You Should Be Mine (Chapter 2)

fanfiction 5

Title : You Should Be Mine [Chapter 2]
Author: J.A.Y
Genre: Romance, school life
Main Cast:
1. EXO-K Kai
2. EXO-K Sehun
3. EXO-K Chanyeol
4. EXO-K Baekhyun
5. Jung Ahyeon (OC)
6. Han Ji Eul (OC)
7. EXO-M Kris
8. EXO-M Luhan
Rating: PG-17
Length: 5,640 word
Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di http://www.saykoreanfanfiction.wordpress.com Terimakasih~😀

****************

luhan memiringkan kepalanya. Dan 5 detik kemudian, bibir seksi luhan telah mendarat dibibir manis milik ji eul. Dengan pelan luhan menggerakkan bibirnya yang menempel dengan bibir ji eul. Yang ada dipikirannya hanya, “Bibir milik yeoja ini.. terlalu manis”. Pikiran itu sontak membuat luhan lepas kendali. Ia langsung mengambil tengkuk ji eul, mencoba untuk memperdalam ciumannya. Ji eul yang notabene yeoja pemilik bibir manis itu menikmati sensasi yang luhan berikan. Ia mulai duduk dipangkuan luhan.
luhan mendongkak untuk mencium ji eul lebih dalam lagi, ji eul pun mengalungkan tangannya dileher luhan. ji eul sedikit mendesah saat luhan menggigit bibir bawahnya, dan itu refleks membuat ji eul membuka mulutnya. luhan memasukkan lidahnya kedalam mulut ji eul. Menyentuh segala yang ada didalamnya. Dan menggelitiknya. Mereka terus saja berciuman sampai melanjutkan ketahap yang lebih ‘panas’. Luhan semakin mengeratkan tangannya yang bertautan dengan tangan Ji Eul. Ia memperdalam ciumannya pada Ji Eul. Di apartemennya, sepasang remaja itu sedang ‘bermesraan’ sekarang.
Tiba-tiba…
Dddrrrtt…dddrttt….
Ponsel luhan berbunyi. Tapi sang pemilik masih sibuk dengan ciuman ‘panas’ nya. Ia menghiraukan panggilan diponselnya.
Dddrrrttt…dddrtrrrttt….
Ponsel luhan berbunyi lagi. Luhan merasa terganggu. Ia ahkirnya melepaskan ciuman ‘panas’ nya bersama ji eul. Ekspresi wajah ji eul nampak mengisyaratkan kekecewaan. Luhan meraih ponselnya yang berada di atas meja. Ia mengeryit kan dahinya.
“siapa yang menelfon?” tanya ji eul.
“kai” jawab luhan.
‘mengganggu saja’ batin ji eul.
“angkatlah, sepertinya itu penting?”
Luhan mengangkat panggilan dari kai “yeobseyo”.
“kau dimana??” sergah kai.
“di apartemen ku. Wae?”
“aku ingin bertanya sesuatu. Aku akan kesana”
“yaaa!!! Jangan!” cegah luhan
“wae? Aku sudah dekat”
“jangan kesini! Aku sedang dengan ji eul disini”
“tsk! Aku janji tidak akan mengganggu ‘acara’ kalian.”
Luhan nampak berfikir dua kali “tapi……”.
Ttuuutt…tttuuutttt….
Kai memutuskan panggilannya.
“aisshhh!” gerutu luhan.
“dia kesini?” tanya ji eul
Luhan mengangguk pasrah “hah~ padahal kita hampir memulainya?”
Ji eul terkekeh geli “tahan saja hahahaha”
Luhan mendelik kearah ji eul “kita lakukan selagi kai belum datang”. Luhan segera memajukan tubuhnya lebih dekat dengan tubuh ji eul. Ketika hendak mencium ji eul…
Tingg…tonngg
Bel apartemen milik luhan berbunyi. Luhan mendengus kesal. Luhan segera berdiri di depan intercom. Melihat siapa yang datang.
Kai…
Namja itu telah sampai. Luhan membuka pintunya. Kai langsung masuk tanpa perintah dari luhan. Luhan melongos.
“tsk! Apa-apaan dia!” gerutu luhan sambil menutup pintu. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, kai langsung mendudukan dirinya di sofa besar milik luhan.
“kau mau minum apa?” tawar luhan.
“tidak terima kasih. Aku ingin langsung ke intinya” sergah kai.
kai nampak melihat ji eul dari atas sampai bawah.
“apa kau lihat-lihat?” ucap ji eul ketus.
“seragam mu masih rapih, sepertinya aku belum ‘mengganggu’ kalian?” ujar kai dengan nada yang meremehkan.
Ji eul hanya bisa mendelik kesal kearah kai
‘belum mengganggu dia bilang! Issshhh!! Aku ingin sekali menghabisi orang ini! Astaga!!! Sabar han ji eul’ batin ji eul.
Luhan mendudukan dirinya disebelah ji eul “apa yang ingin kau tanyakan?”
“selama aku di amerika apa saja yang terjadi dengan baekhyun?” tanya kai.
Luhan terkejut dengan pertanyaan yang diucapkan kai. Ia nampak berfikir sebentar. Bagaimanapun juga mereka sudah berteman sejak lama, jadi tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Ji eul tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan dengan kedua namja ini. Ia hanya bisa pasrah mendengarkan.
“sejak kau pergi ke Amerika. saat itu baekhyun menjadi pendiam, ia selalu mengurung dirinya didalam rumah” luhan membuka suaranya.
“ayahnya juga lebih sibuk dikantor. Disaat sulitnya, baekhyun hanya bisa terbuka dengan seorin. Tapi seminggu setelah kau pergi, seorin juga pergi. Ia pergi begitu saja, tanpa berpamitan dengan kami semua” luhan melanjutkan ceritanya.
“dia benar-benar seperti orang yang tidak punya harapan hidup. Kehilangan dua orang yeoja yang sangat berarti dalam hidupnya. Setelah mendengar seorin pergi, baekhyun memutuskan untuk menyusulnya ke LA. Tapi yang didapatkan hanya sebuah penghianatan. Seorin sudah punya namja lain”
Ji eul benar-benar tidak mengerti dengan cerita luhan. Tentang kehidupan baekhyun, kai yang pergi ke Amerika, dan seorin? Siapa itu seorin. Sepertinya seorin sangat berarti untuk baekhyun. tapi bukankah baekhyun sekarang telah memiliki ahyeon??
“seorin?? Siapa dia?” tanya ji eul.
Kai menatap ji eul dengan heran “kau tidak tau soal ini? Berapa lama kau pacaran dengan luhan eoh?”
“dia tidak tau apa-apa kai” sergah luhan.
Ji eul hanya menatap luhan bingung. Sepertinya begitu banyak yang disembunyikan?.
“berapa banyak yang kau sembunyikan dariku oppa?” tanya ji eul. Wajahnya sudah dipenuhi dengan rasa emosi. Jika saja tidak ada kai, ji eul bisa berteriak didepan luhan sekarang juga.
“mianhae chagi, aku janji setelah ini kita akan bicarakan semuanya?” ucap luhan lembut. Tangan luhan menangkup kedua pipi ji eul. Kai memutar bola matanya malas.
“hey hey, bisakah kita kembali ke pembicaraan awal?” ujar kai sarkatis. Ji eul melirik kearah kai
‘kenapa orang ini selalu mengganggu’ batin ji eul.
“tadi sampai dimana?” ujar luhan.
“sampai seorin. Seorin dan namja barunya” ujar kai dengan tatapan datarnya.
“ahh ya, kau benar. Setelah baekhyun pulang dari LA keadaannya semakin buruk. Ahkirnya kami semua memutuskan untuk menghiburnya. Kami membawa baekhyun ke club malam yang biasa kita datangi dan disaat itu juga baekhyun bertemu dengan ahyeon”
Kai menautkan kedua alisnya ‘ahyeon. Apa aku tidak salah dengar?’ batin kai.
“ahyeon??? Jung ahyeon maksudmu?” tanya kai.
“umm, sudah kuduga, siapapun gadis yang ditemui baekhyun di club pasti hanya jadi mainan” kai berbicara dengan nada yang meremehkan.
“awalnya, tapi ku rasa dia sudah serius dengan hubungannya”
“apa maksudmu? Hey aku sangat tau baekhyun seperti apa. Dia sangat menggilai seorin dan mungkin ahyeon hanya dijadikan pelariannya” ucap kai
“tidak, kau salah kai. Memang awalnya baekhyun hanya menjadikan ahyeon sebagai pelampiasan sementara, tapi sekarang ia serius”
“kita tidak tau isi hati baekhyun, kau tau dia licin seperti ular, sangat sulit untuk ditebak” kai masih saja keras kepala.
“astaga? Jadi maksudmu selama ini baekhyun seperti itu?” ucap ji eul tidak percaya.
“baekhyun, aku tau jiwanya pernah terguncang karena kepergian seorin dan juga ibunya. Tapi dia tetaplah baekhyun. dia masih baekhyun yang dulu. Tidak mungkin baekhyun berubah dalam waktu yang cepat” jawab kai.
Luhan dan ji eul masih diam memikirkan kata-kata kai. Mengingat sikap baekhyun yang hampir sama dengan kai. Benar juga? Baekhyun hanya sedang berduka saat itu, jadi ada kemungkinan baekhyun hanya ‘bermain’ saja dengan ahyeon.
“aku tidak yakin?” ujar luhan.
“lama kelamaan kita semua akan tau” ujar kai sambil menyeringai.
Kai melihat jam tangannya. Sudah sore. Ia harus segera pulang.
“sudah sore, aku pulang dulu. Terima kasih ceritanya” kai bangkit dari tempat duduknya. Luhan mengantarnya sampai depan pintu apartemennya.
========================
Ahyeon dan baekhyun sudah pulang dari rumah sakit. Baekhyun harus mengecek keadaan kakinya apakah dalam keadaan baik atau tidak.
“istirahatlah” ucap ahyeon sambil membantu baekhyun membaringkan badannya diatas kasur. Perlahan mata baekhyun menutup, ia baru saja meminum obatnya. Ahyeon menarik selimut sampai sebatas perut baekhyun. ia memasukan tangan baekhyun kedalam selimut dan menarik selimutnya sampai sebatas dada.
Ahyeon menghela nafasnya, ia merasa sangat lelah hari ini. Ahyeon mengambil tas sekolahnya yang berada diatas meja belajar milik baekhyun. tapi matanya menangkap keadaan meja belajar baekhyun yang sangat berantakan.
‘kenapa dia jorok sekali’ batin ahyeon. Ahyeon berinisiatif merapikan buku-buku baekhyun yang berantakan. Satu persatu buku ia tumpuk menjadi satu dan memasukkannya kedalam rak.
Saat sedang merapikan buku dengan tidak sengaja ahyeon menjatuhkan salah satu buku baekhyun, buku dengan sampul kulit berwarna hitam. Seperti bukan buku biasa. Buku itu sangat tebal.
‘apa ini buku diary nya?’ batin ahyeon. Ahyeon sangat penasaran, ia ingin melihat isi buku itu. namun rasa penasaran itu segera ia buang jauh-jauh. Saat mengambil buku itu ahyeon melihat ada foto yang ikut terjatuh. Foto itu tergeletak dilantai dalam keadaan terbalik.
Ahyeon mengambil foto itu. didalam foto itu ia melihat baekhyun sedang menggendong seorang yeoja di punggungnya di pantai. Yeoja itu sangat cantik. Ekspresi mereka berdua terlihat sangat bahagia. Terbesit rasa penasaran didalam benak ahyeon.
Ahyeon tidak mau mengambil pusing siapa yeoja yang ada didalam foto itu. bisa saja itu sepupu baekhyun. ia segera memasukan foto itu kedalam buku baekhyun yang terjatuh tadi. Setelah selesai merapikan buku baekhyun, ahyeon segera mengambil tasnya dan pergi.
===================
07.15 am KST
Semua murid sudah memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk ahyeon, gadis itu sudah duduk manis di tempat duduknya. Ia melihat kesebalah bangkunya, lebih tepatnya tempat duduk ji eul. Bangku ji eul masih kosong.
‘dia terlambat?’ batin ahyeon.
Ahyeon mengambil bukunya didalam tas selagi guru belum memasuki kelasnya. Tidak lama kemudian datanglah ji eul. Nafas nya terlihat tidak teratur dan rambutnya terlihat berantakan. Sepertinya yeoja itu habis berlari menuju kelas ini.
Ji eul mendudukan dirinya “selamat pagi” sapa ji eul ke ahyeon.
“aturlah nafasmu dulu, baru berbicara” ahyeon tidak melihat kearah ji eul sedikit pun. Ia masih fokus pada bukunya.
“aku berlari tadi. Ku fikir guru killer itu sudah masuk kelas ini” eluh ji eul sambil membenarkan rambutnya yang berantakan.
“……..” tidak ada respon dari ahyeon. Yeoja itu masih saja sibuk dengan dunianya sendiri.
“akan lebih baik jika guru itu tidak masuk” eluh ji eul lagi.
Ahyeon menutup buku dan menoleh kearah ji eul. Ji eul merasa dirinya sedang dilihati ahyeon dengan tatapan anehnya.
“kau kenapa? Jangan menatap ku seperti itu” sahut ji eul.
“kau?? kenapa kau terlambat?” tanya ahyeon dengan tatapan mengimiditasi.
“aku? Ini karena aku tidur larut malam semalam”
“benarkah? sepertinya tidak seperti itu?” ahyeon tetap tidak percaya dengan jawaban ji eul.
“maksudmu aku berbohong?” ucap ji eul membela dirinya sendiri.
“lihat itu” ahyeon menunjuk kearah kancing seragam ji eul yang terbuka.
“astaga!!! Kenapa kau baru bilang!” ji eul terkejut. Ia panik dan buru buru mengancingkan kancing seragamnya yang terbuka.
“apa yang luhan sunbae lakukan kepadamu? Ini kan masih pagi” ucap ahyeon datar sambil membuka bukunya dan kembali membaca bukunya lagi yang sempat terhenti tadi.
‘xi luhan! Karna kau aku tertangkap basah’ gerutu ji eul dalam hatinya.
*flasback
Ji eul berjalan di lorong sekolahnya sendirian. Ia merasakan ponselnya bergetar. ji eul lalu mengambil ponselnya yang ada disaku blazer nya.
From: luhan oppa❤
Subject: palliwa!!!
Datanglah ke perpustakaan sekolah, aku di meja yang biasa.
Setelah membaca pesan dari luhan Ji eul memasukan ponselnya lagi kedalam saku blazernya. Ia segera melangkahkan kakinya ke perpustakaan.
*perpustakaan
Ji eul melihat dengan sekelilingnya. Ia tidak melihat luhan dimana pun.
‘kenapa orang itu senang sekali di pojokan’ batin ji eul. Dan benar saja, ji eul sudah mendapati luhan tengah duduk tenang. Tempat duduk yang biasa dipakai murid-murid sekolah ini untuk ‘bermesraan’ didalam perpustakaan -,-
“ada apa?” tanya ji eul sambil menarik kursi disebelah luhan.
“tentang kemarin?” jawab luhan.
“kemarin?? Masalah kita atau baekhyun?” tanya ji eul
“keduanya”
“apa ahyeon tau?” tanya ji eul.
“aku tidak tau, baekhyun jarang membawa ahyeon jika kami semua sedang berkumpul”
“kau juga. Kau tidak pernah membawa ku. Bahkan tentang masalah ini aku harus mendengarnya dari mulut kai”
“mianhae, kau tau kan teman-teman ku seperti apa. Mereka bisa memikat hati yeoja manapun hanya dengan kedipan mata”
“Itu bukan alasan yang bagus tuan Xi”
“pokoknya aku sengaja menyembunyikan mu!”
“apa aku seorang buronan polisi yang harus disembunyikan?” tanya ji eul. Ia merasa tidak terima jika memang dirinya disamakan dengan seorang buronan polisi yang harus disembunyikan.
Luhan menelungkupkan tangannya dipipi ji eul.
“haahh~ dengarkan aku. Aku tidak ingin ada yang merebutmu dari ku. Kau lihat sendiri kan bagaimana ambisi kai untuk mendapatkan ahyeon, padahal ahyeon adalah milik baekhyun. kai bahkan melakukannya secara terang-terangan”
“kau egois” ledek ji eul.
“tapi aku suka” sambung ji eul. Ji eul mengecup sekilas bibir luhan.
“maaf aku berfikiran yang tidak-tidak, tapi akan lebih baik jika kau mulai memperkenalkan ku pada teman-teman mu?”
Luhan mengangguk. Ji eul mengecup sekilas bibir milik luhan lagi. Tapi luhan bergerak cepat. Ia langsung menahan tengkuk ji eul. Bibir luhan mencium bibir Ji eul dengan panas. Ciuman luhan menuntut, dan penuh nafsu. Tangan luhan bergerilya menyentuh setiap bagian tubuh Jihun. Jari-jarinya dengan lihai melepas kancing demi kancing kemeja seragam Ji eul. luhan beralih mencium dan menghisap leher Ji eul.
Tanpa mereka sadari tadi tatapan sepasang mata dari seseorang telah menyaksikan yang mereka lakukan.
‘dasar’ batin kai.
Kai melihat yang dilakukan kedua pasangan yang sedang melakukan ciuman panas didalam perpustakaan sekolah. Kai masih saja berdiri menyenderkan badannya ke rak buku sambil melipat tangannya.
Luhan kembali mencium bibir ji eul. Awalnya lembut, tapi lama kelamaan berubah jadi lumatan panas yang menuntut. Ji eul selalu saja dibuat melayang saat luhan mencium bibirnya. Ji eul selalu merasa lemah dan langsung terlena saat luhan mencium bibirnya.
Kringggg…..
Bel masuk sekolah berbunyi. Kai melihat jam tangannya dan beralih lagi kedua pasangan itu.
“hyung” kai memanggil luhan yang masih asik dengan ‘kegiatannya’
“luhan hyung!” kai memanggil lebih keras lagi.
Luhan merasa ada yang memanggilnya. Ia mendongakkan kepalanya melepas ciumannya dan mendapati kai yang sedang memberikan tatapan tanpa ekspresinya.
“kk…kkau sejak kapan kau disitu” luhan langsung membenarkan posisinya.
Ji eul menoleh kearah kai “OMO!!!” jieul segera merapikan seragamnya yang berantakan total akibat ‘ulah’ luhan.
“cepat rapikan seragam kalian, sudah bel saatnya masuk kelas” ucap kai sambil merapikan sedikit blazernya itu dan segera beranjak pergi.
“kau melihat semuannya?” tanya luhan. Kai membalikkan badanya.
“dari awal. Astaga hyung aku tidak tahu kau tidak bisa menahan itu semua, kurasa itu ciuman panas yang pernah kulihat secara langsung” kai menjawabnya dengan antusias. Luhan dan ji eul, wajah mereka berdua langsung memerah.
“aku bahkan hampir merekam kalian dan menambah koleksiku” sambung kai.
“MWORAGO!!!!” teriak ji eul.
Luhan membekap mulut jieul dengan tangannya “pelan-pelan chagi, jangan berteriak seperti itu” perlahan luhan melepaskan tangannya.
Wajah ji eul semakin memerah. Percuma saja ji eul marah-marah, lagipula kai sudah melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu.
‘dia selalu saja mengganggu!! Kenapa orang itu selalu ada saat aku sedang menikmati waktuku!’ batin ji eul.
‘Dan sial!.. Bagaimana caranya menidurkan adikku lagi’ batin luhan frustasi. Mereka masih berkutat dalam emosinya masing-masing
*flashback end
==================
“kalian darimana?” tanya chanyeol
“dari perpustakaan” jawab kai. Kai menaruh tasnya diatas meja dengan malas.
“kau tidak tertular virus sehun kan?” ujar chanyeol
“apa maksudmu? Aku kesana bukan sedang membaca buku, tadi aku mencari luhan hyung” jawab kai. Kai melihat bangku di depannya. Bangku baekhyun masih kosong.
“baekhyun tidak masuk?” tanya kai.
“panggil dia hyung? Dia lebih tua darimu” chanyeol memberi saran.
“shireo, wajahnya tidak cocok jika kupanggil hyung”
“dia tidak masuk. Dokter menyuruhnya untuk istirahat. Pulang sekolah kita akan kerumahnya” ujar chanyeol
“dan cobalah memanggilnya hyung, kita memang seangkatan, tapi kau dan sehun hanya murid akselerasi, jadi umur tetap membedakan kita, walaupun kita seangkatan” sambung chanyeol
“arraso chanyeol hyung” jawab kai
Chanyeol mengacak-acak rambut kai.
“kau masih ingin mendapatkannya?” tanya chanyeol hati-hati. Kai tidak mengerti dengan pertanyaan chanyeol.
“yang ku maksud adalah ahyeon” sambung chanyeol lagi. Kai menghela nafasnya.
“tentu saja, aku jatuh cinta padanya hyung. Rasanya berbeda seperti yeoja yang biasa kutemui” jawab kai.
“tapi…” belum selesai chanyeol berbicara tapi kai sudah menyela duluan.
“aku sudah tau semuanya hyung. Tidakkah kita semua berfikir? Bagaimana jika suatu saat nanti seorin datang dengan tiba-tiba. Muncul didepan kita semua, dan terutama baekhyun hyung. Sudah bisa dipastikan baekhyun hyung akan memilih seorin ketimbang ahyeon.” Jelas kai.
‘Benar juga yang dikatakan kai. Ada kemungkinan nya seperti itu? jika benar seperti itu, baekhyun hanya menjadikan ahyeon sebagai kekosongan hatinya saja’ batin chanyeol.
“tapi kenapa seorin melakukan itu semua dengan tiba-tiba? Bukankah dia juga mencintai baekhyun?” tanya chanyeol lagi.
“pasti ada alasannya” jawab kai.
===================
Kringgg……..
Bel istirahat sudah berbunyi. Semua murid langsung berhamburan keluar kelas. Termasuk ahyeon dan ji eul. Kedua yeoja itu sedang melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah mereka. Mata ji eul menangkap seseorang yang tidak asing lagi. Luhan dan kai. Luhan tengah melambaikan tangan nya kerah dirinya dan ahyeon.
“ayo kita kesana” ajak ji eul.
“tapi…” elak ahyeon. Sebelum ahyeon berbicara panjang lebar, tanpa basa-basi ji eul langsung menarik tangan ahyeon.
“duduklah disini” tawar luhan.
Ahyeon nampak berfikir, namun lagi-lagi ji eul menarik tangannya lagi.
“duduk saja” ucap ji eul.
Ahyeon mendudukan dirinya hati-hati. Ia duduk disebelah jieul. Didepannya sudah ada luhan dan kai. Kai sedari tadi tidak melepas pandangan matanya dari ahyeon.
“bisakah kau tidah memandangku seperti itu sunbae?” ucap ahyeon sedikit menunduk. Kai hanya tersenyum simpul. Ia lalu bangkit dan berpindah tempat duduk menjadi disebelah ahyeon.
“kata-kata sunbae sedikit membuatku risih. Bisakah kau hanya memanggilku oppa. Kai oppa” bisik kai ditelinga ahyeon. Deruan nafas kai yang berhembus ditelinga ahyeon membuatnya bergidik ngeri dan harus menarik kepalanya menjauh.
“kai, kau membuatnya takut” ujar luhan.
“benarkah?? tapi aku suka melakukan itu” ucap kai
“mulai sekarang kau harus membiasakan itu” sambung kai sambil mengelus puncak kepala ahyeon. Ahyeon merasa takut dengan perilaku kai.
Tapi ia mencoba untuk menetralkan dirinya, ia tidak ingin memberikan ekspresi apapun kepada kai “kai oppa, haah~ sepertinya aku lebih suka jika memanggil mu dengan sebutan kai. apa tidak masalah?” ujar ahyeon tenang.
Luhan dan ji eul yang melihat itu berusaha menahan tawa mereka mati-matian.
“hahaha. Kau dengar kai. Sepertinya belum apa-apa kau sudah ditolak” luhan tidak bisa menahan tawanya. Kai yang mendengarnya langsung memberikan tatapan death glarenya.
=================
Disisi lain, baekhyun hanya bisa tiduran diatas tempat tidurnya. Tidak ada kegiatan yang bisa ia lakukan.
‘membosankan’ batinnya. Baekhyun berinisiatif untuk menelpon ahyeon. Karena ia tau, sekarang pasti disekolahnya sedang jam istirahat. Baekhyun mencoba berjalan walau kakinya masih sakit. Ia mencoba mengambil ponselnya yang ada dimeja belajar. Baekhyun telah berhasil memegang ponsel nya dan membuka kata sandinya.
Ia mencoba menghubungi ahyeon. Namun, panggilannya tidak ada yang menjawab. Berkali-kali ia mencoba menghubungi lagi tapi hasilnya nihil.
“apa yang sedang dia lakukan! Ayo angkat!” gerutu baekhyun.
Sudah 15 belas kali panggilan baekhyun gagal. Ia lalu menghubungi luhan.
Tuuuutt…. Tuuuttt.. panggilan tersambung.
“yeobseyo”
“kau dimana?” sergah baekhyun.
“tentu saja dikantin. Wae???”
“ji eul ada didekatmu?” tanya baekhyun.
“ne. wae?”
“tanyakan apa yeojaku masuk hari ini?”
“kenapa tidak menanyakan langsung ke ahyeon”
“justru itu. aku sudah menghubunginya beberapa kali, tapi dia tidak mengangkatnya”
“dia masuk. Orangnya sedang ada didepan ku sekarang. Kai mencoba menggodanya” ledek luhan.
“MWOYA!!!!” teriak baekhyun.
Mendengar teriakan baekhyun diseberang sana luhan reflek menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“yaaaa!!! Aissshhh! Kau membuat telingaku sakit” gerutu luhan
“jauhkan! Jauhkan dia sekarang!”
“siapa???” tanya luhan
“tentu saja kai!” jawab baekhyun dengan nada yang ketus
“baiklah” jawab luhan.
“kai menjauhlah” begitulah suara yang didengar baekhyun dari ponselnya.
“sudah. Aku sudah katakan dia untuk menjauh” ujar luhan.
“yaaa!!! Maksudku bukan seperti itu. tapi…..” belum selesai baekhyun berbicara, kemudian….
Tuuuttt…ttuuuttt…. Panggilannya terputus.
“yeobseyo… yeobseyo…” teriak baekhyun.
“aishhh,, kenapa terputus?” gerutu baekhyun.
Baekhyun mencoba menghubungi luhan lagi, namun nihil.
Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia melempar ponselnya ke kasur.
====================
“siapa?” tanya ji eul pada luhan.
“baekhyun, tadi dia menelpon ku. Tapi panggilannya terputus. Ponselku mati.”
“baekhyun oppa?” tanya ahyeon.
“emm” luhan mengangguk “ia tadi juga menghubungi mu” sambung luhan lagi.
“menghubungi ku?” ahyeon diam sejenak ‘ponsel ku’ ia lalu meraba-raba saku blazernya.
“ahhh, ponsel ku dikelas” ahyeon menghela nafas.
“sudah biarkan saja” ujar kai sambil meminum jus tomatnya. Ahyeon mendelik kearah kai.
“jangan memandang ku seperti itu. jika kau jatuh cinta kepadaku kau akan sulit melepaskan ku” sambung kai.
Ahyeon melongos. Kai, bagaimana bisa ia berbicara itu?
“aku tidak akan pernah jatuh cinta kepada orang seperti mu” jelas ahyeon
“kita lihat saja nanti” kai berbicara dengan nada sombong nya.
“apa maksudmu?” tanya ahyeon
Kai tidak menanggapi. Ia hanya tersenyum simpul sambil tetap meminum jus tomatnya.
“jangan diam” ujar ahyeon sambil mengoyang-goyangkan tangan kai yang berada diatas meja. Sedangkan kai, ia bukannya menjawab justru malah menikmati sentuhan (?) tangan ahyeon ditangannya. Terbesit di benak kai untuk mengerjai ahyeon. Dengan tiba-tiba kai menggenggam tangan ahyeon dengan erat.
“yaaa!” merasa terkejut ahyeon berusaha menarik tangannya agar genggaman kai terlepas, namun kai malah makin mempererat genggamannya.
Krinnnnngggg….
Bel istirahat selesai.
“sudah bel, aku harus kekelas” ucap ahyeon yang masih berusaha menarik tangannya dari genggaman kai “ayo jieul” ajak ahyeon yang masih sibuk dengan tangan nya itu.
Kai tersenyum. Ia hanya melihat tingkah laku ahyeon yang begitu lucu. Sungguh? Andai bel itu tidak berbunyi, ia masih ingin mengerjai ahyeon.
“yaaa! Lepas” ujar ahyeon. Bukannya melepas, kai justru berdiri dan menarik ahyeon
“kita jalan bersama” ucap kai “dan tetap seperti ini” sambung kai yang masih menggenggam tangan ahyeon.
“micheosseo, kau…” protes ahyeon.
Belum selesai berbicara, kai sudah lebih dulu menarik tangannya. Mereka berdua telah menarik perhatian siswa siswi disepanjang jalan yang mereka lewati. Bahkan beberapa diantaranya ada yang mencibir.
‘mereka pacaran?’
‘bukankah yeoja itu anak baru disini?’
‘bukannya dia adalah yeojachingu baekhyun?’
‘jadi tidak bersama baekhyun begini kelakuannya’
‘tidak!! Kenapa harus kai?’
Ahyeon sudah merasa tidak enak. Saat ini ia merasa menjadi sebuah pusat perhatian.
“bisakah kau lepaskan ini? Mereka semua melihat kearah kita” bisik ahyeon.
“kalau begitu jangan lihat kearah mereka” jawab kai.
“yaaa!!!” teriak ahyeon. Ahyeon menghentikan langkahnya dan otomatis membuat langkah kai berhenti juga. Ahyeon sadar suaranya terlalu keras, bahkan terkesan membentak. Ia menunduk malu. Dia hanya anak baru? Bagaimana jika setelah ini dia di cap sebagai yeoja murahan? Lalu di bully!
“aku mohon lepaskan ini?” pinta ahyeon.
“jangan pedulikan. Ayo jalan lagi” kai mulai menarik tangan ahyeon lagi.
“tapi…” baru saja ingin protes lagi tapi ia langsung mengurungkan niatnya begitu kai memberikan tatapan death glarenya.
Dibelakangnya ada ji eul dan luhan yang mengikuti.
“apa mereka tidak apa-apa?” tanya ji eul.
“entahlah?” jawab luhan.
===================
Setibanya didepan kelas ahyeon kai baru melepas genggaman tangannya.
‘ahkirnyaaaaaa~’ batin ahyeon
“pulang sekolah tunggulah diparkiran. Kita akan pergi kerumah baekhyun dengan yang lain” ucap kai.
“tanpa kau beritahu aku juga sudah tau” ahyeon melangkahkan kaki nya kedalam kelas. Baru saja ia duduk seorang yeoja teman sekelasnya menghampirinya.
“apa hubungan mu dengannya?” tanya yeoja itu.
“siapa?” ahyeon bertanya balik,
“tentu saja kai sunbae”
‘sudah kuduga!’ batin ahyeon.
“tidak ada” jawab ahyeon dengan tatapan malasnya.
“yaaa!! Jelas-jelas tadi kalian bergandengan tangan” yeoja itu mulai menaikan nada suaranya.
“memangnya kenapa? Itu hanya berpegang tangan. Kami tidak melakukan sesuatu yang berlebihan kan??” ahyeon sudah mulai jengah dengan yeoja ini.
“aku berbaik hati memberitahu mu tentang ini. Kau itu anak baru, jadi mungkin kau tidak tau apa-apa. Disekolah ini setiap yeoja sudah mengantri untuk mendapatkan kai sunbae, jika kau ingin mendapatkannya kau harus mengantri juga” jelas yeoja itu panjang lebar.
“aku tidak tertarik” ujar ahyeon dengan tatapan datarnya.
“baiklah. Ku anggap itu adalah jawaban mu” ujar yeoja itu. Yeoja itu lalu pergi dan kembali ketempat duduknya.
=================
*Jung Company
Tok tok tok
“masuklah”
“tamu kita sudah datang presdir” ucap sekertaris lee.
“persilahkan masuk” ucap nyonya jung selaku pemimpin jung company.
Beberapa menit kemudian datanglah tamu istimewa tersebut. Nyonya jung sangat antusias menyambut kedatangan tamu tersebut.
“selamat datang” sapa nyonya jung seraya menghampiri tamu tersebut. Nyonya jung memeluk wanita yang ada didepannya.
“long time no see” sapa wanita paruh baya yang umurnya sekitar 40 tahun. Nyonya jung melepas pelukannya dan beralih ke laki-laki yang berada disebelah wanita tersebut.
“senang bertemu lagi” sapa laki-laki yang umurnya sekitar 50 tahunan.
“emm, ayo duduk. Sudah sangat lama kita tidak seperti ini” ucap nonya jung. Mereka semua duduk.
“kapan kalian kembali ke korea?” tanya nyonya jung memulai percakapan.
“3 bulan yang lalu, korea tidak banyak berubah ya?” jawab nyonya kim.
“bagaimana kabar kalian?” tanya nyonya jung
“kami baik, bagaimana dengan mu dan putrimu?” jawab tuan kim.
“aku dan ahyeon ku baik-baik saja, oiya kudengar putra kalian juga ikut pindah ke korea?”
“ahhh, benar. Ia hanya beberapa bulan saja di amerika. Kemudian ia minta pindah lagi ke korea, anak itu benar-benar plin-plan” ujar tuan kim sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Beberapa saat kemudian masuklah sekertaris lee membawa 3 cangkir minuman. Sekertaris lee menaruh satu persatu ketiga cangkir tersebut dengan hati-hati.
“ini minumannya” ujar sekertaris lee.
Tuan dan nyonya kim hanya membalas dengan senyuman. sekertaris lee membungkukan badannya, kemudian ia pergi.
“sekertaris baru mu?” tanya nyonya kim.
“ne. yang lama sudah terlalu tua, jadi aku menggantinya” jawab nyonya jung.
“ohiya, aku belum sempat bertemu dengan ahyeon? Terahkir bertemu saat di pemakaman chang hyun. Usianya saat itu menginjak 11 tahun” Ujar nyonya kim.
“benar, itu sudah 7 tahun yang lalu. Ahyeon sudah besar sekarang, semakin mirip dengan sifat chang hyun” ujar nyonya jung
“bukankah umur jongin hampir sama dengan ahyeon?” tanya tuan kim.
“benar, jongin setahun lebih tua dari ahyeon…..” ujar nyonya kim kepada suaminya. Namun perkataan nyonya kim berhenti, ia tengah memikirkan sesuatu.
“bukankah mereka berdua belum pernah bertemu? Bagaimana jika kita pertemukan mereka? Bukankah itu hal yang bagus, anak kita jadi bisa mengenal satu sama lain” usul nyonya kim.
“bagaimana??” sambung nyonya kim kepada nyonya jung.
“benar, mereka tidak pernah bertemu sama sekali, kita harus mempertemukannya” usul nyonya kim ditanggapi bagus oleh nyonya jung.
“kita jodohkan saja mereka sekalian” usul nyonya kim.
“uhuk…uhuk…” nyonya jung yang sedang meminum kopinya, langsung terkejut mendengar perkataan nyonya kim. Untung saja nyonya jung masih bisa menahannya.
“ahh, pelan-pelan, apa aku membuat mu terkejut?” ujar nyonya kim seraya memberikan tissue kepada nyonya jung.
“terima kasih” nyonya jung mengambil tissue pemberian nyonya kim.
“sepertinya membicarakan pernikahan terlalu dini untuk mereka, mereka kan masih muda” saran tuan kim
“bukan pernikahan yeobo, mereka baru akan dijodohkan, jika urusan menikah serahkan saja pada mereka” ujar nyonya kim kepada suaminya.
“bagaimana? Jika mereka menikah kita bisa menjadi satu keluarga kan” ujar nyonya kim lagi.
“baiklah, kurasa itu bagus, atur saja bagaimana pertemuannya” ujar nyonya jung.
Begitulah pembicaraan orang ketiga orang itu. membicarakan tentang perjodohan anak mereka.
=================
*school
Jam pelajaran terahkir telah usai. Semua murid merapikan bukunya masing-masing dan bergegas pulang. Itu lah yang mereka lakukan setiap di sekolah. Datang hanya untuk menunggu bunyi bel istirahat ataupun bel pulang.
“kita satu mobil saja?” tawar chanyeol
“aku bawa mobil ku, ahyeon bersama ku saja” ucap kai.
“kenapa ahyeon harus bersamamu?” tanya sehun.
“karena aku ingin. Bukankah sama saja, tujuan kita kerumah baekhyun hyung kan?” ujar kai. Kai kemudian merapikan tas nya dan pergi begitu saja.
“bagaimana reaksi baekhyun nanti?” ujar chanyeol.
“tidak tau, mungkin ia akan marah-marah” ujar sehun.
ahyeon menunggu kai diparkiran. Yeoja itu menunggu sambil memainkan kerikil dibawah kakinya. Tak lama kemudian datanglah kai.
“lama menunggu?” ujar kai
“lumayan lama” ucap ahyeon. Yeoja itu hanya memandang kesal kearah kai.
Kai terkekeh. Tak mau berlama-lama lagi, kai segera menarik tangan ahyeon. Membawa yeoja itu kedalam mobilnya.
“masuklah” ucap kai sambil membukakan pintu untuk ahyeon. Kemudian ahyeon masuk kedalam mobil kai. Setelah ahyeon masuk kedalam mobilnya, kai berjalan memutari mobilnya.
Saat ini kai sudah duduk di dalam mobilnya. Ia mulai menyalakan mesin dan memakai sabuk pengaman. Sebentar ia melihat kearah ahyeon. Yeoja itu belum memakai sabuk pengamannya. Kai lalu mencondongkan tubuhnya kearah ahyeon. Ahyeon terkejut melihat pergerakan kai yang tiba-tiba.
“a…apa yang mau kau lakukan?” tanya ahyeon, yeoja itu sedikit merasa ketakutan sekarang.
Kai menahan tawanya “menurutmu apa yang ingin kulakukan?” tanya kai balik.
Kai lalu meraih sabuk pengaman yang berada disebelah ahyeon dan memasangkan nya. jarak mereka begitu dekat sekarang. Bahkan ahyeon dapat melihat setiap detail wajah kai dari dekat. Baru ia sadari ternyata kai memiliki bibir yang seksi, dan bentuk rahang yang padat *author mimisan😀
‘tampan’ batin ahyeon. Seulas senyuman tertarik dari sudut bibirnya. Sedetik kemuadian ahyeon sadar akan apa yang ia pikirkan. Ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
‘tidak! Kenapa aku berfikir seperti itu’ batin ahyeon. Setelah selesai kai menarik tubuhnya kembali. ia melihat wajah ahyeon yang sedang bersemu merah.
“kenapa wajahmu merah seperti itu?” tanya kai.
“iii..ini… ini karna mobilmu panas, bisakah kita jalan sekarang?” jawab ahyeon yang berusaha mengalihkan topic pembicaraan.
“geurae. Tapi aku ingin mengambil sesuatu dulu di apartemen ku” ucap kai. Kai lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
===================
Sehun, kris dan chanyeol telah sampai di rumah baekhyun. 10 menit kemudian menyusul luhan dan ji eul.
“kemana ahyeon?” tanya baekhyun.
“dia satu mobil dengan kai, mungkin sebentar lagi” ucap kris.
“satu mobil? Maksudmu ahyeon sekarang sedang bersama kai?” tanya baekhyun.
“tenanglah, aku akan mencoba menghubungi mereka?” ujar luhan sambil mengeluarkan ponselnya.
“ahh, baekhyun, sebaiknya kau saja yang menghubungi mereka, ponsel ku mati” sambung luhan.
Baekhyun segera meraih ponselnya. Pertama-tama ia mencoba menghubungi ahyeon. Tapi tidak ada jawaban. Baekhyun merasa gusar. Kemudian baekhyun beralih menelpon kai.
Tuuutt…tuuutt… panggilannya tersambung.
“yeobse…” belum selesai kai berbicara, baekhyun sudah memutuskan perkataannya.
“kau dimana sekarang? Dimana ahyeon?” tanya baekhyun dengan tidak sabaran.
“aku ada diapartemenku sekarang, ahyeon ada disebelahku, dia sedang melihat-lihat” jawab kai dengan nada yang santai.
“yaaakkk! Kalian seharusnya kesini, bukan ke apartemen mu. Apa yang kau lakukan disana? Cepat bawa ahyeon kesini” sergah baekhyun.
“aku hanya ingin mengambil sesuatu hyung, sebentar lagi kami kesana” ujar kai lalu memutuskan sambungan telponnya dengan baekhyun.
*flashback
“aku akan membawa ahyeon kedalam apartemenku nanti” ujar kai.
“apa lagi yang ingin kau rencanakan” ujar kris sambil meminum soda kaleng ditangannya.
“aku akan memancingnya” ujar kai santai.
Kris mengeryit heran “memancing?”
“emm,, memancing agar ia tau siapa seorin dan baekhyun yang sebenarnya”
“kau benar-benar akan melakukannya?” ucap kris tidak percaya.
“ini hanya awal, setidaknya dia harus tau dulu siapa itu seorin” ujar kai.
“waw! Kim jongin caramu benar-benar licik” ujar kris.
*flashback end
==================
ahyeon masih sibuk melihat dekorasi apartemen kai. Minimalis tapi tetap terlihat elegan. Banyak foto-foto yang terpajang didinding. Mulai dari foto kai saat bayi, balita, anak-anak, dan remaja. Mata ahyeon juga menyusuri pajangan-pajangan yang dipajang rapih di atas meja.
“duduklah dulu, aku akan mengganti bajuku sebentar” ucap kai yang sambil membuka pintu kamarnya.
Ahyeon pun duduk, ia sangat menikmati setiap detail yang tercetak di ruangan ini. Ruangan yang di dominasi dengan warna merah, hitam dan putih. Matanya pun terhenti saat melihat pajangan foto diatas meja yang berada di disamping nya. didalam foto itu ada baekhyun, kai, kris, sehun, luhan, chanyeol dan seorang yeoja.
‘sepertinya aku pernah melihat yeoja ini?’ batin ahyeon.
Ahyeon pun mengambil foto itu dan melihat lebih dekat ‘dimana aku pernah melihatnya ya?’. Ia berusaha memutar ingatan di otaknya. Ahyeon merasa yakin wajah yeoja yang ada di foto itu sangat familiar. Beberapa saat kemudian ia berhasil mengingat.
‘benar! yeoja ini adalah yeoja yang sama di foto baekhyun waktu itu’
Tak berapa lama kemudian kai keluar dari kamarnya. Kai pun menghampiri ahyeon dan duduk disebelahnya. ahyeon sendiri tidak sadar jika ada kai disebelahnya. kai memandangi ahyeon yang masih serius melihat foto yang tengah ia pegang.
“kau pasti bertanya siapa yeoja itu?” ujar kai berbisik tepat ditelinga ahyeon.
Ahyeon terkejut. Ia secara reflek menolehkan wajahnya kearah kai. Ahyeon tertegun melihat wajah kai yang sangat dekat dengan wajahnya. Kai memberikan senyuman kepada ahyeon.
DEG! Tiba-tiba ahyeon merasakan jantungnya sedang bekerja secara cepat sekarang.
“se..sejak kapan kau disini?” ahyeon sedikit merasa gugup sekarang.
“baru, kau terlalu serius memperhatikan foto itu”
“ahh, ini” ahyeon pun tertunduk.
‘sepertinya ia mulai penasaran’ batin kai.
“dia seorin. Apa baekhyun tidak pernah bercerita?” jelas kai
‘dan seorin adalah pacar baekhyun sebelum dirimu’ batin kai.
“ahhh, tidak. Ia tidak pernah bercerita tentang ini” ahyeon masih merasa ada yang aneh dengan foto itu, ia masih terus berfikir.
“lebih baik kau bertanya langsung ke baekhyun hyung” ujar kai. Ahyeon merasa seperti ada sesuatu yang tidak ia ketahui. Mungkin benar ia harus bertanya kepada baekhyun secara langsung.
“ayo kita berangkat, baekhyun hyung sudah menunggu lama” ajak kai.
“ne” ahyeon pun bangkit dan mengikuti kai dari belakang.
===============
Kai dan ahyeon telah sampai dirumah baekhyun.
“tuan muda sudah menunggu didalam kamarnya bersama yang lain” ucap song ahjumma.
Kai dan ahyeon melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah baekhyun. kai dan ahyeon menaiki tangga dan menghampiri kamar baekhyun yang terletak dilantai dua.
Tibanya didepan kamar baekhyun, kai pun membuka pintu kamar baekhyun. kedatangannya langsung disambut dengan tatapan baekhyun yang begitu tajam.
“kenapa baru datang. Mana ahyeon?” tanya baekhyun yang menghampiri kai. ahyeon muncul dari belakang punggung kai.
“mianhae” ujar ahyeon.
“jangan menyalahkannya, dia menemani ku dulu mengambil ini” bela kai. kai pun memberikan sebuah kotak yang dari tadi ia pegang kepada baekhyun. baekhyun menerima kotak itu.
“ini apa?” tanya baekhyun.
“nanti kau juga akan tau isinya” kai pun langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar baekhyun. ia pun ikut bergabung bermain kartu bersama jieul, luhan, dan sehun.
Ahyeon masih berdiri didepan pintu baekhyun.
“ayo masuk” ajak baekhyun seraya meraih tangan ahyeon. Baekhyun mengajak ahyeon duduk diatas kasurnya.
“kenapa telfon dari ku tidak kau angkat sama sekali?” tanya baekhyun lembut.
“ahhh, aku lupa” ahyeon pun langsung mencari ponsel nya didalam tas miliknya. Setelah menemukannya, terpampang jelas ada 30 panggilan tak terjawab dari baekhyun. ahyeon menghela nafasnya.
“mianhae, aku lupa memeriksanya” ucap ahyeon.
“aku khawatir kau tidak menjawab panggilan dari ku” ujar baekhyun.
Ahyeon menundukkan kepalanya. Saat ini ia tidak mempunyai keberanian untuk menatap wajah baekhyun.
“aku menyesal” ucap ahyeon lirih.
“haaahh~ lain kali kau harus mengangkat telfon dari ku, arrachi?” ujar baekhyun sambil mengelus puncak kepala ahyeon. Ahyeon mengangguk pelan. Namun, seketika itu juga ia teringat akan niatnya tadi saat diapatemen milik kai.
“bolehkah aku bertanya sesuatu?” ahyeon mulai mengangkat kepalanya, ia mulai memberanikan diri menatap mata baekhyun.
“apa?” tanya baekhyun seraya menelungkupkan tangannya di pipi ahyeon.
“siapa itu seorin??”
Seperti disambar sesuatu. Baekhyun terkejut dengan pertanyaan yeojachingunya itu. Seketika baekhyun perlahan melepaskan tangannya dari pipi ahyeon. Raut wajahnya berubah. Aliran darahnya serasa berhenti secara mendadak. Wajah baekhyun berubah pucat. Sedangkan yang lain….
Mendengar ada yang menyebut nama seorin mereka semua menoleh kearah suara. Mereka semua tak kalah terkejutnya dari baekhyun. Kecuali kris tentunya. Bagaimana mungkin ahyeon mengetahui tentang seorin?
“darimana kau tau?” tanya baekhyun hati-hati.
“tadi saat di apartemen milik kai, aku menemukan foto kalian semua bersama seorin. Kenapa kau tidak memberitahuku? Sepertinya hubungan kalian semua sangat dekat dengan seorin” jelas ahyeon seraya tersenyum.
Baekhyun mengangkat kedua alisnya ‘kai yang memberitahu?’ batin baekhyun.
“oppa?” sambung ahyeon. Baekhyun masih tidak menjawab pertanyaan ahyeon. Ahyeon semakin curiga. Siapa seorin itu sebenarnya?.
Baekhyun membuka mulutnya “seorin adalah…..” perkataannya terputus.
Semuanya menunggu. Menunggu baekhyun melanjutkan perkataannya.
‘katakan saja. ayoo!’ batin kai. suasana kamar itu menjadi tegang.
Tok…tok….tok
Seseorang mengetuk pintu kamar baekhyun. semuanya menoleh kerah pintu.
“masuklah” ucap baekhyun
Kemudian munculah song ahjumma “ada nona seorin dibawah tuan”
JEGER!!!
Bagai disambar petir. Semuanya mematung. Baekhyun tidak percaya dengan yang dikatakan pembantunya itu. Tubuhnya terasa kaku. Benarkah seorin telah kembali?
“se.. seorin?” ucap baekhyun tidak percaya.
TBC……….

One comment

  1. myeondeong · February 12, 2014

    Yaaaa ampun kai licik bnget sih caranya buat ngedapetin ahyeon ,, luhan yadong bnget sih ,, pervert ,, wduh seorin balik lagi k koreaaa ,, apa baekhyun bakal balik lagi sama seorin ,, wahhh kayaknya kai bkal dijodohin sama ahyeon dehh , soalnya ortu mreka sling kenal ,

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s