Under The Rain

Tittle : Under the rain
Author : @Kiddoyeoja
Genre : Romance, Fluff
Length : 1000 word>
Cast : • Oh Sehun
• Lee Minah (OC)
• Park Chanyeol

“Mengagumimu adalah hobiku.
Memandangmu dari kejauhan adalah kebiasaanku.
Memilikimu adalah impianku.
Aku mencintaimu Lee Minah” –Sehun

***

Hari ini seperti biasa Sehun memandangi gadis berambut gelombang itu dari jarak 1 km. Terus memperhatikan gerak geriknya. Hanya itu yang bisa dia lakukan.
Sehun pengecut.
Yah sangat pengecut.
Dia tidak berani mendekati atau menyapanya lebih dulu. Dia terlalu takut dan terlebih dia tidak bisa menahan detak jantungnya yang selalu bertalu-talu jika dekat dengan Minah. Hanya dengan memandangnya dari jauh dia sudah sangat bahagia. Seperti mengintip surga.
Jika sehari saja matanya tidak memandang Minah dia gelisah. Terasa ada yang salah pada dirinya. Semua akan benar jika dia sudah memandang Minah. Baginya Minah seperti narkoba yang bisa membuatnya kecanduan. Baginya Lee Minah adalah heroinnya. Dia mencintai gadis itu melebihi dia mencintai dirinya sendiri.
“Sehun-ah!”
“Yak! Sehun-ah!! Kau dengar aku tidak?” Teriak Chanyeol dengan kesal.
“Eoh? Kau bicara apa tadi?”tanya Sehun dengan wajah polos setelah mengalihkan pandangannya dari Minah walau sebenarnya dia tidak rela melewatkan sedetik pun untuk memandangnya.
“Aish. Lupakan saja”
“Yak. Jangan begitu! Baiklah sekarang aku akan mendengarkan dongengmu”
“Cih. Memangnya apa yang ada di otakmu itu sih?”
Sehun terdiam.
Dia sedang berpikir. Apa dia harus menceritakan ini pada Chanyeol? Mengingat Chanyeol adalah orang yang selalu menemaninya dan membantunya. Dia sering mentraktir Sehun di kantin. Meminjamkan uang padanya saat dia butuh.
Menemaninya bermain di game center. Menggoda noona-noona di jalan saat pulang bersama. Dan bahkan Chanyeol sering memberikan saran pada Sehun. Walaupun saran yang diberikan terkadang konyol. Dan akhirnya Sehun pun berniat memberitahu Chanyeol.
Dia menghela nafas panjang. “Aku menyukai seseorang”
“Wow. benarkah? Apa dia cantik? Seksi? Punya kaki jenjang? Seperti apa dia? Ceritakan padaku!” Tanya Chanyeol bertubi-tubi.
“Itu dia disana.” Sehun menunjuk seorang gadis berambut gelombang panjang yang berada dibawah pohon dengan earphone ditelinganya.
“Lee Minah?? Kau menyukainya?” Pekik Chanyeol cukup keras hingga mampu membuat orang disekelilingnya menatapnya.
Dengan segera Sehun langsung membekap mulut Chanyeol.
“Ssstt.. bagaimana jika dia dengar?” Kata Sehun sembari melepaskan tanganya dari mulut Chanyeol.
“Bukankah itu bagus?”
“Cih. Apanya yang bagus.”
“Kau harus memberitahunya jika kau memang menyukainya.”
“Kurasa tidak. Dengan melihatnya saja aku sudah bahagia.”
“Pengecut kau Sehun!”
“Bagaimana jika dia tidak menyukaiku? Atau bagaimana jika dia menyukai pria lain?”
“Maka dari itu kau harus membuatnya menyukaimu juga”
Sepanjang hari itu perkataan Chanyeol selalu terngiang di kepalanya.
“Pengecut kau Sehun”
‘Ya. Benar aku memang pengecut.’ Batinnya.
“Maka dari itu kau harus membuatnya menyukaimu juga.”
‘Bagaimana caranya membuat Minah suka padaku?’ pikir Sehun.
Hanya itu yang ada dikepalanya saat ini. Memikirkan cara mendekati gadis itu dan membuatnya suka.
Hingga tanpa sadar hujan pun turun. Sehun menghentikan langkahnya dan menatap hujan. Dia teringat bahwa ibunya menaruh payung di tas ranselnya. Karena menurut ramalan cuaca hari ini akan turun hujan dan benar saja. Dibukanya payung merah itu bersiap menghadang hujan dibawah payungnya. Namun niatnya itu tertunda ketika seseorang memanggil namanya dengan ragu. Sehun tahu betul suara siapa itu. Hingga jantungnya kini bergetar hebat. Ditolehkan kepalanya menghadap si pemanggil. Didapatinya gadis cantik itu tersenyum manis pada Sehun. Membuat jantung Sehun semakin memberontak minta dikeluarkan.
“Wae?” Ucapnya berusaha menutupi kegugupannya.
“Bolehkah aku ikut bersamamu? Mm.. hanya sampai halte bus saja. Bolehkah?” Tanya Minah hati-hati dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah cantiknya.
Tanpa perlu berpikir sampai beribu kali Sehun menganggukan kepalanya. Hatinya bergejolak senang. Dia bisa berdekatan dengan gadis impiannya bahkan tanpa rencana apapun. Wow ini benar-benar hebat. Dia harus menceritakan ini pada Chanyeol.
Perlahan gadis itu mendekat kearah Sehun dengan canggung. Mendekat hingga ujung bahu mereka bersentuhan. Membuat jantung Sehun semakin bertalu-talu.
Dua insan itu berjalan berdampingan dibawah payung merah yang diguyur hujan. Kecanggungan menghiasi setiap langkah mereka. Sampai pada akhirnya salah satu dari mereka angkat bicara.
“Kau Oh Sehun kan? Aku Lee Minah. Senang mengenalmu”
“Neh. Senang mengenalmu juga Minah-ssi”
Jantung Sehun semakin berulah akibat pertanyaan gadis itu.
Membuat Sehun takut jika debaran jantungnya terdengar oleh Minah.
Mereka kembali dalam suasana kecanggungan. Dan tidak terasa halte bus sudah berada dihadapan mereka.
“Ah sudah sampai. Terimakasih banyak Sehun-ssi” gadis itu membungkukan sedikit badannya.
“Kau pulang naik bus?”
“Tidak. Aku hanya perlu jalan sebentar lagi. Rumahku tidak jauh.”
“Biar kuantar kau sampai rumah”
“Tidak usah. Rumah kita tidak searah Sehun-ssi. Kau harus kearah kiri sedangkan aku ke kanan.”
“Bagaimana kau bisa tau arah rumahku?”
“Ah itu….” gadis itu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Ayo kuantar kau sampai rumah.”
“Kau benar-benar mau mengantarku?”
Sehun mengangguk ringan. “Ayo nanti kau bisa flu”
Mereka kembali berjalan berdampingan menyusuri hujan. Senyum malu-malu menghiasi wajah mereka berdua. Dan hujan semakin deras mengguyur kota seoul. Payung merah kecil itu tak mampu melindungi dari hujan karena memang payung itu hanya untuk satu orang. Sehun memiringkan payung yang dipegangnya ke arah Minah membuat ujung bahu satunya basah terkena jatuhan air. Minah yang melihat itu segera memiringkan payungnya ke arah Sehun.
“Bahumu basah. Nanti kau sakit.” Ujar gadis itu pelan.
“Aku tidak apa-apa.” Ujar Sehun sembari memiringkan payungnya lagi.
“Jangan seperti itu. Aku tidak mau kau sakit”
Deg.
Jantung Sehun terasa bergemuruh mendengar tuturan gadis itu.
“Tenang saja. Aku tidak apa-apa”
Gadis itu menarik Sehun mendekat lebih lagi. Membuat bahu mereka bergesekan setiap melangkah.
“Begini saja agar bahumu tidak basah” kata Minah seraya tersenyum kecil pada Sehun. Melihat gadis impiannya tersenyum membuat dadanya bergejolak dan akhirnya dia ikut tersenyum membalasnya.
“Apa masih jauh?”tanya Sehun. Dalam hati Sehun berdoa agar Minah lupa dimana rumahnya agar dia bisa bersama dengannya lebih lama lagi.
“Sebentar lagi sampai” jawabnya membuat Sehun kecewa.
Tubuh Minah gemetar karena hawa dingin menghantam tubuhnya. Sesekali Minah menggesekan telapak tangannya mencari kehangatan. Sehun yang melihat itu segera melepas jas sekolahnya dan menanggalkannya di bahu Minah.
“Kau kelihatan pucat”

Mata Sehun menulusuri wajah cantik Minah yang terlihat Pucat. Jarak mereka sangatlah dekat hingga bisa mencium aroma tubuh masing-masing. Dan entah siapa yang memulai lebih dulu bibir mereka sudah terpaut. Saling mengecup satu sama lain. Kecupan lembut yang meluapkan perasaan mereka. Detik kemudian bibir mereka terpisah untuk mengambil nafas.
“Aku menyukaimu Lee Minah.” Bisik Sehun.
“Aku sangat menyukaimu. Aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Aku tidak berani mendekatimu terlebih dahulu karena aku takut kau membenciku. Kau tahu? Aku sangat frustasi memikirkan cara yang tepat untuk mendekatimu dan-”
Cup.
Minah mengecup bibir Sehun untuk menghentikan kalimatnya. Dan itu berhasil.
Kini Sehun terdiam.

Terlalu terpesona akan tingkah laku gadis itu. Minah mendekatkan dirinya pada Sehun.
“So, kau mau menjadikanku pacarmu?”bisik Minah menggoda Sehun.
“Tidak.”
Minah menghernyitkan dahinya bingung.
“Aku mau menjadikanmu milikku selamanya.” Bisik Sehun membuat pipi Minah merona. Membuatnya terlihat sangat cantik.
“Aku bersedia” ujar Minah pelan.
Senyum terus mengembang di wajahnya. Sehun menggenggam tangan Minah erat. Kehangatan menjalarkan ke seluruh tubuh Minah. Membuatnya merasa hangat dan nyaman. Kini tubuhnya tidak bergetar tapi dadanya-lah yang bergetar luar biasa.
Kedua insan itu menikmati tangan mereka yang saling terpaut di bawah hujan.
Kini Sehun sudah mendapatkan gadis yang selalu dikaguminya. Bahkan dia belum merencanakan strategi untuk mendekatinya. Akan tetapi tuhan telah memberikannya kejutan.
-END-

2 comments

  1. Rita Clouds · February 6, 2014

    ow ow ow gtu two🙂

  2. myeondeong · February 11, 2014

    Jiaaaaahhhhh gaa perlu rncana buat dketin minah ehhhhh malah dbantu sama hujaaaannn🙂

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s