asli milik author ye, jadi jangan kayak Cherrybelle main plagiat aja! NO SILENT READERS! PLEASE COMMENT!
Author Note’s : Annyeong, ini ff pertama yang real dibuat sama author. Author masih labil alias masih pemula, jadi author minta permintaan maaf yang sebesar-besarnya kalau ini ff jelek. Jeongmal mianhaeyo.
HAPPY READING, GUYS!!
Backsound : Replay – SHINee

*Baekhyun POV
“B…bb…byun… Baekhyun?!” ucap Yeun ketika aku memeluk pinggangnya dan meletakan daguku di bahunya.
Yeah, aku sadar, besok atau bahkan sekarang aku akan diterkam ribuan wartawan, dan fans. Juga majalah pasti akan meliput adegan ini. Dan Yeun? Akan menjadi perbincangan dimana-mana. Mungkin juga dia akan di bash di dunia maya. Tapi entahlah, ada gejolak rasa hangat saat aku bersama Yeun.
Teriakan fans membahana di GBK ini. Melihat secara live aku yang memeluk seorang lucky fans. Hyahh, aku benar-benar berharap kalau Yeun tidak akan di-bash oleh fansku.

*Author POV
EXO Showcase dinyatakan telah usai, setelah acara surprise dari member EXO. EXO Showcase juga meninggalkan kecegangan yang masih terasa ketika Baekhyun memeluk seorang yeoja, yang tak lain adalah Yeun. Baekhyun memperlakukan Yeun layaknya seorang yeojachingu nya. Yeun pun merasa begitu. Ada suatu rasa yang bergejolak dalam hatinya ketika ia diperlakukan seperti itu oleh Baekhyun.
Ketika Yeun ingin segera menuju pintu keluar VIP, ternyata ada yang memanggil namanya.
“Yeun-ssi!” panggil seseorang. Suara seorang namja.

*Yeun POV
“Yeun-ssi!” panggil seseorang ketika aku melangkah menuju pintu keluar VIP.
“Ne?” jawabku dengan menoleh ke sumber suara. Omoo, ternyata aku baru sadar, yang memanggilku adalah Sehun Oppa!
“Ikut ke backstage yuk. Kami member EXO ingin berbincang-bincang denganmu” ucap Sehun dengan seulas senyum manis nya yang membuat semua yeoja luluh.
“Jinjja?” tanyaku sangsi walaupun sangat senang!
“Ne. Kajja!” jawab Sehun Oppa sambil mengamit tanganku. Huaaaaa!!! Aku sekarang benar-benar lucky fans!
@Back stage.
Terdengar keributan kecil disana. Mungkin para kru dan member EXO yang sedang berceloteh. Senyum manis masih nampak dibibirku. Begitu juga dengan pipiku, masih merona merah. Kkk~
“Annyeonghaseyo~” ucapku pada orang-orang yang berada di back stage. Member EXO lainnya tersenyum senang. Para Kru juga begitu, walaupun mereka kaget melihatku bisa ada di back stage. Dan satu orang yang sangat kaget melihat kehadiranku. Siapa lagi kalau bukan, Byun Baekhyun.
“Annyeong, Yeun-ssi” ucap member EXO serempak.
“Ah, ye~ ada apa ya?” tanyaku pada mereka setelah aku dipersilahkan duduk oleh Sehun Oppa. Baik ya?😀
“Kami ingin berkenalan lebih dekat denganmu, Yeun-ssi. Dan kalau boleh tau, berapa umurmu? Agar kami dapat memanggilmu dengan sopan.” Ucap Tao disertai anggukan dari member lain kecuali Baekhyun yang masih tetap dingin.
“Hihi, kalian itu lucu juga ya,” ucapku menahan tawa disertai dengan pipi yang mulai merona merah. “ Umurku sekarang 22 tahun, dan akan menuju 23 tahun. Kalian tidak perlu memanggilku noona, kkk~ karena berasa sangat tua kalau aku di panggil noona.” Lanjutku yang sontak membuat ke-12 member EXO ini terkaget-kaget.
“Berarti kelahiran tahun 1990?! Seperti Luhan, Kris dan Xiumin Hyung kalo begitu,” ucap Chanyeol tidak percaya, “Umurmu itu tidak cocok sekali dengan wajah cantikmu, Noona!” lanjut Kai. Omo, Kai bilang wajahku cantik? Ahh~ Kamsahamnida ne, Kai! :*
Aku tersenyum malu-malu pada mereka semua. Kulirik Baekhyun yang juga ikut terperanjat. Yeah, terpancar jelas di matanya kalau aku ini kelahiran tahun 1990. Beda satu tahun bukan dengan dia?
“Tapi aku lebih muda dari pada Luhan Oppa dan Xiumin Oppa. Dan aku justru menyukai idola yang kebanyakan member nya lebih muda dariku.” Ucapku dengan melayangkan senyum termanisku.
“Mwo?!” ucap Xiumin dan Luhan bersamaan, “ne, kkk~ aku lebih muda dari kalian,” jawabku, “memang kau kelahiran bulan dan tanggal berapa, Yeun-ah?” tanya Luhan, “Tanggal 5 bulan Juni,” jawabku disertai suara ‘oo’ dari member EXO.
“Memang siapa idola yang kau suka?” tanya Baekhyun dingin setelah percakapanku dengan Luhan dan Xiumin, “hyah! Dasar nappeun namja! Tentu saja itu kita! Benar begitu Noona Yeun?” tanya Chanyeol Oppa padaku. Aku hanya mengangguk kecil pada Chanyeol dengan melayangkan senyum termanisku lagi.
“Noona, memang namja seperti apa yang kau inginkan?” tanya Tao. Ah, suasana nya hangat sekali ini~

*Baekhyun POV
Pertanyaan Tao pada Yeun adalah pertanyaan yang aku ingin tanyakan. Aku merasa kaget, Yeun kelahiran 1990? Itu berarti tahun ini dia berumur 23 tahun? Dan benar kata Kai, umurmu tidak cocok sekali dengan wajah cantikmu, Noona! Ya harus kuakui sekarang, Yeun ternyata lumayan cantik. Dia juga friendly. Buktinya? Sekarang dia dan member EXO lainnya kecuali aku sudah akrab.
“Tentu saja lebih dewasa dari pada aku. Ya, walaupun dia lebih muda daripada aku. Dan aku menginginkan kehadiran seorang namja yang sifatnya hangat, tidak dingin seperti yang sedang duduk disebelah Tao.” Jawab Yeun sembari menunjuk ke arahku. MWO?! Kearahku?! Ya! Dasar Lee Yeun!!
“Ya! Siapa yang kau tunjuk, hum?!” ucapku pada Yeun yang sontak membuat member lain melihat ke arahku. Yah, memang dari tadi member lain sudah melihatku.
“Tentu saja kau, tuan muda Byun Baekhyun!” ucap Yeun tak kalah keras dari ucapanku tadi.
“Aissh, dasar nappeun yeoja! Jeongmal pabboya! Dimana-mana para fans itu tau kalau aku adalah member paling hangat. Eoh?!”
Yeun membalas ucapanku dengan cepat. “Dan tentu saja hanya aku yang bisa melihat sisi burukmu. Oh malang sekali para fans mu yang tidak tahu sisi burukmu yang sangat menyebalkan!” Ck! Dasar, Yeun mudah sekali membuatku naik darah.
Aku geram dibuatnya. Tanganku mengepal, mukaku memerah, tatapan mataku berkilat-kilat lebih tajam dari yang tadi.
“Tuhkan! Aku bilang apa, sifatmu itu buruk sekali, tuan muda Byun Baekhyun! Oh Tuhan, tadi malam aku bermimpi apa bisa melihat namja se-emosional dia?!” ucapnya lagi yang membuatku berlipat-lipat ingin menyumpal mulutnya.
“Ya! Dengar kau, Lee Yeun! Kalau saja kau bukan seorang yeoja, sudah ku berikan jumbo ku ke mulutmu yang sama sekali tidak bisa dikendalikan! Dan kau tau? Aku pun bertanya-tanya tadi malam aku bermimpi apa bisa bertemu yeoja kasar sepertimu,” ucapku geram. Dia hanya melayangkan smirk nya, “lihat hyung! Bahkan dia tidak tahu perbedaan mana antara artis dengan fans! Dia? Cih! Seharusnya tadi kalian tidak usah memilih dia menjadi lucky fans!” lanjutku penuh emosi. Yeun masih diam ditempatnya. Sedangkan Tao sudah menepuk-nepuk pudakku.
“Aku memang tidak pernah tahu perbandingan antara seorang artis dan fans. Yang aku tahu, hanya satu,” ucapannya terhenti. Kulihat Suho Hyung yang tadi akan mengomeliku juga terdiam. Menunggu kelanjutan dari Yeun, “kalian tidak mengerti jiwa FANGIRL! Permisi” ucapnya penuh penekanan pada kata ‘fangirl’ dan dia langsung berlari keluar dari back stage dan kulihat ia menyeka sudut matanya. Dia menangis, eoh?!
Para member yang sempat melihat kejadian langsung antara aku dan Yeun hanya bisa melongo mendengar ucapan Yeun. Aku pun segera berlari ke toilet. Frustasi tingkat tinggi!

*Yeun POV
“Ya! Dengar kau, Lee Yeun! Kalau saja kau bukan seorang yeoja, sudah ku berikan jumbo ku ke mulutmu yang sama sekali tidak bisa dikendalikan! Dan kau tau? Aku pun bertanya-tanya tadi malam aku bermimpi apa bisa bertemu yeoja kasar sepertimu,” ucap Baekhyun geram. Aku tahu dia akan melanjutkan ucapannya, jadi aku hanya memberikan smirk ku. Dan kalian tahu? Sejujurnya aku menahan air mataku, “lihat hyung! Bahkan dia tidak tahu perbedaan mana antara artis dengan fans! Dia? Cih! Seharusnya tadi kalian tidak usah memilih dia menjadi lucky fans!” lanjut Baekhyun penuh emosi. Aku masih terpaku ditempatku berada. Pendirianku goyah, selangkah lagi sepertinya aku akan menangis. Kulirik kearahnya, kulihat Tao sudah menepuk-nepuk pundak Baekhyun. Ya, aku tahu itu, sekali lagi tembok besarku pasti runtuh.
“Aku memang tidak pernah tahu perbandingan antara seorang artis dan fans. Yang aku tahu, hanya satu,” ucapanku terhenti sesaat. Yah, aku ingin mengambil nafas sekali sebelum tembokku runtuh. Kulihat Suho Oppa yang tadi akan mengomel pada Baekhyun juga terdiam. Menunggu kelanjutan ucapanku, “kalian tidak mengerti jiwa FANGIRL! Permisi” ucapku penuh penekanan pada kata ‘fangirl’ dan aku pun langsung berlari keluar dari back stage dan aku menyeka sudut mataku. Sekarang, tembok besarku sudah benar-benar runtuh.
Baekhyun brengsek!! Jeongmal nappeun namja!!! Brengsek, brengsek, brengsek!! Arghhh, sudah cukup ini terakhir kalinya kau membuatku menangis Byun Baekhyun!!! Dan aku berani bersumpah, aku yakin ini adalah pertemuan pertama juga terakhir kalinya, tuan muda Byun Baekhyun!!! Umpatku dalam hati sambil terus menyeka air mataku yang masih basah. Aku mencari dimana mobilku. Terus hingga kakiku menabrak seseorang lagi. Kenapa dia lagi?!
“Kau mau apa? Minggir!” ucapku gusar pada namja di depanku. Mataku masih merah, begitu juga dengan hidung dan pipiku. Itu membuatku tidak berani menatapnya dalam.
Oh, ternyata disini tidak hanya aku yang menangis. Lihatlah, namja itu menyeka sudut matanya yang juga basah.
“Minggir! Hah, kau menghalang-halangi jalanku saja, tuan muda!” jawabku lebih gusar dari yang tadi.
“Ikut aku!” desis nya dingin sambil menarik tanganku kencang.
“Ya! Lepaskan aku! Kau mau membawaku kemanan, huh?!” tanyaku pada namja yang masih tetap menarik tanganku kuat. Aku mendengus sebal, pasti sekarang sudah merah! Dia tak menggubrisku. Diam. Hingga kami duduk berdua di salah satu sudut GBK.
Hening. Tidak ada suara yang keluar dari aku atau pun dia. Dia hanya terdiam dengan tatapan mata kosong nya. Dan aku, tentu saja memperhatikan pergelangan tangan ku yang tadi di cengkramnya.
“Kenapa kau menarik tanganku, hah?! Sekarang merah kan jadinya.” Ucapku pada namja itu.
“Mau merah, biru, atau ungu itu bukan urusanku!” jawabnya dingin. Tatapan matanya berkilat-kilat penuh emosi.
“Yasudah, tidak ingin ada yang dibicarakan bukan? Kalau begitu aku ingin pergi. Lama kelamaan berada disini membuat napasku sesak.
“Hhh, bisakah kau diam ditempatmu sebentar, Noona?!” tanyanya masih dengan memalingkan muka.
“Hah! Percuma aku diam saja, tapi sepatah kata pun tak keluar dari mulutmu, tuan muda!” jawabku kesal.
“Okey, kalau itu mau mu, Noona! Aku hanya ingin meminta maaf. Jeongmal mianhaeyo atas kejadian tadi di back stage.” Ucapnya sedikit gusar. Aku terpaku dibuatnya. Jadi? Hanya minta maaf saja.
“Ye? Sudah kumaafkan. Tapi aku berharap ini terakhir kalinya kita bertemu dan ini terakhir kalinya kau membuatku menangis, tuan muda! Ah, apa aku sudah boleh pulang?” ucapku malas.
“Silahkan. Aku pun tidak kuat berlama-lama denganmu, Noona!” jawabnya datar, kemudian melangkahkan kakinya terlebih dahulu melewatiku.

*Baekhyun POV
Aku mencelos mendengar ucapan Yeun tadi. Padahal hyung dan dongsaengku akan mengunjungi Taman Bacaan milik Yeun. Hyah, aku sekarang frustasi! Tadi aku dimarahi habis-habisan oleh hyungku. Dan dongsaengku, semuanya mencari-cari informasi lebih banyak tentang Yeun. Alamatnya, akun twitternya, akun facebook nya, hobi nya, pekerjaannya apa. Ah pokoknya segalanya! Tapi lihat? Apa yang dia harapkan? Dia justru mengharapkan agar pertemuanku dengannya di GBK ini adalah pertemuan terakhir.
Semua hyungku, mulai dari Luhan, Xiumin, Kris, dan Suho memintaku untuk mencari keberadaan Yeun. Mereka memintaku untuk meminta maaf padanya. Untung saja aku bertemu dengannya di salah satu sudut GBK.
Aku memasuki ruang ganti. Disana ada beberapa member yang belum mengganti pakaian mereka. Dan masih berkutat dengan iPad atau notebook mereka. Disana juga telah ada member EXO lainnya yang sedang menunggu jawaban dariku. Yeah, tadi Suho hyung menyuruhku untuk mengganti pakaianku terlebih dahulu setelah itu baru mencari Yeun. Karena hyung bilang, setelah mendapat maaf dari Yeun, kami semua akan kembali ke hotel.
“Hyung!! Aku mendapat informasi tambahan tentang Yeun Noona!” ucap Tao pada Chanyeol yang duduk di sebelahnya.
“Ye~ aku juga mendapat informasi baru tentang dia. Lihatlah, dia menyukai warna yang hampir sama dengan Baekhyun. Warna putih!” sorak Chanyeol tak kalah heboh.
“Ne! coba lihat ini hyung!” Tao menyodorkan iPad nya padaku. Dan kulihat profile pribadi nya di blog miliknya. For 48, it’s my favorite number! Aku menelan ludahku dengan susah payah. 48? Bukankah itu angka favoritku? Dan, tadi apa yang Chanyeol bilang? Yeun menyukai warna putih? Bukankah itu satu dari 3 warna yang aku suka?
Aku masih terpaku ditempatku. Tatapanku kosong. Pikiranku melayang entah kemana. Dan untung saja, teriakkan Suho hyung membuatku tersadar kembali. “Ya! Kalian mau sampai kapan disitu terus, hah? Ayo cepat berganti baju dan segera pulang ke hotel! Kalian tidak melihat apa? Mata Bacon saja sudah seperti mata panda, kkk~” ujarnya sambil melirik kerahku yang masih terpaku dengan iPad milik Tao dan pikiranku yang hanya diisi oleh Yeun.
Kami tiba di hotel tempat kami menginap saat jam menunjukkan pukul 1 pagi waktu Indonesia. Dan Suho dan Kris hyung bilang kalau kami akan menuju Taman Bacaan milik Yeun pada pukul 8 pagi nanti. Luhan ditemani Sehun juga sudah berbicara pada manager kami.
Hyahh, aku segera menuju ke kamarku. Ingin sekali bertemu dengan bantal guling dan kasur yang empuk. Tetapi suatu pemandangan membuat mataku seakan tak jadi mengantuk. Aku melihat yeoja itu. Dengan siapa dia? Mengapa yeoja itu tahu kalau aku berada di hotel ini?
Segera ku tepuk pundak Chanyeol. Ingin memastikan bahwa yeoja yang aku lihat adalah Lee Yeun Hee atau bukan. Dan ternyata tebakanku 100% benar! Chanyeol mengangguk disertai senyum manisnya. Aissh, polosnya dia.
“Hyung! Apa itu Yeun? Dengan siapa dia?” tanyaku pada Suho yang berjalan bersama D.O
“Dengan Appa nya. Apa kau tidak tau? Appa Yeun adalah pemilik perusahaan terkenal Lee Corporation!” Aku melongo mendengar jawaban dari Suho Hyung. MWO? Lee Corp?! Bukankah itu perusahaan terkenal di Seoul? Omo, apa Yeun melaporkan kejadian tadi pada Appa nya? Astaga, Yeun tidak se-manja itu.

*Yeun POV
Aku bersama appa dan eomma menuju salah satu hotel di Jakarta. Aku tidak tahu, kalau ternyata itu adalah hotel yang ditempati oleh boyband EXO. Hatiku mencelos, ketika melihat Baekhyun dengan penyamarannya. Aku sudah melupakan kejadian beberapa jam yang lalu.
Aku disini hanya untuk mengantar appa dan eomma untuk menginap semalam, karena besoknya mereka akan kembali ke Seoul. Berbarengan dngan jadwal terbang boyband EXO. Aku ingin sekali pergi bersama mereka kembali ke Seoul. Namun, eomma bilang padaku kalau nanti aku ikut bersama mereka, siapa yang akan menjaga Taman Bacaan dan Café?
Ya, selama di Indonesia, aku mendirikan sebuah Taman Bacaan untuk anak jalanan. Aku dibantu oleh kakakku—Lee Sungjin. Dan tentu saja, Sungjin oppa membawa yeojachingu nya Jung Soojung. Sungjin Oppa beberapa tahun terakhir memutuskan untuk kembali ke Seoul. Dan sekarang yang mengurus Taman Bacaan hanya aku seorang diri. Kadang-kadang datang sih teman-teman kuliahku.
Dan Café itu adalah usaha eomma dan appa selama di Indonesia. Eomma dan appa berkolaborasi dengan mengisi daftar menu di Café tersebut dengan masakan dari Indonesia dan Korea. Tak jarang teman-teman satu kampusku datang ke café ini. Karena hampir sebagian besar teman-teman di kampusku itu adalah seorang K-popers.
Lamunanku buyar ketika seseorang menyentuh pundakku. Ternyata Eomma.
“Apa yang kau lihat, Yeun-ah?” tanya Eomma padaku.
“Ah, anni eomma. Apa sudah selesai memesan ruangannya? Aku ingin segera pulang eomma! Lihatlah, sudah jam 1 sekarang, bagaimana jika besok pagi aku terlambat menjaga Taman Bacaan dan café?” ujarku panjang lebar agar meyakinkan eomma bahwa tadi aku tidak melamun.
“Sudah selesai dari tadi, hanya saja Appa sedang berbincang-bincang dengan salah satu anggota boyband itu!” ucap Eomma seraya menunjuk member EXO
Aku terpaku lagi di tempatku. Ada hubungan apa antara Appa dan Suho Oppa? Batinku ketika melihat Appa sedang berbincang dengan Suho Oppa.
“Yeun-ah!” panggil Appa padaku yang sontak membuatku terkesiap.
“Eh…oh…ne? Appa memanggilku?” ucapku gugup.
“Kkk~ pikiranmu sekarang sedang dimana, Yeun-ah? Tentu saja Appa memangilmu.” Ucap Appa yang membuatku tersipu malu karena hampir sebagian member EXO melihat kearahku.
Aku berjalan menuju Appa dengan diikuti Eomma dibelakangku.
“Annyeong haseyo, Lee Ajumma!” sapa member EXO serempak dengan ramah dan membungkuk pada eomma.
“Annyeong. Wah, kalian kuat sekali, baru selesai konser tapi masih semangat!” ujar eomma dengan senyuman yang mengembang jelas diwajahnya yang sudah terlihat sedikit berkeriput.
“Yeun-ah, mereka semua bilang, kalau esok hari pukul 8, mereka akan mengunjungi Taman Bacaan dan Café.” Ujar appa diikuti dengan senyum manis dari Suho Oppa.
Mwoya?! Aku pikir ini adalah hari terakhir mereka di Indonesia, ternyata besok pagi mereka akan mengunjungi Taman Bacaan dan Café yang dikelola olehku dan keluarga. Itu artinya, besok aku akan bertemu lagi dengan Baekhyun? Aishh, menyebalkan!
***
Pukul 06.00 WIB
Aku menyempatkan sebentar berkutat dengan laptopku. Mencari berita baru tentang EXO Showcase semalam. Dan apakah para Exotic akan me-judge ku di jejaring sosial? Aku rasa jawabannya adalah, iya.
Benar saja, hampir sebagian stasiun teve memuat berita tentang aku—si lucky fans. Dan hampir seluruh majalah trendy, akan mengosongkan sebagian lembarnya untuk memuat beritaku. Tidak hanya itu, ketika aku membuka akun twitter dan facebook ku, benar saja, para exotic sudah me-judge ku. Hah, padahal aku salah apa?
Aku membaca salah satu artikel yang menyangkut perusahaan Appaku. Dengan judul “Anak Lee Corporation, jadi Lucky Fans di konser EXO?” ada juga yang memuat, “EXO Showcase heboh dengan seorang fans.” Dan masih banyak lagi artikel yang dengan kata kunci ‘exo showcase indonesia’.
Aku menghela napas panjang. Sebegitu tersiksa nya kah di bully oleh fans yang sama-sama menggilai idol bimbingan SM Entertainment ini? Ada satu mention dari fans EXO yang sepertinya semalam tidak menonton konser secara langsung.

“Eonnie, apa benar, sebelum konser dimulai, eonnie ditabrak oleh Baek Hyun Oppa? Lalu, bagaimana kau bisa jadi lucky fans dadakan?!”

Mwoya? Bagaimana anak itu tahu kalau sebelum konser dimulai aku sempat ditabrak Baekhyun? Dan kenapa pula dia bisa mengira bahwa aku menjadi lucky fans dadakan? Oh my god! Bantu aku keluar dari jarang laba-laba yang rumit ini!

*Baekhyun POV
Pukul 06.30 WIB
Huh, kenapa aku bisa bangun sepagi ini? Padahal semalam kan aku tidur kurang lebih pukul setengah 2. Mengapa jadi bangun pukul setengah 7? Aishh, sudahlah. Sudah terlanjur.
Aku berjalan gontai menuju toilet. Terlihat mukaku jauh lebih segar dari sebelumnya. Dan tiba-tiba, satu pikiran melintas di otakku. Bangun pagi-pagi, lebih baik utnuk mencari tahu kabar tentang konser semalam. Juga kabar, Yeun. Apakah dia di-bully atau tidak. Batinku. Dengan segera, aku menyalakan iPad ku dan langsung membuka website-website baik dari Korea ataupun Indonesia.
Dan dalam sekali search ‘exo showcase indonesia’ langsung saja bertebaran artikel-artikel yang tentu saja sebagian besar adalah berita tentang Yeun, si lucky fans. Aku menghela napas panjang. Ternyata para wartawan seperti ini, dan para fans juga begitu jahat pada Yeun. Padahal Yeun kan sama seperti mereka—sebagai fans EXO.
“Sedang apa, hyung? Tumben bangun gasik sekali.” Ucap Sehun mengkagetkanku.
“Molla, entah kenapa aku tiba-tiba bisa bangun sepagi ini. Oh iya, coba kau lihat ini.” Kusodorkan iPad ku pada Sehun. Dan sepertinya dia terbelalak, karena layar iPad ku sepenuhnya menunjukan artikel-artikel tentang EXO Showcase semalam.
“Hyung, inii??” tanya Sehun tak percaya, “Ye, tadi saat aku bangun terlalu pagi, aku memutuskan untuk mencari berita baru, dan alhasil?” jawabku dengan helaan napas pasrah. Dan kulihat muka Sehun sedikit prihatin denganku. Mungkin ia takut aku terkena skandal, tapi ini kan hanya sebagian dari konser, bukan skandal seperti foto mesra atau sebagainya. Lagi pula Changmin dan Kyuhyun hyung juga pernah begitu kan dengan fans nya?
“Hyung! Segera ke rumah Yeun sekarang!” ucap Sehun setengah berteriak.
“Mwo?! Ini masih pagi sekali Hun-ah… lagian apa kau tidak tahu? Member lain saja masih terlelap”
“Akan kubangunkan satu persatu dengan menunjukan berita di iPad mu ini, hyung!”
“Ya! Jangan bilang kau akan membuat member lain pingsan atau pun sakit jantung!” cegahku sebelum akhirnya Sehun memasuki kamar Luhan.
“Terlalu lebay kau, hyung!” ucap Sehun sambil terus menuju kamar Luhan.
Sepertinya, rencana Sehun kali ini berhasil. Lihat saja, Luhan Hyung sudah menampakan muka paniknya ketika ia keluar kamar. Sehun memasuki kamar member satu-persatu dan dalam hitungan menit, semua member sudah terbangun. Pakai jurus apa dia, bisa membangunkan ke-10 member lainnya.
“Ya! Sehun-ah, apa yang sedang kau lakukan?! Kau mengganggu tidur ku saja!” oceh Lay dari dalam kamarnya.
“Mm…mmi…mian hyung, aku hanya membangunkanmu karena, Baekhyun sedang dalam masalah!” ucap Sehun sedikit terbata.
“Mwoya?! Masalah apa?” tanya Lay tersentak kaget.
“Ayo, makannya keluar!!” teriak Sehun. Aisshh, dasar tidak sopan sekali ini bocah.
“Ada masalah apa kau, Baekhyun?” tanya Suho Hyung padaku.
“Anniyo, Hyung! Hanya saja… Yeun sedang di-bully oleh para Exotic. Kemudian, berita yang aku memeluk Yeun juga sudah tersebar di jejaring sosial. Aku pikir ini biasa saja, bukan skandal seperti foto mesra atau sebagainya. Hanya saja, Sehun membesar-besarkan masalah ini, hyung!” jelasku panjang lebar pada Suho Hyung, dan member lain hanya manggut-manggut dan ber-‘oo’ ria.
“Yasudah, sebaiknya kita berangkat pukul setengah 8 saja. Sekarang kita siap-siap untuk membersihkan badan dan sarapan.” Ujar Kris Hyung.
“Kalian bersiap dulu saja, aku akan memanggil room service disini untuk membawa makan pagi!” ujar D.O
Aku melangkah gontai menuju kamarku. Mengambil iPad ku yang sudah sejak tadi tergeletak di meja. Layarnya masih menampilkan berbagai artikel yang menyangkut nama ku, EXO, dan Yeun. Hhh, aku berharap masalah ini tidak akan menjadi skandal yang semakin rumit.

*Yeun POV
Setelah me-reply mention yang tidak terlalu ribet dari fans Shiners ( baca : fans Baekhyun ) dan Exotic, aku melangkah menuju dapur. Pukul 7 pagi.
Appa bilang kalau pagi ini member EXO akan berkunjung ke rumahku. Sekalian melihat Taman Bacaan juga Café. Lee Yoon Woo ternyata dekat dengan keluarga Suho Oppa. Dan ketika appa bertemu Baekhyun, appa langsung kaget, karena ia juga bertemu dengan anak Tuan Byun.
Suara bel dipencet sangat memekakan telingaku. “Iya, tunggu sebentar!” ucapku setengah berteriak lantas langsung berlari menuju pintu.
“Oppa!!!” teriakku ketika kulihat tamu yang datang adalah Lee Sungjin.
“Yeun!!!” teriak Sungjin Oppa tak kalah keras dariku. Sungjin Oppa memelukku erat. Aku pun balas memeluknya.
“Appa dan Eomma sedang dalam perjalanan ke Seoul. Kenapa Oppa malah pulang ke Indonesia?”
“Mwo? Appa dan Eomma sedang pergi ke Seoul?! Yah, mengapa mereka tidak bilang padaku?” ucap Sungjin Oppa lemas.
“Kkk~ salah siapa kau tidak menelpon mereka! Oh ya, kemana Eonnie Krystal?” tanyaku lagi pada Sungjin Oppa.
“Krystal sedang ada syuting drama film terbarunya. Jadi dia tidak bisa ikut ke Indonesia. Apa kabarmu baik-baik saja? Ayo dong, ajak Oppa masuk, kau tega sekali membiarkan kakakmu berdiri di depan rumah!” oceh Sungjin Oppa.
“Kabarku baik, bagaimana dengan Oppa? Ah, iya! Aku terlalu kangen dengan Oppa, jadi sampai tidak menyuruh Oppa masuk. Ayo, masuk Oppa!” ujarku dengan senyum yang masih mengembang.
“Kabar Oppa juga baik. Yeun-ah, kemungkinan besar, bulan depan Oppa akan menikah dengan Krystal!” ucap Sungjin Oppa setelah kupersilahkan duduk di sofa ruang keluarga.
“Ye?! Waahh, chukkae Oppa! Aku senang sekali mendengarnya!”
“Gomawo ne Yeun-ah. Lalu bagaimana? Adakah namja yang berhasil memikat hatimu? Kkk~!” tanya Sungjin Oppa kemudian terkekeh pelan.
Kurasakan pipiku sekarang sudah memerah. Hyahh, ternyata sifat Sungjin Oppa dari dulu tidak berubah. Suka sekali menjahiliku.
“Ihh, oppa apa-apaan sih? Ah ya, nanti pukul 8 pagi, ada member EXO yang akan datang kesini. Oppa mau membantuku menyiapkan kue atau masakan?” tanyaku mengalihkan topic pembicaraan.
“Mwoya?! Boyband bimbingan SM Entertainment itu?!” tanya Sungjin Oppa tidak percaya.
“Ne. Kau kaget, eoh? Semalam saja aku menjadi lucky fans nya saat mereka konser!” ujarku sambil berjalan ke dapur.
“Ye?! Aku tidak habis pikir kenapa mereka bisa memilih adikku yang jauh dari kata cantik.” Ucap Sungjin Oppa santai. Langsung saja kulayangkan jitakanku di kepala nya itu.
“Ya! Appo!”
“Salah mu sendiri, Oppa! Ya! Bagaimana, kau mau membantuku atau tidak?” tanyaku sekali lagi pada Sungjin Oppa.
“Tentu saja mau! Kau kan tidak pandai memasak!” ledek Sungjin Oppa lagi padaku. Aishh, membuatku ingin menjitak berkali-kali kepala nya itu.

*Author POV
Yeun dan Sungjin terlalu asik memasak. Sehingga mereka membiarkan bel yang sedari tadi dipencet. Dan pintu masuk yang terbuka lebar. Membuat ke-12 member EXO mengernyit penuh kebingungan. Apalagi ditambah melihat koper besar milik Sungjin tergeletak begitu saja di sebuah sofa.

*Baekhyun POV
Aishh, ini benar rumah yeoja itu? Mengapa pintu terbuka lebar, kemudian tergeletak sebuah koper besar? Dan, eits tunggu dulu! Ada suara tawa dari arah dapur. Apa yang terjadi ini?
Setelah meminta ijin pada satpam keluarga Yeun, kami dibolehkan masuk ke rumah Yeun. Ruang keluarga yang berhadapan dengan dapur membuatku dapat melihat jelas seorang yeoja dan seorang namja sedang tertawa bersama. Namja itu memegang tangan seorang yeoja yang sedang mengocok telur.
Sekelebat pikiran tentang yeoja itu muncul dalam pikiranku. Tanpa mempedulikan sopan santun serta image ku sebagain salah satu member boyband terkenal, aku dengan lancangnya menuju ke arah dapur.
“L…lee…Ye…yeun?!”

TBC
Wuahhh, TBC nya gaje ya? Iya, karena aku udah gatau mau nulis apa lagi. Comment please!

One comment

  1. myeondeong · February 10, 2014

    Pasti baekhyun bakalan salah paham deh ,,,, :p

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s