I Love You more than I Love Him [Part 3-END]

Author : Park Hyun Woo
Cast :
– Byun Baekhyun
– Lee Yeun Hee ( OC )
Other Cast :
– EXO Members ( Full Members )
– Kim Soo Yoo ( OC )
Genre : Angst, Friendship, Romance
Rating : T / ( PG-15 )
Length : Chaptered
Disclaimer : Tokoh dan naskah cerita ini asli milik author ye, jadi jangan kayak Cherrybelle main plagiat aja!
Author Note’s : NO SILENT READERS! PLEASE COMMENT!

*Yeun POV
Sedari tadi aku terlalu asyik memasak bersama Sungjin Oppa. Hari ini kami akan memasak bibimbap, japchae, bulgogi, dan kimchi jjigae. Dan sebagai penutup, kami membuat pudding coklat.
Aku mengaduk kimchi jjigae di panci dengan cepat. Padahal seharusnya pelan-pelan saja bisa. Sungjin Oppa membenarkan tanganku agar mengaduk dengan pelan. Dan seketika itu,
“L…lee…Ye…yeun?!” suara seorang namja.
Kuletakan sendok sup di mangkok kecil. Dan ketika aku menoleh ke sumber suara…
“B…bb…Baekhyun-ssi?” tanyaku terbata ketika melihat Baekhyun dan member EXO lainnya sudah berada di rumahku.
“Whoaaaa, Sungjin Sunbae!!!! Lama kita tidak bertemu ne!!!” teriak Luhan Oppa ketika melihat Sungjin Oppa.
“Neee~ sangat lama sekali. Bogoshipeyo my hoobae!!” teriak Sungjin Oppa lebih keras lagi dan langsung berlari memeluk Luhan Oppa.
“B…bb…bukankah…kk…kalian…da…datang… pukul 8? Sekarang masih pukul setengah 8.” Tanyaku terbata.
“Kami hanya ingin berkunjung lebih cepat noona!” ucap Sehun dengan senyumnya yang manis.
“Err, yasudah kalian duduk dulu. Aku ingin menyelesaikan acara memasak—“ ucapanku terpotong oleh kalimat D.O “noona sedang memasak? Masak apa?”
“Banyak. Ada bibimbap, japchae, bulgogi, dan kimchi jjigae.” Jawabku seraya kembali mengaduk kimchi jjigae.
“Wah, aku pikir kau akan memasak masakan Indonesia…” jawab D.O yang juga mengikutiku di belakang.
“Kkk~ Sungjin Oppa, kau mau membantuku lagi tidak?” tanyaku seraya berbalik lagi menatap Sungjin Oppa yang masih berbincang-bincang dengan Luhan Oppa.
“Tidak. Lanjutkan saja dengan D.O oh ya, jangan terlalu cepat mengaduk kimchi jjigae nya, ya!” jawab Sungjin Oppa disela-sela perbincangannya dengan Luhan Oppa.
Aku hanya mengangguk lantas mengaduk kembali panci berisi kimchi jjigae. D.O mengajakku untuk berbincang-bincang tentang masakan. Ah iya, aku baru ingat kalau D.O kan memang suka memasak.

*Baekhyun POV
Dengan siapa yeoja itu di dapur? Siapa tadi? Sungjin? Dan, yeoja itu memanggil Sungjin Hyung dengan sebutan Oppa? Ya! Siapa dia sebenarnya namja itu? Apa dia namjachingu Yeun? Aish, aku pikir yeoja seperti dia tidak akan memiliki namja setampan dia.
Aku masih shock dengan keadaan ini. Refleks saja ku sunggingkan senyum di bibir ketika Sungjin Hyung melihat ke arahku.
“Oh ya, kenalkan ini sunbaeku waktu masih kuliah dulu. Sunbae, kenalkan ini teman-temanku di EXO.” Ucap Luhan Hyung sumringah.
“Annyeong, Lee Sungjin imnida” ucap Sungjin Hyung dengan senyum yang manis. Senyumannya mirip dengan senyuman milik Yeun. Apakah mereka kakak-adik?
“Annyeong, hyung!” ucap kami serempak.
“Ah, ya, kalian pasti kaget kan mengapa aku disini bersama Yeun? Yeun itu adikku.” Aku mungkin akan tersedak jika saat ini aku sedang minum. Mwoya?! Jadi, Sungjin Hyung ini kakaknya Yeun? Pantas saja, mukanya sebelas duabelas.
“Mwoya? Pantas mukanya sebelas duabelas hyung!” ucapku keceplosan.
“Sebelas duabelas?” Sungjin Hyung mengernyitkan dahi. Mampus! Aku harus bilang apa, Byun Baekhyun?!
Huftt, haruskah aku mengakuinya? “Err, kau tampan dan Yeun cantik.” jawabku pada akhirnya dengan memalingkan muka. Karena aku yakin, mukaku sekarang sudah seperti tomat baru dipetik.
Sedetik kemudian, gemuruh sorak sorai memenuhi ruang keluarga Yeun.
Aku yang duduk disebelah Chanyeol langsung disenggol-senggol dengan smirk nya yang khas. Aku justru balas mendelik kepadanya. Kenapa tadi aku harus mengaku kalau akhirnya seperti ini?

*Yeun POV
Sayup-sayup aku bisa mendengar perbincangan member EXO dengan Sungjin Oppa. Dan kalimat yang terdengar pelan tiba-tiba bisa berubah jadi keras ketika Baekhyun mengucapnya. Err, kau tampan dan Yeun cantik. Apa aku begitu? Seperti yang dikatakan Baekhyun?
“Nuna, tadi kau dipuji hyung” ucap D.O seraya menyeggol sikut ku. Aku menoleh padanya sesaat, kemudian menarik napas dan menghembuskannya perlahan.
“Baekhyun menyukaiku?” aku bersumpah dalam hati kenapa bisa mengeluarkan pertanyaan seperti itu. Kuharap reaksi D.O tidak seperti member lain yang sempat ku lihat tadi.
“Seperti nya begitu. Terima saja lah nun kalau Baekhyun hyung menyatakan cinta nya padamu.”
“Ya! Kau ini—“ ucapanku terhenti oleh telunjuk D.O yang menempel di bibirku, aku menatapnya kaget. “Hush, jangan keras-keras nun kalo berteriak. Lagi pula kau tau? Baekhyun hyung cemburu saat melihatmu bersama dengan Sungjin Sunbae tadi, haha”
Aku masih menatapnya tanpa berkedip. Meskipun telunjuk nya sudah terlepas dari bibirku, namun kesadaranku belum sempurna kembali. Ucapan D.O masih terulang-ulang di kepalaku “Baekhyun hyung cemburu saat melihatmu bersama dengan Sungjin Sunbae tadi, haha” mwoya? Baekhyun cemburu? Jinjjayo? Ah, molla…
“Apa yang sedang kalian bicarakan, hum?” serentak saja aku dan D.O menoleh ke sumber suara. O…o, Baekhyun sedang berdiri di sebelah kulkas dengan kedua tangan nya dimasukkan kedalam saku celana.
Kuharap ia tidak dapat mendengar detak jantungku yang berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, Oh, mungkin lima kali lebih cepat dari biasanya.

*Baekhyun POV
Kulihat D.O sedang menempelkan telunjuk nya pada bibir Yeun. Astaga, apa yang sedang mereka berdua lakukan?
Sebersit perasaan aneh membuatku berdiri melangkah menuju dapur. Aku tepat berhenti di dekat kulkas ketika D.O mengucap sepatah kalimat “Baekhyun hyung cemburu saat melihatmu bersama dengan Sungjin Sunbae tadi, haha” Aku berpikir, darimana D.O tau kalau tadi aku cemburu saat melihat Yeun bersama Sungjn? Padahal aku kan tidak memberi tahu nya sama sekali. Apa dari gerak-gerik ku terlihat bahwa aku cemburu? Kalau begitu, Yeun juga harus tahu kalau aku cemburu.
“Apa yang sedang kalian bicarakan, hum?”
Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku tanpa bisa dicegah. Padahal aku ingin melihat bagaimana reaksi Yeun selanjutnya terhadap ucapan D.O
Yeun terkesiap, begitu juga dengan D.O. Namun D.O yang pengertian langsung saja pergi dari dapur dan meninggalkanku berdua dengan Yeun. Sesuatu yang aku inginkan sekarang adalah, selalu bersama Yeun.
“Berkediplah, kau seperti patung; sama sekali tidak berkedip haha”
Yeun masih tak bergeming ketika aku mengucap sepatah kalimat itu. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Kemudian ia baru mengerjapkan matanya. Satu kali. Dua kali. Yeoja neomu yeppeo. Kurasa, aku mulai menyukai nya. Oh, salah mungkin aku telah jatuh cinta kepada nya.
“Sedang memasak apa?” pertanyaan basa-basi. Ya, aku menginginkan suasana yang tidak beku seperti ini.
“Hmm, masakan Korea semua…”
“Kau bisa memasak masakan Korea? Aku pikir, kau akan menghidangkan kami semua masakan Indonesia.”
“Ya, nanti siang aku berencana mengajak kalian semua pergi ke Rumah Makan Padang”
“Apa? Ru…mah…Ma…kan… apa?”
“Rumah Makan Padang. Banayak masakan khas Indonesia yang terjual disana. Aku sebenarnya bisa saja membuat kalian masakan Indonesia, hanya saja aku malas untuk berbelanja bahan-bahan nya ke supermarket terdekat.”
“Begitu…”
“Ya. Omong-omong, kau sedang apa tadi berdiri di dekat kulkas?” tanya Yeun sambil mengaduk kimchi jjigae nya di panci.
“Oh, aku tidak sengaja melihatmu dan D.O sedang ber-mesraan.”
“Apa?! Aku dan D.O tidak bermesraan… Kau nya saja yang salah mengartikan.” Jawab Yeun tenang sembari mematikan kompor. Dia… nuna yang sangat pandai memasak. Sikap nya dewasa. Wajah nya manis, cantik. Bahkan tanpa balutan make-up sekalipun, wajah nya tetap nyaman untuk dipandang.
Sekali lagi aku melihat cara nya menuangkan kimchi jjigae ke dalam mangkuk. Sangat hati-hati namun bisa terselesaikan dengan cepat. Leher nya yang jenjang ter-ekspos dengan jelas. Kalung simbol cahaya menggantung disana. Tunggu dulu, simbol cahaya… Cahaya… yang artinya itu adalah simbol milik Byun Baekhyun. Itu simbol milikku berarti!

*Author POV
Kupu-kupu itu pasti sudah berterbangan di perut Baekhyun. Jantungnya seperti di pompa dua kali lipat lebih dari biasa nya. Dan kembang api itu sepertinya telah berhasil membakar pipi Baekhyun. Merah. Pipi Baekhyun merah.
Lee Yeun Hee. Obsesi nya sekarang. Baekhyun jatuh cinta pada yeoja yang dua tahun lebih tua dari pada diri nya sendiri. Di depan nya sekarang adalah ‘nuna’-nya sendiri. Tapi bagi Baekhyun, umur bukan penghalang sebuah cinta. Cinta itu hanya sebatas ‘aku mencintai mu’. Tapi bukan berarti hanya sebuah ucapan. Perlakuan cinta itu sendiri harus ditunjukan.
Lama Baekhyun memandang Yeun. Sadar atau tidak sadar, Yeun merasa detak jantungnya berdetak sangat cepat. Minta di pompa lebih, lebih, dan lebih.
Kedua bola mata mereka bertemu dalam satu titik ketika Yeun membalikan badan nya. Baekhyun menatap manik mata Yeun dalam. Mulut Baekhyun terbuka setengah. Ingin mengucap sesuatu. Tangan nya terangkat. Menggantung di udara. Namun, adegan itu harus di pause oleh sebuah suara. Suara Sungjin.
“Ya! Apa yang sedang kalian lakukan hah?!”
Kedua nya tersentak bersama. Menoleh bersama. Diam seribu bahasa bersama.

*Yeun POV
Hei, siapa yang tidak merasa risih di tatap seperti itu ketika sedang melakukan sesuatu? Baekhyun melakukan itu padaku. Entah apa yang sedang di tatap nya. Dan mengapa ia betah sekali menatap nya. Tapi aku yakin, yang ia tatap bukan lah kimchi jjigae. Bukan juga panci, atau mangkuk nya. Lalu siapa?
Ku gerakkan kepala ku menghadap diri nya. Jantungku serasa berhenti berdetak saat itu. Baekhyun menatapku dalam diam. Kedua tangan nya di jejalkan kedalam saku celana nya. Terus menatapku walau aku sudah berubah posisi. Apa sebenarnya yang sedang di pikirkan oleh nya?
Eye contact. Mata kami bertemu pada satu garis lurus. Baekhyun yang sedikit lebih tinggi dari ku membuat ku harus sedikit mendongak menatap kedua bola mata nya. Manis sekali.
Mulut nya terbuka setengah, tangan nya menggantung di udara. Namun, semua itu terhenti ketika suara seseorang yang sangat menggelegar memecah keheningan diantara aku dan dia. Suara laki-laki.
“Ya! Apa yang sedang kalian lakukan hah?!”
Omo, itu suara Sungjin Oppa. Kalau begitu, ia memergoki kami sedang saling bersitatap. Kami tersentak kaget. Menoleh hampir bersaamaan. Menatap kosong ke arah Sungjin Oppa. Dalam hati aku berdo’a semoga saja Sungjin Oppa tidak menghakimi aku dan Baekhyun. Yah, semoga.
“Sekali lagi aku bertanya, apa yang sedang kalian lakukan? Bagaimana dengan masakan nya?!”
Aku mengerjap mataku sekali. Dua kali. Kemudian menjawab pertanyaan Sungjin Oppa. “Kami tidak sedang melakukan apa-apa. Hanya saling bersitatap selama beberapa detik. Masakan nya sudah siap, Oppa!”
“Oh, begitu. Lalu kenapa kau masih diam seperti itu?” sepertinya pertanyaan itu ditunjukkan pada Baekhyun. Refleks saja, aku menoleh pada nya. Ya, dia masih diam.
“Oh, ayolah, lupakan Oppa! Yang penting Baekhyun tidak melakukan apa-apa padaku. See? Aku masih baik-baik saja. Ayo makan saja!” ucapku untuk mengendalikan suasana. Sungjin Oppa mengangguk. Member lain tersenyum ramah.
Aku duduk di antara Sungjin Oppa dan Baekhyun. Ya, tadi dia sempat menarik lenganku dan meminta agar ia duduk di sebelahku. Baekhyun sekarang mencair lagi. Tidak seperti tadi.
“Ini sangat enak nuna!” komentar Kai. “Ya, kau benar Kai! Ini sangat enak… Hmm…” ucapan Kai ditambahkan oleh Sehun.
“Kau belajar memasak dari mana, Yeun-ssi?” tanya Luhan.
“Kau pandai memasak nuna. Kalau begitu, lain kali kau memasak masakan untukku ne…” desis Baekhyun tepat di telingaku. Suara nya pelan, namun seksi.
Aku menoleh pada Baekhyun. Memastikan apakah tadi itu benar suara Baekhyun atau bukan. Dan ternyata jawaban nya adalah, ya. Dia tersenyum sangat manis.
“Kalian berdua pacaran saja dari tadi, haha!” ucap Chanyeol yang duduk tak jauh dari tempat duduk ku dan Baekhyun.
Baekhyun mendelik pada Chanyeol sekilas. Kemudian menoleh lagi pada ku. Tersenyum lagi.
Senyuman yang manis, juga hangat.

*Baekhyun POV
“Eh, sepertinya tadi ada yang bertanya aku belajar memasak darimana? Aku belajar memasak dari kedua orang tua ku. Mereka sama-sama pandai memasak.” Pertanyaan yang diajukan Luhan hyung tadi terjawab.
Ya, masakannya memang enak. Tak salah jika ia diberi tanggung jawab menjaga café bernuansa Korea di campur Indonesia. Sangat kontras memang. Tapi entah bagaimana keluarga Lee ini bisa membuat café itu hingga begitu sukses. Lee Corporation… Perusahaan terbesar di Seoul.
“Oh, jadi kau tidak menganggapku pandai memasak, heung?” tanya Sungjin hyung. Mereka akrab sekali…
“Haha, bukan seperti itu…Memang nya Oppa pernah mengajari ku bagaimana cara nya membuat masakan Korea atau Indonesia sewaktu kecil? Oppa hanya membantuku… haha” jawab Yeun dengan tawa nya yang menggemaskan. Sekali lagi, neomu yeppeo.
“Oh ya, hari ini aku berencana untuk mengajak kalian nanti makan siang di Rumah Makan Padang. Kalian pulang kapan ke Korea? Kalau kalian pulang sore, akan ku putuskan aku ikut kalian terbang ke Seoul.”
Ah, Rumah Makan Padang. Seperti yang diucap Yeun tadi saat di dapur. Yeun ikut terbang ke Seoul? Itu artinya, aku akan lebih lama lagi bersama Yeun.
“Lalu siapa yang akan menjaga café dan taman bacaan hah? Lagi pula aku kan baru pulang dari Seoul, kenapa kau malah akan terbang ke Seoul?” tanya Sungjin hyung pada Yeun. Oh, jadi koper-koper yang tergeletak tadi itu milik Sungjin hyung ternyata…
“Taman bacaan aku liburkan selama seminggu. Kalau café, oppa bisa mengurus nya sendiri kan? Lagi pula, tadi oppa bilang, oppa bisa memasak. Oh, ayolah, aku hanya ingin menikmati liburan selama seminggu bersama member EXO. Kau tau kan heboh nya diriku ketika sedang fangirling bersama teman satu kampus?”
Hobi nya fangirling. Idola nya EXO. Bias nya Sehun dan Kai. Kalung nya logo Cahaya—yang artinya logo untukku—tapi siapa tau, dia mempunyai semua kalung yang mencerminkan semua logo member EXO? Ya, siapa tau kalung yang sedang di pakai nya sekarang tidak ada yang istimewa.
“Kau yakin, hanya untuk berlibur bersama kami? Atau memperpanjang waktu bersama Baekhyun?” namaku disebut-sebut dalam ucapan Luhan hyung. Oh, sialan, aku tak ingin mereka melihat pipi ku merona merah kembali…

*Yeun POV
“Kau yakin, hanya untuk berlibur bersama kami? Atau memperpanjang waktu bersama Baekhyun?” pertanyaan Luhan membuatku terkejut. Alasan kedua ku memutuskan terbang ke Seoul memang ingin lebih lama lagi bersama Baekhyun. Tapi, bagaimana Luhan tau?
“Ngeengg…” aku bergumam tak jelas.
“Eomma dan appa pasti akan merestui hubungan kalian. Begitu juga aku. Haha…”
Segera saja ku layangkan jitakan ku ke kepala Sungjin Oppa. Aku menyumpahi Sungjin Oppa dalam hati. Rona merah ini datang lagi. Dan, kulirik Baekhyun, kedua tulang pipi nya juga ikut memerah. Kami berdua seperti tomat segar yang baru di petik dari perkebunan. Astaga, kami? Oh God, apa aku telah jatuh cinta pada laki-laki yang dua tahun lebih muda dari ku?
Aku menundukan kepala dan mencubit lengan Sungjin Oppa yang berada di bawah meja. Dari dulu memang begitu. Sungjin Oppa selalu meledekku jika aku mulai dekat dengan namja. Padahal hanya sebatas teman satu kelas, atau alumni.
“Lihat kan? Adikku ini memang sangat sensitif sekali jika sudah di goda… Haha” tawa semua member menggelegar di ruang makan ini. Begitu juga dengan tawa Sungjin Oppa. Aku mendesis pelan sambil mencubit lengan nya lagi. Sungjin Oppa hanya mengacak-acak rambutku pelan.

*Author POV
Makan pagi itu berakhir dengan kemesraan Yeun dengan Baekhyun. Kemesraan? Ya. Karena, setelah Yeun mencubit lengan Sungjin kedua kali nya, Baekhyun menggenggam tangan kanan Yeun dari bawah meja. Hal itu tertangkap basah oleh Chanyeol. Jadilah pagi yang penuh dengan ke romantisan dua anak muda.
Baekhyun dan Yeun lebih memilih tinggal di rumah dibanding berjalan-jalan keluar. Sungjin mengajak Tao, Suho, Kris, Xiumin, D.O, Chen, Lay, dan Suho ber keliling kota Jakarta. Dan sisanya lebih memilih untuk tinggal di rumah untuk sekedar ber-istirahat atau bermain game. HunHan couple sedang menikmati segelas bubble tea. Kai sedang bermain-main dengan ponsel nya. Begitu juga dengan Chanyeol.
Namun tidak dengan Baekhyun dan Yeun. Mereka memilih berdua di taman belakang. Baekhyun ingin berbicara sesuatu pada Yeun. Sesuatu yang seharus nya ia ucapkan saat berada di dapur tadi.
Mereka berdiri bersandar di tembok penghubung taman belakang dengan garasi. Sempurna seperti keinginan Baekhyun. Siang yang tidak terlalu panas dengan angin yang sepoi-sepoi menambah nilai plus dalam pikiran Baekhyun. Ia berpikir, mungkin sekarang adalah saat yang paling tepat. Tepat sebelum ia terlambat. Cinta itu harus ia nyatakan sebelum terlamabat.

*Baekhyun POV
Sekarang atau nanti? Tapi kalau sekarang, aku harus memulai dari mana? Kalau nanti, aku terlambat menyatakan nya bagaimana? Kalau sekarang, aku rasa terlalu cepat sejak pertemuan pertama kami. Tapi kalau nanti, dia diambil orang lain bagaimana? Ah, 2013 semua harus serba langsung bukan? Tapi bagaimana jika aku di tolak?
Pikiran-pikiran itu menghiasi otakku sekarang. Aku bingung harus mengatakan nya kapan. Sekarang atau nanti. Harus mengatakan nya dari mana. Kenapa orang yang jatuh cinta mudah sekali grogi ketika akan menyatakan perasaan yang sebenarnya?
“Nuna…” kata itu keluar begitu saja tanpa aku sadari. Mulut ku memang benar-benar tidak bisa di ajak ber-kompromi.
“Ne?” Yeun menjawab dengan sedikit canggung.
“Kalung itu…” basa-basi dengan kalung. Hmm, aku rasa cukup menarik.
“Waeyo?” Yeun bertanya padaku sembari memegang kalung nya. Detik berikut nya, ia seperti baru tersadar telah menggunakan kalung ber-logo cahaya. “Hhh, nappeun yeoja.” Nappeun yeoja? Merasa bodoh telah memakai kalung itu? Aish…
“Bukan. Bukan nappeun yeoja. Tapi nuna neomu yeppeo…” kening nya berkerut samar. “Kalung ber-logo cahaya itu menambah nilai plus wajahmu nuna. Cahaya itu menyinari wajah manis juga cantik mu.” Seperti nya, sebentar lagi aku akan mencapai titik puncak permasalahan ini.
Kuraih bahu nya yang sepertinya akan merosot itu. Mata kami bertemu untuk kedua kalinya dalam kurun waktu 24 jam ini. Semakin dalam aku menatap kedua bola mata coklat pekat miliknya, maka semakin cepat juga jantungku berdetak. Energi nya sebanding.
“Ah, cinta selalu datang tanpa permisi. Cinta itu sesungguhnya tak sopan. Masuk ke hati seseorang tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu. Sekarang, aku ingin bertanya pada nuna, mungkin nuna jauh lebih mengerti tentang cinta. Apakah boleh mencintai seseorang yang umurnya berbeda?”
Selangkah lagi. Hari ini aku telah membuktikan cinta.

*Yeun POV
“Ah, cinta selalu datang tanpa permisi. Cinta itu sesungguhnya tak sopan. Masuk ke hati seseorang tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu. Sekarang, aku ingin bertanya pada nuna, mungkin nuna jauh lebih mengerti tentang cinta. Apakah boleh mencintai seseorang yang umurnya berbeda?” penjelasan yang cukup panjang juga lebar. Serta pertanyaan yang cukup sudah menyentak hati ini. Mencintai seseorang yang berbeda umurnya? Well, cinta bukan perbedaan jarak umur si A dengan si B.
“Nuna, bolehkah hari ini aku membuktikan bahwa cinta tak memandang umur? Bahwa cinta dapat dimiliki oleh siapa pun.”
“Pertemuan pertama kita, saat itu memang aku yang salah. Aku yang egois. Tapi kau tahu? Cinta bahkan bisa mengubah segala nya menjadi mungkin. Kemungkinan aku bisa jatuh cinta padamu itu adalah nyata. Ya, mulai detik ini.”
“Kurasa, mulai detik ini, aku mencintaimu, nuna Lee Yeun Hee. So, would you be mine?”
Butuh jeda waktu cukup lama untuk menjawab pertanyaan Baekhyun. Aku seperti patung sekarang, diam kaku menatapnya. Rentetan kalimat yang meluncur dari mulut Baekhyun itu seperti berputar-putar di dalam otakku. Lembut, menawan, penuh kasih sayang, serta ketulusan yang jelas terpancar.
Cinta selalu membuat semua nya menjadi mungkin.

*Author POV
Tanpa mereka sadari, HunHan couple, Kai, serta Chanyeol telah merekam apa yang mereka berdua lakukan di taman belakang. Handycam yang sempat dibawa Luhan sangat berarti dalam pekerjaan mereka kali ini. Menjadi spy.
Mulut Sehun membentuk huruf ‘o’ sempurna ketika mendengar “…So, would you be mine?” yang terucap begitu jelas dari bibir Baekhyun.
Semua member EXO mengenal Baekhyun dengan baik. Sosoknya ramah, mudah bergaul pada siapapun yang baru dikenalnya. Juga, Baekhyun lah yang paling romantis diantara member EXO lain nya. Semua tahu hal itu, tapi belum tentu semua orang juga dapat melihat secara langsung Baekhyun bersikap romantis pada wanita.
“Nggg… I am in love with your smile, your voice, your laugh, your eyes. But most of all, i am in love with you.” Jawaban Yeun itu sontak membuat para spy ini tersentak kaget. Begitu juga Baekhyun.
“Katakan padaku, bahwa kau juga mencintaiku melebihi kau mencintai Sehun dan Kai.” Baekhyun masih di posisi nya. Padahal terlihat sekali ia ingin memeluk Yeun erat. Tapi Baekhyun berusaha untuk tetap mengontrol emosi nya.
Sehun dan Kai. Kedua orang dengan pemilik nama itu saling berpandangan. Apa maksudnya? Tapi Luhan yang jauh lebih dewasa dibanding mereka, mengingatkan bahwa Yeun adalah fans mereka berdua.
“Harus berapa bahasa yang membuatmu percaya padaku bahwa aku mencintaimu melebihi aku mencintai bias ku sendiri? I love you. Saranghae. Je t’aime. I love you more than I love him.” Senyum mengembang disudut bibir Yeun dan Baekhyun. Oh, ternyata tidak hanya mereka berdua. Para idol yang telah berubah profesi menjadi spy ini juga ikut tersenyum lega.
Baekhyun merengkuh Yeun dalam pelukan nya. Memeluk nya erat. Mengelus rambut Yeun yang terurai panjang. Baekhyun membisikan sepatah kalimat tepat di telinga Yeun.
“Katakan sekali lagi…”
“I love you more than I love him…”

END

3 comments

  1. myeondeong · February 12, 2014

    Yaaaahhhh endingnya kurang greget ,, harusnya mreka (baekhyun+yeun) tauu klo lg d intipin sama hunhan,kai+chaenyeol ,,, yaaa ampun yaaa pda ngintip ,, udah ngintip drekam lagi ,, :’)

  2. EXO Kai · April 6, 2014

    I’m often happy of theѕe twelve excellent boys. Carrying օut all matters in such a thigh periods will have to bе tough anԁ tiring ƅut tҺank
    you fߋr enduring properly ɑnd makung me love all of ƴоu
    much more aոd fɑr more. Just have а excellent
    relaxation aոd don’t gеt ill. Yoս know you alwаys bе EXOstans inspiration~ EXO
    аre jjang! EXO saranghae❤

  3. hanifah · November 30, 2014

    Keren bangettt

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s