Debt and Love (Chapt 1)

Untitled-1 copy

Debt and Love
“Semua ini bermula karena uang. Mimpi buruk yang tidak pernah berhenti.”

Scripwriter
jyy_js

.

Staring by
Jae Joong JYJ/TVXQ, You and Kyu Hyun Super Junior

Rated
General (sometime can be +21 rate)

.

Mohon setelah membaca, tinggalkan comment. Akan saya lanjutkan jika comment sudah mencapai 50. Don’t be silent readers.

TEASER

Siang ini matahari bersinar cukup terik dan aku masih duduk disini, menantikan si pangeran kampus. Cho Kyuhyun. Aku tersenyum kecil, mengingat awal mula bagaimana ketika kami bertemu dan berakhir seperti ini, menjadi sepasang sahabat baik yang tidak pernah terlepas. Bahkan aku yakin tidak ada kebohongan diantara kami. Iya, itu komitmen yang aku dan Kyuhyun buat. Tidak boleh menyembunyikan hal sekecil apapun, bahkan Kyuhyun tahu kapan jadwal aku datang bulan. Hheee…

“Baby~ kau lama menungguku?”

Suara itu!
Benar saja. Kyuhyun sudah berada di belakang ku. Menyapaku dengan panggilan sesuka hatinya. Seperti itulah dia, suka seenaknya sampai-sampai seisi kampus mengira kami berpacaran. Tidak, tidak, tidak. Kyuhyun tahu aku tidak suka terikat dalam suatu hubungan lebih dari sahabat. Aku tidak suka terkekang dengan segala macam pikiran tidak enak dan harus melakukan ini dan itu.

“Kyu, panggil namaku!”
“Wae, princess?”
“Kyu~”
“Aniya! Aku suka memanggilmu dengan caraku.”

Percuma!
Dan aku tidak bisa menolak lebih jauh. Jika menurut orang-orang dia adalah pangeran, tidak untukku. Dia sudah seperti malaikat penolongku. Bahkan ia dengan senang hati membiayai kuliahku, tiga tahun ini. Aku tidak sedang memanfaatkannya atau melakukan pemerasan. Ayahku sedang sakit keras dan saat ini di rawat di rumah sakit, tidak perlu biaya pengobatan karena rumah sakit itu milik ayah Kyuhyun. Dan ibu-ku? Aku tidak tega dengannya. Ia hanya seorang penjual makanan di pinggir jalan. Ibuku menjual jajanan di dekat tempat wisata sungai Hangang, kadang aku dan Kyuhyun akan makan disana sambil bermaksud menemani ibuku.

“Hari ini kita mau kemana?”
“Aku ingin ke tempat ibuku dulu sebelum mampir ke toko buku.”
“Okay! Ayo!”

Kyuhyun mengajakku untuk naik ke mobil mewahnya. Mobil yang selalu dengan setia mengantar ku kesana-kemari bersama Kyuhyun tentunya. Selain mobil ini milik Kyuhyun, aku tidak bisa menyetir mobil. Oleh karena itu kehidupanku sekarang bisa dibilang bergantung pada Kyuhyun. Seperti itulah.

$$$

“Jae!” panggil orang disudut ruangan.

Jae, si pemilik nama lengkap Kim Jae Joong memiliki wajah cantik dan tampan. Tubuh atletis. Menarik. Idola kampus dan malaikatnya kampus. Citranya yang baik melimpah ruah di universitas besar itu. Kalau Kyuhyun adalah pangeran, maka Jaejoong ini adalah malaikat. Berlebihan memang, tapi begitulah adanya. Jaejoong juga terkenal pintar dan sangat baik hati. Keluarganya berkecukupan dengan itu ia bisa membantu siapa saja yang menurutnya harus dibantu.

“Jung Yunho? Lama tidak bertemu.”
“Malaikat?”

Yunho terkekeh geli. Jaejoong tahu kemana arah pembicaraan Yunho dan memukul kepala sahabatnya itu dengan lemparan bola billiard yang lumayan keras. Yunho meringis, Junsu dan Yoochun tertawa melihat mereka berdua. Sedangkan disisi lain ruangan itu, Changmin terlalu sibuk dengan peralatan komposernya.

“Jangan tertawa!” keluh Jaejoong.
“Hhaaa… Bagaimana bisa seorang iblis dipanggil malaikat? Itu lucu dan… menarik?” kali ini Yoochun yang bicara.

Jaejoong menghela nafas kasar dan membanting tubuh atletisnya ke sofa panjang, melirik ke dalam -tempat Changmin berada- lewat pintu kaca. Si magnae tampak sangat sibuk. Junsu yang semula sedang duduk bersandar sambil memilih kartu -meski ia tidak yakin menang melawan Yoochun- langsung menegakkan duduknya dan menatap kedua temannya dengan pandangan serius.

“Kalau kalian ke kampus kami, kalian akan tahu bagaimana Jaejoong dipuja. Bahkan aku yakin tidak ada seekor semut di kampus yang tahu kalau Jaejoong benar-benar mengerikan.”

Mereka semua tertawa, kecuali Jaejoong tentunya. Jaejoong menggelengkan kepalanya, ia menyerah untuk membalas ketiga manusia menyebalka itu dan ia tidak terlalu tertarik meladeni mereka. Meladeni ketiga orang itu tidak akan ada habisnya yang ada malah membuang-buang energi.

“Hyeong, ada telepon dari kampus. Katanya hyeong diminta mengajar piano,” ucap Changmin begitu ia keluar dari ruangannya. Cukup mengejutkan ke-4 orang itu. Jaejoong mendecakkan lidahnya, meraih mantelnya dan bergegas pergi.

“Hei Je! Carilah gadis cantik yang masih belum terjamah tentunya,” ucap Yoochun sambil mengedipkan sebelah matanya. Jaejoong hanya melirik sekilas sebelum pergi. Ia bahkan sempat mendengar tawa teman-temannya itu. Yah seandainya saja kakak perempuannya bukan pemilik universitas itu mungkin ia tidak akan seperti sekarang ini. Menjadi malaikat setiap orang.

$$$

“Cho Kyuhyun?”
“Annyeong ahjeomma!”

Kyuhyun memeluk ibuku dengan penuh semangat. Selalu seperti ini. Eomma selalu memperlakukan Kyuhyun seperti anaknya, bahkan kadang eomma lupa kalau eomma sudah memiliki aku. Kalau sudah seperti ini, tidak ada yang bisa kulakukan kecuali membiarkan keduanya saling bertukar cerita dengan cerita favorit mereka tentang bagaimana hari-hariku di kampus. Ya, topik utama pembicaraan mereka adalah aku.

“Kau tidak lapar?”
“Tidak.”
“Kau marah?”
“Tidak.”

Kyuhyun berdiri di belakangku, memelukku dari belakang. Kami terbiasa seperti ini bahkan di depan eomma. Sedangkan eomma hanya tertawa melihatnya atau tersenyum sambil menggelengkan kepala. Eomma tahu kalau sejak dulu aku mendambakan seorang kakak laki-laki dan sekarang Kyuhyun-lah yang memperlakukanku seperti seorang anak kecil. Seperti adiknya.

“Mau ku belikan es krim?”
“Tidak.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap eommaku.

“Eomma~ si kecil tampaknya marah.”

Aish!
Benar-benar bahkan dia sekarang sukses membuatku melayangkan potongan sawi putih ke wajahnya. Sering sekali ia membuatku kesal dan aku akan membalasnya dengan memukulnya meski aku tahu tenagaku tidak seberapa. Tapi seperti biasa, Kyuhyun hanya akan tertawa dan menatapku. Tidak pernah berubah.

“Sudah jangan bertengkar. Bukannya kalian mau beli buku?”
“Ah aku lupa! Ini kesalahan Kyuhyun!”
“Aku?”
“IYA!”

Aku baru akan mulai bertengkar lagi dengan Kyuhyun namun eomma langsung meraih tanganku dan mengecup keningku. Aku terdiam dan menatap Kyuhyun kesal. Bagaimana tidak? Ia sedang menahan tawanya dan pasti setelah ini ia akan mengataiku anak kecil.

“Kajja!” ucapku ketus padanya.

Kyuhyun hanya tertawa dan mmengikutiku dari belakang setelah berpamitan pada eomma.

$$$

Malam ini aku harus kembali ke kampus untuk mengambil buku musikku yang tertinggal. Aku tidak ingin merepotkan Kyuhyun sehingga kuputuskan untuk mengambilnya sendiri. Sebenarnya ini pertamakali aku ke kampus pada malam hari dan sendirian. Biasanya Kyuhyun akan berada disampingku. Namun aku sedang berlatih mandiri sehingga aku tidak akan menghubungi anak itu.

Aku membuka pintu kelas dengan hati-hati, berharap tidak ada hal mengejutkan dibalik pintu itu. Gelap. Tidak ada yang aneh. Aku mencari saklar lampu dan menyalakannya. Pemandangan yang tak terduga membuatku membeku di tempat. Sepasang orang sedang bercumbu disana. Seorang wanita yang entah siapa sedang duduk di pangkuan… Eh? Dia? K-Kim J-Jaejoong? Malaikat kampus?

“YAK!”

Teriakan Jaejoong mengejutkanku. Ia langsung memberi kode pada gadis itu untuk pergi, sedangkan aku masih mematung ditempatku. Aku ingin bicara namun tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutku. Aku ingin berlari dan mengabaikan semuanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tapi kakiku seolah membeku. Menempel erat di lantai keramik.

“S-sunbae?” ucapku pada akhirnya.
“Untuk apa kau kesini malam hari? Aku tidak merasa pernah mengirimkan apa-apa padamu.”
“A-Aku… B-Buku ku…”
“DIAM!”

Mengerikan!
Aku berani bersumpah kalau Jaejoong benar-benar mengerikan. Malaikat? Malaikat apanya? Bahkan dia melakukan hal seperti tadi dengan entah siapa, namun aku yakin dia salah satu siswi di kampus ini. Dan sekarang aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.

“Aku berjanji tidak akan memberitahu siapapun,” ucapku kemudian begitu aku menemukan keberanian.
“Janji? Cih!”

Jaejoong meludah di lantai, tepat di depanku.

“Kau semester berapa?”
“E-Enam.”
“Oh, tahun terakhirmu? Bersyukurlah.”
“Eh?”
“Bersyukurlah karena kau hanya perlu menjadi pelayanku selama setahun.”
“M-MWO?!”

Aku menatap seniorku itu dengan tidak percaya. Pelayan? Setahun?

“T-Tapi…”
“Kau tahukan siapa aku? Aku adik pemilik kampus ini. Aku bisa saja membuatmu keluar dari kampus ini.”
“M-Mianhae… Jebal…”
“Aku tidak menerima penolakan!”

Ini benar-benar seperti mimpi buruk. Ia melewatiku, menuju ke pintu keluar dan yang bisa kulakukan hanya satu memohon padanya untuk melupakan semua masalah malam ini. Lagipula ia tidak sengaja dan sama sekali tidak bermaksud buruk jadi buat apa ia menanggung semua ini.

“S-Sunbae~ mianhamnida…”

Cup!

Ciuman singkat mendarat di bibirku begitu cepat dan ini adalah yang pertamakali bagi ku. Bahkan sedekat apapun aku dengan Kyuhyun, meski ia sering memelukku namun kami tidak pernah sampai sejauh ini dan sekarang? Bahkan lelaki asing menciumku tanpa sempat menghindar.

“Kontrak sudah terikat,” bisiknya pelan sambil menyentuh bibirku dengan ibu jarinya, membuat sekujur tubuhku seperti disengat listrik. Aku yakin ada hal tidak baik yang akan menimpaku setelah ini.

To be continue~

9 comments

  1. christiejaena480 · September 27, 2014

    Waduh jae..aku juga mau dicium..°•ŵĸ\=D/ŵĸ•°=D°•ŵĸ=))ŵĸ•°
    Jae lucu masa kecupan dibibir buat tanda kontrak..!!next ditunggu lanjutannya ya chingu.

  2. bsik · October 6, 2014

    Mau dong dikiss bibir sexy’y jae. Msh bingung knp jae dibilang setan😦

  3. beiirma · October 10, 2014

    anjir jae plus kyu. kurang perfect apa ituuuu.
    ceritanya bagus dan sukses bikin penasaran🙂 keep writing..
    ditunggu chapter selanjutnya🙂

  4. dwi · October 19, 2014

    Loh bgimn ma kyuhyun? Pkkx aq mau kyuhyun yg pertama kali nyentuh…..#maksa
    EmAnk kyu gk px perasasn lebih tha ke you..? Yaudah di tunggu next chapx adja

  5. Jisun Jung · October 21, 2014

    ige mwoyaaaaaa O.O Jae apa2 an langsung buat kontrak begitu aduhh kasian yeoja nya .-. wkwk
    Lanjut ya min😉 aku tunggu

  6. ruunachy · October 29, 2014

    jadi pelayan selama setahun? hiyy… jaejong patut diwaspadai nih, apa kyuhyun akan jadi penyelamat disini? wih, diantara dua namja super power, si gadis miskin bisa berbuat apa coba? kajja dilanjut ne…

  7. Ulfa Jung · November 30, 2014

    Jae mesum. Suka alur ceritanya.

  8. chi-sant · December 9, 2014

    Woaaah…! Ini niih couple fovoritq.. izin baca2 yaah..😉
    Kisseu selanjutnya lebih hot yaah..# ups..😀

  9. whitedear · December 23, 2014

    Kelihatannya Kyunyun menyukai sahabatnya itu hhehe dia rela melakukan apapun demi sahabtnya itu..
    Wah,, perjanjian? Pembantu? Ini prtanda buruk.. Jaejoong malaikat kalau didepan orang lain. Tapi kalau dengan sahabat-sahabatnya beda lagi hhehe

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s